8 Ide Ternak Sampingan Ibu Rumah Tangga Tanpa Bau Menyengat

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Mencari ide ternak sampingan ibu rumah tangga tanpa bau menyengat kini semakin mudah karena banyak jenis ternak yang bisa dipelihara di rumah tanpa menimbulkan aroma tidak sedap. Selain dapat dikelola dari halaman rumah, beberapa jenis ternak ini juga memiliki modal yang relatif terjangkau dan perawatan yang tidak terlalu rumit.

Bagi Anda yang ingin menambah penghasilan keluarga, usaha ternak kecil dapat menjadi pilihan menarik. Dengan memilih jenis ternak yang tepat serta menjaga kebersihan kandang, aktivitas beternak tetap nyaman dilakukan di lingkungan rumah.

Berikut beberapa rekomendasi ide ternak sampingan untuk ibu rumah tangga menurut Liputan6.com, Senin (09/03/2026).

1. Ternak Jangkrik

Usaha jangkrik termasuk pilihan populer karena perawatannya cukup sederhana. Banyak peternak memanfaatkan kotak kayu berukuran sekitar 100 x 60 cm sebagai kandang. Dalam satu kotak biasanya bisa menampung sekitar 5.000 hingga 7.000 ekor jangkrik.

Modal awal ternak ini relatif kecil, sekitar Rp300.000 sampai Rp500.000 untuk membeli bibit dan membuat kandang sederhana. Pakan jangkrik bisa berupa sayuran seperti daun singkong, sawi, atau dedak.

Panen biasanya dilakukan setelah 30 sampai 40 hari. Harga jual jangkrik di pasaran berkisar Rp40.000 sampai Rp60.000 per kilogram. Untuk menjaga agar tidak menimbulkan bau, kandang perlu dibersihkan secara rutin dan sisa pakan harus dibuang setiap hari. Usaha ini menjadi salah satu ide ternak sampingan ibu rumah tangga tanpa bau menyengat yang cukup menguntungkan.

2. Ternak Kelinci

Hewan yang satu ini cukup diminati karena selain lucu juga memiliki nilai ekonomi. Banyak orang membeli kelinci untuk peliharaan maupun untuk konsumsi dagingnya.

Untuk memulai usaha ini, Anda bisa menyiapkan kandang bertingkat dari kayu atau bambu. Modal awal sekitar Rp1.000.000 sampai Rp2.000.000 sudah cukup untuk membeli 2 sampai 3 ekor indukan. Pakan kelinci cukup sederhana seperti rumput, daun wortel, atau pelet khusus.

Dalam waktu sekitar 4 sampai 5 bulan, kelinci sudah bisa berkembang biak. Harga jual kelinci bisa mencapai Rp70.000 hingga Rp150.000 per ekor tergantung jenisnya. Agar tidak menimbulkan bau, kotoran kelinci harus dibersihkan setiap hari dan alas kandang diganti secara rutin.

3. Ternak Burung Puyuh

Burung puyuh dikenal sebagai penghasil telur yang cukup produktif. Dalam satu hari, satu ekor puyuh betina dapat menghasilkan satu butir telur.

Modal awal usaha ini berkisar Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000 untuk 100 ekor puyuh serta kandang sederhana. Pakan yang digunakan biasanya berupa pelet khusus unggas yang mudah ditemukan di toko pakan ternak.

Telur puyuh dapat dipanen setiap hari setelah burung berumur sekitar 45 hari. Harga telur puyuh biasanya berkisar Rp250 hingga Rp350 per butir. Dengan menjaga kebersihan kandang dan memastikan ventilasi udara cukup, ternak ini termasuk usaha ternak rumahan yang tidak terlalu berbau.

4. Ternak Maggot

Maggot atau larva lalat BSF saat ini banyak dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas. Selain menghasilkan keuntungan, usaha ini juga membantu mengolah sampah organik rumah tangga.

Modal awal ternak maggot cukup sekitar Rp500.000 hingga Rp1.000.000 untuk membeli bibit dan menyiapkan wadah budidaya. Pakan maggot berasal dari sisa sayuran atau limbah dapur yang sudah dipilah.

