Liputan6.com, Jakarta - Pohon mahkota dewa dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang sempat populer di Indonesia karena dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan. Cerita menanam pohon mahkota dewa pun banyak dibagikan, terutama karena tanaman ini dikenal mudah tumbuh. Meski tren penggunaannya kini mulai meredup, tanaman ini ternyata tetap mudah tumbuh bahkan tanpa perawatan khusus.
Hal ini dialami oleh Jariyah (53), seorang ibu rumah tangga di Purwokerto, yang telah menanam pohon mahkota dewa sejak tahun 2011. Hingga kini, pohon tersebut masih tumbuh subur dan rutin berbuah meski jarang dirawat secara intensif.
"Dari awal nanam itu dari biji, sekitar tahun 2011," ujar Jariyah saat diwawancarai Liputan6.com melalui sambungan telepon, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, sejak pertama kali ditanam, pohon tersebut tidak mendapatkan perlakuan khusus. Ia hanya sesekali menyiram tanaman, bahkan dalam frekuensi yang tidak rutin.
"Disiram sih, tapi jarang. Tapi tetap subur," katanya.
1. Tetap Berbuah Meski Minim Perawatan
Menariknya, meski jarang disiram dan tidak pernah diberi pupuk, pohon mahkota dewa milik Jariyah tetap mampu berbuah secara konsisten setiap tahun.
Ia menduga hal ini karena usia tanaman yang sudah cukup lama, sehingga sistem perakarannya telah berkembang dengan baik dan mampu mencari nutrisi sendiri di dalam tanah.
"Karena sudah lama ya, akarnya mungkin sudah panjang, jadi bisa cari makan sendiri ke mana-mana," jelasnya.
Kondisi halaman rumahnya yang sebagian sudah dipaving pun tidak menghambat pertumbuhan tanaman tersebut. Pohon tetap hidup dan berproduksi tanpa gangguan berarti. Fenomena ini menunjukkan bahwa mahkota dewa termasuk tanaman yang adaptif dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang tidak ideal.
2. Tidak Tumbuh Tinggi, Tapi Semakin Rimbun
Meski terus hidup dan berbuah, Jariyah mengungkapkan bahwa ukuran pohonnya tidak banyak berubah sejak beberapa tahun terakhir. Tanaman tersebut tidak tumbuh semakin tinggi secara signifikan. Namun, pertumbuhan tetap terlihat pada bagian ranting dan daun yang semakin rimbun.
"Dari dulu ukurannya segitu-segitu saja. Paling nambahnya di ranting, jadi makin rimbun daunnya," ungkapnya.
Karena itu, ia sesekali melakukan pemangkasan untuk menjaga bentuk tanaman agar tidak terlalu lebat. Bahkan, menurutnya, pemangkasan baru saja dilakukan dalam waktu dekat.
"Kalau sudah terlalu rimbun, ya dipangkas saja. Ini kemarin malah baru dipangkas dahan yang atas," tambahnya.
3. Pernah Populer sebagai Tanaman Obat
Pada masa kejayaannya, mahkota dewa dikenal luas sebagai tanaman obat keluarga. Buahnya sering dimanfaatkan untuk diolah menjadi minuman herbal. Jariyah pun mengaku pernah rutin memetik buah dari pohonnya untuk dijadikan ramuan.
“Dulu waktu lagi ramai, sering dipetik buahnya. Kulitnya direbus buat minuman obat,” katanya.
Namun seiring waktu, minat masyarakat terhadap tanaman ini mulai berkurang. Kini, pohon tersebut lebih dibiarkan tumbuh alami tanpa dimanfaatkan secara rutin.
“Sekarang sudah enggak, orang-orang juga sudah enggak cari,” ujarnya.
4. Tidak Pernah Diberi Pupuk
Salah satu hal yang cukup mengejutkan dari pengalaman Jariyah adalah tanaman mahkota dewa miliknya tidak pernah diberi pupuk sama sekali sejak ditanam. Ia hanya mengandalkan sinar matahari sebagai sumber energi utama bagi tanaman tersebut.
