Lalat Tidak Mau Pergi dari Dapur? Coba Cara Ini untuk Mengusir Ampuh dan Aman

14 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran lalat di dapur seringkali menjadi masalah yang menjengkelkan dan mengganggu kenyamanan. Serangga kecil ini tidak hanya berdengung di sekitar makanan, tetapi juga berpotensi membawa berbagai kuman penyakit yang membahayakan kesehatan keluarga. Jika Anda merasa lalat tidak mau pergi dari dapur Anda, ini adalah tanda bahwa ada faktor pemicu yang perlu diatasi segera.

Lalat tertarik pada lingkungan yang menyediakan sumber makanan melimpah, tempat berkembang biak yang ideal, serta kondisi lembap dan kotor. Memahami akar permasalahan mengapa lalat betah di dapur adalah langkah awal yang krusial sebelum menerapkan strategi pengusiran. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa lebih efektif dalam mengambil tindakan pencegahan dan penanganan.

Jangan biarkan lalat terus-menerus mengganggu aktivitas di dapur Anda. Untungnya, ada beragam solusi ampuh, mulai dari metode alami hingga praktik kebersihan yang bisa Anda terapkan. Simak ulasan Liputan6.com pada Senin (23/2/2026) berikut, agar dapur Anda kembali bersih, higienis, dan bebas dari lalat yang mengganggu.

Penyebab Lalat Betah di Dapur dan Bahayanya pada Kesehatan

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa banyak penyakit dapat ditularkan oleh lalat, termasuk infeksi mata, infeksi kulit, kolera, dan tipes. Oleh karena itu, jika lalat tidak mau pergi dari dapur Anda, ketahui pula penyebabnya sebagai berikut:

Sumber Makanan Terbuka dan Sampah

Salah satu alasan utama mengapa lalat tertarik pada dapur adalah ketersediaan sumber makanan yang melimpah. Lalat sangat peka terhadap bau dari sisa makanan yang membusuk, yang mereka anggap sebagai sinyal adanya pasokan nutrisi. Rumah yang kebersihannya kurang terjaga, khususnya di area dapur dan tempat sampah, akan menjadi daya tarik alami bagi serangga ini.

Sampah yang menumpuk, sisa makanan yang dibiarkan terbuka di atas meja, atau buah-buahan yang mulai membusuk adalah beberapa contoh daya tarik utama bagi lalat. Bahkan setelah sampah dibuang, bau sisa makanan masih dapat tertinggal di tempat sampah atau area sekitarnya, memancing lalat untuk terus datang dan mencari.

Lingkungan Lembap dan Kotor

Selain makanan, lalat juga sangat menyukai lingkungan yang lembap dan kotor sebagai tempat berkembang biak. Area dapur, tempat sampah, atau bahkan ruang makan terbuka yang kurang terawat menyediakan kondisi ideal bagi lalat untuk bertelur dan berkembang biak.

Saluran air yang tersumbat, ventilasi yang buruk, serta kotoran hewan peliharaan dapat menciptakan kondisi lembap yang sempurna bagi populasi lalat. Genangan air dan saluran air yang mampet adalah tempat berkembang biak yang sangat ideal, sehingga penting untuk selalu menjaga kebersihan area-area ini.

Akses dari Luar Rumah

Kemudahan akses dari luar rumah juga menjadi faktor penentu mengapa lalat bisa betah di dapur Anda. Rumah dengan pintu atau jendela yang tidak dilengkapi jaring kasa akan memudahkan lalat masuk dan mencari tempat berlindung serta makanan.

Jika lingkungan sekitar rumah Anda kotor atau terdapat selokan yang mampet, risiko lalat berkumpul di dalam rumah akan semakin tinggi. Oleh karena itu, selain menjaga kebersihan interior, penting juga untuk memperhatikan kondisi eksterior rumah agar lalat tidak mudah masuk.