Panen biasanya dapat dilakukan dalam waktu 15 hingga 20 hari. Harga maggot segar di pasaran berkisar Rp8.000 sampai Rp15.000 per kilogram. Agar tidak berbau, limbah organik harus dicampur dengan bahan kering seperti dedak atau sekam.

5. Budidaya Ikan Cupang

Usaha ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki hobi memelihara ikan hias. Ikan cupang dapat dipelihara dalam wadah kecil seperti akuarium mini atau toples plastik.

Modal awal sekitar Rp500.000 hingga Rp1.500.000 sudah cukup untuk membeli indukan serta perlengkapan dasar. Pakan ikan cupang biasanya berupa kutu air atau cacing kecil.

Dalam waktu sekitar 2 hingga 3 bulan, ikan cupang sudah bisa dijual. Harga ikan cupang bervariasi mulai dari Rp10.000 hingga ratusan ribu rupiah tergantung jenisnya. Karena menggunakan air bersih dan jumlah ikan terbatas, budidaya ini termasuk ide ternak sampingan ibu rumah tangga tanpa bau menyengat yang mudah dijalankan.

6. Budidaya Cacing Tanah

Cacing tanah memiliki banyak manfaat, terutama sebagai bahan pakan ikan dan pupuk organik. Usaha ini juga tidak membutuhkan lahan luas karena bisa dilakukan menggunakan kotak plastik atau bak semen kecil.

Modal awal sekitar Rp300.000 sampai Rp700.000 untuk membeli bibit cacing dan media seperti tanah serta kompos. Pakan cacing biasanya berasal dari sisa sayuran atau limbah organik yang sudah difermentasi.

Panen dapat dilakukan setelah 2 sampai 3 bulan. Harga jual cacing tanah berkisar Rp40.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Agar tidak berbau, media harus dijaga kelembapannya dan tidak terlalu basah.

7. Ternak Lele Sistem Bioflok

Sistem bioflok menjadi solusi bagi peternak yang ingin memelihara ikan lele tanpa menimbulkan bau menyengat. Teknologi ini menggunakan bak bundar dengan sistem mikroorganisme yang membantu mengurai kotoran ikan.

Modal awal biasanya sekitar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 untuk kolam bioflok dan bibit lele sekitar 1.000 ekor. Pakan utama berupa pelet khusus ikan lele.

Lele bisa dipanen setelah 2,5 sampai 3 bulan. Harga jual lele biasanya berkisar Rp18.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Dengan sistem bioflok, air kolam lebih stabil sehingga bau dapat diminimalkan.

8. Ternak Tikus Putih

Tikus putih sering dibutuhkan untuk penelitian laboratorium maupun pakan reptil. Karena permintaan cukup stabil, usaha ini bisa menjadi peluang yang menarik.

Modal awal sekitar Rp800.000 hingga Rp1.500.000 untuk membeli indukan dan kandang plastik bertingkat. Pakan tikus putih biasanya berupa biji bijian, jagung, dan pelet.

Dalam waktu sekitar 2 bulan, tikus putih sudah bisa berkembang biak. Harga jualnya berkisar Rp5.000 hingga Rp15.000 per ekor tergantung ukuran. Untuk mencegah bau, kandang perlu dibersihkan setiap 2 sampai 3 hari.

FAQ Seputar Ide Ternak untuk Ibu Rumah Tangga

Apa saja ide ternak sampingan ibu rumah tangga tanpa bau menyengat yang mudah dilakukan?

Ternak jangkrik, kelinci, burung puyuh, serta budidaya ikan cupang. Jenis ternak ini tidak membutuhkan lahan luas dan bisa dilakukan di halaman rumah.

Berapa modal awal untuk memulai ternak rumahan?

Modalnya cukup bervariasi tergantung jenis ternak. Beberapa usaha seperti cacing tanah atau jangkrik bisa dimulai dengan modal sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000.

Bagaimana cara agar ternak rumahan tidak menimbulkan bau?

Kebersihan kandang harus dijaga dengan baik dan sisa pakan perlu dibersihkan secara rutin. Ventilasi udara yang baik juga membantu mengurangi bau tidak sedap.

Apakah ternak sampingan bisa memberikan keuntungan?

Jika dikelola dengan baik, usaha ternak rumahan bisa memberikan tambahan penghasilan. Bahkan beberapa peternak mampu menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama setelah berkembang.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|