Liputan6.com, Jakarta Memantul-mantulkan bola dengan satu tangan merupakan keterampilan dasar dalam bola basket yang dikenal sebagai dribbling, yaitu gerakan memantulkan bola secara kontinu sambil bergerak di lapangan. Gerakan ini dilakukan dengan mendorong bola ke lantai menggunakan ujung jari, bukan telapak tangan, agar respons dan kontrol terhadap bola tetap terjaga.
Bagi pemula yang ingin memahami bagaimana cara melakukan memantul-mantulkan bola dengan satu tangan, aturan paling penting adalah hanya menggunakan satu tangan untuk mengontrol bola serta menyentuhnya dengan jari dan ujung jari. Teknik ini menuntut posisi tubuh yang rendah, penggunaan ujung jari secara konsisten, serta menjaga bola tetap dekat dengan tubuh agar keamanan bola dan efisiensi permainan meningkat.
Dilansir dari MasterClass, dribbling dalam bola basket adalah keterampilan fundamental di mana pemain menggunakan satu tangan untuk memantulkan bola secara kontinu di lapangan, yang membantu mengontrol bola, bergerak menuju ring, dan menciptakan jarak dari pemain bertahan. Bob Knight, legenda pelatih basket NCAA, dikutip dari Coach's Clipboard menyatakan, "Tidak ada yang bisa menjaga seorang pendribble yang baik."
1. Cara Melakukan Dribbling Dasar di Tempat dengan Satu Tangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4765737/original/065978000_1709857477-Ilustrasi_bola_basket__dribbling.jpg)
Perbesar
Langkah pertama untuk memahami bagaimana cara melakukan memantul-mantulkan bola dengan satu tangan adalah berlatih dalam posisi diam. Latihan statis membangun fondasi kontrol bola sebelum pemain mencoba menggiring bola sambil bergerak di lapangan sesungguhnya.
-
Ambil posisi atletik yang benar: Berdiri dengan lutut sedikit ditekuk, punggung tetap tegak, dan kepala terangkat ke atas. Posisi ini memberikan keseimbangan optimal dan memungkinkan reaksi cepat terhadap pergerakan bola saat memantul kembali dari lantai.
-
Posisikan tangan dominan di atas bola: Rentangkan jari-jari secara lebar agar bisa menyentuh bagian atas dan sisi bola. Pastikan ada rongga udara antara telapak tangan dan bola, sehingga bola hanya dikendalikan oleh ujung serta bantalan jari. Jangan biarkan telapak tangan menyentuh bola karena akan mengurangi sensitivitas kontrol dan memperlambat gerakan pantulan.
-
Dorong bola ke lantai dengan pergelangan tangan: Gunakan lengan bawah dan pergelangan tangan untuk memantulkan bola ke bawah. Hindari gerakan menampar bola, melainkan dorong secara terkontrol agar bola memantul tepat kembali ke tangan.
-
Jaga ketinggian pantulan bola: Pastikan bola tidak memantul lebih tinggi dari pinggang. Semakin rendah pantulan bola, semakin sulit bagi pemain bertahan untuk merebutnya. Pantulan setinggi lutut hingga pinggang merupakan kisaran ideal bagi pemula.
-
Pertahankan pandangan ke depan: Jangan melihat ke arah bola, tetap angkat kepala dan arahkan pandangan ke depan. Kemampuan membaca situasi lapangan tanpa menunduk merupakan pembeda antara pemain pemula dan pemain terampil.
Berdasarkan MasterClass, melatih penempatan tangan yang benar sesering mungkin sangat penting untuk membangun muscle memory yang tepat. Baca juga: Cara Menggiring Bola Basket yang Dibenarkan dan Tekniknya
2. Cara Memantul-mantulkan Bola Sambil Berjalan dan Berlari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8400295/original/011304000_1782281901-39e41943-5873-4b03-add6-895de46f5e5e.jpg)
Perbesar
Setelah menguasai dribbling statis, tahap berikutnya adalah mempraktikkan cara memantul-mantulkan bola dengan satu tangan sambil berjalan atau berlari. Dalam pertandingan sesungguhnya, pemain basket hampir tidak pernah men-dribble dalam keadaan diam, sehingga koordinasi antara gerakan kaki dan tangan menjadi sangat krusial.