“Enggak pernah dipupuk, biarin saja kena matahari. Itu aja buahnya pada jatuh sendiri karena ngga pernah dipetik” katanya.
Meski begitu, tanaman tetap menunjukkan kondisi yang sehat dengan daun yang lebat dan buah yang terus muncul.
5. Tanaman Tahan Banting untuk Halaman Rumah
Pengalaman Jariyah menunjukkan bahwa pohon mahkota dewa termasuk tanaman yang “tahan banting” dan cocok ditanam di halaman rumah, bahkan untuk pemilik yang tidak memiliki banyak waktu untuk merawat tanaman.
Dengan penyiraman minimal, tanpa pemupukan, dan kondisi lahan yang tidak sepenuhnya tanah terbuka, tanaman ini masih mampu bertahan dan berkembang.
Secara umum, mahkota dewa memang dikenal sebagai tanaman tropis yang tidak terlalu rewel. Tanaman ini dapat tumbuh baik di daerah dengan paparan sinar matahari cukup dan drainase tanah yang tidak tergenang.
Namun demikian, bagi yang ingin hasil lebih optimal, perawatan seperti penyiraman rutin, pemupukan, dan pemangkasan tetap disarankan.
6. Kini Lebih Banyak Jadi Tanaman Hias
Seiring menurunnya tren sebagai tanaman obat, mahkota dewa kini lebih sering dijadikan tanaman penghijauan atau koleksi di halaman rumah.
Bentuknya yang rimbun dengan buah berwarna merah saat matang membuatnya tetap menarik secara visual. Bagi Jariyah, keberadaan pohon tersebut kini lebih sebagai bagian dari halaman rumah yang sudah lama ia rawat.
“Sekarang ya dibiarkan saja tumbuh sebagai tanaman hias,” tutupnya.
Pertanyaan Seputar Pohon Mahkota Dewa
Q: Apakah pohon mahkota dewa harus sering disiram?
A: Tidak selalu. Dalam kasus ini, jarang disiram pun tetap bisa tumbuh subur.
Q: Kenapa pohon tetap berbuah meski tanpa pupuk?
A: Karena akar sudah kuat dan mampu menyerap nutrisi dari tanah secara alami.
Q: Apakah pohon mahkota dewa bisa tumbuh di lahan terbatas?
A: Bisa. Bahkan di halaman yang sudah dipaving, tanaman tetap dapat berbuah.

5 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138768/original/094058100_1740040047-IMG-20250219-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2906960/original/007542300_1568107347-chili-pepper-dried-chili-pepper-spice-112780.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574805/original/062921200_1777980785-Bayam_Brazil__Sayur_Nomor_Satu_Pendamping_Slow_Living.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574691/original/002786000_1777971533-ide_pakan_ternak_hidroponik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574783/original/033767500_1777978770-desain_kamar_mandi_kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574297/original/053243400_1777967271-Pemuda_Samosir.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397522/original/098002800_1761810732-Ilustrasi_mobil_kecil_untuk_teras_terbatas_atau_garasi_kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574241/original/009753600_1777965858-1000410561.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552087/original/091088000_1775798637-ventilasi_rumah_subsidi_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574821/original/070385200_1777982407-IMG_1360.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1503786/original/027613800_1486727246-FIMG_-_Melepas_Wallpaper.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574651/original/004039200_1777970372-desain_rumah_kecil_tipe_36_dengan_taman_belakang_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5296281/original/085419800_1753547299-20250726AA_Persija_Jakarta_VSArema_FC-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521468/original/018691600_1772690736-rumah_subsidi_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573351/original/053554400_1777891358-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_17.35.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574257/original/084908700_1777966767-Budikdamber_Lele___Pakcoy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370866/original/094937200_1759583992-000_34LY2D7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574616/original/013754300_1777969386-jalan_setapak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574609/original/087033100_1777969217-pilihan_keramik_80x80_untuk_rumah_minimalis_modern.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469343/original/033984700_1768110777-pexels-roman-odintsov-5847238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468787/original/073253700_1768015863-Guseynov_2.jpg)