Liputan6.com, Jakarta Patriotisme merupakan perasaan cinta, pengabdian, dan keterikatan seseorang terhadap negaranya, yang mencakup aspek bahasa, budaya, politik, hingga sejarah bangsa. Memahami contoh patriotisme dalam kehidupan sehari-hari menjadi langkah penting agar setiap warga negara mampu mengamalkan semangat cinta tanah air secara nyata, bukan sekadar jargon belaka.
Seorang patriot adalah seseorang yang mencintai negaranya, merasa memiliki rasa tugas dan loyalitas terhadap sesama warga negara, serta berkeinginan membela dan melihat negaranya berhasil. Berbagai contoh patriotisme dapat ditemukan dalam hal-hal sederhana, mulai dari partisipasi dalam kegiatan kebangsaan hingga kontribusi nyata di lingkungan masyarakat.
Dilansir dari Vedantu, patriotisme adalah perasaan cinta, pengabdian, dan kesetiaan terhadap negara sendiri yang menginspirasi warga untuk bertindak demi kemajuan dan perkembangan bangsanya. Adlai Stevenson II, negarawan Amerika Serikat, dikutip dari Reader's Digest menyatakan, "Patriotisme bukanlah ledakan emosi yang singkat dan penuh gairah, melainkan pengabdian yang tenang dan mantap sepanjang hidup."
Pengertian Patriotisme dan Asal Usul Katanya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5116670/original/063642100_1738379137-1738375738276_tujuan-patriotisme.jpg)
Perbesar
Berdasarkan Merriam-Webster Dictionary, patriotisme didefinisikan sebagai "cinta terhadap atau pengabdian kepada negara sendiri." Definisi ini mungkin terlihat sederhana, namun makna di baliknya sangat mendalam dan mencakup berbagai aspek kehidupan bernegara. Patriotisme bukan hanya soal mengibarkan bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjalani kehidupannya dengan penuh tanggung jawab sebagai warga negara.
Mengacu pada artikel etimologi di ExamplesWeb yang bersumber dari catatan sejarah kebahasaan resmi (Etymonline), kata patriotisme berakar dari bahasa Yunani kuno patris yang berarti tanah air, dan patrios yang bermakna "milik para leluhur". Kata ini kemudian berkembang menjadi patriotes yang berarti sesama penduduk tanah air. Dalam perjalanannya, istilah ini diserap ke dalam bahasa Latin Akhir sebagai patriota (sesama warga negara), lalu masuk ke bahasa Prancis Pertengahan pada abad ke-15 sebagai patriote, hingga akhirnya diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi kata patriot dan patriotism.
Sebagaimana dikutip dari Britannica, patriotisme adalah perasaan keterikatan dan komitmen terhadap suatu negara, bangsa, atau komunitas politik. Konsep ini telah hadir jauh sebelum lahirnya nasionalisme modern pada abad ke-19. Meskipun patriotisme kerap dikaitkan dengan nasionalisme, keduanya memiliki perbedaan mendasar: patriotisme umumnya dipandang sebagai hal positif yang dilandasi cinta terhadap negara, sementara nasionalisme cenderung dianggap sebagai kepercayaan berlebihan terhadap keunggulan negara sendiri.
Baca juga: Patriotisme Berasal dari Kata Patria Artinya Sikap Cinta Tanah Air
Sebagaimana dilaporkan EBSCO Research, patriotisme pada dasarnya didefinisikan sebagai cinta terhadap negara sendiri, namun mencakup lebih dari sekadar kasih sayang. Hal ini meliputi identifikasi diri dengan sesama warga negara dan menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan bangsa. Charles de Gaulle, Presiden Prancis, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Patriotisme adalah ketika cinta terhadap rakyatmu sendiri menjadi yang utama; nasionalisme, ketika kebencian terhadap orang lain selain rakyatmu yang menjadi utama."
Contoh Patriotisme dalam Kehidupan Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2728662/original/025423800_1550131524-20190214-Pemilu-Disabilitas-8.jpg)
Perbesar
Menerapkan sikap patriotisme tidak harus dengan mengangkat senjata atau terlibat dalam peperangan. Di era modern, tindakan patriotisme kecil maupun besar dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari warga negara yang bekerja untuk memajukan negaranya. Berikut adalah berbagai contoh patriotisme yang bisa diterapkan setiap hari.
