- Apakah ikan Manfish cocok untuk pemula?
- Berapa lama proses penetasan telur Manfish?
- Apa saja penyakit yang sering menyerang Manfish?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan hias masih menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan, terutama bagi pemula yang ingin memulai bisnis dari skala kecil. Salah satu jenis ikan yang kerap direkomendasikan adalah Manfish atau yang juga dikenal sebagai angelfish. Ikan ini dinilai relatif mudah dirawat, memiliki tampilan elegan, serta pasarnya stabil dari waktu ke waktu. Tak heran jika manfish kerap disebut sebagai “ikan wajib” di dalam akuarium, berdampingan dengan ikan koki.
Hastoro (60), seorang pembudidaya ikan hias asal Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Sleman menjelaskan bahwa manfish termasuk jenis yang perawatannya tidak rumit asalkan memahami dasar-dasar kualitas air dan kebiasaan hidupnya. Selain itu, variasi warna dan jenis yang semakin beragam membuat ikan ini tetap diminati, baik oleh penghobi pemula maupun kolektor berpengalaman. Stabilnya harga di pasaran juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi calon pelaku usaha.
“Sebenarnya manfish itu relatif mudah dirawat. Kuncinya sama seperti ikan pada umumnya, yang penting merawat airnya. Kita harus tahu dia hidup di pH berapa, tingkat kesadahan airnya bagaimana, dan suhu idealnya berapa. Tiga elemen itu saja sudah cukup sebagai dasar. Selama kualitas air terjaga dan tidak ada perubahan ekstrem, ikan ini jarang bermasalah. Makanya saya bilang, manfish itu ikan abadi, pasarnya stabil, dan hampir selalu ada peminatnya,” ujar Hastoro saat diwawancarai Liputan6.com di rumahnya pada Rabu (25/2).
Berikut selengkapnya:
1. Kunci Utama Perawatan: Stabilitas Kualitas Air
Dalam budidaya manfish, faktor terpenting yang harus diperhatikan adalah kualitas air. Hastoro menegaskan bahwa perawatan ikan pada dasarnya berfokus pada tiga elemen utama, yaitu pH, tingkat kesadahan (DH), dan suhu air. Jika ketiga aspek tersebut stabil dan sesuai kebutuhan ikan, maka risiko stres maupun penyakit bisa ditekan. Oleh karena itu, pemula disarankan untuk aktif mencari informasi dasar sebelum memulai budidaya.
Masalah yang sering terjadi bukan karena ikan sulit dirawat, melainkan karena perubahan air yang terlalu ekstrem. Misalnya, akuarium yang lama tidak dikuras lalu dibersihkan secara total hingga air habis, hal ini dapat menyebabkan ikan mengalami “shock air”. Kondisi tersebut membuat ikan stres dan rentan terserang penyakit. Maka dari itu, penggantian air sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus.
“Kasus yang sering terjadi itu justru karena shock air. Misalnya sudah lama enggak dikuras, lalu dikuras sampai habis, itu bisa bikin ikan stres. Padahal manfish itu kuat, asal airnya stabil. Jadi jangan ekstrem dalam perawatan. Ganti air secukupnya dan bertahap, jangan langsung habis total,” jelasnya.
2. Penyakit yang Perlu Diwaspadai dan Cara Pencegahannya
Meski tergolong ikan yang kuat, manfish tetap berpotensi terserang penyakit jika kondisi lingkungan kurang terjaga. Beberapa penyakit yang disebutkan antara lain fin rot (busuk sirip), infeksi bakteri Aeromonas, dan white spot meski kasusnya jarang. Infeksi Aeromonas biasanya berasal dari pakan alami seperti cacing sutra yang membawa bakteri dari habitat asalnya. Karena itu, pemilihan dan kebersihan pakan menjadi hal penting dalam budidaya.
