Liputan6.com, Jakarta Memahami negara termaju di dunia menjadi topik yang tak pernah kehilangan relevansinya, terutama di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus bergeser. Istilah "negara maju" sering digunakan untuk menggambarkan negara berdaulat yang memiliki ekonomi matang dan infrastruktur teknologi canggih, namun cakupan maknanya jauh lebih luas dari sekadar ukuran kekayaan.
Klasifikasi ekonomi maju digunakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mengelompokkan negara dengan tingkat pembangunan ekonomi yang relatif tinggi, berdasarkan faktor seperti PDB per kapita, diversifikasi ekspor, dan integrasi ke dalam sistem keuangan global. Daftar negara termaju di dunia sendiri terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan data dan metodologi penilaian dari berbagai lembaga internasional.
Dilansir dari World Population Review, Program Pembangunan PBB (UNDP) mengukur tingkat pembangunan manusia di berbagai negara menggunakan Human Development Index (HDI). Indeks ini merangkum berbagai indikator utama dari sektor kesehatan, pendidikan, dan pendapatan menjadi satu skor tahunan komposit. Skor HDI berkisar antara 0,000 (terendah) hingga 1,000 (tertinggi), di mana negara-negara yang berhasil meraih skor antara 0,800 hingga 1,000 dikategorikan ke dalam kelompok negara dengan tingkat Pembangunan Manusia Sangat Tinggi (Very High Human Development).
Pengertian Negara Maju dan Indikator Utamanya
Sebelum mengenal lebih jauh daftar negara termaju di dunia, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan negara maju. Secara umum, negara maju adalah negara yang telah mencapai tingkat pembangunan ekonomi, teknologi, dan sosial yang tinggi dibandingkan negara lainnya. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, negara maju memiliki karakteristik berupa industrialisasi yang tinggi, standar hidup yang baik, pertumbuhan ekonomi yang cepat, serta tingkat kemiskinan dan pengangguran yang rendah dengan distribusi pendapatan yang relatif merata.
Mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, dikutip dari The Borgen Project menyatakan, "Negara maju adalah negara yang memungkinkan seluruh warganya menikmati kehidupan yang bebas dan sehat dalam lingkungan yang aman."
Meski terdengar sederhana, tidak ada satu pun definisi yang disepakati secara universal. Klasifikasi ekonomi dalam World Economic Outlook IMF membagi dunia menjadi dua kelompok besar, yakni ekonomi maju dan ekonomi pasar berkembang, namun klasifikasi ini tidak didasarkan pada kriteria ketat dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Berikut beberapa indikator utama yang digunakan untuk menilai kemajuan suatu negara:
- Produk Domestik Bruto (PDB) per Kapita — Mengukur rata-rata pendapatan ekonomi setiap penduduk. IMF menggunakan PDB per kapita yang tinggi sebagai salah satu faktor klasifikasi ekonomi maju.
- Human Development Index (HDI) — Indeks yang dikembangkan UNDP ini mengukur tiga dimensi utama: kehidupan panjang dan sehat yang diukur dari angka harapan hidup, akses terhadap pendidikan yang diukur dari rata-rata lama sekolah, serta standar hidup layak yang diukur dari Pendapatan Nasional Bruto per kapita.
- Tingkat Industrialisasi — Negara maju umumnya sudah beralih dari ekonomi berbasis pertanian ke ekonomi berbasis industri dan jasa.
- Infrastruktur Teknologi — Penetrasi internet, adopsi jaringan 5G, dan investasi riset serta pengembangan (R&D) menjadi penanda penting.
- Kualitas Pendidikan dan Kesehatan — Tingkat literasi mendekati 100%, akses layanan kesehatan yang komprehensif, serta angka harapan hidup yang tinggi.
- Stabilitas Politik dan Tata Kelola Pemerintahan — Pemerintahan demokratis yang transparan dan efektif turut menjadi ciri negara maju.
Per April 2026 terdapat 43 ekonomi yang diklasifikasikan sebagai ekonomi maju oleh IMF, termasuk ekonomi besar seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman, serta ekonomi yang lebih kecil seperti Singapura, Irlandia, dan Selandia Baru.