- Berpartisipasi dalam Proses Demokrasi — Seorang patriot meyakini bahwa memberikan suara dalam pemilu adalah kewajibannya, sebab hal itu didasari keinginan tulus agar negaranya sukses. Dengan memilih, mereka berkontribusi terhadap visi masa depan negara. Menggunakan hak pilih dalam pemilu dan pilkada merupakan wujud nyata patriotisme warga negara.
- Menghormati Simbol-Simbol Negara — Seorang patriot menghormati simbol-simbol nasional karena simbol tersebut merepresentasikan hal terbaik yang diperjuangkan negaranya. Simbol nasional merupakan bagian penting dari warisan suatu bangsa yang merepresentasikan nilai-nilai dan sejarahnya, serta menjadi sumber kebanggaan warganya. Di Indonesia, hal ini tercermin dalam sikap khidmat saat upacara bendera dan menghormati lambang negara.
- Membeli dan Menggunakan Produk Dalam Negeri — Mendukung produk lokal merupakan bentuk patriotisme ekonomi yang nyata. Dengan memilih produk buatan Indonesia, kita turut menggerakkan roda perekonomian dan memperkuat kemandirian bangsa.
- Melestarikan Budaya dan Kearifan Lokal — Di Jepang, patriotisme terjalin erat dengan warisan budaya yang tampak dalam penghormatan terhadap tradisi selama hari libur nasional. Konteks budaya memengaruhi cara patriotisme diekspresikan; di beberapa wilayah menekankan identitas kolektif, sementara di wilayah lain lebih mengutamakan ekspresi individu. Di Indonesia, menjaga keberagaman budaya Nusantara adalah salah satu contoh patriotisme yang bermakna.
- Aktif dalam Kegiatan Sukarela dan Gotong Royong — Patriotisme penting karena membantu orang merasa terhubung satu sama lain dengan komunitas mereka. Patriotisme juga dapat mendorong seseorang melakukan perubahan positif, seperti menjadi sukarelawan atau mendonasikan waktu dan uang.
- Menjaga Kelestarian Lingkungan — Mencintai tanah air berarti juga merawat bumi tempat kita berpijak. Menjaga kebersihan lingkungan, menanam pohon, serta mengurangi limbah adalah contoh patriotisme terhadap alam Indonesia.
- Taat Membayar Pajak — Pajak merupakan sumber pendanaan pembangunan nasional. Membayar pajak tepat waktu dan secara jujur adalah wujud bela negara secara non-fisik yang sering kali terabaikan.
- Mempelajari dan Menghargai Sejarah Bangsa — Ada banyak contoh patriotisme yang bisa diterapkan, salah satunya adalah mempelajari sejarah bangsa. Mengetahui perjuangan para pendahulu menumbuhkan rasa syukur dan motivasi untuk menghargai jasa pahlawan.
- Membela Nama Baik Bangsa — Bagi seorang patriot, negaranya adalah sumber kebanggaan dan kebahagiaan. Jika negaranya dicemarkan secara tidak adil, seorang patriot akan tampil membela dan memberikan argumen positif sebagai tanggapan.
- Berkontribusi Melalui Keahlian Profesional — Bekerja dengan jujur, berprestasi di bidang masing-masing, dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional merupakan contoh patriotisme modern yang sangat relevan.
Baca juga: Semangat Patriotisme dalam Era Globalisasi
Contoh Patriotisme di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529138/original/012483500_1627962520-mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash_Fotor.jpg)
Perbesar
Lingkungan sekolah dan masyarakat menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan jiwa patriotisme sejak dini. Sebagian besar negara bertujuan menanamkan patriotisme pada generasi muda sejak usia dini, kerap melalui pendidikan serta paparan terhadap simbol dan peristiwa patriotik. George McGovern, Senator Amerika Serikat, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Patriotisme tertinggi bukanlah penerimaan buta terhadap kebijakan resmi, melainkan cinta terhadap negeri yang cukup dalam untuk memanggilnya menuju dataran yang lebih tinggi."