-
Mulai dengan berjalan pelan: Lakukan dribbling sambil berjalan perlahan untuk membiasakan irama pantulan bola bersamaan dengan langkah kaki. Sebagian besar pemula berkembang paling cepat dengan sesi latihan yang singkat namun konsisten.
-
Posisikan bola di samping tubuh: Jaga bola tetap rendah dekat lantai, di belakang dan dekat tubuh saat bergerak. Posisi ini melindungi bola dari jangkauan lawan sekaligus memudahkan kontrol arah pantulan.
-
Gunakan tubuh sebagai perisai: Posisikan tubuh di antara bola dan pemain bertahan, sementara tangan yang tidak men-dribble direntangkan lurus ke depan sebagai penjaga terhadap lawan. Teknik ini merupakan prinsip fundamental yang membedakan teknik dasar basket yang benar dari yang asal-asalan.
-
Tingkatkan kecepatan secara bertahap: Naikkan kecepatan dan cobalah dribble secepat mungkin tanpa kehilangan kontrol atas bola. Transisi dari berjalan ke berlari pelan, lalu ke berlari cepat, harus dilakukan secara progresif agar teknik tidak rusak.
-
Latih pergantian arah dengan cone: Atur barisan cone secara zig-zag dengan jarak 2-3 meter dan dribble melewatinya untuk melatih kemampuan mengubah arah sambil menjaga kontrol bola. Latihan ini menyimulasikan situasi nyata saat harus melewati pemain bertahan di lapangan.
Sebagaimana dikutip dari panduan dribbling University of Georgia, bola harus di-dribble dengan satu tangan pada satu waktu, dan idealnya pemain menjaga kepala tetap tegak untuk memiliki orientasi spasial yang lebih baik, mengetahui posisi lawan, serta melihat rekan setim yang terbuka. Kobe Bryant, salah satu pemain terhebat dalam sejarah bola basket, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Di akhir 2003, permainan saya sudah lengkap. Shooting, pertahanan, penggunaan dribble, transisi, semuanya sudah ada."
Baca juga: Teknik Lay Up dalam Olahraga Basket
3. Cara Melatih Tangan Non-Dominan agar Dribbling Makin Kuat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8417691/original/042633700_1782302945-9722.jpg)
Perbesar
Salah satu aspek penting dalam menguasai cara melakukan memantul-mantulkan bola dengan satu tangan secara menyeluruh adalah melatih kedua tangan secara seimbang. Kemampuan dribble dengan kedua tangan memberikan keuntungan besar terhadap lawan karena pemain bisa menggiring bola di sisi kanan maupun kiri lapangan, sehingga lebih sulit bagi pemain bertahan untuk menebak arah gerakan.
-
Ulangi latihan dasar dengan tangan lemah: Praktikkan semua gerakan dribbling statis menggunakan tangan non-dominan. Mulai dengan kecepatan lambat untuk membangun muscle memory, lalu tingkatkan kecepatan secara bertahap.
-
Sembunyikan tangan dominan di belakang punggung: Letakkan tangan dominan di belakang punggung saat berlatih untuk memaksa penggunaan tangan lemah secara penuh tanpa godaan untuk kembali ke tangan yang lebih nyaman.
-
Latih crossover dribble: Crossover dribble adalah manuver di mana pemain memindahkan bola secara cepat dari satu tangan ke tangan lainnya untuk mengubah arah. Gerakan ini melatih koordinasi kedua tangan dan sangat efektif untuk melewati lawan di pertandingan bola basket.
-
Gunakan dua bola sekaligus: Setelah menguasai latihan dasar, coba tambahkan bola kedua dan dribble dengan masing-masing tangan secara bersamaan untuk meningkatkan koordinasi dan kemampuan penguasaan bola di kedua tangan.
-
Alokasikan waktu khusus setiap sesi: Bahkan 2-3 menit saja per sesi untuk melatih tangan lemah sudah bisa membuat perbedaan besar. Konsistensi jauh lebih penting daripada durasi latihan yang panjang namun jarang dilakukan.
