Liputan6.com, Jakarta Cara menabung di rumah menjadi keterampilan finansial paling dasar yang bisa dimulai siapa saja tanpa modal besar. Kunci keberhasilannya terletak pada niat serta kedisiplinan menerapkan cara menabung yang efektif dan tetap konsisten.
Secara sederhana, menabung merupakan aktivitas menyisihkan sebagian pendapatan hari ini untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penundaan konsumsi agar kondisi keuangan lebih terkendali.
Sayangnya, banyak orang gagal karena menganggap tabungan sebagai uang sisa di akhir bulan. Padahal, cara menabung di rumah yang benar justru dimulai dengan menyisihkan dana sejak awal menerima penghasilan, sebagaimana ditekankan dalam panduan cara menabung yang baik untuk masa depan.
Sebagaimana disampaikan Bank of America melalui program Better Money Habits, langkah pertama untuk mulai menabung adalah mengetahui seberapa besar pengeluaran Anda dengan melacak setiap pengeluaran, mulai dari kopi harian, perlengkapan rumah tangga, hingga tagihan bulanan.
Mengenal Arti Menabung di Rumah dan Beragam Manfaatnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771021/original/090316200_1710314806-IMG_1696.jpeg)
Perbesar
Menabung di rumah dapat dipahami sebagai aktivitas menyimpan sebagian uang secara mandiri di lingkungan tempat tinggal. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari menyimpan uang tunai di celengan atau brankas, memisahkannya ke dalam amplop, hingga menempatkannya pada rekening khusus. Pada intinya, konsep ini adalah penundaan konsumsi, yaitu memilih menahan sebagian pengeluaran hari ini demi kebutuhan di kemudian hari. Cara menabung di rumah juga menjadi fondasi awal sebelum seseorang mengenal instrumen yang lebih kompleks, termasuk cara menyimpan uang di bank untuk pemula.
Manfaat menabung sangat luas bagi kesehatan finansial. Tabungan berfungsi sebagai jaring pengaman ketika menghadapi situasi tak terduga seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kerusakan aset. Selain itu, tabungan membantu seseorang mencapai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang, misalnya biaya pendidikan, membeli kendaraan, hingga mempersiapkan uang muka rumah. Kebiasaan ini pun melatih disiplin diri dan mengurangi ketergantungan pada utang.
Di tengah tekanan inflasi dan kenaikan biaya hidup, kemampuan mengelola uang menjadi semakin penting. Salah satu keterampilan mendasar dalam menabung adalah kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, sehingga uang benar-benar dialokasikan untuk hal esensial terlebih dahulu. Dengan menempatkan kebutuhan sebagai prioritas, ruang untuk menabung akan lebih mudah tercipta setiap bulan.
Filosofi menabung sejak dini telah lama diyakini para pakar keuangan sebagai kunci kemakmuran.
"Jika Anda ingin menjadi kaya, pikirkanlah cara menabung sekaligus cara memperolehnya." - Benjamin Franklin, dari karya Benjamin Franklin berjudul The Way to Wealth, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1758.
Cara Menabung di Rumah yang Efektif untuk Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8964556/original/041875700_1782977992-Menabung_Uang_Rupiah_di_Rumah_1.jpeg)
Perbesar
Menabung di rumah akan lebih berhasil bila dilakukan dengan sistem yang terstruktur, bukan sekadar mengandalkan sisa uang. Berikut beberapa metode praktis yang dapat langsung Anda terapkan di rumah.
- Terapkan prinsip bayar diri sendiri terlebih dahulu. Segera setelah menerima penghasilan, sisihkan dana tabungan sebelum digunakan untuk pengeluaran lain. Pola pikir ini menjadikan menabung sebagai prioritas, bukan pelengkap.
- Manfaatkan celengan dan kebiasaan menyisihkan uang receh. Meski terdengar sederhana, menyisihkan uang koin atau pecahan kecil secara rutin tetap efektif. Nominal kecil yang konsisten lama-lama akan terkumpul menjadi jumlah signifikan, seperti dalam strategi menabung untuk kurban dari sekarang.
