Kisi-Kisi Soal OMI Kemenag 2026, Ini Materi yang Perlu Dipelajari Peserta

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kisi-kisi soal OMI Kemenag 2026 menjadi salah satu informasi yang banyak dicari siswa dan guru pembina setelah Olimpiade Madrasah Indonesia memasuki tahap pelaksanaan. Persiapan untuk kompetisi ini memang tidak cukup dilakukan dengan mengulang materi pelajaran atau menghafal rumus, sebab soal OMI dirancang untuk menguji cara peserta memahami konsep, membaca persoalan, menganalisis informasi, hingga menemukan penyelesaian yang tepat.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika mencari kisi-kisi OMI 2026. Acuan resmi OMI memberikan framework atau kerangka kompetisi, bidang yang dilombakan, karakter soal, hingga bentuk tes pada setiap tahapan. Sementara itu, daftar materi yang lebih terperinci dan beredar sebagai “kisi-kisi pembinaan” dapat merupakan pengembangan dari framework tersebut. Karena itu, peserta dan pembina sebaiknya membedakan antara kerangka resmi OMI dan materi pembinaan yang digunakan untuk membantu latihan.

Apa Itu Kisi-Kisi Soal OMI Kemenag 2026?

Olimpiade Madrasah Indonesia atau OMI 2026 merupakan kompetisi yang diselenggarakan di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Kompetisi ini mencakup dua bidang besar, yakni Bidang Sains serta Bidang Riset, dengan cabang yang berbeda sesuai jenjang pendidikan peserta.

Untuk Bidang Sains, peserta berasal dari jenjang MI/SD sederajat, MTs/SMP sederajat, hingga MA/SMA sederajat. Sementara Bidang Riset diperuntukkan bagi jenjang MTs dan MA. Dalam konteks pencarian kisi-kisi soal, pembahasan paling banyak berkaitan dengan Bidang Sains karena peserta harus mengerjakan tes sesuai mata pelajaran yang dipilih.

Kisi-kisi OMI sebaiknya dipahami sebagai arah pembinaan, bukan sekadar daftar bab yang harus dihafalkan. Peserta perlu menguasai materi bidang masing-masing sekaligus terbiasa menghadapi persoalan yang membutuhkan penalaran, kemampuan membaca data, menghubungkan beberapa konsep, dan menerapkan ilmu pada situasi yang lebih kontekstual.

Perlu diingat jika daftar kisi-kisi tersebut lebih tepat digunakan sebagai cakupan materi pembinaan. Fungsinya adalah membantu siswa dan guru menentukan bagian-bagian pelajaran yang relevan untuk diperkuat sebelum menghadapi kompetisi.

Kisi-Kisi OMI Kemenag 2026 Jenjang MI

Pada jenjang MI/SD sederajat, bidang sains yang perlu diperhatikan adalah Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi. Materi pembinaan dapat dimulai dari konsep dasar yang dipelajari di sekolah kemudian diperluas menuju latihan yang membutuhkan kemampuan penalaran.

Berikut gambaran cakupan materi yang dapat digunakan untuk persiapan. 

1. Matematika Terintegrasi 

Matematika Terintegrasi bukan hanya menguji kemampuan peserta melakukan perhitungan. Siswa juga perlu memahami hubungan antarangka, pola, bentuk, ukuran, dan informasi yang disajikan dalam sebuah persoalan.

Materi pembinaan yang dapat dipelajari antara lain:

  • Bilangan dan operasi hitung, termasuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan operasi campuran.
  • Bilangan bulat dan pecahan, termasuk pecahan biasa, pecahan campuran, desimal, serta perbandingan nilai.
  • FPB dan KPK, termasuk penerapannya dalam persoalan sehari-hari.
  • Perbandingan dan skala, untuk memahami hubungan antara dua besaran.
  • Pengukuran, seperti panjang, berat, waktu, luas, volume, serta konversi satuan.
  • Bangun datar, mencakup sifat, keliling, dan luas.
  • Bangun ruang, meliputi unsur, bentuk, serta volume sederhana.
  • Pola bilangan, termasuk mencari aturan dan melanjutkan suatu pola.
  • Data dan diagram, seperti membaca tabel, diagram batang, dan bentuk penyajian data sederhana.
  • Logika matematika sederhana, terutama persoalan yang mengharuskan peserta mencari hubungan tertentu.
  • Pemecahan masalah, dengan menggabungkan beberapa konsep dalam satu soal.