Baca juga: Indonesia Negara Maju atau Berkembang? Ini Penjelasan Menurut WTO dan PDB
Daftar Negara Termaju di Dunia Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (HDI)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327264/original/045394700_1756176643-mountain-landscape-zermatt-switzerland.jpg)
Perbesar
Salah satu pendekatan paling komprehensif untuk mengukur kemajuan suatu negara adalah melalui Human Development Index (HDI). HDI diciptakan untuk menggeser penilaian pembangunan manusia dari sekadar pertumbuhan ekonomi, dengan menekankan pada manusia dan kapabilitasnya, bukan hanya situasi ekonomi semata. Berdasarkan Human Development Report 2025 yang dirilis UNDP dengan data tahun 2023, berikut daftar negara dengan skor HDI tertinggi di dunia:
- Islandia — HDI: 0,972. Islandia menempati peringkat pertama dalam HDI Ranking 2025 dengan nilai HDI 0,972.
- Swiss — HDI: 0,970. Produktivitas tinggi, angka harapan hidup panjang, dan hasil pendidikan yang kuat menempatkan Swiss di antara pemimpin global.
- Norwegia — HDI: 0,970. Model berpendapatan tinggi dan kepercayaan tinggi dengan hasil kesehatan yang kuat dan akses luas terhadap pendidikan menjaga Norwegia tetap di puncak HDI.
- Denmark — HDI: 0,966. Standar hidup tinggi, layanan publik yang kuat, dan hasil pendidikan yang konsisten mengangkat HDI Denmark ke garis depan global.
- Swedia — HDI: 0,964
- Irlandia — HDI: 0,961
- Australia — HDI: 0,958. Australia merupakan negara sangat maju dengan ekonomi pasar, PDB per kapita tinggi, dan tingkat kemiskinan yang relatif rendah.
- Belanda — HDI: 0,955
- Hong Kong — HDI: 0,949
- Belgia — HDI: 0,951
Islandia, Swiss, dan Norwegia memimpin secara global dalam HDI, dan negara-negara ini secara konsisten berada di peringkat teratas dari waktu ke waktu, dengan hanya sedikit perubahan dari tahun ke tahun, yang menunjukkan bahwa pembangunan manusia yang sangat tinggi bersifat stabil dan sulit terganggu.
Menariknya, Amerika Serikat, yang menempati peringkat ke-18 dalam HDI standar dengan skor 0,938, turun ke posisi ke-29 apabila disesuaikan dengan ketimpangan (IHDI) dengan skor 0,832, suatu penurunan sebesar 11,3%. Hal ini menunjukkan bahwa kekayaan nasional tidak selalu mencerminkan pemerataan pembangunan. Ini merupakan diskon ketimpangan terbesar di antara 20 negara teratas dalam HDI.
Baca juga: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Meningkat, Bertengger di Urutan ke-112
Negara Termaju di Dunia dari Sisi Kekuatan Ekonomi Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4413953/original/025962500_1683105059-administration-gfb3e76f67_1280.jpg)
Perbesar
Selain HDI, Produk Domestik Bruto (PDB) kerap menjadi tolak ukur kekuatan ekonomi suatu negara. Meskipun PDB yang besar tidak otomatis menjadikan sebuah negara "maju" menurut seluruh definisi, besaran ekonomi tetap menjadi faktor krusial dalam peta kemajuan global. Amerika Serikat terus mendominasi ekonomi global sebagai ekonomi terbesar dunia berdasarkan PDB, ditopang oleh lingkungan yang mendorong inovasi dan kewirausahaan.
Berdasarkan data The World Bank dan IMF, berikut negara-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar yang juga berstatus sebagai negara maju:
- Amerika Serikat — PDB nominal sekitar $29,2 triliun (2024). AS menjadi pusat keuangan global, teknologi, dan inovasi. Perusahaan-perusahaan raksasa teknologi dunia seperti Apple, Alphabet, Meta, dan Nvidia bermarkas di negara ini.
- Jerman — PDB nominal sekitar $4,7 triliun. Jerman merupakan mesin ekonomi Eropa dan negara dengan ekonomi terbesar di Uni Eropa. Sektor manufaktur, otomotif, dan permesinan menjadi tulang punggung kekuatan ekonominya.
- Jepang — PDB nominal sekitar $4,0 triliun. Jepang dikenal sebagai pusat industri otomotif, elektronik, robotik, dan teknologi presisi yang menjadikannya pemain utama dalam rantai pasok global.
- Inggris — London tetap berfungsi sebagai hub keuangan internasional, sementara ekonomi Inggris ditopang oleh sektor jasa, pendidikan, riset, dan industri kreatif.
- Prancis — Memiliki kekuatan di sektor energi, kedirgantaraan, pertahanan, industri mewah, serta pariwisata yang memperkuat posisinya sebagai salah satu negara termaju di dunia.