- Gunakan sistem amplop. Bagi uang tunai ke dalam beberapa amplop berlabel sesuai pos pengeluaran dan tabungan. Cara ini memudahkan Anda memantau batas setiap kategori sekaligus mencegah pemborosan.
- Pisahkan rekening tabungan dari rekening harian. Memisahkan dana membangun tembok psikologis antara uang yang boleh dibelanjakan dan uang yang harus disimpan, sehingga risiko terpakai tanpa sengaja bisa ditekan.
- Aktifkan fitur transfer otomatis. Manfaatkan auto-debet perbankan untuk memindahkan sejumlah dana ke rekening tabungan setiap bulan tanpa harus mengandalkan ingatan.
- Ikuti tantangan menabung. Metode seperti tantangan 52 minggu atau menyisihkan nominal tetap setiap hari membuat proses menabung terasa menyenangkan sekaligus memotivasi.
- Kumpulkan pecahan tertentu. Setiap kali memiliki uang pecahan tertentu, langsung masukkan ke wadah khusus. Kebiasaan ini cocok untuk melatih konsistensi, bahkan bisa disesuaikan dengan cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji pas-pasan.
Prinsip menyisihkan dana di awal ini selaras dengan nasihat investor legendaris Warren Buffett.
"Jangan menabung dari uang yang tersisa setelah berbelanja, tetapi belanjakanlah uang yang tersisa setelah menabung." - Warren Buffett, dikutip dari Marriage Kids and Money.
Kebiasaan memasak di rumah juga terbukti menekan pengeluaran. Berdasarkan data Ramsey Solutions, rata-rata rumah tangga menghabiskan sekitar 3.639 dolar AS untuk makan di luar rumah setiap tahun. Selain itu, menerapkan bulan tanpa belanja atau no-spend month dengan hanya membeli kebutuhan pokok selama 30 hari dapat menghemat ratusan hingga ribuan, dan penting untuk memahami batasan barang yang boleh dan tidak boleh dibeli sejak hari pertama. Ini juga bisa dipahami lewat konsep pengertian kebutuhan dan bedanya dengan keinginan.
Menyusun Anggaran dan Metode 50/30/20
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352863/original/093101500_1611030657-woman-making-wish-list-cyber-monday_23-2148675026.jpg)
Perbesar
Menabung yang efektif tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan menyusun anggaran. Anggaran berfungsi sebagai peta keuangan yang memperlihatkan ke mana uang mengalir setiap bulan, sekaligus mengungkap pos-pos mana yang bisa dipangkas. Langkah paling awal adalah mencatat seluruh pemasukan, lalu merinci pengeluaran tetap seperti sewa dan tagihan, serta pengeluaran variabel seperti makan dan hiburan. Dengan gambaran yang jelas, Anda dapat menentukan berapa banyak dana yang realistis untuk disisihkan.
Salah satu kerangka anggaran yang populer adalah metode 50/30/20. Dilansir dari NerdWallet, metode 50/30/20 membagi penghasilan setelah pajak menjadi 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan serta pembayaran utang di atas minimum. Jika salah satu alokasi melebihi batas ini, Anda tinggal menyesuaikannya sesuai kondisi keuangan pribadi. Porsi tabungan pun bisa ditingkatkan bila tujuan finansial ingin dicapai lebih cepat.
Otomatisasi menjadi kunci agar anggaran berjalan mulus tanpa banyak beban pikiran. Perencana keuangan bersertifikat, Durriya Pierce, menegaskan pentingnya membangun sistem keuangan yang berjalan sendiri.
"Buatlah sebuah sistem agar Anda tidak perlu terlalu banyak memikirkan soal uang." - Durriya Pierce, dikutip dari NerdWallet.
Selain angka, disiplin mencatat juga membentuk kesadaran belanja. Metode pencatatan manual ala Jepang, misalnya, mendorong Anda menyisihkan tabungan sebelum membelanjakan sisanya, seperti diulas dalam cara mengatur keuangan ala ibu rumah tangga Jepang. Evaluasi anggaran secara berkala juga membantu Anda mengatasi tantangan terbesar keuangan rumah tangga sebelum berubah menjadi masalah besar. Bila Anda merasa pengeluaran terlalu ketat, terapkan cara mengurangi pengeluaran tanpa merasa tersiksa agar tetap nyaman.
