- Apa saja tantangan terbesar saat kuliah di luar negeri?
- Apakah cukup hanya menguasai bahasa Inggris untuk kuliah di luar negeri?
- Bagaimana cara cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus luar negeri?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Menjalani kuliah di luar negeri saat ini bisa diraih oleh siapa saja, melalui tekad yang kuat. Bayangan berjejaring dengan mahasiswa internasional, mempelajari materi kuliah baru sampai berkesempatan tinggal di negara berbeda menjadi daya tarik yang ingin diraih oleh banyak kalangan.
Meski terlihat menyenangkan, namun masih banyak mahasiswa datang dengan persiapan yang belum lengkap karena hanya berfokus pada kemampuan bahasa Inggris tanpa memahami aspek lain yang tak kalah penting. Kondisi ini sering memicu kendala akademik maupun sosial pada bulan-bulan awal perkuliahan.
Adaptasi tidak berhenti pada kemampuan berbicara di kelas atau memahami materi kuliah. Mahasiswa perlu menyesuaikan diri dengan bahasa resmi negara tujuan, budaya akademik kampus, cara berkomunikasi dengan dosen, hingga pola interaksi dengan masyarakat setempat. Tanpa persiapan tersebut, proses belajar dapat terhambat meski secara administratif sudah diterima di kampus tujuan.
Sebagai gambaran studi ke luar negeri, berikut tips penting adaptasi saat berkuliah di luar negeri. Kira-kira apa sajakah itu? Untuk mengetahuinya, simak informasi selengkapnya berikut yang dirangkum Liputan6.com pada Selasa (3/3).
1. Jangan Cuma Pelajari Bahasa Inggris, Tapi Pelajari Bahasa Resmi Negara dan Kampus Tujuan
Banyak mahasiswa menganggap bahasa Inggris sebagai bekal utama untuk kuliah di luar negeri. Padahal, tidak semua negara menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi dalam kehidupan sehari-hari. Salah seorang mahasiswa Internasional asal Kabupaten Jepara, Mohammad Haidar, membagikan kisahnya berkuliah di LaSalle College, Montreal, Kanada.
Menurutnya, tidak semua negara menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi sehari-harinya. Di provinsi seperti Quebec, misalnya, warga sehari-hari menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa utama dalam layanan publik, papan informasi, hingga komunikasi masyarakat.
"Kalau di Quebec, memang pemerintahnya melestarikan bahasa ini sebagai bekas negara jajahan Prancis. Jadi, hampir seluruh interaksi sosialnya tidak pakai bahasa Inggris," terang pria 29 tahun yang mengambil studi vokasi pendidikan anak usia dini di LaSalle College ketika dihubungi Liputan6.com pada Sabtu (28/2/2026).
Mahasiswa yang hanya mengandalkan bahasa Inggris pun, kemudian sering mengalami culture shock ketika harus mengurus administrasi, membaca dokumen resmi atau berinteraksi dengan warga lokal. Situasi ini membuat mereka kesulitan memahami informasi penting di luar lingkungan kampus. Adaptasi menjadi lebih lambat karena komunikasi tidak berjalan lancar.
"Contohnya aku, waktu awal-awal beli obat ke apotek itu kaget, karena pakainya bahasa Prancis," tambahnya.
2. Pelajari Budaya Akademik di Kampus Tujuan
Setiap kampus memiliki budaya akademik yang berbeda. Di beberapa institusi, mahasiswa dinilai dari partisipasi aktif, kemampuan menyampaikan ide, dan keterlibatan dalam proyek praktik. Di LaSalle College, misalnya, mahasiswa dapat meraih nilai baik ketika aktif berdiskusi, mengembangkan ide proyek, dan terlibat dalam pembelajaran berbasis praktik.
Budaya komunikasi dengan dosen juga tidak selalu kaku. Di sejumlah kampus luar negeri, mahasiswa dapat memanggil dosen dengan nama depan tanpa dianggap melanggar etika. Pola komunikasi seperti ini menunjukkan pendekatan yang lebih setara dalam proses belajar, sehingga mahasiswa perlu menyesuaikan diri agar tidak terlihat pasif atau ragu menyampaikan pendapat.
