Negara Asia Selatan: Daftar Lengkap, Karakteristik Geografi, dan Profil Ekonominya

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta Asia Selatan merupakan subkawasan di bagian selatan benua Asia yang didefinisikan secara geografis maupun etnis-kultural, dengan populasi mencapai 2,04 miliar jiwa atau sekitar 25% dari total penduduk dunia. Kawasan negara Asia Selatan ini terdiri dari Dataran Indo-Gangga dan Semenanjung India, dibatasi rangkaian pegunungan di utara, dan dikenal sebagai salah satu tempat lahirnya peradaban tertua di dunia.

Secara umum, negara-negara modern yang termasuk dalam kawasan Asia Selatan meliputi Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka, dengan Afghanistan yang juga sering disertakan meskipun kadang diklasifikasikan sebagai bagian dari Asia Tengah. Kawasan negara Asia Selatan ini menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan keragaman alam yang luar biasa.

South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) didirikan pada tahun 1985 sebagai organisasi kerja sama ekonomi regional yang bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kultural di kawasan ini. Dilansir dari Britannica, geografi kawasan didominasi oleh sistem sungai besar seperti Indus, Gangga, dan Brahmaputra yang melintasi batas negara dan menopang kehidupan ratusan juta penduduk melalui irigasi, pembangkit listrik tenaga air, air minum, dan ketahanan pangan.

Pengertian Negara Asia Selatan

Asia Selatan adalah subkawasan geografis benua Asia yang terletak di selatan Asia Tengah dan di barat Asia Tenggara. Berdasarkan skema geografi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kawasan ini digunakan sebagai kategori statistik resmi dalam data dan laporan internasional. Tidak ada batasan yang benar-benar jelas, baik secara geografis, geopolitik, sosial-budaya, ekonomi, maupun historis, antara Asia Selatan dengan bagian Asia lainnya, terutama Asia Tenggara dan Asia Barat.

Secara topografi, kawasan ini didominasi oleh anak benua India dan dibatasi oleh Samudra Hindia di selatan serta Pegunungan Himalaya, Karakoram, dan Pamir di utara. Istilah "anak benua India" dan "Asia Selatan" sering digunakan secara bergantian, meskipun anak benua India lebih mengacu pada aspek geologis daratan yang terpisah dari Eurasia akibat pergerakan lempeng tektonik jutaan tahun lalu.

Mengacu pada Encyclopedia Britannica, Tiongkok tidak dianggap sebagai bagian dari Asia Selatan dan secara umum diklasifikasikan sebagai Asia Timur, meskipun berbagi perbatasan dengan beberapa negara Asia Selatan dan memainkan peran besar dalam geopolitik kawasan.

Kawasan ini menampung beragam fitur geografis, mulai dari gletser, hutan hujan, lembah, gurun, hingga padang rumput yang biasanya ditemukan di benua yang jauh lebih luas, serta dikelilingi tiga badan air, yaitu Teluk Benggala, Samudra Hindia, dan Laut Arab.

Baca juga: Nama-Nama Negara di Benua Asia dan Ibu Kotanya

Daftar 8 Negara Asia Selatan Beserta Ibu Kotanya

Asia Selatan mencakup delapan negara, yaitu Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka. Sebagaimana dikutip dari South Asia Co-operative Environment Programme (SACEP), kawasan ini telah menjadi tempat lahirnya beberapa peradaban besar dunia. Berikut profil singkat masing-masing negara Asia Selatan:

  1. Afghanistan – Ibu kota Kabul. Negara yang dikelilingi daratan ini memiliki luas sekitar 652.000 km² dan terletak di pertemuan Asia Selatan dan Asia Tengah. Bahasa resminya adalah Pashto dan Dari.
  2. Bangladesh – Ibu kota Dhaka. Terletak di delta Gangga-Brahmaputra, Bangladesh merupakan salah satu negara terpadat di dunia dengan 98% penduduknya menuturkan bahasa Bengali.
  3. Bhutan – Ibu kota Thimphu. Negara monarki konstitusional di ujung timur Himalaya ini terkenal dengan konsep Gross National Happiness dan potensi tenaga listrik airnya.
  4. India – Ibu kota New Delhi. India merupakan negara terbesar di Asia Selatan dan terbesar ketujuh di dunia berdasarkan luas wilayah, sekaligus menjadi ekonomi terbesar kawasan.
  5. Pakistan – Ibu kota Islamabad. Bahasa pergaulan sektor bisnis dan kalangan elit di Pakistan masih menggunakan bahasa Inggris, meskipun Urdu adalah bahasa nasional, dan lebih dari enam puluh bahasa dituturkan di negara ini.
  6. Nepal – Ibu kota Kathmandu. Himalaya yang memisahkan Asia Selatan dari Asia Timur merupakan pegunungan tertinggi di dunia dan menjadi ciri fisik dominan di perbatasan utara Nepal.
  7. Sri Lanka – Ibu kota Sri Jayawardenepura Kotte. Negara kepulauan ini terkenal dengan ekspor teh, rempah-rempah, dan potensi pariwisatanya.
  8. Maladewa – Ibu kota Malé. Terdiri dari hampir 1.200 pulau yang nyaris rata dengan permukaan laut, dengan elevasi tertinggi hanya sekitar 2,4 meter, menjadikan Maladewa sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air laut.

