9 Ide Usaha Ternak yang Hasilnya Bisa Diolah Jadi Produk Lain, Naikkan Nilai Jual Panen

13 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Dunia agribisnis saat ini tidak hanya terbatas pada aktivitas menjual hewan hidup secara konvensional ke pasar. Banyak pelaku usaha kini mulai melirik ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain untuk meminimalisir kerugian akibat fluktuasi harga komoditas mentah di tingkat peternak. Dengan menyentuh aspek hilirisasi, seorang peternak bisa mendapatkan margin keuntungan berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan hanya bergantung pada penjualan bahan baku segar.

Penerapan strategi olahan ini juga membantu dalam memperpanjang masa simpan produk sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas, bahkan hingga ke luar kota. Melalui inovasi pada kemasan dan branding, hasil ternak yang dulunya dianggap biasa saja kini bertransformasi menjadi produk gaya hidup yang sangat diminati masyarakat modern.

Simak Ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (26/2/2026)

1. Budidaya Maggot BSF 

Maggot atau larva lalat tentara hitam merupakan sektor peternakan yang sedang naik daun karena biaya operasionalnya yang sangat rendah. Hewan ini mengonsumsi sampah organik dan mengubahnya menjadi protein hewani dalam waktu singkat. Bagi masyarakat awam, beternak maggot bisa dimulai dari skala rumah tangga menggunakan bak-bak plastik sederhana tanpa memerlukan lahan yang luas atau peralatan yang rumit.

Pemanfaatan ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain pada maggot terletak pada proses pengeringan dan penepungan. Maggot segar dapat dikeringkan menjadi dried maggot yang sangat digemari oleh pecinta ikan hias dan burung kicau karena kandungan proteinnya yang tinggi. Selain itu, maggot juga bisa diolah menjadi tepung protein sebagai bahan baku utama pembuatan pelet pakan ternak mandiri yang lebih ekonomis namun bergizi tinggi.

Hasil sampingan dari usaha ini adalah bekas pakan maggot atau "kasgot" (bekas maggot) yang merupakan pupuk organik berkualitas super. Kasgot sangat kaya akan unsur hara dan mikroorganisme baik yang dibutuhkan oleh tanaman. Dengan demikian, peternak tidak hanya mendapatkan uang dari penjualan larva, tetapi juga dari produk pupuk kemasan yang siap dipasarkan ke toko-toko tanaman hias di perkotaan.

2. Peternakan Jangkrik Modern

Jangkrik selama ini hanya dikenal sebagai pakan burung atau umpan memancing, padahal potensinya jauh lebih luas daripada itu. Beternak jangkrik tidak membutuhkan tempat yang besar; cukup menggunakan kotak-kotak kayu atau kardus yang diletakkan di ruangan yang gelap dan tenang. Siklus panennya pun relatif singkat, yakni sekitar 28 hingga 30 hari, sehingga perputaran modal bagi pemula bisa terjadi dengan sangat cepat.

Dalam konteks ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain, jangkrik memiliki nilai jual tinggi saat diolah menjadi tepung jangkrik. Tepung ini mulai banyak dicari sebagai bahan campuran suplemen fitness atau camilan sehat karena kandungan proteinnya yang melebihi daging sapi. Di pasar internasional, jangkrik olahan bahkan mulai dikembangkan menjadi produk biskuit dan mi instan berprotein tinggi yang ramah lingkungan.

Selain untuk konsumsi, jangkrik olahan juga bisa diproses menjadi minyak jangkrik yang digunakan dalam industri farmasi dan kosmetik. Minyak ini diyakini memiliki kandungan asam lemak esensial yang baik untuk kesehatan kulit. Dengan diversifikasi produk seperti ini, peternak jangkrik tidak perlu lagi merasa khawatir saat harga jangkrik hidup di pasar burung sedang mengalami penurunan atau kejenuhan.

3. Ternak Burung Puyuh Petelur

Burung puyuh adalah unggas mungil yang sangat produktif dalam menghasilkan telur setiap harinya meskipun dipelihara di kandang yang sempit. Karakteristik telur puyuh yang memiliki corak unik dan rasa yang gurih membuatnya selalu dicari oleh pedagang makanan. Namun, jika hanya menjual telur mentah, risiko pecah selama pengiriman dan fluktuasi harga seringkali menjadi tantangan bagi para peternak kecil di pedesaan.

Solusi dari ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain untuk puyuh adalah dengan membuat telur puyuh kalengan atau bumbu siap saji. Telur puyuh bisa direbus, dikupas, dan dikemas dalam wadah vakum dengan berbagai varian rasa seperti balado atau kecap. Produk siap makan ini memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dan sangat diminati oleh ibu rumah tangga yang ingin kepraktisan dalam memasak di rumah.

Selain telurnya, burung puyuh yang sudah tidak produktif (puyuh afkir) dapat diolah menjadi produk karkas bumbu kuning. Daging puyuh memiliki tekstur yang mirip dengan ayam namun dengan cita rasa yang lebih pekat dan gurih. Pengolahan daging puyuh menjadi produk frozen food siap goreng memastikan peternak tetap mendapatkan keuntungan maksimal bahkan dari hewan yang sudah tidak lagi menghasilkan telur.

