:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153154/original/023813700_1592217405-technology-686298_1920.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan sehari-hari, banyak barang yang kita gunakan ternyata memiliki hubungan saling bergantung satu sama lain. Hubungan antar barang yang saling melengkapi inilah yang dalam ilmu ekonomi dikenal sebagai barang komplementer. Contoh barang komplementer sangat mudah dijumpai, mulai dari kopi dan gula, hingga mobil dan bahan bakar. Tanpa salah satu barang, manfaat dari barang pasangannya akan menurun atau bahkan hilang sama sekali.
Memahami berbagai contoh barang komplementer penting bagi konsumen maupun pelaku bisnis dalam membuat keputusan ekonomi yang tepat. Konsep ini juga berperan besar dalam strategi pemasaran dan penetapan harga di pasar modern.
Dilansir dari Wikipedia, dalam ilmu ekonomi, barang komplementer adalah barang yang daya tariknya meningkat seiring dengan popularitas barang pelengkapnya, dan secara teknis ditandai oleh elastisitas harga silang yang negatif di mana permintaan terhadapnya naik ketika harga barang lain turun.
Pengertian Barang Komplementer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4766261/original/075694500_1709882813-Bermain_Game__Pixabay_.jpg)
Perbesar
Barang komplementer adalah barang atau produk yang nilainya meningkat ketika permintaan terhadap produk terkait juga meningkat. Dalam pengertian yang lebih sederhana, barang komplementer dapat dipahami sebagai "pasangan" dari barang utama. Jika salah satu barang tidak tersedia, maka nilai guna barang pasangannya akan mengalami penurunan drastis atau bahkan tidak dapat digunakan sama sekali. Konsep ini menjadikan dua barang atau lebih sebagai satu kesatuan yang saling dibutuhkan dalam proses konsumsi sehari-hari.
Konsep barang komplementer bermula dari karya Alfred Marshall dalam buku Principles of Economics (1890), di mana ia memperkenalkan gagasan joint demand atau permintaan gabungan untuk barang-barang yang hanya bisa memberikan manfaat jika digunakan secara bersamaan. Alfred Marshall, dikutip dari buku Principles of Economics, menyatakan, "Permintaan terhadap masing-masing barang komplementer berasal dari jasa yang secara bersama-sama mereka berikan dalam produksi suatu produk akhir."
Dari perspektif ekonomi mikro, hubungan antara dua barang komplementer ditandai oleh elastisitas harga silang (cross-price elasticity of demand) yang bernilai negatif. Artinya, ketika harga suatu barang meningkat, permintaan terhadap barang komplementernya akan menurun karena paket konsumsi keduanya menjadi mahal, dan sebaliknya ketika harga menurun. Hal ini terjadi karena biaya total untuk menikmati keduanya secara bersamaan menjadi terlalu besar bagi konsumen.
Menariknya, dalam dunia pemasaran, barang komplementer memberikan kekuatan pasar tambahan bagi produsen karena menciptakan vendor lock-in dengan meningkatkan biaya perpindahan (switching cost) bagi konsumen. Beberapa strategi harga yang umum diterapkan di antaranya menetapkan harga produk dasar relatif rendah agar konsumen mudah masuk, seperti printer murah dengan kartrid mahal, atau menetapkan harga produk dasar tinggi sebagai hambatan masuk dan keluar, seperti mobil mahal dengan bensin murah. Pemahaman ini penting bagi pelaku bisnis dalam merancang strategi penjualan dan penetapan harga produk.
Berdasarkan penjelasan di Indeed, barang komplementer juga membantu perusahaan memahami bagaimana harga satu produk bisa memengaruhi permintaan produk lainnya, sehingga memperkaya model hubungan antar barang dalam strategi bisnis.
Ciri-Ciri Barang Komplementer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8577315/original/046349000_1782535238-brett-jordan-Dm1KOFTqkgE-unsplash.jpg)
Perbesar
Untuk mengidentifikasi apakah suatu barang termasuk kategori komplementer, terdapat beberapa karakteristik khusus yang membedakannya dari jenis barang pelengkap lainnya. Memahami ciri-ciri ini akan memudahkan dalam mengenali hubungan antar barang yang saling melengkapi di sekitar kita.