Baca juga: Benua Terluas di Permukaan Bumi adalah Asia

Karakteristik Geografi dan Iklim Kawasan Asia Selatan

Geografi Asia Selatan sangat beragam dan menjadi salah satu faktor utama yang membentuk kehidupan masyarakatnya. Mengacu pada data SACEP, kawasan ini memiliki luas sekitar 4.291.600 km², setara dengan luas daratan Amerika Serikat namun dengan populasi empat kali lipat, menjadikannya salah satu kawasan terpadat di dunia. Secara fisik, wilayahnya membentang dari puncak Himalaya yang bersalju hingga pesisir tropis dengan variasi yang jauh lebih kompleks dibanding kawasan Asia Tenggara.

Iklim muson yang ditandai musim panas basah dan musim dingin kering umumnya berlaku di Asia Selatan, dengan muson barat daya pada Mei hingga Oktober membawa curah hujan tertinggi, diikuti muson timur laut. Muson ini sangat krusial bagi pertanian dan sistem pasokan air di kawasan Asia Selatan. Variasi curah hujan sangat signifikan dari satu tempat ke tempat lain.

Sebagaimana dilaporkan SACEP, curah hujan berkisar dari 200 mm di wilayah gurun barat laut hingga 4.000 mm di dataran tinggi Himalaya Bhutan, sementara suhu bervariasi dari minus 20°C di gurun dingin hingga 48°C di dataran gurun panas. Beberapa sistem sungai terbesar di dunia berada di Asia Selatan, termasuk Sungai Indus yang mengalir dari Tiongkok ke Pakistan, serta sistem Gangga-Brahmaputra yang berasal dari Tiongkok, Nepal, dan Bhutan lalu mengalir ke India dan Bangladesh.

Kota-kota besar di Asia Selatan memiliki kombinasi risiko bahaya iklim yang tinggi, konsentrasi infrastruktur kritis, kepadatan penduduk di zona risiko, dan tingkat kemiskinan yang tinggi, dengan sekitar 80% kota besar terpapar banjir. Franziska Ohnsorge, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Selatan, dikutip dari World Bank menyatakan, "Asia Selatan saat ini gagal memanfaatkan sepenuhnya dividen demografisnya. Ini adalah peluang yang terlewatkan."

Baca juga: Alasan Eropa dan Asia Dianggap Sebagai Benua yang Berbeda

Keragaman Agama dan Budaya di Negara Asia Selatan

Asia Selatan merupakan tempat lahirnya beberapa agama besar dunia, sekaligus menjadi rumah bagi keragaman kepercayaan yang luar biasa. Kawasan ini melahirkan dua agama besar dunia, Hindu dan Buddha, tetapi juga memiliki populasi Muslim yang sangat besar serta kelompok pengikut berbagai agama lainnya. Warisan spiritual ini menjadi fondasi budaya yang kaya di seluruh negara Asia Selatan.

Hindu, Islam, dan Buddha merupakan tiga agama teratas di Asia Selatan. Pakistan merupakan republik Islam yang mayoritas Sunni, sementara Bangladesh juga merupakan negara mayoritas Muslim, dan sebagian besar penduduk India menganut Hindu. Sikhisme menjadi agama utama di kawasan Punjab yang terletak di perbatasan utara India dengan Pakistan. Selain itu, tradisi Islam di kawasan ini memiliki sejarah panjang yang turut membentuk lanskap budaya Asia Selatan.

Mengutip dari Wikipedia, kawasan ini menyumbang sekitar 90% populasi Hindu dunia, lebih dari 95% populasi Sikh, dan 31% populasi Muslim global. Keberagaman ini tidak hanya tercermin dalam kepercayaan, tetapi juga dalam bahasa, arsitektur, seni, dan tradisi kuliner yang sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain.

Dampak keragaman ini juga terasa dalam dinamika sosial-politik kawasan. Asia Selatan menampung sekitar 15,5% flora dan 12% fauna dunia, dengan keanekaragaman fauna mencakup 933 spesies mamalia, 4.494 burung, 923 reptil, dan keanekaragaman flora mencapai 39.875 spesies tumbuhan berbunga.

Baca juga: Garis Weber Adalah Garis Batas Pembagian Fauna

Ekonomi dan Tantangan Pembangunan di Negara Asia Selatan

Asia Selatan tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan pada 2025, meskipun momentum ini diperkirakan melambat secara signifikan pada 2026. Pertanian, manufaktur, dan jasa merupakan sektor ekonomi utama kawasan, dengan pertanian sebagai sumber lapangan kerja terbesar, manufaktur mencakup industri padat karya, dan sektor jasa meliputi teknologi informasi, keuangan, serta pariwisata.