Peserta sebaiknya mulai berlatih dengan soal cerita yang tidak secara langsung memberi petunjuk rumus apa yang harus digunakan. Kemampuan mengenali informasi penting justru menjadi salah satu keterampilan yang perlu diperkuat.

2. IPAS Terintegrasi

IPAS Terintegrasi menggabungkan pemahaman mengenai fenomena alam dan sosial yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Soal dapat menggunakan gambar, ilustrasi, cerita, data sederhana, atau suatu fenomena sebagai bahan untuk dianalisis.

Cakupan materi pembinaan dapat meliputi:

  • Ciri dan kebutuhan makhluk hidup.
  • Bagian tubuh manusia dan fungsi dasarnya.
  • Tumbuhan dan proses kehidupannya.
  • Hewan dan kemampuan adaptasinya.
  • Ekosistem dan hubungan antarmakhluk hidup.
  • Rantai makanan.
  • Keseimbangan lingkungan.
  • Benda dan sifat materi.
  • Perubahan wujud benda.
  • Gaya dan gerak.
  • Energi dan perubahan bentuk energi.
  • Cahaya dan bunyi.
  • Bumi dan lingkungan.
  • Cuaca dan fenomena alam.
  • Sumber daya alam.
  • Pelestarian lingkungan.
  • Kegiatan ekonomi sederhana.
  • Keragaman masyarakat.
  • Hubungan manusia dengan lingkungan.

Daripada menghafalkan setiap definisi, siswa dapat berlatih dengan mencari penyebab sebuah fenomena atau menjelaskan hubungan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya. Cara ini membantu membangun pola berpikir yang lebih sesuai untuk kompetisi.

Kisi-Kisi OMI Kemenag 2026 Jenjang MTs

Peserta jenjang MTs/SMP sederajat memiliki tiga bidang utama yang perlu dipersiapkan, yakni Matematika, IPA, dan IPS. Pada tingkat ini, soal dapat menjadi lebih kompleks karena siswa telah memiliki dasar pengetahuan yang lebih luas dan mulai dituntut melakukan analisis yang lebih mendalam.

Berikut cakupan materi yang dapat dijadikan bahan pembinaan.

1. Matematika Terintegrasi

Matematika jenjang MTs mulai banyak melibatkan simbol, model matematika, hubungan antarkonsep, serta persoalan yang membutuhkan beberapa tahap penyelesaian.

Materi yang dapat diperdalam meliputi:

  • Bilangan bulat dan pecahan.
  • Bilangan berpangkat dan bentuk akar.
  • Perbandingan, rasio, dan skala.
  • Aritmetika sosial.
  • Himpunan.
  • Aljabar dan operasi bentuk aljabar.
  • Persamaan linear.
  • Pertidaksamaan linear.
  • Sistem persamaan linear.
  • Relasi dan fungsi.
  • Pola serta barisan bilangan.
  • Garis dan sudut.
  • Segitiga dan segiempat.
  • Lingkaran.
  • Bangun ruang.
  • Koordinat.
  • Transformasi geometri.
  • Statistika.
  • Peluang.
  • Logika dan penalaran matematika.
  • Pemecahan masalah nonrutin.

Latihan sebaiknya tidak hanya terdiri dari soal yang dapat dijawab menggunakan satu rumus. Peserta perlu dibiasakan dengan persoalan yang mengharuskan mereka menemukan pola atau menyusun strategi sendiri.

2. IPA Terintegrasi

IPA Terintegrasi jenjang MTs dapat melibatkan konsep dasar fisika, biologi, kimia, dan ilmu lingkungan. Sebuah soal bahkan dapat menghubungkan lebih dari satu cabang sains dalam satu konteks.