Di lingkungan sekolah, contoh patriotisme dapat diterapkan melalui berbagai kegiatan. Mengikuti upacara bendera dengan khidmat merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan kemerdekaan. Selain itu, menyanyikan lagu-lagu nasional dengan penuh penghayatan, belajar dengan tekun, serta menghargai keberagaman antar teman merupakan wujud nyata semangat kebangsaan di lingkungan pendidikan. Siswa juga dapat menunjukkan sikap patriotik dengan menjaga fasilitas sekolah dan aktif dalam kegiatan Pramuka atau OSIS.
Di lingkungan masyarakat, contoh patriotisme terlihat dari partisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong, menjaga kerukunan antarwarga, serta terlibat dalam musyawarah desa atau kelurahan. Sebagaimana disampaikan Vedantu, makna patriotisme mencakup lebih dari sekadar bertempur di perbatasan; ketika tenaga medis menyelamatkan nyawa saat pandemi atau ketika masyarakat membantu korban bencana, itu adalah patriotisme dalam aksi nyata. Menolong tetangga yang terkena musibah dan menegakkan keadilan di lingkungan sekitar juga merupakan cerminan jiwa patriotik.
Mengutip ExamplesWeb, pada masa bencana alam atau keadaan darurat nasional, sentimen patriotik dapat meningkatkan solidaritas dan kerja sama antarwarga. Contoh-contoh ini menggambarkan bagaimana patriotisme menyatukan masyarakat dan menciptakan rasa kebersamaan yang melampaui perbedaan individu.
Baca juga: Bela Negara adalah Sikap dan Perilaku Cinta Negara Sendiri
Perbedaan Patriotisme dan Nasionalisme
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3204085/original/041534800_1597040043-duy-pham-Cecb0_8Hx-o-unsplash.jpg)
Perbesar
Banyak orang masih mencampuradukkan patriotisme dan nasionalisme, padahal keduanya memiliki nuansa yang berbeda. Merujuk Wikipedia, patriotisme dan nasionalisme awalnya memiliki makna serupa pada abad ke-19, namun makna dan konotasinya secara bertahap berbeda. Merriam-Webster mendefinisikan patriotisme sebagai "cinta terhadap atau pengabdian kepada negara sendiri," sementara nasionalisme didefinisikan sebagai "kesetiaan dan pengabdian kepada suatu bangsa."
Dalam tradisi republikan klasik, seperti yang disampaikan Niccolò Machiavelli, cinta terhadap kebebasan bersama memungkinkan warga negara melihat kepentingan pribadi mereka sebagai bagian dari kebaikan bersama, serta membantu mereka melawan korupsi dan tirani. Meskipun kecintaan terhadap kota ini biasanya bercampur dengan kebanggaan atas kekuatan militer dan keunggulan budaya, institusi politik dan cara hidup kota-lah yang menjadi titik fokus keterikatan patriotik ini.
Filsuf Jerman Jürgen Habermas mengembangkan konsep Verfassungspatriotismus (patriotisme konstitusional), yang berusaha mendasarkan kesetiaan warga bukan pada gagasan komunitas pra-politik yang homogen, melainkan pada komitmen terhadap prinsip-prinsip liberal universal sebagaimana tercantum dalam konstitusi.
Di Indonesia, perbedaan ini penting untuk dipahami agar semangat cinta tanah air tetap sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Patriotisme yang sehat bersifat inklusif dan menghormati keberagaman, sementara nasionalisme yang berlebihan justru dapat memicu sikap chauvinistik dan merugikan hubungan antarbangsa. John F. Kerry, Senator dan Veteran Perang Vietnam, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Saya belajar bahwa patriotisme mencakup protes, bukan hanya dinas militer."
Banyak orang memandang patriotisme sebagai ekspresi alami dan tepat dari keterikatan terhadap negara tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan, serta rasa syukur atas manfaat kehidupan di tanahnya, di antara rakyatnya, dan di bawah hukumnya. Mereka juga menganggap patriotisme sebagai komponen penting dari identitas seseorang. Inilah mengapa contoh patriotisme dalam keseharian menjadi sangat relevan untuk dibicarakan.
