Liputan6.com, Jakarta - Usaha ayam petelur menjadi salah satu sektor peternakan yang tidak pernah kehilangan pasar karena telur merupakan bahan pangan pokok yang dikonsumsi hampir setiap hari oleh masyarakat Indonesia, baik untuk kebutuhan rumah tangga, usaha kuliner, hingga industri makanan skala besar yang membutuhkan pasokan stabil dalam jumlah besar. Stabilnya permintaan inilah yang membuat banyak orang tertarik mencari tahu peluang usaha ayam petelur berapa modal awal yang dibutuhkan, terutama bagi pemula yang ingin membangun sumber penghasilan jangka panjang dengan perputaran uang yang relatif cepat dibandingkan jenis ternak lainnya.
Namun, meskipun terlihat menjanjikan, memulai usaha ayam petelur tidak bisa dilakukan tanpa perhitungan matang karena ada komponen biaya seperti kandang, bibit, pakan, vaksin, serta operasional harian yang harus diperhitungkan sejak awal agar usaha bisa berjalan stabil dan tidak berhenti di tengah jalan. Oleh sebab itu, memahami struktur modal, potensi keuntungan, serta risiko yang mungkin muncul menjadi langkah penting sebelum benar-benar terjun ke bisnis ternak ayam petelur.
Mengapa Usaha Ayam Petelur Punya Peluang Besar?
Permintaan telur ayam di Indonesia tergolong stabil sepanjang tahun karena produk ini dikonsumsi oleh hampir semua lapisan masyarakat, mulai dari keluarga sederhana hingga restoran dan hotel berbintang, sehingga pasar tidak hanya luas tetapi juga berulang setiap hari. Berbeda dengan komoditas musiman yang bergantung pada tren, telur tetap dibutuhkan bahkan saat kondisi ekonomi sedang lesu karena harganya relatif terjangkau dan kandungan proteinnya tinggi.
Selain itu, usaha ayam petelur memiliki keunggulan berupa cashflow harian karena produksi telur terjadi setiap hari setelah ayam memasuki masa bertelur, sehingga peternak tidak perlu menunggu berbulan-bulan untuk menikmati hasil panen seperti pada beberapa jenis usaha ternak lain. Jika dibandingkan dengan ayam broiler yang dipanen dalam periode tertentu, ayam petelur menawarkan pemasukan rutin yang membantu menjaga arus kas tetap stabil.
Faktor lain yang membuat usaha ini menarik adalah fleksibilitas skala usaha, karena bisa dimulai dari puluhan ekor di pekarangan rumah hingga ribuan ekor dalam sistem kandang modern, sehingga cocok untuk pemula yang ingin mencoba dalam skala kecil terlebih dahulu sebelum melakukan ekspansi. Dengan manajemen pakan dan kesehatan yang baik, produktivitas ayam bisa dipertahankan pada level optimal selama periode produksi berlangsung.
Jenis Ayam Petelur yang Cocok untuk Pemula
Dalam usaha ayam petelur, pemilihan jenis ayam sangat menentukan produktivitas dan efisiensi biaya pakan karena setiap strain memiliki karakteristik berbeda dalam hal jumlah produksi telur, ketahanan tubuh, serta adaptasi terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pemula perlu memahami perbedaan ayam petelur coklat dan putih sebelum memutuskan membeli bibit.
Salah satu strain populer adalah ISA Brown yang dikenal sebagai ayam petelur coklat dengan produktivitas tinggi serta daya tahan tubuh yang cukup baik terhadap perubahan cuaca tropis, sehingga banyak direkomendasikan untuk peternak pemula yang masih belajar manajemen kandang. Telur yang dihasilkan berwarna coklat dan umumnya lebih disukai pasar tradisional.
Selain itu, terdapat strain seperti Hy-Line yang termasuk ayam petelur putih dengan efisiensi pakan yang sangat baik serta kemampuan produksi telur yang konsisten, meskipun umumnya memerlukan manajemen kandang yang lebih terkontrol agar performanya tetap optimal. Telur yang dihasilkan berwarna putih dan sering dipasok ke industri makanan atau hotel.
Pemula juga perlu mempertimbangkan apakah akan membeli DOC (Day Old Chick) dengan harga lebih murah namun memerlukan waktu pemeliharaan hingga siap bertelur, atau membeli pullet siap produksi yang harganya lebih mahal tetapi bisa langsung menghasilkan telur dalam waktu singkat, sehingga keputusan ini harus disesuaikan dengan kemampuan modal dan kesiapan manajemen.
Rincian Modal Awal Usaha Ayam Petelur
Modal Skala Kecil (50 Ekor)
Memulai usaha dengan 50 ekor ayam petelur cocok untuk pemula yang ingin belajar manajemen kandang tanpa risiko besar, karena skala ini masih bisa dikelola sendiri tanpa membutuhkan banyak tenaga kerja tambahan. Modal utama biasanya digunakan untuk membeli pullet siap bertelur agar perputaran uang bisa lebih cepat dimulai.
Selain biaya bibit, peternak perlu menyiapkan kandang sederhana berbahan kayu atau bambu yang dilengkapi tempat pakan dan minum, serta sistem ventilasi yang baik agar ayam tetap sehat dan produktif. Meskipun sederhana, kebersihan dan sirkulasi udara tetap menjadi faktor penting agar ayam tidak mudah terserang penyakit.
Secara umum, estimasi modal untuk 50 ekor bisa berada pada kisaran belasan juta rupiah tergantung harga bibit dan bahan bangunan di daerah masing-masing, sehingga skala ini relatif terjangkau bagi pemula yang ingin mencoba tanpa tekanan finansial besar.