Sebagaimana dikutip dari Vaia, barang komplementer adalah produk yang umumnya digunakan secara bersama-sama dan saling memengaruhi permintaan satu sama lain, dengan kurva permintaan yang menunjukkan arah menurun ketika harga barang pasangannya naik.
-
Harus Berpasangan dengan Barang Lain
Ciri paling mendasar dari barang komplementer adalah sifatnya yang selalu berpasangan. Barang ini memiliki keterikatan fungsional dengan barang lain, sehingga keduanya perlu digunakan bersama agar memberikan manfaat optimal. Misalnya, printer dan tinta adalah pasangan karena printer tidak bisa mencetak dokumen tanpa tinta yang tersedia.
-
Memiliki Elastisitas Harga Silang Negatif
Dalam ekonomi mikro, elastisitas harga silang (cross-price elasticity of demand) digunakan untuk mengukur persentase perubahan jumlah yang diminta dari satu barang sebagai respons terhadap perubahan harga barang komplementernya. Ketika harga barang utama mengalami kenaikan signifikan, permintaan terhadap barang komplementernya biasanya ikut turun meskipun harganya sendiri tidak berubah. Jika nilai elastisitas silang bernilai negatif, kedua produk tersebut adalah barang komplementer, sedangkan jika positif, keduanya adalah barang substitusi.
-
Nilai Guna Meningkat saat Digunakan Bersama
Konsumen memperoleh kepuasan (utility) yang lebih besar ketika mengonsumsi barang komplementer secara bersamaan karena kombinasi keduanya menciptakan hasil yang lebih bernilai. Smartphone tetap bisa digunakan untuk mengambil foto secara offline, tetapi nilainya meningkat berkali lipat saat dipasangkan dengan paket data internet yang memungkinkan akses media sosial dan layanan streaming.
-
Memengaruhi Permintaan Pasar secara Langsung
Tinggi atau rendahnya permintaan terhadap barang komplementer sangat dipengaruhi oleh ketersediaan barang pasangannya di pasar. Tidak mungkin konsumen hanya membeli satu barang dan meninggalkan pasangannya karena keduanya saling dibutuhkan agar bisa berfungsi secara optimal.
-
Dapat Mendorong Psikologi Konsumsi
Komplementaritas juga dapat didorong oleh proses psikologis, di mana konsumsi satu barang merangsang permintaan terhadap barang pelengkapnya karena konsumen percaya keduanya akan lebih nikmat jika dikonsumsi bersama, seperti meminum cola yang meningkatkan keinginan untuk membeli burger.
Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Produk di Pasar
Jenis Barang Komplementer: Kuat, Lemah, dan Sempurna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3650444/original/091833300_1638419446-noah-smith-LkuH3Txi_gs-unsplash_1_.jpg)
Perbesar
Tidak semua barang komplementer memiliki tingkat ketergantungan yang sama. Dalam ilmu ekonomi, barang komplementer dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kekuatan hubungan antar barang tersebut.
Mengacu pada Boycewire, tidak semua barang komplementer bersifat sama karena ada barang komplementer lemah dan kuat, di mana barang komplementer lemah merespons kenaikan harga secara sangat terbatas.
-
Barang Komplementer Kuat (Strong Complements)
Barang komplementer kuat memiliki hubungan yang sangat erat, di mana satu barang bergantung pada barang lainnya untuk memberikan nilai, seperti DVD dan DVD player yang hampir tidak berguna tanpa satu sama lain. Jika harga konsol game naik secara drastis, penjualan video game untuk platform tersebut akan anjlok secara signifikan. Jika suatu produk tidak mungkin dijual secara terpisah, kemungkinan besar produk tersebut merupakan barang komplementer kuat.