Mahasiswa yang memahami budaya akademik sejak awal akan lebih mudah menyesuaikan strategi belajar. Mereka dapat menyiapkan diri untuk aktif bertanya, menyampaikan gagasan, serta mengerjakan tugas berbasis proyek dengan pendekatan kolaboratif. Adaptasi ini membantu proses evaluasi berjalan sesuai ekspektasi kampus.
"Nah di Kanada memang beda dengan di Indonesia, ya. Jadi, malah lebih terbiasa memanggil nama dosen atau staff akademik dengan panggilan nama depan," kata Haidar.
3. Terbuka Jika Masih Belum Fasih Bahasa Resmi di Negara Tujuan
Mahasiswa sering merasa harus langsung percaya diri berbicara dengan masyarakat lokal. Padahal, jika kemampuan bahasa belum cukup, percakapan mendalam justru berpotensi menimbulkan salah paham. Hal ini dapat terjadi saat menerima tugas detail dari dosen atau ketika berinteraksi dalam kegiatan sosial di luar kampus.
Kesulitan memahami instruksi tertulis atau lisan dapat berdampak pada hasil akademik. Mahasiswa mungkin salah menangkap maksud tugas, tidak memahami kriteria penilaian atau gagal merespons pertanyaan saat presentasi. Situasi ini bukan karena kurang kemampuan akademik, tetapi karena kendala bahasa.
Bersikap terbuka bahwa masih dalam proses belajar bahasa merupakan langkah yang lebih tepat. Gunakan waktu luang untuk mengikuti kursus tambahan, berdiskusi dengan teman lokal, dan membaca media setempat. Dengan cara ini, kemampuan bahasa meningkat secara bertahap tanpa tekanan yang berlebihan.
"Dulu waktu ada visit ke salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) di Quebec, sempat mengalami sedikit kendala bahasa Prancis. Tapi, untung mereka paham kalau aku belum fasih," tambah lulusan S1 Psikologi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta itu.
4. Jangan Minderan dengan Mahasiswa Internasional
Lingkungan internasional mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dengan latar pendidikan yang berbeda. Sebagian mahasiswa Indonesia merasa tertinggal ketika melihat kemampuan bahasa atau pengalaman organisasi teman dari negara lain. Padahal, setiap mahasiswa memiliki keunggulan di bidang tertentu.
Mahasiswa Indonesia sering memiliki kemampuan adaptasi, ketekunan, dan pengalaman belajar dalam sistem yang kompetitif. Keunggulan ini dapat menjadi nilai tambah ketika mengerjakan tugas kelompok atau proyek penelitian. Dalam diskusi kelas, perspektif yang berbeda juga dapat memperkaya pembahasan.
Alih-alih merasa rendah diri, gunakan kesempatan tersebut untuk saling belajar. Tawarkan kontribusi sesuai keahlian yang dimiliki dan terbuka terhadap ide dari mahasiswa lain. Sikap ini membantu membangun kepercayaan diri sekaligus memperluas jaringan pertemanan lintas negara.
"Setelah bertahun-tahun di Kanada, aku jadi sadar kalau sempat minderan. Misalnya, aduh bahasa Inggrisku kurang bagus, aduh aku gabisa kuliah ke luar negeri. Kadang kita memandang mahasiswa internasional lain itu keliatan wah, padahal bisa sangat mungkin setara," katanya lagi.
5. Tetap Ramah dan Terbuka ke Semua Orang
Sikap ramah memudahkan mahasiswa membangun relasi di lingkungan baru. Ketika mahasiswa bersedia menyapa lebih dulu, memperkenalkan diri, dan terlibat dalam percakapan ringan, proses adaptasi sosial berjalan lebih cepat. Hubungan yang terjalin sejak awal dapat membantu dalam tugas kelompok maupun kegiatan organisasi kampus.
Keterbukaan juga menunjukkan bahwa mahasiswa siap bekerja sama. Dalam banyak sistem pendidikan luar negeri, tugas kelompok menjadi bagian penting dari penilaian. Mahasiswa yang mudah diajak berdiskusi cenderung lebih cepat diterima dalam tim dan dipercaya mengerjakan bagian tertentu.
