Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam bayam di baskom bekas menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang ingin menanam sayuran sendiri di rumah tanpa membutuhkan lahan luas. Dengan memanfaatkan baskom plastik bekas, siapa pun bisa memiliki kebun mini yang hemat biaya dan mudah dirawat.
Bayam termasuk salah satu sayuran hijau yang cepat tumbuh dan mudah dibudidayakan, bahkan oleh pemula. Selain kaya zat besi dan vitamin, bayam juga dapat dipanen dalam waktu singkat sehingga cocok untuk ditanam di pekarangan, teras, maupun halaman sempit.
Tidak hanya ramah lingkungan karena memanfaatkan barang bekas, metode ini juga membantu menyediakan sayuran segar setiap hari. Dengan teknik penanaman yang tepat, bayam dalam baskom bekas dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen melimpah. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (12/5/2026).
Mengenal Tanaman Bayam dan Keunggulannya
Bayam merupakan tanaman sayuran daun dari genus Amaranthus yang sangat populer di Indonesia. Menurut IPB Digitani, bayam dikenal kaya protein, zat besi, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Tanaman ini juga mudah tumbuh di daerah tropis dengan sinar matahari cukup dan kelembapan yang baik.
Selain mudah dibudidayakan, bayam memiliki masa panen relatif singkat. Dalam kondisi optimal, tanaman ini sudah dapat dipanen sekitar 25–35 hari setelah tanam. Hal tersebut membuat bayam cocok dijadikan tanaman sayur rumahan bagi pemula.
Berdasarkan panduan RHS (Royal Horticultural Society), bayam juga termasuk tanaman cepat tumbuh yang cocok ditanam di wadah atau kontainer. Karena itulah, penggunaan baskom bekas menjadi pilihan efektif untuk menanam bayam di rumah.
Persiapan Baskom Bekas untuk Menanam Bayam
Langkah pertama dalam Cara menanam bayam di baskom bekas adalah memilih wadah yang tepat. Baskom bekas berukuran sedang hingga besar lebih disarankan agar akar bayam memiliki ruang tumbuh yang cukup.
Pilih baskom dengan kedalaman minimal sekitar 20–30 cm. Setelah itu, buat beberapa lubang kecil di bagian bawah baskom menggunakan paku panas atau bor kecil. Lubang ini berfungsi sebagai saluran drainase agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar membusuk.
Cuci baskom hingga bersih sebelum digunakan, terutama jika sebelumnya dipakai untuk menyimpan bahan kimia atau deterjen. Baskom yang bersih membantu mencegah kontaminasi pada tanaman.
Agar lebih menarik, baskom juga bisa dicat ulang atau dihias sesuai selera sehingga terlihat estetik saat diletakkan di halaman atau teras rumah.
Menyiapkan Media Tanam yang Subur
Media tanam sangat menentukan keberhasilan budidaya bayam. Berdasarkan rekomendasi IPB Digitani, media tanam sebaiknya gembur dan kaya unsur hara.
Campurkan beberapa bahan berikut:
- 2 bagian tanah gembur
- 1 bagian kompos atau pupuk kandang matang
- 1 bagian sekam bakar atau pasir
Campuran tersebut membantu menjaga kelembapan sekaligus membuat akar lebih mudah berkembang. Menurut RHS, bayam tumbuh baik pada media yang subur dan mampu menahan kelembapan tanpa menjadi terlalu becek.
Masukkan media tanam ke dalam baskom hingga menyisakan sekitar 3–5 cm dari bibir wadah agar penyiraman lebih mudah dilakukan.
Memilih Benih Bayam Berkualitas
Pemilihan benih menjadi tahapan penting dalam Cara menanam bayam di baskom bekas. Gunakan benih unggul dengan daya tumbuh tinggi agar hasil panen lebih maksimal.
IPB Digitani menyarankan memilih bibit yang berasal dari indukan sehat dan bebas penyakit. Benih bisa dibeli di toko pertanian maupun marketplace terpercaya.
Ada beberapa jenis bayam yang umum ditanam, antara lain:
- Bayam hijau
- Bayam merah
- Bayam cabut
- Bayam petik
Untuk penanaman dalam baskom, bayam cabut dan bayam hijau biasanya lebih praktis karena pertumbuhannya cepat dan mudah dirawat.
Cara Menyemai dan Menanam Benih Bayam
Setelah media siap, langkah berikutnya adalah proses penanaman. Benih bayam dapat langsung ditebar di baskom tanpa perlu persemaian terpisah.
Taburkan benih secara merata di atas media tanam. Jangan menebar terlalu rapat agar tanaman tidak saling berebut nutrisi. Setelah itu, tutup tipis menggunakan tanah halus atau kompos.
Siram menggunakan sprayer agar benih tidak hanyut. Dalam kondisi baik, benih biasanya mulai berkecambah dalam waktu 3–7 hari.
Menurut panduan RHS, bayam tumbuh optimal pada suhu sejuk sekitar 15–20 derajat Celsius. Namun di daerah tropis seperti Indonesia, tanaman tetap bisa tumbuh baik asalkan mendapatkan cukup air dan tidak terkena panas berlebihan sepanjang hari.
Letakkan baskom di area yang mendapat sinar matahari pagi sekitar 4–5 jam setiap hari. Jika cuaca terlalu panas, gunakan paranet tipis atau letakkan di tempat semi teduh.
Perawatan Bayam di Baskom Bekas
Perawatan rutin menjadi kunci agar bayam tumbuh subur dan tidak cepat berbunga.
1. Penyiraman
Bayam termasuk tanaman yang membutuhkan cukup air. RHS menjelaskan bahwa kekurangan air dapat menyebabkan tanaman cepat berbunga atau bolting sehingga daun menjadi pahit.
Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore saat cuaca panas. Namun hindari media terlalu becek karena dapat memicu jamur dan pembusukan akar.
2. Penjarangan Tanaman
Jika bibit tumbuh terlalu rapat, lakukan penjarangan setelah tanaman memiliki 2–3 helai daun. Sisakan jarak sekitar 7–15 cm agar pertumbuhan lebih optimal.
Tanaman yang terlalu padat rentan terkena penyakit dan pertumbuhannya kurang maksimal.
3. Pemupukan
Untuk menjaga kesuburan, tambahkan pupuk organik cair seminggu sekali. Bisa juga menggunakan kompos tambahan di sekitar tanaman.
Menurut IPB Digitani, pemupukan rutin membantu mempercepat pertumbuhan daun dan meningkatkan hasil panen.
4. Membersihkan Gulma
Walaupun ditanam di baskom, gulma kecil terkadang tetap muncul. Cabut gulma secara rutin agar nutrisi tidak terserap oleh tanaman liar.
5. Mengatasi Hama
Hama yang sering menyerang bayam antara lain ulat dan siput. Gunakan pestisida alami seperti larutan bawang putih atau air sabun ringan untuk mengatasinya.
Menjaga sirkulasi udara dan tidak menanam terlalu padat juga membantu mengurangi risiko penyakit jamur.
Tips agar Bayam Cepat Panen
Ada beberapa trik sederhana agar bayam tumbuh lebih cepat dan hasilnya melimpah.
Pertama, gunakan media tanam yang selalu lembap tetapi tidak tergenang. Kedua, pastikan tanaman mendapat cahaya matahari cukup terutama pada pagi hari.
Ketiga, lakukan penanaman bertahap setiap 1–2 minggu. Teknik ini memungkinkan panen berlangsung terus-menerus tanpa harus menunggu semua tanaman tumbuh bersamaan.
Menurut RHS, metode cut-and-come-again juga efektif diterapkan pada bayam. Artinya, daun dipetik sebagian sehingga tanaman masih bisa tumbuh kembali dan menghasilkan panen berikutnya.
Waktu Panen Bayam
Bayam biasanya siap dipanen sekitar usia 25–35 hari setelah tanam, tergantung jenis dan kondisi pertumbuhannya.
Ciri bayam siap panen antara lain:
- Tinggi tanaman sekitar 15–20 cm
- Daun tampak lebar dan segar
- Belum muncul bunga
Panen sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari agar daun tetap segar. Cara panennya bisa dengan mencabut seluruh tanaman atau memetik daun bagian luar terlebih dahulu.
Jika dirawat dengan baik, beberapa jenis bayam masih dapat dipanen ulang setelah pemetikan pertama.
Keuntungan Menanam Bayam di Baskom Bekas
Ada banyak manfaat dari Cara menanam bayam di baskom bekas, di antaranya:
- Menghemat biaya karena memanfaatkan barang bekas
- Cocok untuk lahan sempit
- Mudah dipindahkan
- Ramah lingkungan
- Menyediakan sayuran segar di rumah
- Cocok untuk pemula
Selain itu, aktivitas berkebun juga dapat menjadi kegiatan menyenangkan untuk mengurangi stres sekaligus mengajarkan anak tentang pentingnya menanam sayuran sendiri.
FAQ Menanam Bayam
1. Apakah baskom bekas harus dilubangi?
Ya, baskom perlu diberi lubang drainase agar air tidak menggenang dan akar bayam tidak membusuk.
2. Berapa lama bayam bisa dipanen?
Bayam umumnya siap dipanen dalam waktu 25–35 hari setelah tanam.
3. Apakah bayam harus terkena sinar matahari penuh?
Bayam membutuhkan sinar matahari cukup, terutama pagi hari, tetapi sebaiknya tidak terkena panas berlebihan sepanjang hari.
4. Apakah bayam bisa ditanam tanpa pupuk kimia?
Bisa. Bayam tetap dapat tumbuh subur menggunakan pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang.
5. Kenapa bayam cepat berbunga?
Biasanya karena cuaca terlalu panas atau tanaman kekurangan air. Penyiraman rutin membantu mencegah kondisi tersebut.

12 hours ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5966483/original/079412800_1778861918-SaveFast.app_694923197_18589509418004913_8162249568807588613_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5965073/original/026908700_1778860766-SaveFast.app_698705636_18589509397004913_6629967441608266019_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5384016/original/011082900_1760710024-Persita_vs_PSIM_-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5361668/original/083908400_1758789885-Latihan_Persija-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5850295/original/045841600_1778751471-Gemini_Generated_Image_t2aaz0t2aaz0t2aa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5943612/original/038879000_1778840659-Antangin_Player_Best_Moment_Ayo_tambah_lagi_Jol_________Persebaya__PersebayaUntukSemua__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5743798/original/095603500_1778642066-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5427224/original/093979000_1764336401-Persija_vs_PSIM-05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5827901/original/099858900_1778730446-jajanan_depan_mushola.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5952366/original/051643500_1778848972-1000005406.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5850141/original/069221200_1778751397-unnamed__23_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539867/original/084374500_1774653145-Timnas_Indonesia_vs_Saint_Kitts_and_Nevis-33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5937264/original/028024100_1778834549-HL_teras_desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3792557/original/095022400_1640189431-7_000_9V47B2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5936074/original/008158600_1778833478-unnamed-71.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3121770/original/029374400_1588840421-20200506--Telur-Infertil-Tak-Layak-Konsumsi-Beredar-di-Pasaran-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5945165/original/057625800_1778842224-WhatsApp_Image_2026-05-15_at_17.49.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5414733/original/056595300_1763347294-Ivar_Jenner_Timnas_U-22-5.jpg)