Berita ini membuatmu penasaran?
Apa usaha paling cepat menghasilkan saat musim hajatan?Apakah usaha hajatan bisa dimulai dengan modal kecil?Kenapa musim hajatan di desa sangat potensial?
Baca artikel ini 6x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Ide usaha desa yang ramai saat musim hajatan selalu menjadi topik menarik, terutama ketika memasuki masa banyaknya acara pernikahan, khitanan, tunangan, hingga syukuran keluarga. Di berbagai desa, musim hajatan sering dianggap sebagai “musim panen rezeki” karena perputaran uang meningkat cukup besar dalam waktu singkat.
Dalam tradisi masyarakat Jawa misalnya, setelah melewati Tahun Dudo atau Tahun Duda, biasanya jumlah pesta pernikahan meningkat drastis. Kondisi ini membuat berbagai kebutuhan hajatan ikut melonjak, mulai dari undangan, makanan, dekorasi, hingga jasa pendukung acara lainnya.
Bagi masyarakat desa, momentum ini bisa menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan. Bahkan banyak usaha musiman yang mampu menghasilkan keuntungan jutaan rupiah hanya dalam beberapa minggu ketika musim hajatan sedang ramai. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (20/5/2026).
1. Jasa Cetak Undangan Hajatan
Salah satu ide usaha desa yang ramai saat musim hajatan adalah jasa cetak undangan. Meski kini undangan digital mulai populer, undangan fisik masih sangat dibutuhkan masyarakat desa, terutama untuk acara pernikahan dan sunatan.
Biasanya warga memesan undangan dalam jumlah besar, bahkan bisa mencapai 1.000 lembar lebih untuk satu acara. Jenis kertas yang digunakan pun beragam, mulai dari HVS, BC, hingga art carton sederhana yang tetap terlihat menarik namun ekonomis.
Menariknya, usaha ini bisa dimulai dari rumah dengan modal relatif kecil. Anda cukup menguasai desain sederhana menggunakan Canva atau aplikasi editing lainnya. Keuntungan per lembar memang terlihat kecil, tetapi karena jumlah pesanan besar, total profitnya bisa sangat menguntungkan saat musim hajatan sedang padat.
2. Jasa Pembuatan Undangan Digital
Selain cetak fisik, undangan digital kini menjadi tren baru di berbagai daerah. Banyak pasangan muda lebih memilih undangan digital karena lebih praktis, hemat biaya, dan mudah dibagikan melalui WhatsApp maupun media sosial.
Peluang usaha ini cocok untuk anak muda desa yang memiliki kemampuan desain grafis atau editing video. Anda bisa menawarkan berbagai konsep seperti rustic, modern elegant, aesthetic, hingga tema Korean style yang sedang digemari.
Keunggulan usaha ini adalah biaya produksinya sangat rendah. Bahkan tanpa printer sekalipun, Anda sudah bisa menjalankan bisnis hanya dengan laptop atau smartphone. Tambahan layanan seperti video undangan, QR code lokasi, atau microsite pernikahan juga bisa meningkatkan nilai jual jasa Anda.
3. Usaha Roti dan Snack Hajatan
Saat musim hajatan tiba, permintaan roti dan snack meningkat sangat tajam. Di banyak desa, roti menjadi isi utama hantaran undangan atau suguhan tamu.
Jenis produknya sangat beragam, mulai dari roti sobek, brownies, bolu mini, hingga kue tradisional modern. Harga jualnya pun cukup menarik karena biasanya dijual dalam paket.
Usaha ini memiliki peluang besar karena konsumsi makanan dalam hajatan hampir tidak pernah sepi. Bahkan satu acara bisa membutuhkan ratusan hingga ribuan paket snack. Jika kualitas rasa terjaga dan pengiriman tepat waktu, pelanggan biasanya akan merekomendasikan usaha Anda ke warga lain.
4. Penyewaan Tratak, Meja, dan Kursi Hajatan
Bisnis penyewaan perlengkapan pesta menjadi salah satu usaha paling laris saat musim hajatan. Hampir setiap acara membutuhkan tratak, kursi, meja, panggung, hingga sound system.