- Kanada — Ekonomi maju dengan stabilitas tinggi, didukung oleh sumber daya alam, sektor energi, teknologi, dan layanan keuangan. Warganya menikmati cakupan kesehatan universal.
- Korea Selatan — Korea Selatan telah mencapai pertumbuhan pesat dalam waktu singkat dan berevolusi dari negara berkembang menjadi kekuatan ekonomi global.
- Australia — Ekonomi yang terdiversifikasi dengan sektor pertambangan, jasa, dan pendidikan yang kuat.
Perlu dicatat bahwa beberapa negara dengan PDB total besar seperti Tiongkok dan India belum dikategorikan sebagai negara maju oleh sebagian besar organisasi internasional. Tiongkok misalnya, pada tahun 1990 memiliki skor HDI 0,484, lalu pada 2023 mencapai 0,797, menjadikannya satu-satunya negara dalam sejarah UNDP yang bertransisi dari pembangunan manusia "rendah" ke "tinggi". Meski demikian, skor tersebut belum melampaui ambang batas 0,800 untuk kategori "sangat tinggi".
Baca juga: Indonesia Peringkat ke-7 Ekonomi Terbesar di Dunia
Peringkat Negara Termaju di Dunia dalam Bidang Teknologi dan Inovasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5375019/original/011654100_1759909265-1.jpg)
Perbesar
Kemajuan teknologi dan kapasitas inovasi merupakan salah satu pembeda utama antara negara maju dan negara berkembang. Global Finance Magazine merilis peringkat negara paling maju secara teknologi berdasarkan empat metrik utama, dan hasilnya memberikan perspektif menarik tentang negara termaju di dunia dari sisi digital dan riset. Berikut 12 negara teratas berdasarkan peringkat tersebut:
- Korea Selatan (Skor: 6,63) — Negara ini menghabiskan sekitar 5% PDB untuk riset dan pengembangan pada 2023 serta memiliki penetrasi internet di atas 99% populasi. Samsung dan SK Hynix menjadi pilar industri semikonduktor global.
- Amerika Serikat (Skor: 4,94) — Mencatat pengeluaran R&D sekitar $823 miliar pada 2023. Silicon Valley tetap menjadi episentrum inovasi teknologi dunia.
- Taiwan (Skor: 4,90) — TSMC menguasai sekitar 70% pasar foundry global pada 2025, menjadikan Taiwan sebagai jantung industri semikonduktor dunia.
- Denmark (Skor: 4,79) — Unggul dalam teknologi hijau dan farmasi, dengan Vestas sebagai produsen turbin angin terbesar dunia.
- Swiss (Skor: 4,68) — Menggabungkan manufaktur farmasi, keuangan, dan rekayasa presisi. ETH Zurich dan EPFL secara konsisten masuk 20 besar universitas dunia.
- Israel (Skor: 4,10) — Menghabiskan sekitar 6,3% PDB untuk R&D pada 2023, persentase tertinggi di seluruh dunia.
- Finlandia (Skor: 3,94)
- Belanda (Skor: 3,79) — ASML menjadi satu-satunya produsen mesin litografi EUV di dunia yang diperlukan untuk membuat chip semikonduktor tercanggih.
- Swedia (Skor: 3,76)
- Norwegia (Skor: 3,59)
- Singapura (Skor: 3,50)
- Inggris (Skor: 3,49)
Toshihiko Fukui, mantan Gubernur Bank of Japan, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Penuaan dan penurunan populasi merupakan masalah serius di banyak negara maju saat ini. Dalam kasus Jepang, perubahan demografis ini terjadi lebih cepat dibandingkan yang pernah dialami negara mana pun."
Peringkat ini menunjukkan bahwa negara termaju di dunia dari sisi teknologi tidak selalu identik dengan negara berukuran ekonomi terbesar. Global Innovation Index (GII) mengevaluasi hampir 140 ekonomi menggunakan sekitar 80 indikator mulai dari belanja R&D, kesepakatan modal ventura, ekspor berteknologi tinggi, hingga pendaftaran kekayaan intelektual.
Baca juga: Ciri-Ciri Negara Maju: Karakteristik dan Contoh Lengkap
Faktor-Faktor yang Membentuk Negara Termaju di Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498235/original/005226300_1770701056-group-diverse-grads-throwing-caps-up-sky.jpg)
Perbesar
Tidak ada satu formula tunggal yang menjadikan suatu negara sebagai negara termaju di dunia. Namun, ada sejumlah faktor yang secara konsisten dimiliki oleh negara-negara di puncak peringkat pembangunan. Mengacu pada riset The Borgen Project, layanan kesehatan, pendidikan, dan akses terhadap kredit merupakan elemen kunci yang berkontribusi terhadap kemajuan suatu negara.