-
Barang Komplementer Lemah (Weak Complements)
Jika kita mengambil pancake dan maple syrup sebagai contoh, keduanya memang komplementer, tetapi konsumen juga bisa menggunakan topping lain seperti pisang atau gula, sehingga banyak alternatif yang membuat hubungan keduanya menjadi lemah. Kenaikan harga maple syrup tidak terlalu berdampak terhadap penjualan pancake karena tersedia berbagai alternatif pengganti.
-
Barang Komplementer Sempurna (Perfect Complements)
Terdapat pula kategori barang komplementer sempurna, meskipun hanya sedikit barang yang benar-benar sempurna, seperti sepatu kiri dan sepatu kanan yang secara alami dijual berpasangan dengan rasio penjualan yang tidak pernah bergeser dari 1:1. Merujuk Economics Help, barang disebut komplementer sempurna jika satu barang sama sekali tidak bisa digunakan tanpa barang lainnya.
Pemahaman tentang jenis-jenis ini sangat krusial bagi pelaku bisnis. Misalnya, supermarket kerap menempatkan barang-barang pelengkap berdekatan satu sama lain, seperti saus pasta yang ditempatkan di samping rak pasta, dengan harapan meningkatkan total penjualan melalui mekanisme pasar yang saling mendukung.
Contoh Barang Komplementer dalam Kehidupan Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1171885/original/028118200_1458037827-20160315-Hari-ini-BBM-turun-Rp-200-Angga-3.jpg)
Perbesar
Hampir setiap aspek kehidupan melibatkan penggunaan barang komplementer. Berikut beberapa contoh barang komplementer yang paling umum dijumpai, disertai penjelasan mengapa kedua barang tersebut saling bergantung.
Sebagaimana disampaikan Study.com, barang komplementer adalah barang yang dikonsumsi secara bersamaan, di mana peningkatan permintaan terhadap satu barang secara otomatis meningkatkan permintaan barang lainnya.
-
Mobil dan Bahan Bakar
Mobil adalah barang ekonomi yang tidak dapat berfungsi tanpa bahan bakar, baik berupa bensin, solar, maupun listrik. Data historis menunjukkan bahwa ketika harga bahan bakar meningkat, permintaan terhadap kendaraan berukuran besar yang boros bahan bakar cenderung menurun, dan konsumen mulai beralih ke kendaraan yang lebih hemat energi.
-
Printer dan Tinta
Printer memerlukan tinta atau toner untuk mencetak dokumen. Tanpa tinta, printer hanyalah perangkat tanpa fungsi apa pun, menjadikan keduanya sebagai contoh barang komplementer yang sangat erat. Banyak produsen menjual printer dengan harga murah, tetapi menetapkan harga tinggi untuk kartrid tintanya.
-
Smartphone dan Paket Data
Smartphone tetap bisa digunakan tanpa paket data untuk telepon dan SMS. Namun nilainya meningkat jauh ketika dilengkapi akses internet untuk browsing, media sosial, dan berbagai aplikasi digital.
-
Kompor Gas dan Tabung Gas LPG
Kompor gas memerlukan suplai gas dari tabung LPG agar bisa menyalakan api untuk memasak. Hubungan keduanya sangat erat dalam mendukung aktivitas dapur sehari-hari.
-
Kopi dan Gula
Meskipun kopi bisa diminum pahit tanpa gula, sebagian besar konsumen memadukan keduanya. Hubungan komplementer ini bersifat lemah karena gula bisa diganti oleh pemanis lain seperti madu atau krimer.
-
Sikat Gigi dan Pasta Gigi
Keduanya digunakan bersamaan untuk membersihkan gigi secara efektif. Meskipun secara teknis bisa dipakai sendiri-sendiri, efektivitas pembersihan hanya tercapai jika digunakan bersama.
-
Laptop dan Charger
Laptop membutuhkan charger untuk mengisi daya baterai. Tanpa charger, laptop akan mati saat baterai habis, dan charger tanpa laptop tentu tidak memiliki fungsi.