Cara Menumbuhkan Sikap Patriotisme di Era Modern
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3544392/original/059946700_1629334153-anggit-rizkianto-uR-gwAxhUOs-unsplash.jpg)
Perbesar
Di tengah derasnya arus globalisasi, menumbuhkan semangat patriotisme menjadi tantangan tersendiri bagi setiap bangsa. Berdasarkan survei Penn State's Mood of the Nation Poll, lebih dari tiga perempat responden berusia 65 tahun ke atas menganggap patriotisme sangat penting dalam kehidupan mereka, namun angka tersebut turun drastis menjadi hanya 21% untuk responden berusia di bawah 30 tahun. Fakta ini menunjukkan perlunya upaya serius untuk menjaga relevansi patriotisme di kalangan generasi muda.
- Pendidikan Karakter Berbasis Kebangsaan — Siswa dapat menunjukkan patriotisme melalui tindakan dan kontribusi positif dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah berperan vital dalam memperkenalkan sejarah perjuangan kemerdekaan serta nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik.
- Keteladanan dari Figur Publik dan Pemimpin — Para pemimpin, tokoh masyarakat, dan figur publik perlu menjadi teladan dalam mengamalkan semangat kepahlawanan. Sastrawan terkenal Mark Twain menyatakan, "Patriotism berarti mendukung negaramu sepanjang waktu, dan mendukung pemerintahmu ketika mereka layak mendapatkannya."
- Membangun Kecintaan terhadap Komunitas Lokal — Sebagaimana diungkapkan Sean Richey, ilmuwan politik dari Georgia State University dalam bukunya Patriotism and Citizenship, faktor yang kerap terabaikan dalam menjelaskan keterlibatan warga adalah patriotisme lokal, atau bagaimana perasaan mereka terhadap kota tempat tinggalnya. Bahkan setelah memperhitungkan faktor usia, pendidikan, pendapatan, dan minat politik umum, mencintai kota sendiri secara kuat memprediksi partisipasi dalam politik lokal.
- Aktif dalam Kegiatan Sukarela Bermakna — Seperti yang diberitakan New America, kegiatan sukarela memberikan warga rasa agensi dan secara aktif membangun komunitas yang mendukung proses politik dengan mengembangkan hubungan antarpribadi yang lebih erat serta memberikan peran aktif dalam menciptakan perubahan.
- Pemanfaatan Media Sosial secara Positif — Generasi muda dapat memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, menyebarkan konten edukatif tentang sejarah bangsa, dan mendukung gerakan cinta produk lokal.
- Mengikuti Peringatan Hari-Hari Besar Nasional — Peringatan hari kemerdekaan, Hari Pahlawan, dan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar formalitas. Hari libur nasional merupakan waktu untuk perayaan dan patriotisme. Momen ini menjadi pengingat akan pengorbanan para pendahulu dan tanggung jawab setiap generasi terhadap masa depan bangsa.
- Membangun Patriotisme Kritis yang Konstruktif — Bagi sebagian orang, patriotisme erat kaitannya dengan mendukung pemerintah dan kebijakannya, sementara bagi yang lain, patriotisme berarti mengkritik pemerintah untuk memastikan pemerintah menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Mengkritik kebijakan yang keliru justru merupakan wujud cinta terhadap bangsa.
Bukti menunjukkan bahwa koneksi emosional terhadap komunitas merupakan sumber daya yang kuat namun sebagian besar belum dimanfaatkan untuk memperkuat demokrasi dari akar rumput. Di era menurunnya keterlibatan warga dan mendalamnya perpecahan partisan, memupuk patriotisme lokal mungkin menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Mark Twain, sastrawan Amerika, dikutip dari Quotlr menyatakan, "Patriotisme modern yang sejati dan satu-satunya yang rasional adalah kesetiaan kepada bangsa sepanjang waktu, kesetiaan kepada pemerintah ketika mereka layak mendapatkannya."
