Liputan6.com, Jakarta Memahami contoh teks argumentasi singkat merupakan langkah awal yang penting bagi siapa saja yang ingin mengasah kemampuan menulis secara logis dan persuasif. Teks argumentasi merupakan karya tulis yang berusaha meyakinkan pembaca melalui argumen yang jelas dan koheren.
Dalam dunia akademis maupun profesional, kemampuan menyusun argumen yang terstruktur menjadi keterampilan esensial. Esai argumentatif menyajikan argumen yang diperluas untuk sebuah pernyataan tesis, di mana penulis mengambil sikap yang jelas terhadap suatu subjek dan membangun kasusnya berdasarkan bukti.
Teks argumentasi merupakan salah satu jenis teks yang paling umum dan dicirikan oleh upaya meyakinkan pembaca tentang suatu gagasan dengan menyajikan argumen pendukung. Beragam contoh teks argumentasi singkat dalam berbagai tema akan dibahas secara lengkap di bawah ini untuk membantu Anda memahami pola penulisannya.
Pengertian Teks Argumentasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8510451/original/080290500_1782433090-Use_AI_Image_Jun_26__2026__06_57_03.jpg)
Perbesar
Teks argumentasi merupakan salah satu jenis tulisan yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari opini di media massa hingga karya tulis ilmiah. Sebelum mempelajari contoh teks argumentasi singkat, penting untuk memahami definisi dasarnya terlebih dahulu. Teks argumentatif adalah teks yang tujuan utamanya meyakinkan pembaca tentang gagasan, opini, atau posisi tertentu, di mana penulis menyajikan argumen yang solid didukung oleh bukti dan penalaran logis.
Mengacu pada penjelasan Scribbr, esai argumentatif menyajikan argumen lengkap yang didukung oleh bukti dan analisis, serta merupakan jenis esai paling umum di tingkat universitas. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya keterampilan menulis teks argumentasi dalam konteks akademis.
Teks argumentatif merupakan jenis tulisan di mana penulis mengambil posisi yang jelas terhadap isu yang dapat diperdebatkan dan mendukungnya dengan bukti, dengan tujuan utama meyakinkan pembaca untuk menyetujui sudut pandang penulis atau setidaknya menganggapnya valid. Berbeda dengan sekadar menyatakan opini, teks argumentasi menuntut penulis untuk menyertakan fakta, data, dan penalaran logis.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam paragraf argumentasi. Istilah "argumentatif" dan "persuasif" sering dipertukarkan, tetapi secara teknis keduanya merupakan dua jenis tulisan yang berbeda; meskipun sama-sama menggunakan bukti dan logika untuk mempertahankan suatu posisi, esai persuasif juga menggunakan emosi untuk menarik perhatian audiens.
Struktur Teks Argumentasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8510452/original/091458400_1782433090-image_8e3f8e33.jpg)
Perbesar
Memahami struktur teks argumentasi merupakan fondasi utama sebelum menyusun contoh teks argumentasi singkat yang baik. Struktur klasik teks argumentatif bersifat fundamental bagi kejelasan dan efektivitasnya, terdiri dari tiga bagian esensial, yaitu pendahuluan, pengembangan, dan kesimpulan, yang masing-masing memiliki fungsi spesifik dalam pengorganisasian teks.
Berdasarkan penjelasan Newsela, terdapat dua model utama yang umum digunakan dalam menyusun teks argumentasi:
- Model Toulmin — Model ini mencakup bagian pembuka di mana penulis menyatakan klaim dan memberikan informasi latar belakang, diikuti bagian tengah untuk mendukung klaim dengan alasan dan bukti serta menanggapi argumen tandingan, dan ditutup dengan bagian penutup yang menegaskan kembali klaim.
- Model Rogerian — Dalam format ini, bagian pembuka menyajikan topik dan memperkenalkan dua sisi argumen, bagian isi memberikan informasi dan bukti tentang kekuatan serta kelemahan kedua sisi, dan kesimpulan menyatakan sisi mana yang lebih kuat setelah menganalisis bukti.
- Model Klasik (Aristotelian) — Model ini merupakan pendekatan yang paling langsung, dimulai dengan pendahuluan yang menyajikan isu dan klaim, kemudian menyediakan alasan dan bukti untuk mendukung posisi, diikuti argumen tandingan dan sanggahannya.
Sebagaimana disampaikan Study.com, struktur esai argumentatif mengikuti format standar berupa pendahuluan yang diikuti oleh tiga poin argumentatif dalam tiga paragraf isi yang terpisah, serta kesimpulan; pendahuluan harus dimulai secara umum lalu menyempit fokusnya, dan berpuncak pada tesis esai argumentatif.
