Umuh Muchtar Targetkan Comeback Gila, Wajibkan Persib Menang 3-0 di GBLA Demi Asa Asia

7 hours ago 2

Bola.com, Bandung - Persib Bandung menghadapi misi nyaris mustahil saat menjamu Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2 2025. Kekalahan telak 0-3 di Thailand membuat Maung Bandung harus mengejar defisit besar demi menjaga mimpi melangkah lebih jauh di level Asia.

Namun, optimisme belum padam. Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Rabu 18 Februari 2026, Persib diyakini punya peluang membalikkan keadaan. Dukungan puluhan ribu Bobotoh disebut bisa menjadi energi tambahan yang tak dimiliki lawan.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, menyadari betul beratnya tantangan ini. Tetapi bagi pria yang juga menjabat manajer tim tersebut, sepak bola selalu menyisakan ruang untuk kejutan.

Menurutnya, kekalahan pada leg pertama bukan semata soal kualitas, melainkan faktor keberuntungan yang belum berpihak. Kini, momentum kebangkitan harus dimulai dari kandang sendiri.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dewi Fortuna dan Tekad Bangkit di Kandang

Dalam pernyataannya, Umuh menilai hasil di Thailand tidak sepenuhnya mencerminkan keseimbangan permainan kedua tim. Ia menyebut faktor keberuntungan menjadi pembeda utama.

“Namanya pertandingan, di mana pun kalau lawan itu pasti seimbang. Tapi kita tidak ada keberuntungan. Dewi Fortuna belum memihak kepada kita,” ujar Umuh Muchtar.

Meski tertinggal agregat 0-3, ia tetap membuka peluang Persib mencetak lebih dari tiga gol di Bandung. Target itu memang ambisius, tetapi bukan tanpa dasar, apalagi bermain di depan publik sendiri.

“Kalau dipikir pasti berat. Insha Allah kita akan berusaha. Tidak menutup kemungkinan nanti di Bandung bisa dapat gol lebih dari tiga,” tegasnya.

Umuh menekankan bahwa laga kandang harus menjadi titik balik. Ia meminta pemain tampil dengan semangat berlipat, disiplin lebih ketat, dan tidak mengulangi kesalahan yang terjadi pada leg pertama.

“Bermain di kandang sendiri harus lebih semangat, lebih tinggi lagi. Kita harus hati-hati, jangan sampai kalah, jangan sampai draw. Harus menang di atas 3-0,” imbuhnya.

Adaptasi Pemain Baru dan Kerinduan Sosok Kunci

Selain soal mental dan taktik, Umuh juga menyinggung kontribusi pemain anyar seperti Layvin Kurzawa dan Sergio Castel. Keduanya sempat tampil pada leg pertama, namun belum menunjukkan dampak signifikan.

Menurut Umuh, publik perlu bersabar. Adaptasi dengan atmosfer pertandingan Asia dan skema permainan Bojan Hodak membutuhkan waktu.

“Mereka belum kelihatan, mereka harus adaptasi dulu. Sabar saja. Mudah-mudahan tanggal 18 Februari 2026 nanti mereka bisa tampil lebih baik,” harapnya.

Absennya sejumlah pemain inti juga diakui menjadi kerugian besar. Beckham Putra dan Marc Klok disebut sebagai motor permainan yang memberi keseimbangan antara kreativitas dan kontrol lini tengah.

“Ya, suatu kerugian ya, karena mereka motornya. Beckham masih sakit, capek. Insha Allah nanti tanggal 18 bisa lebih lengkap. Kita berdoa saja, minta doa dari Bobotoh,” tuturnya.

Misi Berat, Asa Belum Padam

Kekalahan 0-3 di Stadion Ratchaburi pada 11 Februari lalu memang meninggalkan beban besar. Namun dalam sepak bola, atmosfer kandang sering kali menjadi faktor pembeda yang tak tertulis di atas kertas.

Persib membutuhkan kombinasi permainan agresif, disiplin bertahan, serta efektivitas tinggi di depan gawang untuk mengejar defisit tiga gol tanpa kebobolan. Duel ini akan menjadi ujian mental sekaligus kualitas taktik Maung Bandung.

Kini, semua mata tertuju ke GBLA. Jika Persib mampu menjadikan kandang sebagai benteng sekaligus senjata, peluang comeback tetap terbuka. Di tengah tekanan agregat dan ekspektasi tinggi Bobotoh, laga ini bukan sekadar pertandingan, melainkan pertaruhan harga diri dan ambisi Asia.

Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|