Menghemat Pengeluaran dan Energi di Dalam Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518773/original/015841200_1627022850-hemat_listik_un.jpg)
Perbesar
Berikut sejumlah langkah hemat yang bisa Anda terapkan di rumah untuk menambah pundi-pundi tabungan.
- Atur pemanas air dan termostat secara bijak. Memasang termostat yang dapat diprogram terbukti menghemat energi sekitar 10 hingga 15 persen per tahun di wilayah beriklim dingin. Untuk konteks Indonesia, prinsip serupa berlaku pada penggunaan pendingin ruangan yang disetel efisien.
- Setel suhu ruangan lebih hemat. Merujuk laporan Experian, menyetel termostat 7 hingga 10 derajat dari suhu normal selama delapan jam sehari dapat menghemat sekitar 10 persen biaya pemanasan dan pendinginan per tahun menurut Departemen Energi AS.
- Beralih ke lampu LED. Sebagaimana diberitakan The Everygirl, lampu LED memakai energi setidaknya 75 persen lebih sedikit dan bertahan hingga 25 kali lebih lama dibanding lampu pijar biasa, sehingga Anda berhemat sekaligus jarang mengganti bohlam.
- Jemur pakaian dan cuci dengan air dingin. Mesin pengering adalah salah satu penyedot listrik terbesar di rumah. Mengganti beberapa siklus pengeringan dengan menjemur pakaian secara alami dapat memberi dampak besar pada penghematan sekaligus memperpanjang usia pakaian.
- Cabut colokan perangkat yang tidak dipakai. Perangkat yang tetap tertancap ke stopkontak masih menyedot daya siaga meski sudah dimatikan, sehingga menggunakan colokan bersaklar bisa menekan tagihan listrik.
- Perbaiki keran bocor. Tetesan dari keran bocor dapat menjadi galon air terbuang seiring waktu, sementara mengganti keran bocor bisa dilakukan dalam hitungan menit dengan biaya kecil.
- Belanja barang bekas berkualitas. Berbelanja di toko barang bekas atau pasar loak sering menjadi cara terbaik memperoleh perabot, peralatan, hingga perlengkapan rumah berkualitas dengan harga jauh lebih murah daripada baru.
- Masak sendiri dan kurangi makan di luar. Memasak di rumah memangkas biaya sekaligus membuat pola makan lebih sehat dan terkontrol.
Prinsip berhemat semacam ini sejalan dengan gaya hidup hidup hemat yang membawa kebahagiaan. Bukan berarti hidup serba kekurangan, melainkan menjalankan frugal living yang cerdas di era konsumtif. Ada banyak manfaat frugal living untuk masa depan keuangan, mulai dari bebas utang hingga berkurangnya stres finansial.
Mengamankan dan Menumbuhkan Nilai Tabungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256745/original/039044200_1781167626-Depositphotos_719976564_L.jpg)
Perbesar
Menabung saja tidak cukup, tabungan juga perlu dilindungi dari risiko besar yang bisa mengurasnya. Fondasi pertama adalah membangun dana darurat. Mengacu pada laporan America Saves, banyak orang disarankan memiliki dana darurat sekitar tiga hingga enam bulan penghasilan, namun agar tidak terasa berat, Anda bisa memulai dari target kecil seperti setara 500 dolar AS terlebih dahulu. Dana ini sebaiknya ditempatkan di rekening terpisah yang mudah diakses namun tidak mudah tergoda dipakai.
Setelah dana darurat aman, langkah berikutnya adalah menjaga daya beli tabungan dari gerusan inflasi. Menyimpan seluruh uang dalam bentuk tunai di rumah memang praktis untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi kurang ideal untuk jumlah besar karena nilainya bisa tergerus. Karena itu, sebagian dana sebaiknya dialihkan ke instrumen yang berpotensi tumbuh, seperti deposito, reksa dana pasar uang, hingga logam mulia.
Bagi yang ingin belajar berinvestasi, ada beragam pilihan yang bisa dimulai dengan modal kecil. Anda dapat mempelajari cara menabung saham yang benar beserta risikonya, atau mengikuti cara investasi emas untuk pemula yang dinilai relatif aman sebagai lindung nilai. Bahkan, banyak tips investasi emas untuk pemula menekankan agar tidak menunda membeli emas selagi ada dana lebih.