Materi pembinaan dapat mencakup:

  • Besaran dan satuan.
  • Pengukuran.
  • Gerak dan gaya.
  • Usaha, energi, dan daya.
  • Tekanan.
  • Getaran, gelombang, dan bunyi.
  • Cahaya dan alat optik.
  • Suhu dan kalor.
  • Kelistrikan dasar.
  • Kemagnetan.
  • Materi dan perubahannya.
  • Unsur, senyawa, dan campuran.
  • Asam dan basa dasar.
  • Sel dan organisasi kehidupan.
  • Sistem organ manusia.
  • Struktur dan fungsi tumbuhan.
  • Pewarisan sifat dasar.
  • Ekosistem.
  • Interaksi makhluk hidup.
  • Pencemaran lingkungan.
  • Bumi dan tata surya.
  • Perubahan lingkungan dan pemanasan global.

Selain memahami teori, peserta dapat berlatih membaca hasil eksperimen sederhana. Grafik hubungan dua variabel, tabel hasil pengamatan, atau ilustrasi percobaan dapat menjadi bahan latihan yang efektif.

3. IPS Terintegrasi

IPS Terintegrasi membutuhkan kemampuan memahami berbagai fenomena sosial, geografis, ekonomi, dan sejarah. Tantangannya tidak hanya mengingat fakta, tetapi menentukan hubungan sebab-akibat dari suatu peristiwa.

Materi pembinaan dapat meliputi:

  • Letak dan kondisi geografis Indonesia.
  • Peta dan karakteristik wilayah.
  • Interaksi antarruang.
  • Sumber daya alam.
  • Kependudukan.
  • Persebaran penduduk.
  • Aktivitas ekonomi masyarakat.
  • Produksi, distribusi, dan konsumsi.
  • Permintaan dan penawaran dasar.
  • Pasar dan perdagangan.
  • Perdagangan antardaerah dan antarnegara.
  • Interaksi sosial.
  • Lembaga sosial.
  • Mobilitas sosial.
  • Keragaman masyarakat Indonesia.
  • Perubahan sosial dan budaya.
  • Sejarah Indonesia.
  • Perkembangan masyarakat dan kerajaan Nusantara.
  • Kolonialisme dan perjuangan kemerdekaan.
  • Globalisasi.
  • Persoalan sosial dan lingkungan.

Siswa dapat memperkuat kemampuan IPS dengan berlatih membaca grafik kependudukan, peta, data perdagangan, maupun ilustrasi perubahan sosial. Setelah itu, coba tentukan penyebab, akibat, dan kemungkinan hubungan antarvariabel.

Kisi-Kisi OMI Kemenag 2026 Jenjang MA

Peserta jenjang MA/SMA sederajat memiliki pilihan bidang sains yang lebih spesifik. Bidang tersebut meliputi Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.

Materi pada jenjang MA juga lebih luas sehingga peserta perlu menentukan prioritas pembinaan berdasarkan bidang yang dipilih.

1. Matematika Terintegrasi

Beberapa cakupan materi yang dapat diperdalam antara lain:

  • Aljabar.
  • Persamaan dan pertidaksamaan.
  • Fungsi dan grafik.
  • Polinomial.
  • Barisan dan deret.
  • Eksponen dan logaritma.
  • Trigonometri.
  • Geometri bidang.
  • Geometri ruang.
  • Geometri analitik.
  • Matriks.
  • Vektor.
  • Kombinatorika.
  • Teori bilangan.
  • Statistika.
  • Peluang.
  • Logika dan pemecahan masalah.

Peserta perlu memperbanyak soal yang menuntut pembuktian, pengenalan pola, maupun penggunaan beberapa konsep sekaligus. Kecepatan menghitung akan membantu, tetapi pemilihan strategi sering kali jauh lebih menentukan.

2. Biologi Terintegrasi

Biologi dapat menuntut peserta memahami proses kehidupan dari tingkat sel hingga hubungan organisme dengan lingkungannya.