India diperkirakan tetap menjadi ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia, ditopang oleh kekuatan konsumsi yang berkelanjutan. Berdasarkan laporan World Bank, Asia Selatan adalah kawasan EMDE dengan pertumbuhan tercepat, namun penciptaan lapangan kerja masih lebih lambat dari kebutuhan untuk menyerap populasi usia kerja yang terus bertambah, di mana selama 2010–2024 populasi usia kerja tumbuh sekitar 16 juta per tahun sementara ekonomi hanya menciptakan kurang dari 10 juta lapangan kerja baru setiap tahunnya.

Franziska Ohnsorge, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Selatan, menegaskan, "Jika kawasan ini mempekerjakan porsi populasi usia kerja yang sama besarnya dengan negara-negara berkembang lainnya, outputnya bisa 16% lebih tinggi." Tantangan ini diperparah oleh ancaman perubahan iklim yang serius.

Lebih dari separuh penduduk Asia Selatan, atau 750 juta orang, telah terdampak oleh satu atau lebih bencana terkait iklim dalam dua dekade terakhir. Sebagaimana disampaikan Asian Development Bank, tren pemanasan sekitar 0,75°C telah diamati pada suhu rata-rata tahunan di Asia Selatan selama satu abad terakhir. Kawasan ini merupakan salah satu yang paling rentan terhadap guncangan iklim, dan tengah mengalami "normal iklim baru" di mana gelombang panas, siklon, kekeringan, dan banjir yang semakin intens menguji batas kemampuan pemerintah, bisnis, dan warga untuk beradaptasi.

Baca juga: Letak Astronomis Negara Indonesia

Dinamika Politik dan Kerja Sama Regional di Asia Selatan

Kerja sama regional di Asia Selatan dibentuk oleh kombinasi faktor, termasuk geografi bersama, perkembangan sejarah, kebijakan kolonial, dan dinamika politik pasca-kemerdekaan. SAARC sebagai organisasi utama telah menjadi wadah dialog antar-negara, meskipun efektivitasnya sering terkendala oleh rivalitas bilateral, terutama antara India dan Pakistan.

Sungai Indus telah menjadi salah satu sumber ketegangan utama antara India dan Pakistan, karena beberapa anak sungainya berasal dari India dan mengalir ke hilir di Pakistan yang sangat bergantung pada aliran tersebut untuk irigasi dan pertanian. Hubungan kedua negara ini juga pernah bersinggungan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Kebijakan "Neighbourhood First" India menekankan keterlibatan politik, integrasi ekonomi, konektivitas, dan kerja sama keamanan dengan negara-negara tetangga, di mana antara tahun 2000 hingga awal 2020-an, India menyalurkan lebih dari 30 miliar dolar AS dalam bentuk jalur kredit dan bantuan pembangunan kepada negara-negara tetangga.

Di sisi lain, di tengah berbagai tantangan tersebut, Asia Selatan juga memanfaatkan keunggulan uniknya untuk muncul sebagai pemimpin dalam memberikan solusi iklim, mulai dari pasar energi bersih yang berkembang pesat hingga strategi adaptasi inovatif. Model Bank Dunia menemukan bahwa kolapsnya "jasa ekosistem" seperti penyerbukan tanaman, stok ikan, dan hutan asli dapat memangkas PDB kawasan sebesar 6,5% atau 320 miliar dolar AS.

Baca juga: Daftar Benua di Dunia dan Karakteristiknya

Tanya & Jawab Seputar Negara Asia Selatan

Apa saja negara yang termasuk kawasan Asia Selatan?

Negara-negara yang termasuk kawasan Asia Selatan meliputi Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka, dengan Afghanistan yang juga sering disertakan. Kedelapan negara ini tergabung dalam South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) sebagai wadah kerja sama regional.

Mengapa Asia Selatan disebut sebagai kawasan terpadat di dunia?

Asia Selatan menampung populasi sekitar 2,04 miliar jiwa atau seperempat dari total penduduk dunia. Dengan luas wilayah yang hanya mencakup sekitar 10% benua Asia, kepadatan penduduk kawasan ini sangat tinggi, terutama di sepanjang lembah sungai besar dan wilayah pesisir yang subur.

Apa peran muson bagi negara-negara di Asia Selatan?

Muson membawa sebagian besar curah hujan kawasan antara Mei dan September, yang sangat penting bagi pertanian dan sistem pasokan air di Asia Selatan. Variasi intensitas muson secara historis telah berkontribusi terhadap banjir dan kekeringan yang berdampak pada ketahanan pangan di banyak wilayah kawasan ini.

Memahami seluk-beluk negara Asia Selatan tidak hanya penting bagi kepentingan akademis, tetapi juga untuk memahami dinamika geopolitik global. Dengan populasi yang masif, pertumbuhan ekonomi yang pesat, serta tantangan iklim yang mendesak, kawasan ini akan terus memainkan peran strategis dalam peta pembangunan dunia di abad ke-21.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|