7 Cara Pelihara Kura-Kura untuk Pemula, Tips Simpel dari Pemilik Berpengalaman

13 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Cara pelihara kura-kura sering dianggap mudah dibanding hewan lain seperti kucing atau anjing. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat. Meski perawatannya cenderung sederhana, kura-kura tetap membutuhkan perhatian khusus, terutama saat masih berusia bayi.

Hal ini diungkapkan oleh Kak Fieta, seorang pencinta hewan yang tidak hanya memelihara anjing dan kucing, tapi ada juga kura-kura di rumahnya. Ia membagikan pengalamannya dalam merawat kura-kura sejak kecil hingga dewasa.

Menurutnya, perawatan kura-kura terbagi berdasarkan jenisnya, yaitu kura-kura darat (tortoise) dan kura-kura air (turtle). Keduanya memiliki kebutuhan habitat yang berbeda, sehingga penting bagi pemula untuk memahami karakter masing-masing.

"Kalau tortoise itu jenis darat, sedangkan turtle lebih banyak di air tapi tetap bisa ke darat. Jadi dari tempat hidupnya saja sudah beda dan harus disesuaikan," ujar Kak Fieta dalam wawancara dengan Liputan6.com, 7 Mei 2026.

1. Kenali Jenis Kura-Kura Sejak Awal

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengenali jenis kura-kura yang dipelihara. Tortoise membutuhkan lingkungan kering seperti tanah atau pasir, sedangkan turtle memerlukan area air yang cukup luas untuk berenang.

"Kalau salah penempatan, bisa bikin mereka stres dan sakit," jelas Kak Fieta.

Karena itu, penting untuk memahami karakter dasar masing-masing jenis sejak awal agar tidak terjadi kesalahan perawatan yang bisa berdampak pada kesehatan kura-kura dalam jangka panjang.

2. Berikan Sinar Matahari Secara Rutin

Paparan sinar matahari memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kura-kura, terutama untuk pertumbuhan tulang dan cangkang. Sinar UV alami membantu metabolisme kalsium agar tidak terjadi kelainan pada cangkang.

"Mereka dari kecil semua sama kita. Kalau dari masih baby sampai 1 tahun butuh extra treatment aja, sinar matahari setiap pagi. Kalau hujan pakai lampu sinar pengganti matahari," kata Kak Fieta.

Untuk kura-kura air, pemilik harus lebih aktif mengeluarkan mereka dari akuarium agar tetap mendapatkan sinar matahari secara rutin.

3. Siapkan Habitat yang Nyaman dan Bersih

Habitat yang sesuai akan membuat kura-kura merasa aman dan tidak mudah stres. Untuk turtle, kualitas air harus selalu dijaga agar tetap bersih dan tidak berbau. Sementara itu, tortoise membutuhkan tempat yang kering dengan ventilasi baik.

"Kalau turtle ditaruh di akuarium ya harus effort dibawa keluar untuk berjemur dan sering dibersihkan," ujarnya.

Kak Fieta sendiri membuat kolam khusus agar kura-kuranya lebih leluasa bergerak dan tidak cepat kotor.

4. Perhatikan Pola Makan yang Tepat

Asupan makanan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan kura-kura. Tortoise biasanya mengonsumsi sayuran seperti sawi atau selada, sedangkan turtle bisa diberi pelet khusus, ikan kecil, atau kombinasi keduanya.

"Saat mereka bayi yang penting pakannya dan tempat hidupnya oke, mereka biasanya sehat-sehat saja," jelas Kak Fieta.

Memberikan makanan dengan porsi seimbang dan jadwal yang teratur akan membantu menjaga daya tahan tubuh kura-kura.

5. Rutin Membersihkan Tubuh Kura-Kura

Selain habitat, kebersihan tubuh kura-kura juga tidak boleh diabaikan. Kotoran yang menempel pada cangkang bisa memicu pertumbuhan jamur atau bakteri jika dibiarkan terlalu lama.

"Kebetulan kalau aku di rumah ada kolamnya dengan desain khusus mereka dan sebulan sekali mandi dan disikat badannya," ungkap Kak Fieta.

Gunakan sikat berbulu halus agar tidak merusak cangkang, dan lakukan dengan lembut supaya kura-kura tidak stres saat dibersihkan.

6. Perawatan Ekstra Saat Masih Bayi

Fase bayi merupakan masa paling penting dalam pertumbuhan kura-kura. Pada tahap ini, mereka masih sangat sensitif terhadap perubahan suhu, makanan, dan lingkungan sekitar.

"Awalnya memang butuh extra treatment, tapi setelah lebih dari satu tahun mereka lebih kuat," kata Kak Fieta.

Oleh karena itu, pemilik perlu lebih telaten dalam memberikan perhatian, terutama dalam hal pencahayaan, kebersihan, dan asupan nutrisi.

7. Tidak Perlu Perawatan Rumit, Asal Konsisten

Kabar baiknya, kura-kura termasuk hewan peliharaan yang tidak membutuhkan perawatan terlalu rumit. Setelah melewati fase awal, mereka cenderung lebih mandiri dan tahan terhadap perubahan lingkungan.

"Merawatnya bisa dibilang mudah, nggak perlu extra treatment seperti kucing atau anjing," tutur Kak Fieta.

Meski begitu, konsistensi tetap menjadi kunci utama agar kura-kura tetap sehat dan bisa hidup dalam jangka waktu yang panjang. Dengan mengenali jenisnya, menjaga habitat, serta rutin memberikan perawatan, pemula pun bisa memelihara kura-kura dengan baik.

Pengalaman Fieta menunjukkan bahwa kunci utama terletak pada konsistensi dan perhatian di masa awal kehidupan kura-kura. Setelah melewati fase tersebut, kura-kura cenderung lebih kuat dan mudah dirawat dalam jangka panjang.

Pertanyaan Seputar Cara Pelihara Kura-kura

Apakah kura-kura cocok untuk pemula?

Ya, kura-kura termasuk hewan yang relatif mudah dirawat asalkan kebutuhan dasar seperti habitat dan makanan terpenuhi.

Seberapa penting sinar matahari untuk kura-kura?

Sangat penting, terutama untuk pertumbuhan tulang dan cangkang, terutama pada usia bayi hingga 1 tahun.

Apa perbedaan perawatan turtle dan tortoise?

Turtle butuh air dan area berjemur, sedangkan tortoise hidup di darat dengan lingkungan kering.

Apakah kura-kura perlu dimandikan?

Perlu, setidaknya sebulan sekali untuk menjaga kebersihan cangkang dari kotoran dan bakteri.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|