4. Budidaya Cacing Tanah 

Beternak cacing tanah mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian orang, namun nilai ekonominya sangat luar biasa jika dipahami dengan benar. Cacing tanah jenis Lumbricus rubellus sangat mudah dikembangkan di dalam kotak kayu berisi media tanah dan limbah organik seperti ampas tahu atau kotoran ternak lain. Hewan ini tidak membutuhkan perawatan intensif dan dapat berkembang biak dengan sangat cepat dalam kondisi lingkungan yang lembap.

Sebagai salah satu ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain, cacing tanah adalah bahan baku utama dalam industri kesehatan herbal. Cacing yang dikeringkan dan diekstrak menjadi kapsul sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi penyakit tipus dan melancarkan sirkulasi darah. Proses pengolahan dari cacing segar menjadi bubuk ekstrak di dalam kapsul meningkatkan nilai jualnya hingga ratusan persen di apotek atau toko herbal.

Selain untuk kesehatan manusia, cacing tanah juga bisa diolah menjadi pupuk cair organik hasil dari proses ekstraksi atau yang dikenal dengan "teh cacing". Pupuk cair ini sangat efektif untuk mempercepat pertumbuhan daun dan bunga pada tanaman hias. Produk olahan cacing lainnya adalah tepung cacing sebagai bahan pemacu pertumbuhan untuk udang dan ikan di sektor perikanan komersial yang membutuhkan nutrisi tinggi.

5. Ternak Kambing Perah 

Kambing perah menawarkan peluang usaha yang jauh lebih berkelanjutan dibandingkan dengan kambing pedaging yang hanya bisa dijual sekali. Kambing jenis Etawa atau Sapera mampu menghasilkan susu setiap hari yang kaya akan nutrisi dan lebih mudah dicerna oleh lambung manusia dibandingkan susu sapi. Budidaya ini sangat cocok dilakukan di daerah perbukitan atau pedesaan yang memiliki akses melimpah terhadap pakan hijau-hijauan.

Penerapan ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain pada susu kambing sangatlah luas dan kreatif. Susu segar bisa diolah menjadi sabun kecantikan premium yang terkenal ampuh untuk mencerahkan dan melembapkan kulit sensitif. Industri kosmetik rumahan berbasis susu kambing kini sedang menjamur karena permintaannya yang stabil di media sosial dan toko daring kecantikan.

Dari sisi konsumsi, susu kambing bisa diproses menjadi bubuk susu instan dengan tambahan perasa alami seperti cokelat atau jahe agar lebih disukai oleh anak-anak. Pengolahan susu menjadi keju kambing (chevre) juga merupakan peluang yang sangat menggiurkan untuk menyuplai kafe dan restoran kelas atas. Dengan variasi produk ini, peternak memiliki banyak pilihan saluran distribusi selain menjual susu segar secara harian.

6. Budidaya Lebah Madu Tanpa Sengat (Klanceng)

Lebah Klanceng atau Trigona adalah jenis lebah yang tidak memiliki sengat, sehingga sangat aman untuk dibudidayakan di sekitar pekarangan rumah sekalipun. Ukuran lebah ini sangat kecil dan mereka mencari nektar dari bunga-bunga di sekitar tempat tinggalnya. Peternak hanya perlu menyediakan kotak kayu (stup) dan memastikan lingkungan sekitar tersedia tanaman yang berbunga sepanjang musim sebagai sumber makanan alami lebah.

Dalam mengeksekusi ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain, madu klanceng memiliki karakteristik rasa asam manis yang unik dan khasiat medis yang lebih kuat dibanding madu biasa. Namun, bukan hanya madunya yang bernilai, tetapi juga propolis yang dihasilkan. Propolis dapat diekstrak menjadi suplemen tetes cair yang berfungsi sebagai antibiotik alami dan penguat sistem imun tubuh manusia yang harganya sangat mahal.

Selain itu, sisa sarang lebah yang berupa lilin (beeswax) dapat diolah menjadi produk pelapis kain ramah lingkungan (beeswax wrap) sebagai pengganti plastik pembungkus makanan. Lilin lebah ini juga sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan balsem bibir (lip balm) dan lilin aromaterapi. Dengan demikian, hampir tidak ada bagian dari hasil ternak lebah klanceng yang terbuang sia-sia tanpa menghasilkan pundi-punti rupiah.

7. Ternak Ikan Lele Sistem Bioflok

Ikan lele adalah primadona kuliner di Indonesia, namun seringkali harganya jatuh saat masa panen raya tiba. Penggunaan teknologi bioflok memungkinkan peternak memelihara lele dalam padat tebar tinggi di lahan terbatas dengan efisiensi pakan yang sangat baik. Sistem ini menghasilkan daging lele yang lebih bersih dan tidak berbau lumpur, sehingga lebih disukai oleh pasar modern dan supermarket di perkotaan.