Menariknya, manfish juga dikenal sebagai predator kutu air atau parasit kecil. Hal ini membuatnya kerap dikombinasikan dengan ikan lain seperti ikan molly untuk membantu mengurangi parasit di akuarium. Namun tetap perlu diperhatikan ukuran ikan agar tidak terlalu kecil dan berisiko dimangsa.
“Kalau penyakit biasanya fin rot atau Aeromonas, terutama kalau pakai pakan alami seperti cacing sutra yang dari alam. Kadang bakteri terbawa dan berkembang di akuarium. Tapi white spot jarang. Justru manfish itu predator kutu, jadi sering dikombinasikan dengan koki supaya dia makan parasit-parasit kecil itu,” papar Hastoro.
3. Teknik Breeding Manfish untuk Pemula
Dalam proses pembiakan, manfish termasuk tipe ikan yang berpasangan. Indukan jantan dan betina biasanya disendirikan untuk memicu proses bertelur. Ada dua metode yang umum digunakan, yakni membiarkan induk mengasuh telur dan larva di akuarium, atau memisahkan telur untuk diinkubasi di tempat lain jika induk berisiko memakan telurnya sendiri. Pemilihan metode bergantung pada kualitas indukan.
Proses dari bertelur hingga larva mulai berenang memakan waktu sekitar 10 hari. Telur menempel di permukaan, lalu pada hari keempat mulai terlihat bergerak, hari ketujuh menetas, dan sekitar hari kesepuluh burayak mulai berenang bebas. Pada fase awal, burayak membutuhkan pakan seperti artemia atau dapat menyerap lendir induknya jika diasuh langsung.
“Manfish itu kalau breeding berpasangan. Setelah bertelur, hari keempat biasanya telur mulai goyang-goyang, hari ketujuh menetas, dan hari kesepuluh sudah mulai renang. Kalau induknya bagus, dia bisa mengasuh anaknya dan burayak bisa makan lendir induknya. Tapi kalau induk suka makan telur, lebih baik dipisah dan diinkubasi sendiri,” terang Hastoro panjang lebar.
4. Pasar dan Variasi Harga Manfish
Dari sisi pasar, manfish disebut sebagai ikan dengan permintaan yang relatif stabil. Ia bahkan menyebut manfish sebagai “ikan abadi” karena hampir selalu dicari penghobi. Dalam satu akuarium hias, kehadiran manfish sering dianggap pelengkap yang membuat tampilan lebih elegan. Hal ini membuat penjualannya tetap berjalan meski tren ikan hias silih berganti.
Harga manfish bervariasi tergantung jenis dan ukuran. Varian umum bisa dijual mulai dari Rp1.500 hingga Rp3.500 untuk ukuran kecil. Sementara varian premium seperti Red Devil, Albino Platinum, atau jenis alam seperti Orinoco dan Manakapura bisa mencapai ratusan ribu rupiah, terutama jika ukuran besar dan kualitas warna maksimal.
“Pasarnya relatif stabil. Orang pelihara ikan itu kalau enggak ada koki dan manfish rasanya belum lengkap. Ada yang low price, ada yang premium. Ukuran kecil bisa dua ribuan, tiga ribuan. Tapi kalau Red Devil kualitas bagus atau jenis alam seperti Orinoco, itu masih mahal, bisa ratusan ribu bahkan lebih kalau besar,” ungkap Hastoro.
5. Sistem Filtrasi dan Pendukung Budidaya
Selain kualitas air, sistem filtrasi juga berperan penting dalam budidaya manfish. Ada berbagai metode, mulai dari filtrasi sederhana hingga sistem modern dengan kanister dan perlengkapan lengkap. Namun menurut narasumber, budidaya tidak selalu harus mahal. Yang terpenting adalah ikan terlihat nyaman secara visual dan air tetap terjaga kebersihannya.
Penggunaan ikan sapu-sapu atau pleco juga bisa membantu menjaga kebersihan akuarium. Ikan ini berfungsi membersihkan lumut dan sisa makanan, sehingga memudahkan proses penyedotan kotoran. Namun tetap perlu diperhatikan karakter ikan dan ukurannya agar tidak mengganggu ikan lain.