Yang terpenting, jangan menyerah pada berbagai alasan untuk menunda menabung. Jurnalis keuangan Jean Chatzky menegaskan hal tersebut secara lugas.
"Setelah dua dekade meliput keuangan pribadi, saya telah mendengar berbagai alasan untuk tidak menabung. Namun, dalam jangka panjang, tidak satu pun alasan itu benar-benar dapat dibenarkan." - Jean Chatzky, dikutip dari BrainyQuote.
Pertanyaan Seputar Menabung di Rumah
Berapa idealnya uang yang harus ditabung setiap bulan?
Secara umum, seseorang disarankan menyisihkan sekitar 10 hingga 20 persen dari penghasilan bulanan untuk ditabung. Angka ini bukan patokan mutlak dan dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan serta kondisi pendapatan masing-masing. Bila memungkinkan, tingkatkan porsi tabungan secara bertahap agar target finansial tercapai lebih cepat.
Apakah menyimpan uang di rumah aman?
Menyimpan uang tunai di rumah cocok untuk kebutuhan kecil dan jangka pendek, tetapi kurang aman untuk jumlah besar karena berisiko hilang, dicuri, atau rusak, serta tidak berkembang nilainya. Untuk tabungan besar dan jangka panjang, sebaiknya kombinasikan dengan menyimpan dana di bank atau instrumen investasi yang lebih aman dan terpercaya. Dengan begitu, uang tetap terlindungi sekaligus berpeluang bertumbuh.
Bagaimana agar konsisten menabung di rumah?
Kunci konsistensi adalah menjadikan menabung sebagai sistem, bukan sekadar menyisihkan sisa uang. Terapkan prinsip menyisihkan dana di awal, gunakan rekening atau wadah terpisah, tetapkan tujuan yang jelas, dan hindari mengambil tabungan kecuali dalam keadaan darurat. Manfaatkan pula fitur transfer otomatis agar kebiasaan menabung tetap berjalan meski Anda lupa.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

9 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933486/original/059303700_1782961909-4ynsk27oZvFZKSVJ3ym26m5ZVAVVVqwhSfCyoG6D.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933474/original/095039700_1782961903-uXqbrB3rtVpMaoli4t2x4TpcenYK96x2AcQQO7JU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933449/original/037508200_1782961892-oRImaN9DRdin2lPVa6fJ648d0YSmpXOcHFRFaOVF.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4410386/original/078060700_1682832750-pexels-zla____kycz-8442322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933432/original/052018600_1782961887-Jq79XqIw2yWOVIcy6UdemimjByqRQVUOPdOTaXby.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8971211/original/079605100_1782981535-Untitled2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933417/original/060479700_1782961881-NTtvanp3yv6bNRSp1ajN07i0icCqT4ZdWjJnAvnW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8966114/original/082878500_1782979001-Gemini_Generated_Image_sp69cksp69cksp69.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933473/original/078111100_1782961902-cCRLlbRXNPDgQ4GeG2EUkPQHumeeJ7xFi2inJGXw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8957092/original/031219600_1782974318-4d1a5239-53ae-46a6-9d6d-922a12f33c4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965194/original/025696900_1782978450-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7903638/original/073021500_1780733997-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933385/original/094582700_1782961858-mAaCTiBuiOrMcEW7ND3jxtIWYL4dZGnww6PXxm9J.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8999369/original/044476200_1782993867-Ide_Kebun_Kacang-Kacangan_dan_Sayur_yang_Mudah_Ditanam_di_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8968788/original/031796600_1782980312-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__03_17_02_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933469/original/013533700_1782961901-CCdiLxJC5L2YONxKcuU663zeuurnAvYyE7DoTlEs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933425/original/073096400_1782961884-oNHV3hg0cgVFmVlAF5kQyDKXzhrpBxKLColrJzeJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8978961/original/083750200_1782985233-cover_galon.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8989684/original/046811400_1782989650-Inspirasi_Ruang_Santai_Bergaya_Pendopo_Minimalis.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529412/original/016644800_1773333017-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)