Bob Cousy, legenda NBA yang dijuluki "Houdini of the Hardwood," dikutip dari AZ Quotes menyatakan, "Saya men-dribble berjam-jam dengan tangan kiri ketika masih muda. Saya belum punya kontrol penuh, tetapi saya bisa menggerakkan bola bolak-balik dari satu tangan ke tangan lain tanpa memutus irama dribble saya."
Baca juga: Teknik Dasar dalam Permainan Bola Basket
Kesalahan Umum Saat Memantul-mantulkan Bola dan Cara Menghindarinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8417690/original/034157800_1782302945-bryan-reyes-nCdixE4l7O8-unsplash.jpg)
Perbesar
Mengetahui kesalahan yang sering terjadi saat memantul-mantulkan bola dengan satu tangan sama pentingnya dengan menguasai teknik yang benar. Mempraktikkan kebiasaan buruk secara berulang bisa berujung pada cedera atau performa yang buruk saat bertanding. Banyak pemula, tanpa disadari, membangun fondasi yang keliru sejak awal latihan karena terlalu fokus pada kecepatan dan mengabaikan teknik fundamental.
Mengacu pada Revolution Basketball Training, kesalahan saat dribbling bisa menghambat perkembangan pemain secara signifikan, dan salah satu yang paling umum adalah melakukan dribble terlalu tinggi sehingga kontrol bola berkurang dan turnover meningkat. Mengenai pentingnya penguasaan trik dasar ini, pelatih basket legendaris John Wooden bahkan pernah memuji sang maestro ball-handling dunia, Pete Maravich, dalam sebuah artikel di WindoTrader dengan menyatakan, "Pete Maravich bisa melakukan lebih banyak hal dengan bola basket daripada siapa pun yang pernah saya lihat."
-
Men-dribble terlalu tinggi: Pantulan bola yang terlalu tinggi membuat bola lebih mudah diserobot oleh pemain bertahan. Selalu jaga pantulan bola maksimal setinggi pinggang, dan turunkan lagi saat berada di dekat lawan.
-
Menunduk menatap bola: Banyak pemain muda mengembangkan kebiasaan melihat bola saat dribbling, yang mencegah mereka melihat rekan setim yang terbuka atau formasi pertahanan lawan. Berlatih dribbling bola basket dengan kepala tegak harus menjadi prioritas utama sejak awal.
-
Menggunakan telapak tangan, bukan ujung jari: Salah satu alasan utama mengapa dribble menggunakan bantalan jari jauh lebih unggul daripada telapak tangan adalah kontrol yang diberikan kepada pemain. Sentuhan ujung jari memungkinkan perubahan arah dan kekuatan pantulan yang lebih presisi.
-
Mengabaikan latihan tangan non-dominan: Hanya mengandalkan tangan dominan membuat pemain mudah ditebak dan membatasi kemampuannya menavigasi lapangan serta merespons tekanan dari pertahanan lawan. Bahkan sesi singkat latihan tangan lemah setiap hari sudah memberi dampak besar.
-
Postur tubuh terlalu tegak: Postur tubuh berperan penting dalam efektivitas dribbling, dan menjaga keseimbangan dengan lutut sedikit ditekuk membantu pemain bereaksi cepat terhadap pertahanan lawan. Posisi yang terlalu tinggi mengurangi pusat gravitasi dan membuat kontrol bola sulit dipertahankan.
-
Tidak melindungi bola dengan tubuh: Tangan yang tidak digunakan untuk dribble seharusnya dipakai sebagai pelindung terhadap pemain lawan, atau tubuh sedikit diputar sehingga berada di antara bola dan lawan. Membiarkan bola terekspos tanpa perlindungan sangat berisiko di situasi pertandingan sesungguhnya.
-
Berlatih terlalu cepat sebelum menguasai dasar: Kecepatan tanpa kontrol hanya akan membangun kebiasaan buruk. Konsistensi dalam latihan mengalahkan sesi yang terlalu intens namun menyebabkan kelelahan. Kuasai setiap tahap sebelum meningkatkan tempo.
Memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan di atas menjadi bagian penting bagi siapa pun yang ingin memantul-mantulkan bola dengan satu tangan secara efektif. Seperti halnya keterampilan lainnya, bola basket membutuhkan latihan yang konsisten karena latihan sporadis menyebabkan stagnasi dan kurangnya pembentukan muscle memory. Bermain basket secara rutin juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh, mulai dari melatih otot hingga meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
Baca juga: Tujuan dan Manfaat Permainan Bola Basket bagi Tubuh
Seperti yang diberitakan Revolution Basketball Training, berlatih dribbling di berbagai jenis permukaan seperti beton, rumput, atau lantai kayu juga bisa meningkatkan adaptabilitas dan menyempurnakan keterampilan dribbling karena setiap permukaan menuntut penyesuaian teknik yang berbeda. Variasi latihan semacam ini menjadikan seorang pemain lebih siap menghadapi kondisi pertandingan yang sesungguhnya.
Baca juga: Manfaat Bermain Bola Basket bagi Kesehatan
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Memantul-mantulkan Bola dengan Satu Tangan
Apa nama teknik memantul-mantulkan bola dengan satu tangan dalam basket?
Teknik memantul-mantulkan bola secara kontinu dengan satu tangan dalam bola basket disebut dribbling. Gerakan ini merupakan salah satu teknik dasar yang wajib dikuasai setiap pemain basket agar bisa menggiring bola melintasi lapangan sambil mempertahankan penguasaan penuh terhadap bola.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mahir dribbling satu tangan?
Waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung intensitas latihan dan kemampuan alami setiap individu. Latihan rutin yang konsisten selama 2-4 minggu bisa menghasilkan peningkatan yang signifikan bagi pemula. Kunci utamanya adalah berlatih setiap hari meskipun hanya 15-30 menit, dengan fokus pada teknik yang benar sebelum mengejar kecepatan.
Apakah boleh mengganti tangan saat dribbling?
Ya, pemain harus men-dribble dengan satu tangan pada satu waktu, dan mengganti tangan diperbolehkan selama dilakukan dengan benar. Yang tidak diperbolehkan adalah menyentuh bola dengan kedua tangan secara bersamaan saat sedang men-dribble, karena hal tersebut dianggap sebagai pelanggaran double dribble yang mengakibatkan kehilangan penguasaan bola.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

6 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8400310/original/065172800_1782281909-0d6bcd89-b439-44f5-9c4d-9a627f5f8042.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062498/original/038920300_1780906901-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8572538/original/098087100_1782527472-6yPKziYt26k0CMMm6XBbbCdb6eoldcmidSOBvgrD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516708/original/086344400_1782442238-FKMHu9nLevAWAyQIYki6NPs3QdFS3b1xUsdErHHu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578294/original/027245800_1782536612-It32NIQyhwYD0fbhwQxPIwfV1d2GJbQQpnsTE2m6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8589430/original/085444000_1782555488-lukman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516171/original/033097300_1782441634-B6LSUC6fphmsMfzVaGxSJ7U3qXSQdE2OYpDfOOEj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578256/original/056286300_1782536565-dvVPydNbiYcqWraLvYl5S6Byfyasvjvq3oDKEv2V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4477079/original/090625300_1687419920-Riset.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737988/original/027942000_1707374607-pexels-skip-class-13548721.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510667/original/040509700_1771834944-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_15.08.24.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8586726/original/099343900_1782550609-Semifinal_MLSC_All_Stars_12_Kudus_vs_Surabaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8580864/original/089651700_1782540867-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263033/original/087599000_1781856655-8e8pXPK9AyN4YYf2AlR1uuV8t5vee2YnmZ9qXqpD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578311/original/035907600_1782536627-YXBa45vDtdEYzgKRrDlPJUU4I5WCZD2XEQ5nGRNe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4352452/original/085780100_1678353980-20230309-Larangan-Impor-Baju-Bekas-Faizal-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516719/original/098019600_1782442247-MHGSDC1JneBJEvlmsjGcnmbUcFHyI94d1Rwt6nfZ.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
