11 Usaha Ternak Ikan di Desa, Modal Kecil dan Cepat Panen Melimpah

17 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Usaha ternak ikan di desa merupakan sektor yang terus didorong oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program Kampung Perikanan Budidaya untuk memperkuat ekonomi lokal. Pemanfaatan sumber daya air alami dan lahan yang luas di wilayah pedesaan menjadi modal utama menciptakan ketahanan pangan sekaligus lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Keberhasilan dalam menjalankan bisnis ini sangat bergantung pada pemilihan jenis komoditas yang sesuai dengan kondisi debit air dan suhu lingkungan di lokasi tersebut. Berdasarkan data statistik perikanan budidaya, permintaan pasar domestik terhadap protein ikan air tawar terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peluang keuntungan jangka panjang sangat terbuka lebar bagi para pelaku usaha baru.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap rekomendasi usahanya, Selasa (17/2/2026).

1. Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok

Usaha ternak ikan di desa menggunakan teknik bioflok sangat efisien karena mampu meminimalkan penggunaan air dan pakan namun menghasilkan panen yang melimpah. Metode ini sangat populer di kalangan pemula karena tidak memerlukan lahan yang terlalu luas dan bibit lele dikenal sangat tangguh.

2. Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

Ikan nila memiliki daya tahan yang kuat dan sangat diminati oleh pasar karena tekstur dagingnya yang padat serta rasanya yang gurih. Kolam tanah memberikan nutrisi alami tambahan bagi ikan sehingga biaya pembelian pakan komersial dapat sedikit ditekan.

3. Budidaya Ikan Gurame Skala Rumahan

Usaha ternak ikan di desa untuk jenis gurame memang membutuhkan waktu panen yang lebih lama, namun harga jual per kilogramnya jauh lebih tinggi dibandingkan ikan air tawar lainnya. Ikan ini sangat cocok dijadikan investasi jangka menengah karena pasarnya yang stabil di restoran-restoran besar.

4. Budidaya Ikan Patin untuk Industri Fillet

Patin tumbuh sangat cepat pada air yang tenang dan memiliki tekstur daging yang lembut sehingga sering dicari oleh pabrik pengolahan makanan. Permintaan pasar ekspor dan lokal untuk fillet patin menjadikan usaha ini sangat menjanjikan bagi pemilik kolam besar.

5. Budidaya Ikan Mas di Air Deras

Usaha ternak ikan di desa yang memiliki aliran sungai atau irigasi lancar sangat cocok untuk memelihara ikan mas karena sirkulasi oksigen yang melimpah. Ikan mas dari air deras biasanya tidak berbau tanah dan memiliki kualitas fisik yang lebih sehat sehingga lebih disukai konsumen.

6. Budidaya Ikan Bawal

Ikan bawal dikenal sebagai ikan yang sangat agresif dalam makan dan memiliki pertumbuhan yang sangat pesat dalam waktu singkat. Ikan ini memiliki ketahanan tubuh yang baik terhadap perubahan cuaca ekstrem sehingga risiko kegagalan panen bisa diminimalisir.

7. Budidaya Ikan Sidat untuk Ekspor

Usaha ternak ikan di desa kini merambah pada komoditas premium seperti sidat yang memiliki nilai jual sangat tinggi di pasar internasional seperti Jepang. Budidaya ini memerlukan ketelatenan ekstra dalam menjaga kualitas air agar menyerupai habitat asli sidat di alam.

8. Budidaya Ikan Gabus 

Ikan gabus kini banyak dibudidayakan karena kandungan albuminnya yang tinggi sangat dibutuhkan oleh industri farmasi dan medis. Proses pemeliharaannya relatif mudah karena ikan gabus bisa hidup dalam kondisi air dengan kadar oksigen yang rendah sekalipun.

9. Budidaya Ikan Koi di Kolam Beton

Selain ikan konsumsi, membudidayakan ikan hias seperti koi bisa memberikan keuntungan besar melalui penjualan satuan berdasarkan corak warna. Kunci utama kesuksesan bisnis ini terletak pada sistem filtrasi air yang mumpuni agar ikan tetap cerah dan sehat.

10. Budidaya Belut

Belut merupakan komoditas yang permintaannya seringkali tidak terpenuhi oleh stok alam sehingga budidaya secara mandiri sangat potensial. Media lumpur di dalam drum atau kolam tembok dapat digunakan untuk membesarkan bibit belut hingga ukuran konsumsi. Tidak harus dengan media lumpur, alternatif budidaya belut juga bisa dilakukan di kolam terpal tanpa lumpur.

11. Budidaya Ikan Tawes untuk Konsumsi Lokal

Usaha ternak ikan di desa dengan memelihara ikan tawes seringkali difokuskan untuk mengisi pasar tradisional karena rasanya yang khas. Ikan ini dapat hidup dengan pakan alami berupa dedaunan, sehingga biaya operasional untuk pakan tambahan menjadi lebih hemat.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa jenis usaha ternak ikan di desa yang paling cepat panen?

Ikan lele adalah pilihan terbaik karena bisa dipanen dalam waktu 2 hingga 3 bulan saja.

Berapa modal awal untuk memulai usaha ini?

Modal bisa dimulai dari Rp500.000 menggunakan kolam terpal sederhana di pekarangan rumah.

Bagaimana cara mengatasi pakan ikan yang mahal?

Gunakan pakan alternatif seperti maggot, daun-daunan, atau limbah sayuran yang diolah kembali.

Apakah air sumur bisa digunakan untuk ternak ikan?

Bisa, asalkan air didiamkan dahulu selama 24 jam untuk menghilangkan kandungan zat kimia tertentu.

Ke mana harus menjual hasil panen ikan?

Hasil panen bisa dijual ke pengepul besar, pasar tradisional, atau warung makan sekitar lokasi desa.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|