Modal Skala Menengah (100–300 Ekor)
Pada skala ini, kandang biasanya sudah menggunakan sistem baterai agar penempatan ayam lebih efisien dan memudahkan proses pengambilan telur setiap hari. Investasi kandang menjadi lebih besar karena membutuhkan rangka besi atau baja ringan agar lebih tahan lama dan kuat.
Kebutuhan pakan juga meningkat signifikan karena biaya terbesar dalam usaha ayam petelur berasal dari konsumsi pakan harian yang harus konsisten agar produksi telur tidak menurun. Oleh sebab itu, pengelolaan stok pakan dan pembelian dalam jumlah besar sering dilakukan untuk menekan harga.
Modal awal untuk skala menengah bisa mencapai puluhan juta rupiah tergantung kualitas kandang dan sistem manajemen yang digunakan, namun potensi pendapatan bulanan juga meningkat karena jumlah produksi telur lebih banyak.
Modal Skala Besar (1.000 Ekor ke Atas)
Skala besar biasanya memerlukan lahan khusus dengan sistem kandang permanen yang dirancang untuk efisiensi produksi dan kemudahan perawatan, termasuk instalasi listrik, gudang pakan, serta sistem pembuangan kotoran yang baik agar lingkungan tetap bersih.
Investasi awal pada skala ini tergolong besar karena selain membeli ribuan ekor ayam, peternak juga harus menyiapkan infrastruktur yang memadai serta kemungkinan merekrut tenaga kerja untuk membantu operasional harian. Sistem manajemen menjadi lebih kompleks sehingga diperlukan pencatatan produksi yang rapi.
Modal awal usaha 1.000 ekor bisa mencapai ratusan juta rupiah, namun potensi omzet per bulan juga jauh lebih tinggi jika manajemen berjalan efektif dan harga telur berada pada kondisi stabil.
Biaya Operasional Bulanan
Biaya operasional terbesar dalam usaha ayam petelur adalah pakan, yang bisa mencapai lebih dari separuh total pengeluaran bulanan karena ayam membutuhkan asupan nutrisi seimbang agar produksi telur tetap stabil dan tidak menurun drastis. Fluktuasi harga jagung sebagai bahan baku pakan juga bisa memengaruhi margin keuntungan.
Selain pakan, peternak perlu menganggarkan biaya vitamin dan vaksin untuk menjaga kesehatan ayam agar terhindar dari penyakit yang dapat menyebabkan penurunan produksi bahkan kematian massal. Pencegahan jauh lebih murah dibandingkan mengobati ayam yang sudah terlanjur sakit.
Biaya lain yang sering terlupakan adalah listrik, air, tenaga kerja, serta biaya tak terduga seperti kematian ayam atau penurunan harga telur di pasar, sehingga penting untuk selalu menyediakan dana cadangan agar usaha tetap berjalan stabil dalam kondisi apa pun.
Tips Sukses Usaha Ayam Petelur untuk Pemula
Sebelum terjun ke usaha ayam petelur, ada beberapa strategi penting yang perlu dipahami agar modal yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia dan usaha bisa berkembang secara bertahap dengan risiko yang lebih terkendali.
- Mulai dari skala kecil untuk belajar manajemen.
- Pilih bibit berkualitas dari hatchery terpercaya.
- Fokus pada manajemen pakan karena ini menentukan produktivitas.
- Terapkan biosecurity dan jadwal vaksin rutin.
- Bangun jaringan pembeli sejak awal agar telur langsung terserap pasar.
- Catat setiap pemasukan dan pengeluaran secara detail.
- Sisihkan keuntungan untuk ekspansi bertahap.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Berapa minimal modal ternak ayam petelur?
Modal minimal skala kecil sekitar belasan juta rupiah untuk 50 ekor.
2. Kapan ayam mulai bertelur?
Biasanya mulai usia 4,5–5 bulan tergantung strain dan pakan.
3. Berapa lama balik modal usaha ayam petelur?
Rata-rata 12–24 bulan tergantung skala dan harga pasar.
4. Apakah usaha ayam petelur masih menguntungkan?
Masih menguntungkan jika manajemen pakan dan kesehatan terkontrol.

13 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510146/original/088149200_1771819426-Mudik_Gratis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512347/original/059029000_1771949316-1000778930.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512348/original/051184200_1771949321-HB7tnZKb0AAeHsC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512204/original/028767900_1771929062-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.30.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512319/original/098317500_1771943415-IMG_0840.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512181/original/059721900_1771927674-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_15.56.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512302/original/006899200_1771940005-alaeddine_ajaraie.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4823498/original/098800000_1714994148-IMG_2378.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5356566/original/058760100_1758462443-WhatsApp_Image_2025-09-21_at_19.11.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511558/original/093538500_1771912746-resep_takjil_sehat_tiga_bahan_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5355944/original/043627800_1758383519-WhatsApp_Image_2025-09-20_at_21.05.38_220146d3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512139/original/059985000_1771926521-unnamed_-_2026-02-24T162931.632.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512135/original/076613200_1771926385-unnamed__23_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493826/original/079941100_1770267994-76e98774-c1b4-46ec-bfb7-e438962c9db7.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511954/original/031915100_1771921543-Untitled_design__25_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512230/original/056267200_1771930514-arhan_asnawi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512039/original/006596500_1771923234-kandang_ayam_lantai_semen_minimalis_mudah_dibersihkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476941/original/048411700_1768803778-Memberi_pakan_ternak_ikan_lele_bioflok__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5240319/original/041286700_1748914952-Facundo-Garces-1.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)