Joseph Stiglitz, ekonom pemenang Nobel, dikutip dari The Guardian menyatakan, "Di negara-negara berkembang, kurangnya infrastruktur merupakan hambatan perdagangan yang jauh lebih serius daripada tarif." Pernyataan ini menegaskan betapa pentingnya fondasi infrastruktur dalam menopang kemajuan sebuah bangsa.
Berikut adalah faktor-faktor utama yang membentuk negara maju dunia:
- Investasi Besar dalam Pendidikan — Negara maju mengalokasikan dana signifikan untuk pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Tingkat literasi dan sistem pendidikan merupakan tanda pasti negara maju; sementara negara seperti Norwegia secara konsisten mempertahankan tingkat literasi 100%, negara-negara terbelakang seperti Niger hanya memiliki sekitar 19%.
- Sistem Kesehatan yang Komprehensif — Akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas menjadi ciri khas negara maju. Angka harapan hidup yang tinggi dan angka kematian bayi yang rendah merupakan konsekuensi langsung.
- Diversifikasi Ekonomi — Ekonomi negara maju tidak bergantung pada satu sektor saja. Sektor jasa, manufaktur berteknologi tinggi, dan industri kreatif saling melengkapi.
- Supremasi Teknologi dan Inovasi — Negara termaju di dunia menginvestasikan persentase besar dari PDB mereka untuk riset dan pengembangan. Israel, misalnya, menghabiskan 6,3% PDB-nya untuk R&D.
- Tata Kelola Pemerintahan yang Baik — Aksesibilitas pasar, kualitas institusional, dan kematangan pasar keuangan turut menjadi pembeda antara ekonomi maju dan ekonomi berkembang.
- Stabilitas Politik dan Hukum — Sistem hukum yang kuat dan pemerintahan yang transparan menciptakan iklim kondusif bagi investasi dan pertumbuhan berkelanjutan.
- Infrastruktur Digital yang Merata — Penetrasi internet yang tinggi dan adopsi teknologi digital secara luas menjadi fondasi ekonomi berbasis pengetahuan.
Singapura adalah contoh nyata: ketika merdeka pada 1965, separuh populasinya buta huruf; namun tanpa sumber daya alam yang berarti, negara ini mengangkat dirinya melalui kerja keras dan kebijakan cerdas hingga menjadi salah satu tempat paling ramah bisnis di dunia. Kini Singapura menjadi pusat perdagangan, manufaktur, dan keuangan yang berkembang pesat, dengan 98% populasi dewasanya sudah melek huruf.
Baca juga: Prabowo Mau Jadikan Indonesia Masuk 7 Negara Maju Dunia, Sanggup?
Sementara itu, beberapa negara berkembang menunjukkan kemajuan pesat menuju status maju. Bank Dunia mengatribusikan transformasi Tiongkok pada pengurangan kemiskinan paling cepat dalam sejarah tercatat, dengan lebih dari 800 juta orang terangkat dari garis kemiskinan ekstrem dalam tiga dekade. Indonesia sendiri telah menjadi ekonomi terbesar ke-8 dunia berdasarkan PDB PPP dan terus menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan.
Baca juga: Ciri-Ciri Negara Berkembang: Karakteristik dan Tantangannya Menuju Kemajuan
Baca juga: Ciri-Ciri Negara Berkembang dari Segi Ekonomi hingga Pendidikan
Baca juga: Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi
Baca juga: Dibanding Negara Berkembang Lain, Ekonomi Indonesia yang Terbaik
Baca juga: 35 Tahun Lagi, Negara Berkembang Bakal Kuasai Ekonomi Dunia
Baca juga: Indonesia Resmi Jadi Negara Ekonomi Terbesar ke-7 Dunia
Baca juga: Negara Terkaya di Asia Tenggara: Daftar Lengkap dan Analisis Ekonomi
Baca juga: PDB Tertinggi di Asia Tenggara, Indonesia Punya Pekerjaan Rumah Ini
Baca juga: Indeks Pembangunan Manusia PBB, RI di Peringkat 113
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Negara Termaju di Dunia
1. Apa saja indikator yang digunakan untuk menentukan negara termaju di dunia?
Indikator utama meliputi Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, Human Development Index (HDI), tingkat industrialisasi, infrastruktur teknologi, kualitas pendidikan dan kesehatan, serta stabilitas politik. HDI yang diproduksi UNDP menggunakan rata-rata geometris dari tiga indeks dimensi yang dinormalisasi: kesehatan yang diukur dari angka harapan hidup, pendidikan yang diukur dari ekspektasi lama sekolah dan rata-rata lama sekolah dewasa, serta standar hidup yang diukur dari Pendapatan Nasional Bruto per kapita dalam istilah PPP. Setiap lembaga internasional seperti IMF, PBB, dan Bank Dunia memiliki kriteria yang sedikit berbeda sehingga klasifikasi bisa bervariasi.
