:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331277/original/093579600_1787536512-watermarked_img_9460632797984467791.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Saat suhu meningkat, pilihan makanan bisa berubah. Anda pun mungkin memilih salad, buah, atau makanan dingin daripada sup dan casserole. Fenomena ini terjadi karena cuaca panas mengubah selera makan secara alami, memengaruhi suhu tubuh, hidrasi, pencernaan, hingga preferensi nutrisi harian Anda.
Ketika cuaca panas, badan berusaha menjaga suhu tetap stabil melalui keringat dan pelebaran pembuluh darah. Proses pencernaan menghasilkan panas sehingga nafsu makan bisa menurun. Inilah alasan cuaca panas mengubah selera makan pada banyak orang pun.
Meski begitu, respons tiap orang berbeda. Ada yang memilih makanan ringan dan kaya air, tetapi ada pula yang tetap menikmati kopi panas atau makanan pedas. Yang utama, nutrisi serta cairan tetap dipenuhi agar tubuh tidak kekurangan energi saat panas. Berikut ulasannya yang Liputan6.com lansir dari Verywell Health, Kamis (27/8/2026).
1. Tubuh Berusaha Menjaga Suhu Tetap Stabil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4592812/original/045820200_1695984542-gabin-vallet-J154nEkpzlQ-unsplash.jpg)
Perbesar
Ketika temperatur lingkungan meningkat, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu internal. Salah satu pusat pengaturan penting berada di hipotalamus, bagian otak yang berperan mengatur suhu tubuh sekaligus berbagai fungsi yang berkaitan dengan rasa lapar dan kenyang.
Saat panas, tubuh merespons dengan melebarkan pembuluh darah di dekat permukaan kulit dan meningkatkan produksi keringat. Keringat yang menguap membantu membuang panas dari tubuh. Mekanisme ini membutuhkan kerja fisiologis yang cukup kompleks agar suhu tubuh tetap berada dalam kisaran yang aman.
Kondisi tersebut turut menjelaskan mengapa sebagian orang merasa tidak terlalu lapar ketika cuaca sangat panas. Tubuh tidak hanya memproses makanan, tetapi juga harus mengalokasikan energi untuk mempertahankan keseimbangan suhu.
Pencernaan sendiri membutuhkan energi. Proses penggunaan energi tersebut menghasilkan panas yang dikenal sebagai diet-induced thermogenesis atau termogenesis akibat makanan. Karena itu, ketika tubuh sedang berusaha keras mendinginkan diri, penurunan nafsu makan dapat menjadi salah satu respons alami.
2. Selera Makan Dapat Bergeser saat Cuaca Panas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259237/original/020699900_1781492590-charles-chen-hDkEPjvY4lE-unsplash.jpg)
Perbesar
Perubahan selera ketika musim panas datang cukup mudah diamati. Makanan seperti sup kental, casserole, atau hidangan berlemak mungkin terasa kurang menarik ketika udara sedang terik. Sebaliknya, salad, buah, yoghurt, dan makanan dingin sering terasa lebih menyegarkan.
Meski demikian, perubahan tersebut tidak berlaku sama untuk semua orang. Setiap individu memiliki kebutuhan energi, kebiasaan makan, kondisi lingkungan, dan tingkat aktivitas yang berbeda.
Ada beberapa alasan mengapa makanan ringan lebih menarik saat temperatur meningkat. Makanan dengan tekstur ringan umumnya terasa lebih mudah dikonsumsi ketika tubuh sedang panas. Makanan dingin juga dapat memberikan sensasi menyegarkan pada mulut dan tenggorokan.
Selain itu, hidangan tinggi lemak cenderung terasa lebih berat dan mengenyangkan. Bagi sebagian orang, rasa kenyang tersebut dapat terasa kurang nyaman ketika tubuh sudah menghadapi suhu lingkungan yang tinggi.
3. Makanan Kaya Air Terasa Lebih Menarik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331278/original/098489300_1787536512-3f6222bd-8a42-4e63-9351-ed7f720766f5.jpg)
Perbesar
Salah satu tantangan terbesar saat cuaca panas adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi. Ketika berkeringat untuk mendinginkan tubuh, cairan akan keluar melalui kulit. Dalam jumlah tertentu, keringat juga membawa elektrolit sehingga cairan yang hilang perlu digantikan.
Kondisi ini dapat membuat makanan dengan kandungan air tinggi terasa semakin menarik. Buah dan sayuran tertentu tidak hanya menyediakan vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lain, tetapi juga berkontribusi terhadap asupan cairan harian.
Semangka, mentimun, stroberi, tomat, jeruk, dan selada merupakan contoh makanan yang mengandung lebih dari 90 persen air. Mengonsumsinya dapat membantu menambah asupan cairan, meskipun makanan tidak boleh dianggap sebagai pengganti utama air minum ketika tubuh membutuhkan hidrasi.