Memang modal awal usaha ini cukup besar, tetapi potensi pendapatannya juga sangat tinggi. Dalam satu acara saja, jasa sewa perlengkapan bisa menghasilkan jutaan rupiah tergantung skala hajatan.
Tantangan utama bisnis ini adalah kesiapan tim dan perlengkapan cadangan. Saat musim ramai, sering kali ada beberapa acara berlangsung bersamaan dalam satu hari. Karena itu, pelaku usaha harus memiliki manajemen perlengkapan dan tenaga kerja yang baik.
5. Jasa Make Up dan Wedding Organizer
Jasa make up artist atau MUA kini semakin dicari, bahkan bukan hanya untuk pengantin. Acara tunangan, wisuda, hingga sesi foto keluarga juga membutuhkan jasa rias profesional.
Di desa-desa, tren penggunaan wedding organizer sederhana juga mulai berkembang. Banyak keluarga ingin acara berjalan praktis tanpa harus repot mengatur sendiri seluruh kebutuhan pesta.
Jika Anda memiliki kemampuan tata rias atau manajemen acara, peluang ini sangat menjanjikan. Apalagi jasa seperti ini biasanya dibayar dalam paket yang nilainya cukup besar.
6. Souvenir Akrilik Kustom
Souvenir berbahan akrilik kini menjadi pilihan populer karena tampilannya elegan dan modern. Produk seperti gantungan kunci nama, mini plakat, atau pembatas buku custom banyak digunakan untuk souvenir pernikahan dan seminar.
Bisnis ini cocok dijalankan dari rumah dengan sistem pre-order. Anda bisa bekerja sama dengan jasa laser cutting lalu fokus pada desain dan pemasaran.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan souvenir custom terus meningkat karena masyarakat ingin memberikan kenang-kenangan yang lebih personal kepada tamu undangan. Tidak heran jika usaha ini termasuk ide usaha desa yang ramai saat musim hajatan dengan peluang keuntungan yang cukup tinggi.
7. Usaha Hampers dan Paket Souvenir Tematik
Hampers hajatan kini semakin diminati karena terlihat lebih eksklusif dan Instagrammable. Isi hampers bisa disesuaikan dengan kebutuhan acara, misalnya handuk bordir, sabun aromaterapi, mug custom, atau makanan ringan premium.
Kelebihan usaha ini adalah margin keuntungan yang cukup besar karena produk dijual dalam bentuk paket. Selain itu, pelanggan biasanya lebih tertarik membeli produk yang sudah dikemas cantik dan praktis.
Anda juga bisa menawarkan tema khusus seperti rustic wedding, eco friendly, atau nuansa tradisional khas desa agar terlihat unik dibanding kompetitor lain.
8. Souvenir Ramah Lingkungan dari Produk Lokal
Kesadaran masyarakat terhadap produk ramah lingkungan kini semakin meningkat. Hal ini membuka peluang usaha souvenir berbahan lokal atau daur ulang seperti tas blacu, dompet rajut, anyaman bambu, hingga sabun herbal alami.
Selain memiliki nilai estetika, produk seperti ini juga memberikan kesan unik dan lebih berkesan bagi tamu undangan. Banyak pasangan muda mulai memilih souvenir eco friendly karena dianggap lebih modern sekaligus mendukung pengrajin lokal.
Usaha ini sangat cocok dikembangkan di desa karena bahan baku dan tenaga pengrajinnya biasanya lebih mudah ditemukan.
9. Jasa Desain dan Cetak Label Souvenir
Meski terlihat sederhana, jasa desain label souvenir ternyata sangat dibutuhkan saat musim hajatan. Banyak pelanggan ingin menambahkan nama pasangan, tanggal acara, atau ucapan khusus pada kemasan souvenir mereka.
Modal usaha ini relatif kecil karena hanya membutuhkan printer, kertas label, dan kemampuan desain dasar. Namun permintaannya cukup stabil karena hampir semua souvenir kini menggunakan label custom agar terlihat lebih eksklusif.