Baca juga: 15 Contoh Teks Eksposisi Beserta Strukturnya
Secara lebih rinci, berikut adalah komponen utama dalam setiap bagian struktur teks argumentasi:
- Pendahuluan (Introduction) — Bagian ini berisi kalimat pembuka yang menarik perhatian (hook), latar belakang topik, dan pernyataan tesis. Pendahuluan dalam teks argumentatif berfungsi sebagai surat perkenalan, yang menangkap perhatian pembaca sejak awal melalui penggunaan sumber daya seperti pertanyaan yang mengena, kutipan relevan, atau statistik yang mengejutkan.
- Tubuh Argumen (Body) — Bagian ini biasanya terdiri dari tiga paragraf atau lebih di mana penalaran dan data yang mendukung sudut pandang Anda diuraikan; setiap paragraf harus berfokus pada satu gagasan berbeda dan harus dimulai dengan menetapkan tema yang ingin dikembangkan secara jelas, termasuk argumen yang berlawanan.
- Kesimpulan (Conclusion) — Kesimpulan adalah bagian akhir esai argumentatif yang merupakan sintesis dari seluruh informasi dalam esai; kesimpulan menegaskan kembali pentingnya topik, memperkuat posisi esai, dan menyatakan ulang tesis secara mengejutkan, tanpa menyertakan informasi baru.
Jenis-Jenis Teks Argumentasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8510453/original/001643000_1782433091-image_6bc6c22d.jpg)
Perbesar
Sebelum menyimak contoh teks argumentasi singkat, ada baiknya mengenal jenis-jenis teks argumentasi yang beragam. Setiap jenis memiliki pendekatan dan tujuan yang berbeda dalam menyampaikan argumen. Dilansir dari Paperpal, model Aristotelian, Rogerian, dan Toulmin merupakan tiga pendekatan berbeda terhadap struktur esai argumentatif, masing-masing dengan prinsip dan metodenya sendiri.
Baca juga: Mengenal Kata Penghubung Argumentatif dan Contohnya
Berdasarkan jenis klaim yang diajukan, teks argumentasi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori. Mengutip penjelasan Paperpal, berikut jenis-jenis klaim dalam teks argumentasi:
- Klaim Fakta (Fact Claims) — Menyatakan bahwa sesuatu itu benar atau salah dan dapat diverifikasi melalui bukti.
- Klaim Definisi (Definition Claims) — Klaim definisi menegaskan makna atau klasifikasi suatu konsep atau istilah.
- Klaim Perbandingan (Comparative Claims) — Klaim perbandingan menyatakan bahwa satu hal lebih baik atau lebih buruk daripada hal lain dalam aspek-aspek tertentu.
- Klaim Evaluasi (Evaluation Claims) — Klaim evaluasi menilai kualitas, signifikansi, atau efektivitas sesuatu berdasarkan kriteria tertentu.
- Klaim Nilai (Value Claims) — Klaim nilai mengekspresikan penilaian tentang nilai atau moralitas sesuatu, sering kali berdasarkan keyakinan pribadi atau nilai-nilai sosial.
- Klaim Kebijakan (Policy Claims) — Mengusulkan tindakan tertentu yang harus diambil untuk menyelesaikan suatu masalah.
Selain berdasarkan jenis klaim, teks argumentasi juga dapat dikategorikan berdasarkan pola penalarannya, seperti argumentasi deduktif (dari umum ke khusus), argumentasi induktif (dari khusus ke umum), argumentasi sebab-akibat, dan argumentasi analogi.
Contoh Teks Argumentasi Singkat Berbagai Tema
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8510454/original/023922400_1782433091-FREEE.jpg)
Perbesar
Berikut adalah kumpulan contoh teks argumentasi singkat dengan berbagai tema yang dapat dijadikan referensi belajar. Setiap contoh disusun mengikuti struktur teks argumentasi yang benar, yakni pendahuluan, tubuh argumen, dan kesimpulan. Esai argumentatif adalah genre penulisan di mana seseorang menyelidiki suatu topik, mengumpulkan, menghasilkan, dan mengevaluasi bukti, serta menetapkan posisi terhadap topik tersebut, bukan sekadar menyatakan opini, melainkan membuktikannya dengan penalaran dan bukti yang solid.
1. Contoh Teks Argumentasi Singkat tentang Pendidikan
Pendahuluan: Kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam hal pemerataan akses dan mutu pembelajaran. Seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil langkah konkret untuk meningkatkan standar pendidikan nasional.
