Liputan6.com, Jakarta - Kebaya wisuda simple tapi mewah dan ramah kantong kini semakin diminati mahasiswa yang ingin tampil elegan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Tren busana wisuda mulai bergeser dari model penuh payet dan detail berlebihan menuju desain yang lebih minimalis, multifungsi, dan nyaman dipakai kembali setelah acara wisuda selesai.
Hal tersebut disampaikan oleh Gharma, seorang penjahit pakaian wanita asal Klaten, Jawa Tengah, dalam wawancara dengan Liputan6.com pada Senin (20/5/2026). Perempuan berusia 39 tahun itu mengaku banyak mahasiswi kini lebih mempertimbangkan desain yang fleksibel agar tidak hanya menjadi “baju sekali pakai”.
Menurut Gharma, kebaya wisuda yang ideal saat ini bukan hanya terlihat cantik di foto, tetapi juga bisa dipakai kembali untuk kondangan, acara semi formal, bahkan dipadukan untuk kebutuhan kerja dan kuliah. Karena itu, pemilihan cutting, bahan, hingga detail payet perlu dirancang dengan lebih cermat agar tetap terlihat mahal meski budget terbatas.
Tren Kebaya Wisuda Kini Lebih Minimalis dan Multifungsi
Dalam beberapa tahun terakhir, tren kebaya wisuda mengalami perubahan cukup besar. Jika dulu banyak mahasiswa memilih kebaya penuh bordir dan payet mencolok, kini desain minimalis justru lebih diminati.
Gharma menjelaskan bahwa banyak pelanggannya mulai menyadari sayangnya biaya besar yang dikeluarkan untuk baju yang hanya dipakai satu kali. Tidak sedikit mahasiswi akhirnya memilih model yang lebih fleksibel agar dapat digunakan kembali dalam berbagai acara.
Konsep kebaya wisuda simple tapi mewah dan ramah kantong akhirnya menjadi solusi yang paling realistis. Selain lebih hemat biaya jahit, desain minimalis juga cenderung timeless dan tidak cepat terlihat kuno saat dipakai beberapa tahun kemudian.
Model sederhana dengan sentuhan elegan kini dianggap lebih berkelas dibanding desain yang terlalu ramai. Bahkan, potongan clean dan detail minimal sering terlihat lebih mahal di kamera wisuda.
Pilih Model Kebaya yang Fleksibel untuk Dipakai Kembali
Salah satu tips utama dari Gharma adalah memilih model yang multifungsi. Menurutnya, desain kebaya wisuda sebaiknya tidak terlalu formal agar mudah dipadukan ulang setelah wisuda selesai.
Untuk pengguna kebaya, ia menyarankan model semi blazer atau kebaya minimalis dengan garis potongan sederhana. Model seperti ini tetap terlihat resmi saat wisuda, tetapi masih cocok digunakan untuk acara semi formal setelahnya.
Sementara untuk mahasiswa yang lebih nyaman memakai gamis, sistem inner-outer menjadi pilihan paling efektif. Model ini memungkinkan bagian luar dan dalam dipakai terpisah sehingga tampilan busana dapat berubah hanya dengan melepas outer atau sabuk.
Outer berbahan lace atau chantily bisa memberikan kesan mewah saat wisuda. Namun setelah acara selesai, inner polosnya tetap dapat dipakai untuk kegiatan lain.
Kombinasi Two Piece Jadi Pilihan Paling Aman
Bagi mahasiswa yang ingin busananya lebih fleksibel, model two piece sangat direkomendasikan. Kombinasi atasan dan bawahan terpisah memudahkan proses mix and match setelah wisuda selesai.
Menurut Gharma, perpaduan bawahan batik model A-line dengan blouse polos berbahan premium silk menjadi salah satu pilihan terbaik. Potongan A-line terlihat rapi dan anggun tanpa terlalu membatasi gerak.
Sementara itu, blouse polos berbahan silk premium memberi efek jatuh dan glossy yang langsung membuat penampilan tampak mahal. Setelah wisuda, blouse tersebut masih bisa digunakan untuk kerja, kuliah, hingga acara santai dengan mengganti bawahannya saja.
Konsep seperti ini sangat cocok bagi mahasiswa yang ingin tampil elegan tanpa harus membeli baju baru untuk berbagai acara.
Rahasia Memilih Bahan yang Murah Tapi Tetap Terlihat Mahal
Pemilihan bahan menjadi faktor penting dalam menciptakan kebaya wisuda simple tapi mewah dan ramah kantong. Banyak orang salah fokus pada payet berlebihan, padahal karakter kain justru paling menentukan hasil akhir busana.
Gharma merekomendasikan beberapa bahan yang relatif terjangkau namun tetap terlihat elegan, di antaranya:
Katun Toyobo Premium
Bahan ini cocok untuk pengguna yang menyukai kain adem dan nyaman. Seratnya rapat sehingga tetap terlihat formal meski berbahan dasar katun.
Premium Silk
Kain ini memiliki efek glossy alami dan jatuh di badan. Tampilan mewah bisa didapat tanpa harus menambahkan terlalu banyak detail.
Lace atau Chantily Halus
Jenis lace dengan motif kecil memberikan kesan feminin dan elegan. Selain nyaman di kulit, tampilannya juga lebih modern dibanding brokat bermotif besar.