2. Negara mana yang menempati peringkat pertama sebagai negara termaju di dunia?
Jawabannya bergantung pada indikator yang digunakan. Berdasarkan HDI Ranking 2025, Islandia menempati peringkat pertama dengan skor 0,972. Sementara dari sisi kekuatan ekonomi, Amerika Serikat tetap menjadi ekonomi terbesar dunia berdasarkan PDB nominal. Adapun dari sisi kemajuan teknologi, Korea Selatan memimpin peringkat Global Finance Magazine dengan skor tertinggi 6,63.
3. Apakah negara dengan PDB terbesar otomatis disebut negara termaju di dunia?
Tidak selalu. PDB yang besar menunjukkan skala ekonomi, namun belum tentu mencerminkan kualitas hidup warga negaranya. Peringkat HDI bukan daftar negara terkaya, melainkan papan skor untuk pembangunan manusia yang seimbang. Tiongkok misalnya, memiliki PDB terbesar kedua dunia namun masih dikategorikan sebagai negara berkembang oleh mayoritas organisasi internasional karena PDB per kapitanya yang relatif rendah dan skor HDI yang belum melampaui ambang batas 0,800. Sebaliknya, negara kecil seperti Islandia dan Norwegia berada di puncak peringkat negara maju berkat pemerataan kesejahteraan yang lebih baik.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8518926/original/093478700_1782445561-b5d26a3b-3b6c-4513-95b2-8d1576e2931c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474359/original/016855500_1782384069-lANKo2zd0QWYcQtfx3ff2nkLu526SwT5ZSUo9Bnb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3399809/original/087470500_1615541216-20210312-Penjual_Piringan_Hitam__CD_dan_Kaset_Pita_Bertahan_di_Era_Digital_dan_Pandemi-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396179/original/075553500_1782277238-UnHrUKYufpztHLzWzvnEQ3cgredXKGGx63Qtrzl7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472948/original/045750900_1782381642-EwnYjUniEmuRxQSJ0RkKfLOyxdiKXDrLbywCyFAz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516263/original/008062300_1782441709-xphhsTs2xR3mROTvzeAhH6cr6hnDZZC4iMzHkzDN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516176/original/091697900_1782441641-QpRferzuxI9Jr9Wky825lFcvLMEU4l5OKgOSKAF3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263018/original/062015000_1781856638-dSY6HkzvbNwvdN1ITfQym1eBCHK19empj6SsZOBf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474343/original/050618800_1782384056-BUq9vCu4MiTga8Jtqhmy6uWerpOhGPW2JuEsbE0y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474328/original/090650000_1782384044-hePXNt7KCRTCKaUHFcFDo4In7dsiTUBlGC2m2vqu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3255027/original/046915200_1601539420-photo-1574607383363-5b5f1747b37b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3510191/original/080776800_1626239245-thought-catalog-IjpqsMP6RzY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474330/original/013538800_1782384046-HtopnNcjMCgs6LvyMwBEEq62it8m4Dm1Z060rgNY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396200/original/032355200_1782277250-pSIXYUhPl977xYJ4l5TAEhssPjATXZ53iRzbCWpd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396228/original/005383800_1782277281-wxQ5FNrIFysJbgusgS6L4p50XMccTWo921gePn3t.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396218/original/059992400_1782277260-rqN9Ufhj9MRWf37AHEkfgY8ICHFV1k2NMVzHWUa2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474355/original/046084700_1782384061-BhDNYw7rvpJoamxfP3aqnk8OmNTcFsWo5w0vQORV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5056854/original/023892900_1734564685-KIM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474318/original/030628400_1782384034-arBqcXAl4S06GV2iP1BncAeqifHEkt2QLfz1C2K5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8474326/original/045696200_1782384042-yvoZUgKcG0BtkE8Rwykbw192j8P6MJaLgtIZ4Uz9.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)