Materi pembinaan dapat mencakup:

  • Sel dan organel.
  • Jaringan tumbuhan dan hewan.
  • Struktur serta fungsi organ.
  • Sistem organ manusia.
  • Metabolisme.
  • Enzim.
  • Fotosintesis.
  • Respirasi seluler.
  • Pertumbuhan dan perkembangan.
  • Reproduksi.
  • Genetika.
  • DNA, gen, dan kromosom.
  • Pewarisan sifat.
  • Mutasi.
  • Evolusi.
  • Taksonomi.
  • Keanekaragaman hayati.
  • Ekologi.
  • Populasi dan komunitas.
  • Ekosistem.
  • Perubahan lingkungan.
  • Bioteknologi.

Kemampuan membaca hasil percobaan sangat berguna dalam Biologi. Siswa juga dapat berlatih menginterpretasikan diagram persilangan, grafik pertumbuhan, tabel populasi, dan data eksperimen.

3. Fisika Terintegrasi

Fisika merupakan bidang yang membutuhkan keseimbangan antara pemahaman konsep dan kemampuan matematika. Menghafalkan persamaan saja tidak cukup jika peserta belum memahami kondisi yang memungkinkan persamaan tersebut digunakan.

Cakupan pembinaan dapat meliputi:

  • Besaran dan pengukuran.
  • Vektor.
  • Kinematika.
  • Dinamika.
  • Hukum Newton.
  • Usaha dan energi.
  • Momentum dan impuls.
  • Gerak rotasi.
  • Kesetimbangan benda tegar.
  • Fluida statis.
  • Fluida dinamis.
  • Suhu dan kalor.
  • Teori kinetik gas.
  • Termodinamika.
  • Getaran dan gelombang.
  • Bunyi.
  • Optika.
  • Listrik statis.
  • Listrik dinamis.
  • Medan magnet.
  • Induksi elektromagnetik.
  • Konsep dasar fisika modern.

Latihan dapat dimulai dari pemahaman konsep, dilanjutkan dengan soal hitungan, lalu dikembangkan menuju persoalan yang membutuhkan analisis lebih panjang.

4. Kimia Terintegrasi

Dalam Kimia, peserta perlu memahami hubungan antara konsep mikroskopis, persamaan reaksi, sifat zat, dan perhitungan kimia.

Materi yang dapat digunakan dalam pembinaan antara lain:

  • Struktur atom.
  • Konfigurasi elektron.
  • Sistem periodik unsur.
  • Ikatan kimia.
  • Bentuk molekul.
  • Stoikiometri.
  • Persamaan reaksi kimia.
  • Larutan.
  • Asam dan basa.
  • Hidrolisis garam.
  • Larutan penyangga.
  • Kelarutan.
  • Termokimia.
  • Kinetika kimia.
  • Kesetimbangan kimia.
  • Reaksi redoks.
  • Elektrokimia.
  • Sifat koligatif larutan.
  • Kimia unsur.
  • Kimia organik dan senyawa karbon.

Peserta juga perlu berlatih membaca grafik, data eksperimen, serta perubahan kondisi dalam sebuah reaksi karena soal tidak selalu berupa perhitungan langsung.

5. Ekonomi Terintegrasi

Bidang Ekonomi membutuhkan pemahaman mengenai cara individu, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mengambil keputusan ketika berhadapan dengan sumber daya yang terbatas.

Cakupan materi pembinaan dapat meliputi:

  • Konsep dasar dan masalah ekonomi.
  • Kelangkaan dan kebutuhan.
  • Pelaku kegiatan ekonomi.
  • Permintaan dan penawaran.
  • Elastisitas.
  • Keseimbangan pasar.
  • Perilaku konsumen.
  • Perilaku produsen.
  • Biaya dan produksi.
  • Struktur pasar.
  • Pendapatan nasional.
  • Pertumbuhan ekonomi.
  • Pembangunan ekonomi.
  • Inflasi.
  • Pengangguran.
  • Kebijakan fiskal.
  • Kebijakan moneter.
  • Uang dan perbankan.
  • Pasar modal.
  • Perdagangan internasional.
  • Neraca pembayaran.
  • Kerja sama ekonomi internasional.
  • Dasar-dasar akuntansi.

