Di Bawah Arahan Shin Tae-yong, Persija Akan Bermain Lebih Agresif dengan Filosofi Barcelona: Tiki Taka

18 hours ago 8

Bola.com, Jakarta - Semua menanti seperti apa gerangan Persija Jakarta di bawah arahan pelatih anyar, Shin Tae-yong. Musim lalu, Persija kembali gagal memenangkan perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Macan Kemayoran yang saat itu diarsiteki pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, finis di posisi ketiga.

Dikontrak selama tiga tahun, Shin Tae-yong pastinya mengemban misi yang tak enteng. Musim depan, manajemen berharap mantan pembesut Timnas Indonesia itu bisa mempersembahkan gelar juara.

Maklum, tahun depan, tepatnya tanggal 22 Juni 2027, Jakarta genap 500 tahun. Jadi, titel juara BRI Super League 2026/2027 merupakan kado spesial dari Macan Kemayoran.

Lantas, seperti apa gaya dan filosifi permainan Rizky Ridho dkk. di bawah arahan STY?

Lewat kanal YouTube "JMTV", STY melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo alias Jeje, mengatakan Persija akan bermain agresif dengan sistem tiki taka.

Yudi Cahyadi akan menghadapi Xie Bin di ajang Road to UFC Makau demi memburu kontrak UFC. Petarung Indonesia berjuluk Prabu Gagak Lumayung itu mengandalkan striking dan menargetkan kemenangan spektakuler untuk menarik perhatian UFC.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Filosofi Permainan

Menoleh ke belakang, selama menukangi Timnas Indonesia dari 2020 hingga 2025, Skuad Garuda binaan STY bermain reaktif, lebih menunggu, lebih bertahan, dan serangan balik yang cepat.

"Permainan yang diinginkan coach Shin itu, tiki taka dan menyerang dengan agresif karena saat di timnas memang lawan-lawannya lebih baik daripada kita sebenarnya. Makanya, menggunakan taktik bagaimana bisa menang," kata Jeje, mewakili STY.

Dengan filosofi permainan yang sama, STY yakin Persija bisa menguasai serangan. Yang pasti, Persija bakal tampil sangat berbeda dari musim sebelumnya, termasuk formasinya.

"Tapi, coach Shin yakin, di Persija bisa menguasai penyerangan di dalam pertandingan. Jadi, Persija akan beda banget dan juga formasi. Bisa jadi 4-4-2, 4-2-3-1. Intinya empat bek," imbuh Jeje.

Paham Karakter Suporter

Eks nakhoda Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu tak terlalu memusingkan ihwal dukungan suporter. Saat menukangi timnas, semua suporter berada di belakang juru taktik berusia 57 tahun itu.

Namun, kini, di liga, sambutan supoter tentunya berbeda. Terlebih saat Macan Kemayoran melakoni laga tandang atau away.

Shin Tae-yong paham betul dan akan menyikapinya dengan baik.

"Yang pasti beda. Maksudnya, ketika di timnas kan memang semua masyarakat menjadi suporter. Tapi, kalau ini memang beda daerah sudah beda suporter."

"Jadi, ya kami harus menerima dan kalau di timnas memang semuanya memberikan dukungan kepada coach Shin. Tapi, kalau di liga masing-masing tim kan punya suporter."

Soal Target

Terkait target yang dipatok manajemen musim depan, STY enggan muluk-muluk. Ia memilih fokus bagaimana caranya agar setiap pertandingan bisa dimenangkan.

STY juga berharap dukungan The Jakmania, pemuja setia Persija. Seperti halnya manajemen, The Jakmania juga menaruh harapan yang sama yakni tim kesayangan bisa menjadi yang terbaik musim depan.

"Mungkin dengan beberapa program, harus bisa jadi satu juga dengan suporter. Target kami pasti akan berusaha semaksimal mungkin biar bisa menang di setiap laga," ucap STY via Jeje.

"Kalau kita berprestasi, otomatis akan ada sinergi yang baik. Maksudnya di antara klub dan suporter. Jadi, ya, kami memang harus berusaha setiap pertandingan," imbuhnya.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|