Argumen: Data menunjukkan bahwa ketimpangan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan masih cukup lebar. Banyak sekolah di daerah terpencil kekurangan tenaga pengajar berkualitas dan fasilitas belajar yang memadai. Investasi lebih besar dalam pelatihan guru dan penyediaan infrastruktur pendidikan di wilayah tertinggal terbukti mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.
Kesimpulan: Oleh karena itu, pemerintah perlu memprioritaskan anggaran pendidikan secara lebih merata agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas.
Baca juga: Memahami Tujuan Teks Argumentasi dan Aspek Pentingnya
2. Contoh Teks Argumentasi Singkat tentang Kesehatan
Pendahuluan: Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat modern. Pola makan yang didominasi junk food berpotensi memicu berbagai penyakit kronis.
Argumen: Makanan cepat saji umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan natrium, namun rendah serat serta nutrisi penting lainnya. Konsumsi berlebihan berkorelasi dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan. Masyarakat perlu diedukasi tentang pentingnya membaca label nutrisi dan memilih makanan yang lebih sehat.
Kesimpulan: Dengan demikian, mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan beralih ke pola makan seimbang merupakan langkah yang perlu segera diterapkan demi menjaga kesehatan jangka panjang.
3. Contoh Teks Argumentasi Singkat tentang Lingkungan
Pendahuluan: Pencemaran plastik di lautan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Setiap tahun, jutaan ton sampah plastik memasuki ekosistem laut dan mengancam kelangsungan hidup biota laut.
Argumen: Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami. Selama proses tersebut, mikroplastik masuk ke rantai makanan dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dan pengembangan material ramah lingkungan sebagai pengganti terbukti efektif di berbagai negara yang telah menerapkan kebijakan serupa.
Kesimpulan: Maka dari itu, kebijakan pembatasan plastik sekali pakai perlu segera diterapkan secara menyeluruh untuk melindungi ekosistem laut dan kesehatan generasi mendatang.
Baca juga: 10 Contoh Teks Eksposisi Singkat dan Strukturnya
4. Contoh Teks Argumentasi Singkat tentang Teknologi
Pendahuluan: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) membawa dampak signifikan terhadap dunia kerja. Otomatisasi yang didorong AI berpotensi menggantikan sejumlah pekerjaan manusia dalam waktu dekat.
Argumen: Berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur hingga layanan pelanggan, mulai mengadopsi AI untuk meningkatkan efisiensi. Namun, AI juga menciptakan peluang kerja baru di bidang pengembangan perangkat lunak, analisis data, dan pemeliharaan sistem. Kunci adaptasi terletak pada peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) tenaga kerja agar mampu berkolaborasi dengan teknologi.
Kesimpulan: Dengan persiapan yang tepat, kehadiran AI tidak harus dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja yang lebih bernilai tambah.
5. Contoh Teks Argumentasi Singkat tentang Media Sosial
Pendahuluan: Penggunaan media sosial di kalangan remaja terus meningkat seiring mudahnya akses terhadap perangkat digital. Fenomena ini memunculkan perdebatan tentang dampaknya terhadap kesehatan mental generasi muda.
Argumen: Paparan konstan terhadap konten media sosial yang menampilkan kehidupan ideal orang lain dapat memicu perasaan tidak puas, kecemasan, dan rendah diri di kalangan remaja. Selain itu, kebiasaan scrolling tanpa henti mengganggu pola tidur dan mengurangi waktu untuk aktivitas produktif. Pengawasan orang tua dan edukasi tentang literasi digital menjadi langkah penting dalam membantu remaja menggunakan media sosial secara bijak.
Kesimpulan: Pembatasan waktu penggunaan media sosial dan penguatan literasi digital sejak dini merupakan upaya yang perlu digalakkan untuk melindungi kesehatan mental generasi muda di era informasi.
Tips Menulis Teks Argumentasi yang Efektif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8510455/original/056564700_1782433091-FREE.jpg)
Perbesar
Setelah mempelajari beragam contoh teks argumentasi singkat, langkah selanjutnya adalah memahami cara menyusun teks argumentasi yang baik. Sebagaimana dikutip dari Upbility Publications, teks argumentatif bertujuan meyakinkan pembaca dengan menyajikan tesis yang didukung fakta dan bukti secara jelas dan koheren, salah satu fitur utamanya adalah pembahasan argumen tandingan, yang memperkuat posisi penulis dan menunjukkan kemampuan berpikir kritis.