Sikap ini tidak memerlukan kemampuan bahasa yang sempurna. Niat untuk berinteraksi dan menghargai perbedaan sudah menjadi langkah awal yang kuat. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat membangun lingkungan pertemanan yang mendukung proses belajar.
6. Asah Skill Memasak
Kemampuan memasak menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa yang tinggal di luar negeri. Biaya makan di luar dapat menguras anggaran bulanan, sementara pilihan makanan belum tentu sesuai kebutuhan, terutama bagi mahasiswa yang memerlukan makanan halal. Dengan memasak sendiri, mahasiswa dapat mengatur pengeluaran sekaligus memastikan bahan yang digunakan sesuai.
Di negara dengan mayoritas non halal, mahasiswa perlu membaca komposisi bahan pada kemasan makanan. Perhatikan label halal atau informasi kandungan daging dan turunannya. Langkah ini mencegah kesalahan konsumsi yang dapat menimbulkan masalah bagi mahasiswa yang memiliki batasan makanan tertentu.
Memasak juga membantu menjaga pola makan selama masa studi. Mahasiswa dapat menyiapkan bekal ke kampus, mengatur waktu makan, dan menjaga kondisi tubuh agar tetap siap mengikuti perkuliahan. Keterampilan ini mendukung kemandirian selama tinggal jauh dari keluarga.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa saja tantangan terbesar saat kuliah di luar negeri?
Tantangan terbesar meliputi perbedaan bahasa, budaya akademik, sistem penilaian, serta adaptasi sosial dengan masyarakat lokal.
2. Apakah cukup hanya menguasai bahasa Inggris untuk kuliah di luar negeri?
Tidak selalu cukup, karena beberapa negara menggunakan bahasa resmi selain bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari dan layanan publik.
3. Bagaimana cara cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus luar negeri?
Mahasiswa dapat aktif mengikuti orientasi, memahami sistem pembelajaran, serta membangun relasi dengan teman dan dosen sejak awal.
4. Mengapa memahami budaya akademik penting sebelum mulai kuliah?
Karena sistem penilaian, cara berdiskusi, dan hubungan dengan dosen berbeda di setiap kampus, sehingga pemahaman awal membantu menyesuaikan strategi belajar.
5. Bagaimana cara menjaga kebutuhan makanan halal saat studi di luar negeri?
Mahasiswa dapat memasak sendiri, membaca label komposisi bahan, serta mencari informasi komunitas Muslim di sekitar tempat tinggal.

12 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5519388/original/086174500_1772553401-20260303IQ_Persija_Jakarta_vs_Borneo_Fc-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5519208/original/008904700_1772535707-IMG_6245__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5519386/original/032128100_1772553395-20260303AA_Persija_Jakarta_vs_Borneo_FC-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519362/original/037354400_1772550338-david.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5519354/original/053063200_1772549591-20260303IQ_Persija_Jakarta_vs_Borneo_Fc-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4578441/original/078935200_1694933056-20230916194520_083A1822.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519075/original/062695500_1772528894-unnamed-29.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4370535/original/000561200_1679654585-20230324BL_Diskusi_Suporter_Timnas_Indonesia_Menyambut_Piala_Dunia_U20_2023_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519266/original/027883100_1772541283-bridgerton_4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4912795/original/047381300_1723112232-BRI_Liga_1_-_Madura_United_Vs_Malut_United_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519239/original/075526500_1772538152-jualan_rice_bowl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519091/original/096011000_1772529201-rayci.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518160/original/026951700_1772470001-WhatsApp_Image_2026-03-02_at_16.14.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315810/original/001980900_1755172395-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__39_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519145/original/000653900_1772532078-cat_teras_senada_lantai_6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518610/original/043492000_1772513464-warna_cat_teras_yang_menyerap_panas_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4779467/original/001672700_1710990728-20240320BL_Official_Training_Timnas_Indonesia_Jelang_Lawan_Vietnam_di_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_1.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519044/original/036072000_1772527980-Pagar_rumah_minimalis.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)