-
Konsol Game dan Video Game
Konsol game dan video game merupakan contoh barang komplementer yang kuat karena orang yang membeli konsol cenderung membeli game untuk dimainkan, dan saat konsol baru dirilis, permintaan terhadap game yang kompatibel biasanya meningkat.
-
Kamera dan Kartu Memori
Kamera DSLR atau mirrorless membutuhkan kartu memori sebagai media penyimpanan hasil foto. Tanpa kartu memori, kamera tidak bisa mendokumentasikan momen secara permanen, sehingga keduanya saling melengkapi.
-
Sepatu dan Kaos Kaki
Menggunakan sepatu tanpa kaos kaki terasa kurang nyaman dan bisa merusak perlindungan kaki. Keduanya saling melengkapi dalam fungsi pemakaian sehari-hari, meskipun hubungannya bersifat lemah karena sepatu tetap bisa dipakai sendiri.
-
Pisau Cukur dan Mata Pisau
Model bisnis razor and blades menjadi salah satu contoh paling terkenal dari barang komplementer, di mana pisau cukur terkadang dijual sebagai loss leader untuk meningkatkan permintaan terhadap mata pisau pengganti yang lebih menguntungkan.
-
Panel Surya dan Baterai Penyimpan Energi
Dalam era energi terbarukan, panel surya dan baterai penyimpan merupakan contoh barang komplementer modern. Panel surya menghasilkan listrik dari sinar matahari, sementara baterai menyimpan kelebihan energi untuk digunakan di malam hari, menjadikan keduanya pasangan yang saling mendukung dalam kegiatan ekonomi hijau.
Baca juga: Contoh Barang Komplementer dalam Kehidupan Sehari-hari dan Perbedaannya dengan Substitusi
Perbedaan Barang Komplementer dan Barang Substitusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3555163/original/087225100_1630302794-coffee-563797_1280.jpg)
Perbesar
Barang komplementer dan barang substitusi sama-sama berperan penting dalam memenuhi kebutuhan manusia, tetapi memiliki sifat yang bertolak belakang dalam logika ekonomi. Memahami perbedaan keduanya akan membantu analisis perilaku konsumen dan dinamika pasar secara lebih akurat.
Sebagaimana diungkapkan Tutor2u, barang komplementer adalah produk yang dibeli dan digunakan bersama, di mana penurunan harga satu barang dapat meningkatkan permintaan terhadap barang pelengkapnya.
-
Perbedaan dari Segi Fungsi
Barang komplementer memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi satu sama lain. Contohnya, bensin dan mobil berfungsi bersama agar kendaraan bisa berjalan. Sebaliknya, barang substitusi memiliki fungsi yang serupa dan bisa saling menggantikan, seperti teh dan kopi yang sama-sama berfungsi sebagai minuman hangat penyegar.
-
Perbedaan Reaksi terhadap Perubahan Harga
Pada barang komplementer, jika harga barang A naik, permintaan barang B akan turun. Pada barang substitusi, jika harga barang A naik, permintaan barang B justru meningkat karena konsumen beralih ke pilihan yang lebih terjangkau. Elastisitas silang negatif menunjukkan barang komplementer, sedangkan elastisitas silang positif menunjukkan barang substitusi.
-
Perbedaan Tingkat Ketergantungan
Barang komplementer sangat bergantung pada barang pasangannya agar berfungsi maksimal. Pulpen bergantung pada tinta, dan smartphone bergantung pada paket data. Sementara itu, barang substitusi justru tidak memiliki ketergantungan karena keduanya saling menggantikan. Jika nasi tidak ada, konsumen bisa mengonsumsi roti atau kentang sebagai alternatif di pasar.