Berikut adalah tips penting yang perlu diperhatikan saat menulis teks argumentasi:
- Pilih topik yang dapat diperdebatkan — Esai argumentatif dapat ditulis tentang subjek apa pun yang memiliki polarisasi, artinya isu yang mengandung gagasan yang saling bertentangan; topik tipikal meliputi peristiwa terkini, politik, sejarah, dan budaya.
- Rumuskan tesis yang kuat — Tesis adalah tulang punggung setiap esai argumentatif, tanpa tesis yang kuat, seluruh esai akan terasa lemah, membingungkan, atau tidak jelas; tesis yang baik membuat argumen Anda kokoh, fokus, dan mudah dipertahankan.
- Dukung argumen dengan bukti kredibel — Gunakan data statistik, hasil penelitian, kutipan ahli, atau contoh nyata dari sumber terpercaya.
- Tanggapi argumen tandingan — Argumen yang benar-benar kuat mengakui sudut pandang yang berlawanan; menyajikan argumen tandingan menunjukkan bahwa Anda telah mempertimbangkan semua sisi.
- Hindari kesalahan logika (logical fallacies) — Waspadai kesalahan seperti ad hominem (menyerang pribadi), straw man (menyederhanakan argumen lawan secara berlebihan), dan hasty generalization (menarik kesimpulan dari bukti yang tidak cukup).
- Gunakan transisi yang efektif — Kata penghubung argumentatif seperti "oleh karena itu", "namun", dan "di sisi lain" membantu membangun alur logis dalam tulisan.
- Tulis kesimpulan yang berkesan — Kesimpulan bukan tempat untuk menyertakan gagasan baru; fokuskan pada merangkum dan menciptakan efek yang diinginkan pada pembaca agar argumen Anda lebih mapan dan poin-poin utama menonjol.
- Revisi dan edit tulisan — Untuk menulis esai argumentatif, penulis harus melakukan riset tentang topik untuk memutuskan sikap yang diambil serta mengumpulkan bukti pendukung, membuat kerangka poin utama dan bukti, lalu menulis draf yang harus selalu diperiksa ulang sebelum dikirimkan.
Baca juga: Cara Membuat Teks Argumentasi yang Meyakinkan
Selain tips di atas, pemahaman terhadap tiga pilar retorika yang diperkenalkan Aristoteles juga sangat membantu. Pilar tersebut terdiri dari ethos (kredibilitas penulis), logos (logika dan penalaran), dan pathos (daya tarik emosional). Esai argumentatif harus objektif dalam pendekatannya; argumen yang disajikan harus bergantung pada logika dan bukti, bukan pada pernyataan berlebihan atau daya tarik emosional semata. Keseimbangan ketiga elemen ini menjadi kunci keberhasilan sebuah tulisan argumentatif.
Memahami perbedaan antara teks argumentasi dengan jenis teks lainnya juga penting. Teks persuasi lebih menekankan ajakan emosional, sedangkan teks eksposisi bertujuan menjelaskan tanpa mempengaruhi pembaca. Teks argumentasi berada di antara keduanya: menggunakan logika dan bukti untuk meyakinkan, namun tetap menjaga objektivitas.
Perbedaan Teks Argumentasi dengan Teks Persuasi dan Eksposisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8510456/original/071786100_1782433091-student-female-hands-performing-written-task-copybook__1_.jpg)
Perbesar
Banyak orang masih keliru membedakan teks argumentasi dengan teks persuasi maupun eksposisi. Ketiga jenis teks ini memang memiliki beberapa kesamaan, namun tujuan dan pendekatannya berbeda secara mendasar. Mengacu pada penjelasan San José State University Writing Center, tulisan argumentatif sejalan dengan suatu sikap tetapi tidak bermaksud membujuk audiens untuk membuat keputusan emosional; tulisan argumentatif mengumpulkan dan menyajikan bukti, memungkinkan pembaca untuk membuat keputusan yang terinformasi mengenai topik tersebut.
Berikut perbedaan utama ketiga jenis teks tersebut:
| Tujuan | Meyakinkan dengan logika dan bukti | Membujuk untuk bertindak | Menjelaskan dan menginformasikan |
| Pendekatan | Objektif, berbasis data | Emosional dan persuasif | Netral dan informatif |
| Penggunaan Emosi | Minim, fokus pada logika | Intensif, sebagai alat utama | Tidak ada |
| Argumen Tandingan | Wajib dibahas dan dibantah | Opsional | Tidak diperlukan |
| Contoh Penggunaan | Esai akademis, opini ilmiah | Iklan, kampanye, pidato | Ensiklopedia, buku teks |
Baca juga: 6 Contoh Teks Persuasi Singkat Lengkap dengan Strukturnya
Berbeda dengan esai eksplanatori yang hanya menyajikan fakta, esai argumentatif bertujuan untuk meyakinkan, menanggapi argumen tandingan, dan menyajikan kasus yang menyeluruh. Pemahaman terhadap perbedaan ini membantu penulis dalam memilih gaya penulisan yang tepat sesuai konteks dan tujuannya.