Bahkan jasa ini bisa menjadi pintu masuk untuk menawarkan layanan lain seperti desain undangan, banner, hingga paket souvenir lengkap.
10. Jasa Pawang Hujan dan Pendukung Acara
Di beberapa daerah, jasa pawang hujan masih sangat dipercaya masyarakat, terutama saat hajatan digelar di musim penghujan. Banyak keluarga rela membayar agar acara berjalan lancar tanpa gangguan cuaca.
Selain itu, jasa pendukung acara lain seperti fotografer, operator sound system, hingga MC desa juga mengalami peningkatan permintaan ketika musim hajatan tiba.
Walaupun terdengar unik, peluang usaha seperti ini tetap memiliki pasar tersendiri karena masyarakat desa sangat mengutamakan kelancaran acara hajatan mereka.
Musim Hajatan Bisa Jadi Momentum Menambah Penghasilan
Musim hajatan bukan hanya membawa keramaian di desa, tetapi juga membuka banyak peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Mulai dari bisnis sederhana seperti cetak undangan hingga usaha besar seperti penyewaan perlengkapan pesta, semuanya memiliki peluang keuntungan yang menarik.
Yang terpenting adalah memilih usaha sesuai kemampuan modal dan keterampilan yang dimiliki. Dengan pelayanan yang baik dan kualitas yang terjaga, usaha musiman ini bahkan bisa berkembang menjadi bisnis jangka panjang.
Tidak heran jika banyak warga mulai mencari ide usaha desa yang ramai saat musim hajatan sebagai sumber penghasilan tambahan yang potensial setiap tahunnya.
Pertanyaan Seputar Usaha di Desa
1. Apa usaha paling cepat menghasilkan saat musim hajatan?
Usaha makanan, cetak undangan, dan penyewaan perlengkapan hajatan biasanya paling cepat menghasilkan karena permintaannya tinggi dan dibutuhkan hampir di setiap acara.
2. Apakah usaha hajatan bisa dimulai dengan modal kecil?
Bisa. Jasa desain undangan digital, label souvenir, atau video undangan bahkan bisa dimulai hanya dengan laptop atau smartphone.
3. Kenapa musim hajatan di desa sangat potensial?
Karena dalam satu periode biasanya banyak acara berlangsung bersamaan sehingga kebutuhan jasa dan produk meningkat drastis.
4. Apakah usaha souvenir masih menjanjikan?
Masih sangat menjanjikan, terutama souvenir custom dan ramah lingkungan yang kini semakin diminati masyarakat.
5. Bagaimana cara promosi usaha hajatan di desa?
Promosi paling efektif biasanya melalui media sosial, WhatsApp, dan rekomendasi dari pelanggan sebelumnya karena hubungan antarwarga di desa cenderung dekat.

12 hours ago
6

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4747118/original/072661200_1708349003-20240219BL_Latihan_Timnas_Indonesia_U-16__22.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469504/original/020749400_1768124466-20260111AA_BRI_Super_League_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta-03.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/2066772/original/033267200_1523251610-20180331IQ_Persija_Jakarta_Vs_Arema_FC_37.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6206456/original/078665300_1779085059-Untitledt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6403815/original/069503500_1779277154-WhatsApp_Image_2026-05-20_at_18.35.37.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6387182/original/099647800_1779262420-Ilustrasi_Sapi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5590629/original/033125600_1778146694-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3591159/original/024996100_1633263120-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423360/original/043763900_1764059921-Screenshot_2025-11-25_152841.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6394982/original/052789300_1779270093-udang2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6399522/original/046583600_1779273695-WhatsApp_Image_2026-05-20_at_17.36.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6393308/original/032631600_1779268722-unnamed__46_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5301668/original/036855100_1753952907-Julio_Cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6200907/original/069532100_1779080023-Kebun_Bertingkat_Model_A-Frame.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6391318/original/059490900_1779266640-ide_jualan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6390693/original/057854600_1779265991-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)