Untuk menghindari kerugian saat harga turun, ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain menjadi kunci sukses bagi peternak lele. Daging lele bisa diolah menjadi abon lele yang gurih dan tahan lama tanpa pengawet kimia. Produk abon ini sangat laku sebagai lauk praktis bagi anak kos atau pelengkap makanan balita karena kandungan protein dan omega-3 yang terjaga dengan baik selama proses pengolahan.

Inovasi produk lainnya adalah kerupuk kulit lele yang renyah dan gurih, yang memanfaatkan kulit ikan yang biasanya terbuang saat pembuatan filet. Bagian kepala dan tulang ikan pun tidak dibuang, melainkan bisa digiling halus untuk dijadikan tepung ikan sebagai bahan baku pakan ternak kembali. Transformasi lele menjadi berbagai jenis camilan kemasan membuat bisnis ini tidak lagi bergantung pada pedagang pengepul di pasar tradisional.

8. Ternak Sapi Potong dengan Integrasi Limbah

Sapi potong secara tradisional dijual dalam bentuk hewan hidup menjelang hari raya, yang membuat pendapatan peternak menjadi musiman. Padahal, pemeliharaan sapi membutuhkan biaya pakan dan perawatan yang konsisten setiap bulan. Agar mendapatkan pemasukan yang rutin, peternak harus mampu melihat potensi pengolahan dari setiap bagian tubuh sapi, tidak hanya mengandalkan penjualan daging segar di pasar atau jagal.

Optimalisasi ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain pada sapi dapat dimulai dari pengolahan daging menjadi bakso, sosis, atau kornet kualitas rumahan. Produk olahan daging sapi yang dikemas secara vakum dan dibekukan (frozen) memiliki nilai tambah yang signifikan dan target pasar yang luas. Hal ini memungkinkan peternak untuk menyuplai kebutuhan protein masyarakat secara harian dengan harga yang lebih stabil dan terkontrol.

Di luar daging, limbah padat berupa kotoran sapi dapat difermentasi menjadi biogas untuk energi memasak dan pupuk organik padat serta cair. Sementara itu, kulit sapi bisa diolah menjadi kerupuk rambak yang menjadi oleh-oleh khas di berbagai daerah di Indonesia. Dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada, peternakan sapi berubah dari sekadar bisnis musiman menjadi industri pengolahan yang menghasilkan pendapatan dari berbagai lini sekaligus.

9. Budidaya Kelinci Hias dan Pedaging

Kelinci memiliki masa kehamilan yang sangat singkat dan mampu melahirkan banyak anak dalam satu tahun, menjadikannya mesin produksi yang sangat efisien. Bagi masyarakat awam, ternak kelinci sering dianggap hanya sebagai hobi hewan peliharaan, padahal kelinci pedaging memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Daging kelinci dikenal sebagai "daging putih" yang sangat sehat karena kandungan kolesterolnya yang jauh lebih rendah dibandingkan daging ayam atau sapi.

Strategi ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain untuk kelinci dapat diwujudkan dalam bentuk kuliner siap saji seperti sate kelinci kemasan vakum atau nugget kelinci. Tekstur dagingnya yang halus membuatnya sangat cocok diolah menjadi berbagai makanan olahan anak-anak yang sehat. Selain dagingnya, urine kelinci yang telah difermentasi dikenal sebagai pupuk organik cair terbaik bagi tanaman karena kandungan nitrogennya yang sangat tinggi.

Bagi peternak kelinci hias, bulu atau fur kelinci yang rontok atau dari hasil pemotongan dapat dikumpulkan untuk diolah menjadi bahan kerajinan tangan seperti gantungan kunci atau hiasan busana. Kotoran kelinci yang berbentuk butiran bulat juga sangat mudah dikemas dan dijual sebagai media tanam khusus untuk tanaman hias premium seperti anggrek atau kaktus. Kreativitas dalam mengolah setiap inci hasil ternak kelinci akan memastikan keberlangsungan bisnis di jangka panjang.

FAQ

1. Apa keuntungan utama memilih ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain?

Keuntungan utamanya adalah meningkatkan nilai jual produk, memperpanjang masa simpan, dan memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

2. Apakah pemula bisa menjalankan ide usaha ternak yang hasilnya bisa diolah jadi produk lain ini?

Ya, sangat bisa. Banyak pilihan ternak seperti maggot, jangkrik, atau lele yang bisa dimulai dari skala kecil di lahan terbatas tanpa keahlian rumit.

3. Bagaimana cara menentukan produk olahan yang tepat?

Pilihlah berdasarkan minat pasar di lingkungan sekitar dan kemudahan akses alat pengolahan yang dibutuhkan untuk mengubah hasil ternak tersebut.

4. Apakah pengolahan hasil ternak membutuhkan izin khusus?

Untuk skala komersial luas, sebaiknya mengurus izin P-IRT atau BPOM dan sertifikasi Halal agar produk olahan lebih dipercaya oleh konsumen.

5. Apakah biaya produksi olahan jauh lebih mahal dibanding menjual ternak hidup?

Meskipun ada biaya tambahan untuk pengemasan dan pengolahan, margin keuntungan yang didapatkan biasanya jauh lebih tinggi sehingga tetap menguntungkan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|