Penggunaan Metode Alami Pengusir Lalat

Beberapa bahan alami memiliki aroma yang tidak disukai lalat dan dapat menjadi solusi efektif. Metode ini ramah lingkungan dan aman untuk digunakan di sekitar makanan. Jika lalat terus-menerus mengganggu, coba cara ini dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan.

  • Daun Pandan: Potong beberapa lembar daun pandan segar, lalu letakkan di berbagai sudut dapur, rak makanan, atau area makan. Ganti daun pandan jika sudah mengering agar aromanya tetap efektif.
  • Cengkeh dan Lemon/Jeruk: Potong lemon atau jeruk menjadi dua, lalu tusukkan beberapa butir cengkeh ke permukaannya. Letakkan di meja makan atau dapur. Minyak cengkeh juga mengandung senyawa eugenol yang bersifat insektisida.
  • Bunga Lavender atau Minyak Lavender: Anda bisa menaruh bunga lavender segar di sudut rumah, membuat potpourri, atau meneteskan minyak lavender ke kapas di area rawan lalat.
  • Daun Mint atau Minyak Esensial Mint: Teteskan minyak esensial mint pada kapas dan letakkan di sudut ruangan, atau tanam mint di sekitar rumah.
  • Cuka Apel: Tuangkan sedikit cuka apel ke dalam mangkuk atau gelas, tambahkan beberapa tetes sabun cuci piring. 
  • Kulit Jeruk: Semprotan ekstrak citrus atau menempatkan kulit jeruk di area tertentu bisa menjadi cara efektif menghilangkan lalat.
  • Garam: Garam dapur dapat mengusir lalat dengan menaburkannya di area yang sering didatangi, seperti dekat jendela atau tempat sampah.
  • Air Jahe: Campurkan air dengan satu sendok bubuk jahe dalam botol semprot, kocok, lalu semprotkan saat ada lalat.
  • Bawang Putih, Kayu Manis, dan Bubuk Cabai: Haluskan bawang putih, kayu manis, dan bubuk cabai, lalu campurkan dengan air. Saring dan semprotkan airnya. 
  • Daun Dewandaru: Menempatkannya di dalam atau sekitar rumah dapat membantu pengusiran alami.
  • Daun Kari: Rendam secekak daun kari dalam air dan letakkan di area yang sering didatangi lalat.
  • Lemon Balm: Tanaman lemon balm dapat diletakkan di teras rumah atau ditanam di halaman untuk mengusir lalat.
  • Timun: Lalat tidak menyukai mentimun. Potongan timun bisa diletakkan di dapur atau area lain yang sering dihinggapi lalat.

Praktik Kebersihan dan Pencegahan

Menjaga kebersihan adalah fondasi utama untuk mencegah lalat datang kembali dan berkembang biak. Jika Anda ingin memastikan lalat tidak mau pergi dari dapur Anda secara permanen, praktik kebersihan ini wajib diterapkan secara konsisten.

  • Jaga Kebersihan Rumah dan Dapur: Bersihkan rumah secara rutin, terutama area dapur dan tempat sampah. Pastikan wastafel bebas sisa makanan dan segera cuci piring kotor. Membersihkan lantai dari remah atau sisa makanan membantu mengurangi sumber daya lalat.
  • Tutup Makanan dengan Rapat: Selalu simpan makanan dalam wadah kedap udara atau tutup dengan tudung saji. Hindari meninggalkan makanan atau buah-buahan terbuka yang dapat menarik lalat.
  • Buang Sampah Secara Teratur: Jangan biarkan sampah menumpuk di dalam rumah. Pastikan tempat sampah selalu dilengkapi penutup dan rutin dibersihkan untuk menghilangkan bau yang menarik lalat.
  • Bersihkan Saluran Air: Saluran air yang tersumbat dapat menjadi tempat berkembang biak lalat yang ideal. Pastikan saluran air bersih dan tidak ada genangan.
  • Perbaiki Jendela dan Pintu yang Rusak: Pastikan tidak ada celah yang memungkinkan lalat masuk ke dalam rumah. Pasang kawat nyamuk atau pintu tirai plastik untuk mencegah akses.