-
Perbedaan Cara Penggunaan
Barang komplementer digunakan secara bersamaan atau sekaligus, sedangkan barang substitusi digunakan secara bergantian sebagai pilihan. Selain dua kategori tersebut, terdapat pula barang independen (independent goods), yaitu barang yang perubahan harganya tidak memengaruhi konsumsi barang lain sama sekali.
| Hubungan | Saling melengkapi | Saling menggantikan |
| Penggunaan | Dipakai bersamaan | Dipakai bergantian |
| Elastisitas silang | Negatif | Positif |
| Dampak kenaikan harga A | Permintaan B turun | Permintaan B naik |
| Contoh | Kompor dan gas | Teh dan kopi |
Baca juga: Hukum Penawaran dan Hubungannya dengan Harga di Pasar
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Contoh Barang Komplementer
Apa yang dimaksud dengan barang komplementer?
Barang komplementer adalah barang yang nilai guna dan manfaatnya saling melengkapi dengan barang lain, sehingga keduanya biasanya digunakan secara bersamaan. Jika salah satu barang tidak tersedia, barang pasangannya akan mengalami penurunan fungsi atau bahkan tidak bisa digunakan sama sekali. Contoh paling sederhana adalah mobil dan bensin, sikat gigi dan pasta gigi, atau printer dan tinta.
Apakah kopi dan teh termasuk contoh barang komplementer?
Tidak, kopi dan teh bukan barang komplementer melainkan barang substitusi. Keduanya memiliki fungsi serupa sebagai minuman dan bisa saling menggantikan. Jika harga kopi naik, konsumen cenderung beralih ke teh, dan sebaliknya. Contoh barang komplementer untuk kopi justru adalah gula atau krimer karena keduanya digunakan bersama untuk membuat minuman yang nikmat.
Bagaimana barang komplementer memengaruhi strategi bisnis?
Barang komplementer sangat berpengaruh dalam strategi bisnis, terutama dalam penerapan cross-selling dan bundling. Menjual barang komplementer dapat membantu meningkatkan nilai pesanan rata-rata dan mendorong pembelian berulang. Contohnya, restoran cepat saji menawarkan paket yang memadukan burger, kentang goreng, dan minuman sebagai satu paket yang saling melengkapi, sehingga total penjualan meningkat dibandingkan jika dijual secara terpisah.
Pemahaman mendalam tentang contoh barang komplementer pada akhirnya tidak hanya bermanfaat dalam ranah akademis, tetapi juga dalam pengambilan keputusan sehari-hari, baik sebagai konsumen yang cerdas maupun sebagai pelaku bisnis yang strategis dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

12 hours ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8400310/original/065172800_1782281909-0d6bcd89-b439-44f5-9c4d-9a627f5f8042.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062498/original/038920300_1780906901-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401136/original/077306400_1782282984-cbcb5daa-42ea-4c53-9d2c-89cfa51741c8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8572538/original/098087100_1782527472-6yPKziYt26k0CMMm6XBbbCdb6eoldcmidSOBvgrD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516708/original/086344400_1782442238-FKMHu9nLevAWAyQIYki6NPs3QdFS3b1xUsdErHHu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578294/original/027245800_1782536612-It32NIQyhwYD0fbhwQxPIwfV1d2GJbQQpnsTE2m6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8589430/original/085444000_1782555488-lukman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516171/original/033097300_1782441634-B6LSUC6fphmsMfzVaGxSJ7U3qXSQdE2OYpDfOOEj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578256/original/056286300_1782536565-dvVPydNbiYcqWraLvYl5S6Byfyasvjvq3oDKEv2V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4477079/original/090625300_1687419920-Riset.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737988/original/027942000_1707374607-pexels-skip-class-13548721.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510667/original/040509700_1771834944-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_15.08.24.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8586726/original/099343900_1782550609-Semifinal_MLSC_All_Stars_12_Kudus_vs_Surabaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8580864/original/089651700_1782540867-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263033/original/087599000_1781856655-8e8pXPK9AyN4YYf2AlR1uuV8t5vee2YnmZ9qXqpD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578311/original/035907600_1782536627-YXBa45vDtdEYzgKRrDlPJUU4I5WCZD2XEQ5nGRNe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4352452/original/085780100_1678353980-20230309-Larangan-Impor-Baju-Bekas-Faizal-10.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