Baca juga: Semangat Patriotisme dalam Era Globalisasi Penting dalam Membangun Karakter
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Contoh Patriotisme dalam Kehidupan Sehari-hari
Apa yang dimaksud dengan patriotisme?
Patriotisme adalah cinta terhadap atau pengabdian kepada negara sendiri. Dalam konteks yang lebih luas, patriotisme mencakup rasa bangga, kesetiaan, kemauan untuk berkorban demi kepentingan bangsa, serta partisipasi aktif dalam memajukan negara melalui berbagai bidang kehidupan, baik sosial, ekonomi, budaya, maupun politik.
Apa saja contoh patriotisme yang bisa dilakukan sehari-hari?
Contoh patriotisme dalam kehidupan sehari-hari meliputi mengikuti upacara bendera dengan khidmat, menggunakan hak pilih dalam pemilu, membeli produk dalam negeri, melestarikan budaya daerah, menjaga kebersihan lingkungan, taat membayar pajak, serta aktif dalam kegiatan gotong royong di lingkungan tempat tinggal.
Apa perbedaan antara patriotisme dan nasionalisme?
Patriotisme merujuk pada pengabdian terhadap suatu tempat dan cara hidup tertentu yang diyakini sebagai yang terbaik tanpa keinginan memaksakan kepada orang lain, dan bersifat defensif baik secara militer maupun budaya. Nasionalisme, di sisi lain, cenderung lebih agresif dan berorientasi pada kekuasaan serta keunggulan bangsa sendiri di atas bangsa lain. Keduanya saling melengkapi, namun patriotisme yang sehat selalu berlandaskan pada nilai-nilai luhur yang menghargai keberagaman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8518926/original/093478700_1782445561-b5d26a3b-3b6c-4513-95b2-8d1576e2931c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474359/original/016855500_1782384069-lANKo2zd0QWYcQtfx3ff2nkLu526SwT5ZSUo9Bnb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3399809/original/087470500_1615541216-20210312-Penjual_Piringan_Hitam__CD_dan_Kaset_Pita_Bertahan_di_Era_Digital_dan_Pandemi-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396179/original/075553500_1782277238-UnHrUKYufpztHLzWzvnEQ3cgredXKGGx63Qtrzl7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472948/original/045750900_1782381642-EwnYjUniEmuRxQSJ0RkKfLOyxdiKXDrLbywCyFAz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516263/original/008062300_1782441709-xphhsTs2xR3mROTvzeAhH6cr6hnDZZC4iMzHkzDN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516176/original/091697900_1782441641-QpRferzuxI9Jr9Wky825lFcvLMEU4l5OKgOSKAF3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474340/original/030142600_1782384055-40lO2Zvz5ise0HAdmqFmuGvyk2wjtHrrJVZaBMhx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263018/original/062015000_1781856638-dSY6HkzvbNwvdN1ITfQym1eBCHK19empj6SsZOBf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474343/original/050618800_1782384056-BUq9vCu4MiTga8Jtqhmy6uWerpOhGPW2JuEsbE0y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474328/original/090650000_1782384044-hePXNt7KCRTCKaUHFcFDo4In7dsiTUBlGC2m2vqu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3255027/original/046915200_1601539420-photo-1574607383363-5b5f1747b37b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3510191/original/080776800_1626239245-thought-catalog-IjpqsMP6RzY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474330/original/013538800_1782384046-HtopnNcjMCgs6LvyMwBEEq62it8m4Dm1Z060rgNY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396200/original/032355200_1782277250-pSIXYUhPl977xYJ4l5TAEhssPjATXZ53iRzbCWpd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396228/original/005383800_1782277281-wxQ5FNrIFysJbgusgS6L4p50XMccTWo921gePn3t.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474355/original/046084700_1782384061-BhDNYw7rvpJoamxfP3aqnk8OmNTcFsWo5w0vQORV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5056854/original/023892900_1734564685-KIM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474318/original/030628400_1782384034-arBqcXAl4S06GV2iP1BncAeqifHEkt2QLfz1C2K5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474326/original/045696200_1782384042-yvoZUgKcG0BtkE8Rwykbw192j8P6MJaLgtIZ4Uz9.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)