Gharma mengingatkan agar tidak asal membeli kain hanya karena tertarik model di internet. Karakter kain harus sesuai dengan desain yang dipilih. Kain yang terlalu kaku tidak akan menghasilkan jatuh busana yang sama seperti referensi berbahan lembut.
Karena itu, konsultasi dengan penjahit sebelum membeli kain menjadi langkah yang sangat penting.
Tips Menekan Biaya Jahit Kebaya Wisuda
Selain desain dan bahan, strategi pengeluaran juga sangat menentukan total biaya jahit. Banyak mahasiswa sebenarnya bisa menghemat cukup besar hanya dengan mengatur detail secara tepat.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Hindari Potongan yang Terlalu Rumit
Model klasik seperti kutubaru, peplum sederhana, atau kebaya Kartini modern jauh lebih hemat ongkos jahit dibanding desain bertumpuk dan penuh layer.
Gunakan Payet Secukupnya
Payet tidak perlu dipasang di seluruh bagian baju. Fokuskan pada area kerah, dada, atau ujung lengan agar tetap terlihat mewah tanpa biaya tinggi.
Maksimalkan Motif Brokat
Jika memilih brokat dengan motif cantik dan detail halus, tambahan payet berlebihan sudah tidak diperlukan lagi.
Beli Kain Sendiri
Membeli bahan langsung di toko tekstil grosir biasanya jauh lebih murah dibanding paket dari butik atau penjahit.
Jahit Jauh Hari
Pengerjaan mendadak sering menimbulkan biaya tambahan. Selain lebih mahal, hasil jahitan juga berisiko kurang maksimal karena terburu-buru.
Model Inner-Outer Jadi Solusi Sustainable
Konsep busana sustainable mulai banyak diterapkan dalam desain wisuda modern. Salah satu model yang paling direkomendasikan Gharma adalah sistem bongkar pasang inner-outer.
Bagian inner dibuat polos menggunakan toyobo atau premium silk. Kemudian bagian outer menggunakan chantily atau lace lembut dengan model kimono atau outer berkancing depan.
Tambahan belt atau obi yang bisa dilepas membuat tampilan menjadi lebih formal saat wisuda. Setelah acara selesai, outer dapat dipakai terbuka tanpa sabuk untuk menghasilkan gaya yang lebih santai.
Konsep ini sangat efektif untuk mahasiswa yang ingin satu busana memiliki banyak fungsi sekaligus.
Pentingnya Komunikasi dengan Penjahit
Kesalahan paling umum saat menjahit kebaya wisuda adalah membawa referensi internet tanpa memahami karakter kain yang digunakan pada foto tersebut.
Menurut Gharma, banyak pelanggan menginginkan hasil yang sama persis padahal kain yang dibeli memiliki sifat berbeda. Akibatnya, hasil akhir sering tidak sesuai ekspektasi.
Cara terbaik untuk menghindari salah paham adalah membawa beberapa gambar referensi dan menjelaskan tujuan penggunaan baju secara detail kepada penjahit.
Jika memang ingin desain multifungsi, sampaikan sejak awal bahwa busana harus bisa dipakai ulang setelah wisuda. Dengan begitu, penjahit dapat menyesuaikan pola, potongan, dan sistem jahit yang paling tepat.
Pertanyaan Seputar Baju untuk Wisuda
1. Berapa budget minimal untuk menjahit kebaya wisuda?
Budget sekitar Rp500 ribuan masih memungkinkan untuk membuat kebaya wisuda sederhana dengan kombinasi bahan toyobo, silk premium, atau batik.
2. Apakah kebaya minimalis tetap terlihat mewah di foto wisuda?
Ya. Justru desain minimalis dengan cutting rapi dan bahan berkualitas sering terlihat lebih elegan dibanding model yang terlalu ramai.
3. Bahan apa yang paling nyaman dipakai wisuda seharian?
Katun toyobo premium menjadi salah satu bahan ternyaman karena adem, menyerap keringat, dan tetap terlihat formal.
4. Apakah sistem inner-outer cocok untuk wisuda?
Sangat cocok karena tampilannya fleksibel dan bisa dipakai kembali untuk berbagai acara setelah wisuda.
5. Kapan waktu terbaik mulai menjahit kebaya wisuda?
Idealnya satu hingga dua bulan sebelum wisuda agar ada waktu revisi dan tidak terkena biaya jahit kilat.

11 hours ago
6

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4747118/original/072661200_1708349003-20240219BL_Latihan_Timnas_Indonesia_U-16__22.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469504/original/020749400_1768124466-20260111AA_BRI_Super_League_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta-03.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/2066772/original/033267200_1523251610-20180331IQ_Persija_Jakarta_Vs_Arema_FC_37.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6206456/original/078665300_1779085059-Untitledt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6403815/original/069503500_1779277154-WhatsApp_Image_2026-05-20_at_18.35.37.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6387182/original/099647800_1779262420-Ilustrasi_Sapi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5590629/original/033125600_1778146694-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3591159/original/024996100_1633263120-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6394982/original/052789300_1779270093-udang2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6399522/original/046583600_1779273695-WhatsApp_Image_2026-05-20_at_17.36.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6393308/original/032631600_1779268722-unnamed__46_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6392603/original/007284100_1779268222-pawang_hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5301668/original/036855100_1753952907-Julio_Cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6200907/original/069532100_1779080023-Kebun_Bertingkat_Model_A-Frame.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6391318/original/059490900_1779266640-ide_jualan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6390693/original/057854600_1779265991-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)