Kemampuan menulis esai argumentatif merupakan keterampilan yang berguna baik dalam konteks akademis maupun profesional. Dengan terus berlatih menyusun contoh teks argumentasi singkat dan mempelajari ciri-ciri karangan argumentasi, kemampuan berargumen secara tertulis akan semakin terasah. Keterampilan ini tidak hanya bermanfaat dalam memahami berbagai jenis teks, tetapi juga dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta dan penalaran yang terstruktur.
Baca juga: Contoh Paragraf Eksposisi Singkat dan Panduan Lengkapnya
Tanya & Jawab Seputar Contoh Teks Argumentasi Singkat
Apa yang dimaksud dengan teks argumentasi?
Teks argumentasi adalah tulisan yang tujuan utamanya meyakinkan pembaca tentang gagasan, opini, atau posisi tertentu, di mana penulis menyajikan argumen yang solid didukung oleh bukti dan penalaran logis; teks ini dapat membahas topik kontroversial atau dapat diperdebatkan, dan biasanya memiliki struktur terorganisasi yang mencakup tesis yang jelas, pengembangan argumen, dan kesimpulan yang persuasif.
Apa saja struktur utama dalam teks argumentasi?
Struktur teks argumentasi terdiri dari tiga bagian esensial, yaitu: pendahuluan yang bertujuan menangkap perhatian pembaca dan menyajikan tesis atau posisi yang akan dipertahankan; pengembangan yang merupakan tempat penyajian bukti, contoh, dan penalaran yang mendukung tesis; serta kesimpulan yang merangkum argumen yang telah disajikan dan memperkuat posisi penulis.
Apa perbedaan teks argumentasi dan teks persuasi?
Meskipun istilah "argumentatif" dan "persuasif" sering dipertukarkan, keduanya merupakan dua jenis tulisan yang berbeda secara teknis; esai argumentatif dan persuasif sama-sama menggunakan bukti dan logika untuk mempertahankan suatu posisi, namun esai persuasif juga menggunakan emosi untuk menarik perhatian audiens. Dengan kata lain, teks persuasi cenderung lebih membujuk secara emosional, sedangkan teks argumentasi lebih mengedepankan logika dan bukti objektif.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

2 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472973/original/025200300_1782381687-F36KMvaY4PhIb47hGV2HP6TSIQIXfEjc9UTWlG5M.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396185/original/093093400_1782277242-FiLF1LaQCIm7ZHPsrU3FOKOKABqamrtiZpNIH8ZW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263021/original/001208500_1781856642-AEkO2qITBZPgQPaBgeeuFOHGKF2U2OEGAFnEGg0D.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8457645/original/085681300_1782356218-808a56f2-c8e7-4c9d-b68f-b437f2a00384.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8489277/original/039497600_1782402982-Pre-Season_Check._____Persija.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8330953/original/047155100_1782201045-j8et5XlFnpCC4NUSLoBX9f0nBg3BLCXYFy0YTS9s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396222/original/034845700_1782277274-YBk6XcfqdynnMmTbgrN0ITkM3G7FiNWcLAYlXLxb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5201648/original/023533200_1745828932-pexels-rdne-4920837__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8480633/original/009810600_1782392455-hlp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4909059/original/034976800_1722766959-Persebaya_Surabaya_-_Ilustrasi_Logo_Persebaya_Surabaya_2024_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401866/original/094153500_1782283851-uSvLoeWNH4W3Pv6tav8cXceQZxktgwQs0GFdEzSL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472814/original/012545100_1782377656-14731953764215776770.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3202958/original/062911200_1596893908-Persijap_Jepara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472918/original/098650100_1782380510-hl3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3316730/original/023310000_1607256080-000_E36DO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472928/original/077475000_1782380820-17860224664196783725.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472815/original/081892200_1782377782-Dapur_Terbuka_Minimalis_Anti_Cipratan_Minyak_yang_Dinding_Terjaga_Kebersihannya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472843/original/054838400_1782378172-15080172360213501685.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)