Ketika cuaca panas, kombinasi air dan makanan segar juga dapat membuat pengalaman makan terasa lebih nyaman. Tekstur renyah, rasa manis alami, serta suhu makanan yang dingin memberikan sensasi menyegarkan.
4. Cuaca Panas Dapat Menekan Nafsu Makan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4987680/original/093517900_1730452028-IMG-20241101-WA0082.jpg)
Perbesar
Penelitian menunjukkan bahwa paparan temperatur tinggi dapat berkaitan dengan penurunan asupan kalori. Salah satu penjelasannya adalah tubuh memprioritaskan mekanisme pendinginan ketika menghadapi panas.
Ketika temperatur tubuh harus dikendalikan, berbagai proses fisiologis bekerja untuk mengeluarkan panas. Pada saat yang sama, pencernaan makanan juga membutuhkan energi dan menghasilkan panas tambahan. Kombinasi faktor tersebut dapat membuat sebagian orang mengalami penurunan rasa lapar.
Perubahan hormon yang berhubungan dengan rasa lapar dan kenyang juga diduga berperan dalam respons tubuh terhadap panas. Hormon seperti ghrelin memiliki hubungan dengan regulasi rasa lapar, sedangkan berbagai sinyal lain membantu tubuh mengatur rasa kenyang.
Meski begitu, hubungan antara panas, hormon, dan nafsu makan masih terus diteliti. Karena itu, tidak tepat menganggap setiap orang pasti mengalami penurunan nafsu makan saat temperatur meningkat.
5. Mengapa Ada yang Tetap Menyukai Makanan Pedas atau Panas?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
Perbesar
Tidak semua orang mencari makanan dingin ketika cuaca panas. Sebagian orang justru tetap menikmati kopi panas, teh, sup, atau makanan pedas meskipun temperatur lingkungan sedang tinggi.
Makanan pedas dapat memicu sensasi panas melalui senyawa tertentu yang merangsang reseptor tubuh. Respons tersebut dapat menyebabkan seseorang berkeringat. Jika keringat dapat menguap secara efektif, proses tersebut berpotensi memberikan sensasi dingin setelahnya.
Hal serupa dapat terjadi ketika seseorang menikmati minuman panas. Peningkatan suhu pada mulut dan saluran pencernaan dapat memicu respons tubuh yang mendorong keluarnya keringat. Efek pendinginan tersebut sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan kemampuan keringat untuk menguap.
Beberapa rempah dengan rasa lebih ringan, seperti kapulaga dan kayu manis, juga disebut dalam materi sebagai bahan yang dapat memberikan sensasi tertentu selama proses pencernaan. Namun, efek tersebut tidak berarti semua rempah secara otomatis mendinginkan tubuh.
6. Pilih Makanan Ringan, Segar, tetapi Tetap Bergizi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7831545/original/096470000_1780651877-pexels-shvets-production-9050086.jpg)
Perbesar
Penurunan nafsu makan pada musim panas bukan alasan untuk mengabaikan kebutuhan nutrisi. Ketika tubuh tetap aktif, energi dan zat gizi tetap diperlukan, terlebih bagi orang yang berolahraga atau bekerja di luar ruangan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memilih makanan dalam porsi lebih kecil tetapi tetap memiliki komposisi gizi yang baik. Salad dengan sumber protein, yoghurt dengan buah, sup dingin, atau roti lapis dengan sayuran dapat menjadi pilihan yang lebih mudah disantap ketika udara panas.
Buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi juga dapat dimasukkan ke dalam menu harian. Semangka, stroberi, mentimun, jeruk, tomat, dan seledri dapat membantu menambah asupan cairan sekaligus memberikan zat gizi.
Minum air secara teratur juga penting. Jangan hanya mengandalkan rasa haus, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau berkeringat dalam jumlah banyak. Pada kondisi tertentu, elektrolit yang hilang melalui keringat juga perlu diperhatikan.
Peppermint dapat digunakan dalam salad, salsa, teh, sup, atau lemonade untuk memberikan sensasi dingin sementara. Sensasi tersebut berasal dari mentol yang mengaktifkan reseptor dingin sehingga area tertentu terasa lebih sejuk.
7. Selera Berubah, Kebutuhan Nutrisi Tetap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7831548/original/064008300_1780651880-pexels-lorencastillo-9213857.jpg)
Perbesar
Pada akhirnya, perubahan keinginan makan ketika temperatur meningkat merupakan pengalaman yang cukup umum, tetapi tidak harus dialami semua orang. Ada yang kehilangan selera makan, ada yang lebih menyukai makanan segar, sementara lainnya tetap menikmati makanan panas atau pedas.