Dalam latihan, siswa dapat menggunakan data harga, tabel permintaan, grafik pasar, maupun ilustrasi perubahan kebijakan. Tujuannya agar peserta terbiasa mengidentifikasi dampak suatu perubahan terhadap variabel ekonomi lain.

6. Geografi Terintegrasi

Geografi membutuhkan kemampuan memahami fenomena dalam ruang dan hubungan antara kondisi alam dengan aktivitas manusia.

Materi pembinaan dapat diarahkan pada:

  • Konsep dasar geografi.
  • Peta dan pemetaan.
  • Penginderaan jauh.
  • Sistem Informasi Geografis atau SIG.
  • Litosfer.
  • Atmosfer.
  • Hidrosfer.
  • Biosfer.
  • Pedosfer dan tanah.
  • Sumber daya alam.
  • Kependudukan.
  • Dinamika penduduk.
  • Interaksi desa dan kota.
  • Wilayah dan tata ruang.
  • Lingkungan hidup.
  • Perubahan iklim.
  • Bencana alam.
  • Mitigasi dan adaptasi bencana.
  • Pembangunan berkelanjutan.
  • Hubungan manusia dengan lingkungan.

Peserta Geografi sebaiknya terbiasa membaca peta tematik, citra, grafik iklim, tabel kependudukan, dan data kewilayahan. Kemampuan menghubungkan beberapa sumber informasi sering kali diperlukan untuk menjawab soal yang bersifat analitis.

Karakter Soal yang Perlu Dipersiapkan Peserta OMI

Mengetahui cakupan materi saja belum cukup. Peserta perlu memperhatikan karakter soal kompetisi yang cenderung membutuhkan pemahaman lebih dalam daripada sekadar mengingat informasi.

Beberapa kemampuan yang patut dilatih antara lain:

  • Pemahaman konsepPeserta perlu memahami alasan dan prinsip di balik sebuah konsep, bukan hanya menghafalkan rumus atau definisinya.
  • PenalaranSoal dapat meminta peserta menentukan hubungan, pola, sebab-akibat, atau langkah logis untuk memperoleh jawaban.
  • Penerapan konsepMateri yang sudah dipelajari bisa digunakan dalam konteks yang berbeda dari contoh yang biasa diberikan di buku pelajaran.
  • Interpretasi dataTabel, grafik, diagram, peta, maupun data eksperimen perlu dapat dibaca dengan tepat.
  • Pemecahan masalah nonrutinPeserta dapat menemui soal yang bentuknya belum pernah dikerjakan sebelumnya sehingga diperlukan strategi baru.
  • KetelitianKesalahan membaca satuan, angka, kondisi, atau kata kunci dalam pertanyaan dapat mengubah jawaban.
  • Kemampuan menggabungkan konsepSatu soal dapat membutuhkan dua atau lebih materi untuk memperoleh penyelesaian yang benar.

Itulah sebabnya peserta sebaiknya tidak hanya mengerjakan banyak soal yang bentuknya sama. Variasi latihan justru membantu siswa terbiasa menghadapi situasi baru.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kisi-Kisi Soal OMI Kemenag 2026

1. Apakah daftar kisi-kisi OMI Kemenag 2026 di atas merupakan kisi-kisi resmi?

Tidak. Daftar tersebut merupakan cakupan materi pembinaan berdasarkan bidang lomba dan materi yang relevan. Informasi resmi terbaru dari Kementerian Agama tetap perlu dijadikan acuan utama.

2. Apa bidang OMI untuk jenjang MI?

Bidang sains jenjang MI/SD yang perlu dipersiapkan mencakup Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi.

3. Apa saja bidang OMI jenjang MTs?

Jenjang MTs/SMP memiliki bidang Matematika, IPA, dan IPS yang menjadi fokus pembinaan OMI.

4. Apa saja bidang OMI untuk jenjang MA?

Bidang yang dipersiapkan untuk jenjang MA/SMA meliputi Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|