Kiper PSBS Merespons Rumor ke PSS: Masih Sebatas Pembicaraan Lewat Agen

5 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - Kiper PSBS Biak, Kadu, akhirnya buka suara terkait rumor kepindahannya ke PSS Sleman. Nama penjaga gawang asal Angola itu belakangan santer dikaitkan dengan Super Elang Jawa.

Kepada Bola.com, Kadu mengakui adanya komunikasi dengan pihak PSS. Namun, proses tersebut masih berlangsung melalui sang agen dan belum mengarah pada kesepakatan resmi.

"Untuk saat ini, itu baru sekadar rumor," ujar Kadu saat ditanya mengenai kabar dirinya bakal bergabung dengan PSS musim depan.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah manajemen Super Elja sudah menghubunginya, kiper berusia 31 tahun tersebut menjawab singkat. "Melalui agen," katanya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ingin Bertahan di Indonesia

Mantan kiper FC Porto itu tak menampik keinginan untuk tetap berkarier di Indonesia. Meski musim ini harus menghadapi situasi sulit bersama PSBS, ia mengaku nyaman dengan atmosfer sepak bola Tanah Air.

"Saya tertarik bermain di liga Indonesia, kita lihat saja nanti. Sleman adalah tim yang bagus dengan suporter yang antusias; setiap pemain pasti ingin bermain di klub seperti itu," ungkapnya.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat sinyal ketertarikan sang pemain terhadap PSS. Dukungan suporter fanatik serta atmosfer Stadion Maguwoharjo disebut jadi salah satu daya tarik utama Super Elja.

Meskipun demikian, Kadu enggan terburu-buru menentukan pilihan. Saat ini, ia masih membuka komunikasi dengan beberapa klub yang tertarik menggunakan jasanya pada musim depan.

"Kami sedang dalam pembicaraan dengan beberapa klub. Kami sedang menunggu kejuaraan ini selesai," ucap kiper berpostur 190 cm tersebut.

Statistik Kadu Masih Layak Dilirik

Kendati PSBS resmi terdegradasi ke Liga 2 musim depan, performa Kadu di bawah mistar tetap mencuri perhatian. Namanya sempat masuk daftar lima besar penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak di BRI Super League 2025/2026.

Sayangnya, catatan apik tersebut terhenti seusai Kadu menolak bertanding dalam lima pertandingan terakhir. Keputusan itu diambil lantaran adanya persoalan tunggakan gaji yang belum terselesaikan.

Secara statistik, penampilan Kadu sebetulnya masih cukup kompetitif. Dari total 26 pertandingan atau 2.180 menit bermain, ia mencatatkan tiga clean sheet plus 54 kali kebobolan.

Jumlah kebobolan yang tinggi memang tak lepas dari bapuknya performa lini belakang PSBS sepanjang musim ini. Tim asal Papua itu menjadi klub dengan pertahanan paling rapuh dengan 88 kali kemasukan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|