Hal terpenting adalah memahami sinyal tubuh sambil tetap menjaga keseimbangan nutrisi dan cairan. Makanan ringan bukan berarti harus rendah gizi, sementara makanan dingin tidak otomatis lebih sehat daripada makanan hangat.
Jika cuaca panas mengubah selera makan, Anda dapat menyesuaikan bentuk dan porsi makanan tanpa mengurangi kebutuhan nutrisi utama. Pilih makanan yang terasa nyaman dikonsumsi, kaya zat gizi, dan sertakan cukup cairan sepanjang hari.
Dengan pendekatan tersebut, perubahan selera selama cuaca panas dapat dihadapi tanpa mengorbankan kebutuhan tubuh. Pola makan yang fleksibel, hidrasi cukup, serta pilihan makanan bergizi tetap menjadi kunci untuk menjaga tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
Pertanyaan Seputar Cuaca Panas Mengubah Selera Makan
Mengapa cuaca panas membuat nafsu makan berkurang?
Cuaca panas membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mendinginkan diri. Pencernaan juga menghasilkan panas sehingga sebagian orang dapat mengalami penurunan nafsu makan.
Apa makanan yang cocok dikonsumsi saat cuaca panas?
Buah dan sayuran kaya air seperti semangka, mentimun, stroberi, tomat, jeruk, dan selada dapat menjadi pilihan. Makanan ringan dan segar juga biasanya lebih nyaman dikonsumsi.
Apakah makanan pedas bisa membantu tubuh terasa lebih dingin?
Makanan pedas dapat memicu keringat. Jika keringat menguap dengan baik, proses tersebut dapat memberikan sensasi dingin. Namun, efeknya berbeda pada setiap orang dan kondisi lingkungan.
Apakah nafsu makan yang turun saat panas berarti kebutuhan nutrisi ikut berkurang?
Tidak. Meski selera makan menurun, tubuh tetap membutuhkan energi, protein, vitamin, mineral, serat, dan cairan untuk menjalankan fungsi tubuh secara normal.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333851/original/026931400_1787809844-A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333707/original/080632200_1787804136-b714758a-61fb-435c-a424-4e57c8b0269e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333884/original/047527800_1787811120-Screenshot_2026-08-27_130702.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332965/original/074527000_1787725598-1280px-KA_436_Siliwangi_CJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333875/original/046362400_1787810735-pexels-olly-3765117.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333786/original/098604500_1787807163-118ed24b-49cf-4ece-ade0-c9105275b3ae.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5064590/original/030419200_1735023812-28228.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326648/original/013476500_1787030839-salman-rameli-eoQotEG6io8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333823/original/034703300_1787808343-Screenshot_2026-08-27_122300.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333765/original/069556500_1787806751-Gemini_Generated_Image_wkgq4bwkgq4bwkgq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333808/original/002683300_1787807997-b8439398-8c0b-4090-a03d-34bc9b7decb3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460715/original/071076300_1767273436-kereta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5323884/original/036803800_1755834674-1755833343.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328768/original/067132800_1787208112-duy-le-duc-NWuNNFAm4d4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542232/original/079192600_1774937536-Gemini_Generated_Image_l3zwikl3zwikl3zw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333676/original/091531600_1787801832-pexels-gustavo-fring-5622495.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375915/original/9986379-asian-businessmen-businesswomen-meeting-brainstorming-ideas-about-creative-web-design-planning-application-developing-template-layout-mobile-phone-project-working-together-small-office__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5015234/original/039630800_1732154575-20241119IQ_Timnas_IndonesiavsArab_Saudi-61.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4039815/original/054871100_1654106565-20220601IQ_Timnas_Indonesia_Vs_Bangladesh_12.JPG)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4439357/original/023748200_1684915919-IMG_3716.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531415/original/071066900_1773586899-villa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406767/original/073611600_1762596719-runtukahu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482712/original/018563100_1769240916-klok_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582864/original/078653400_1778130434-7ad81446-6c8d-439a-b9fd-a7f4c5bd1008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569530/original/005470400_1777445507-Ternak_Ayam_Petelur_Skala_Rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570763/original/015593800_1777540240-Cover___Lead__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5296281/original/085419800_1753547299-20250726AA_Persija_Jakarta_VSArema_FC-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5313542/original/006368300_1755009869-ChatGPT_Image_Aug_12__2025__09_37_15_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312034/original/057920500_1754902026-Persija_Jakarta_vs_Persita_Tangerang-36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5664204/original/074297000_1778334438-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-03.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574133/original/061152700_1777963929-Gemini_Generated_Image_kegwc5kegwc5kegw.jpeg)