8 Jenis Lantai Teras Anti Licin Cocok untuk Rumah Modern Minimalis, Tidak Bikin Terpeleset

14 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Teras rumah menjadi area peralihan antara bagian luar dan dalam hunian sehingga pemilihan lantainya perlu diperhatikan sejak awal. Permukaan yang mudah licin, terutama saat terkena air hujan, dapat meningkatkan risiko terpeleset dan membahayakan para penghuni.

Karena itu, material lantai teras sebaiknya dipilih berdasarkan tingkat keamanan dan daya tahannya terhadap cuaca. Permukaan dengan tekstur tertentu dapat membantu mengurangi risiko licin sekaligus tetap mendukung tampilan rumah. Berikut delapan jenis lantai teras anti licin yang dapat dipertimbangkan untuk hunian bergaya modern minimalis, dirangkum Liputan6, Kamis (26/2).

1. Keramik Bertekstur (Matte/Kasar)

Keramik bertekstur atau matte menjadi pilihan umum untuk lantai teras yang aman. Permukaan keramik ini memiliki daya cengkeram yang baik dan tidak licin saat basah. Keramik matte juga tersedia dalam berbagai motif yang mendukung tampilan rumah modern.

Tekstur kasar pada keramik ini membantu mengurangi risiko terpeleset, terutama saat hujan. Keramik ini dirancang untuk tahan beban berat dan memiliki daya tahan yang baik dalam kondisi ekstrem. Dengan berbagai pilihan motif, keramik ini dapat meningkatkan estetika teras.

Keramik bertekstur menjadi solusi ideal untuk area luar ruangan yang sering terpapar air. Material ini tidak hanya aman, tetapi juga memberikan tampilan yang menarik untuk teras rumah.

2. Batu Alam

Batu alam menawarkan tampilan alami yang menyatu dengan lingkungan. Beberapa jenis batu alam memiliki permukaan yang tidak licin, menjadikannya pilihan yang baik untuk teras. Batu andesit, misalnya, populer digunakan karena tahan cuaca dan tidak licin.

Batu andesit memiliki warna abu-abu gelap yang cocok untuk gaya rumah minimalis. Selain itu, batu templek dan slate juga dapat digunakan, masing-masing dengan karakteristik unik yang memberikan tampilan menarik pada teras. Batu templek tahan jamur dan lumut, sedangkan slate memiliki warna alami yang beragam.

Penggunaan batu alam pada teras dapat menciptakan nuansa yang harmonis dengan taman. Material ini tidak hanya aman, tetapi juga memberikan kesan alami yang menyegarkan.

3. Beton Ekspos

Beton ekspos memberikan kesan modern dan industrial pada teras. Material ini tidak memerlukan finishing tambahan dan memiliki kekuatan yang baik. Permukaan beton ekspos dapat diolah agar tidak licin saat terkena air.

Finishing ekspos atau teknik brush pada beton menciptakan permukaan yang aman dan tidak licin. Selain itu, beton ekspos mudah dalam perawatan dan cocok untuk rumah dengan desain modern. Tampilannya yang natural memberikan karakter tersendiri pada teras.

Material ini juga tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, menjadikannya pilihan praktis untuk teras. Beton ekspos dapat menjadi alternatif yang menarik untuk menciptakan suasana yang berbeda.

4. Decking WPC (Wood Plastic Composite)

Decking WPC merupakan alternatif kayu alami yang terbuat dari serbuk kayu dan plastik daur ulang. Material ini tahan terhadap cuaca dan serangan rayap. Decking WPC memiliki tekstur dengan sifat anti-slip yang baik.

WPC memiliki daya serap air yang rendah, sehingga cocok untuk hunian tropis. Material ini memberikan tampilan teras yang alami tanpa memerlukan perawatan rumit. Penggunaan decking WPC dapat menciptakan suasana hangat dan nyaman.

Decking WPC juga ramah lingkungan dan memiliki daya tahan yang baik. Material ini menjadi pilihan yang tepat untuk teras yang aman dan menarik.

5. Teraso

Teraso adalah material yang terbuat dari campuran semen, marmer, dan batu alam. Material ini memberikan sentuhan elegan pada teras. Teraso tersedia dalam varian dengan permukaan kasar yang anti licin.

Permukaan teraso yang kasar dapat meminimalkan risiko terpeleset saat basah. Corak bebatuan pada teraso memberikan pesona tersendiri dan dapat memperindah tampilan teras. Material ini juga tahan terhadap kelembaban.

Dengan daya tahan yang baik, teraso menjadi pilihan yang kuat untuk teras. Material ini tidak hanya aman, tetapi juga memberikan karakter pada ruang luar rumah.

6. Granit Bertekstur

Granit adalah material yang memberikan kesan mewah pada teras. Selain tampilannya yang menarik, granit juga memiliki daya tahan yang baik. Granit tersedia dalam berbagai finishing, termasuk permukaan kasar yang anti-slip.

Permukaan granit yang tidak licin mengurangi risiko tergelincir saat basah. Beberapa jenis granit bahkan dilengkapi teknologi yang meningkatkan daya cengkeram. Granit juga tahan terhadap goresan dan perubahan cuaca.

Material ini cocok untuk area luar ruangan karena kekuatannya. Granit dapat disesuaikan dengan tema rumah, memberikan fleksibilitas dalam desain teras.

7. Ubin Semen

Ubin semen menawarkan tampilan industrial yang menarik untuk teras. Teksturnya yang matte menyerupai lantai semen asli. Ubin semen memiliki daya tahan yang kuat dan mudah dirawat.

Material ini cocok untuk rumah modern dengan sentuhan industrial. Ubin semen memiliki permukaan kesat yang memberikan keamanan saat digunakan. Material ini menjadi pilihan yang sesuai untuk area luar ruangan.

Dengan tampilan yang elegan dan sifat anti-slip, ubin semen dapat meningkatkan estetika teras. Material ini memberikan solusi praktis untuk desain teras yang aman.

8. Koral Sikat

Koral sikat adalah material lantai yang populer untuk area luar rumah. Batu-batu kecil disusun pada lantai dengan pola tertentu. Proses pemasangan melibatkan adukan semen dan penyikatan untuk menghasilkan tampilan alami.

Koral sikat memiliki tampilan yang unik dan natural. Tekstur kasar dari kerikil membuat permukaannya tetap aman dilalui bahkan saat basah. Material ini memiliki sifat anti-slip yang baik.

Koral sikat juga ramah lingkungan karena terbuat dari batu alami. Material ini cocok untuk area carport, taman, atau teras, memberikan pilihan yang aman dan menarik.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Mengapa lantai teras yang licin berbahaya?

A: Lantai teras yang licin berpotensi menyebabkan terpeleset dan cedera serius, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Q: Bagaimana cara mengetahui tingkat keamanan anti-slip pada keramik atau granit?

A: Perhatikan nilai R-rating (koefisien kelicinan) saat memilih keramik atau granit.

Q: Material lantai apa saja yang direkomendasikan untuk teras anti licin?

A: Material yang direkomendasikan meliputi keramik matte, batu alam, beton ekspos, decking WPC, teraso, granit, ubin semen, dan koral sikat.

Q: Apakah lantai kayu cocok untuk teras anti licin?

A: Lantai kayu dapat digunakan dengan perlakuan khusus untuk mencegah licin.

Q: Bagaimana cara merawat lantai teras agar tetap anti licin?

A: Perawatan meliputi pembersihan rutin dan memastikan sistem drainase berfungsi baik.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|