Metode Lainnya untuk Mengusir Lalat

Selain metode alami dan kebersihan, ada beberapa cara lain yang bisa Anda coba untuk mengusir lalat yang membandel. Coba cara ini jika lalat masih terus mengganggu di dapur Anda.

  • Nyalakan Lilin: Haba dari lilin yang menyala dapat membuat lalat lari. Metode ini sering terlihat di kedai makan untuk menjaga area tetap bersih dari lalat.
  • Semprotan Cairan Anti Lalat Buatan Sendiri: Campurkan ½ cangkir air, ½ cangkir alkohol, dan 1 sendok teh sabun cuci piring ke dalam botol semprot. Cairan ini diyakini dapat membunuh lalat secara instan. Alternatif lain adalah semprotan baking soda dengan air, cuka, dan sabun cuci piring.
  • Perangkap Lalat Sederhana: Selain perangkap cuka apel, Anda bisa membuat perangkap dari botol plastik. Potong bagian atas botol, balik, dan masukkan sebagai corong. Isi botol dengan air gula atau larutan sabun untuk menjebak lalat.
  • Gantung Kantong Plastik Berisi Air: Isi plastik dengan air dan gantungkan di tempat yang banyak lalat. Plastik berisi air ini dapat mengelabui penglihatan lalat sehingga membuatnya pergi.
  • Gunakan Kipas Angin dan Tirai Udara: Kipas angin menciptakan aliran udara yang tidak disukai lalat, sehingga membantu mengusir mereka dari area dapur.
  • Perangkap Cahaya dan Kertas Perekat: Alat pembasmi lalat seperti perangkap cahaya ultraviolet atau kertas perekat juga efektif untuk mengurangi populasi lalat.

Tips Pencegahan Jangka Panjang

Agar lalat tidak kembali, lakukan langkah berikut secara rutin:

  • Bersihkan dapur setiap selesai memasak
  • Lap meja dan kompor dari sisa makanan
  • Buang sampah setiap hari
  • Tutup rapat jendela saat sore hari
  • Simpan bahan makanan dalam wadah tertutup

Dengan kombinasi cara alami seperti cuka, tanaman aromatik, perangkap sederhana, serta perbaikan kebersihan dapur, Anda bisa mengurangi bahkan menghilangkan lalat secara efektif. Dapur yang bersih bukan hanya membuat nyaman, tetapi juga menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Mengapa lalat sering betah di dapur?

Lalat betah di dapur karena tertarik pada sumber makanan terbuka, sampah, lingkungan lembap dan kotor, serta kemudahan akses dari luar rumah.

2. Apa saja bahaya lalat bagi kesehatan?

Lalat dapat menyebarkan bakteri, virus, dan parasit penyebab penyakit seperti diare, tifus, disentri, keracunan makanan, infeksi mata, dan infeksi kulit.

3. Bahan alami apa yang ampuh mengusir lalat dari dapur?

Bahan alami yang ampuh antara lain daun pandan, cengkeh dan lemon, bunga lavender, daun mint, cuka apel, kulit jeruk, garam, air jahe, dan daun dewandaru.

4. Bagaimana praktik kebersihan dapat mencegah lalat datang kembali?

Praktik kebersihan meliputi menjaga kebersihan rumah dan dapur secara rutin, menutup makanan rapat, membuang sampah teratur, membersihkan saluran air, dan memperbaiki celah pada jendela atau pintu.

5. Selain bahan alami, alat apa yang bisa membantu mengusir lalat?

Alat bantu seperti kipas angin, lilin, kantong plastik berisi air, serta jaring atau tirai magnet pada jendela dan pintu dapat membantu mengusir atau mencegah lalat masuk.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|