“Yang penting itu kita lihat ikan nyaman secara visual. Enggak harus pakai sistem mahal. Filtrasi bagus memang membantu, tapi bisa disesuaikan kemampuan. Sapu-sapu juga komplementer, dia bersihkan kaca dan sisa makanan. Jadi air lebih stabil dan kotoran lebih mudah dibersihkan. Intinya bukan gengsi alatnya, tapi kestabilan lingkungannya,” pungkasnya.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah ikan Manfish cocok untuk pemula?
Ya, Manfish sangat cocok untuk pemula karena perawatannya relatif mudah. Kunci utamanya adalah menjaga stabilitas kualitas air, terutama pH, suhu, dan tingkat kesadahan air. Selama air tidak berubah secara ekstrem dan ikan tidak mengalami shock, manfish tergolong kuat dan jarang bermasalah.
2. Berapa lama proses penetasan telur Manfish?
Proses dari bertelur hingga burayak mulai berenang memakan waktu sekitar 10 hari. Hari ke-4 telur mulai bergerak, hari ke-7 menetas, dan sekitar hari ke-10 burayak sudah berenang bebas. Pada fase awal, burayak membutuhkan pakan seperti artemia atau bisa menyerap lendir induknya jika diasuh langsung.
3. Apa saja penyakit yang sering menyerang Manfish?
Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai adalah fin rot (busuk sirip), infeksi bakteri Aeromonas, dan white spot meski kasusnya jarang. Penyakit biasanya muncul akibat kualitas air buruk atau pakan alami yang terkontaminasi. Pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan air dan memilih pakan yang aman.
4. Berapa harga ikan Manfish di pasaran?
Harga manfish bervariasi tergantung ukuran dan jenisnya. Untuk ukuran kecil, harganya bisa mulai dari Rp1.500–Rp3.500 per ekor. Sementara varian premium seperti Red Devil atau jenis alam tertentu bisa mencapai ratusan ribu rupiah, terutama jika ukuran besar dan kualitas warna bagus.
5. Apakah Manfish bisa dicampur dengan ikan lain?
Manfish bisa dicampur dengan ikan lain selama ukurannya tidak terlalu kecil. Ikan ini bahkan dikenal sebagai predator kutu air sehingga kerap dikombinasikan dengan ikan koki untuk membantu mengurangi parasit. Namun tetap perlu pengawasan agar tidak terjadi stres atau persaingan pakan.

14 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5514895/original/091037500_1772117443-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_21.20.10.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514698/original/031688800_1772101371-ilustrasi_hampers.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514432/original/039110200_1772089688-Gemini_Generated_Image_fma2lefma2lefma2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514544/original/085134900_1772093625-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_15.07.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452849/original/058530600_1766461338-rumah_subsidi_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514564/original/035208200_1772094884-Gemini_Generated_Image_ptfjc6ptfjc6ptfj_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222790/original/030087400_1747455140-Gemini_Generated_Image_72vxfc72vxfc72vx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514398/original/021672500_1772089510-peluang_usaha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513407/original/095083300_1772012119-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_4.31.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513589/original/004789100_1772027697-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_16.31.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233723/original/062505800_1748322744-Depositphotos_247272894_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514389/original/088016700_1772089290-Pakan_Ayam_dan_Ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511235/original/025796700_1771902205-jasa_les_musik2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514301/original/080558300_1772086641-inspirasi_kandang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5171526/original/061358400_1742643346-20250322AA_Latihan_TImnas_Indonesia__23_of_24_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514292/original/064302900_1772086616-Blus_dan_Plisket.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471353/original/054574800_1768284168-John_Herdman_-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444242/original/078371500_1765774109-Ikan_Patin_Unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510343/original/057579300_1771826046-Gemini_Generated_Image_9krrv99krrv99krr.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)