Liputan6.com, Jakarta - Budidaya pare masih menjadi pilihan banyak masyarakat, terutama bagi pemilik pekarangan maupun petani skala kecil. Tanaman ini dikenal mampu menghasilkan buah dalam jumlah cukup banyak, apabila mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan pertumbuhannya. Tidak sedikit orang mencari informasi mengenai cara menanam sayur pare, agar dapat memperoleh hasil panen berkualitas untuk konsumsi keluarga ataupun dijual ke pasar.
Dalam praktiknya, pare memiliki karakter berbeda dibandingkan beberapa jenis sayuran lain. Tanaman ini memerlukan media rambatan agar batang dan sulurnya bisa berkembang secara optimal. "Sebelum mulai menanam, biasanya kita harus membuat para-para terlebih dahulu. Para-para itu semacam kerangka atau tempat rambatan yang dibuat dari bambu, kayu, atau bahan lain yang cukup kuat," ungkap Mariana Ety, petani desa sekaligus guru sekolah dasar asal Maluku saat dihubungi tim Liputan6.
Selain para-para, pengaturan jarak tanam juga menjadi faktor penting dalam budidaya pare. Ruang tumbuh memadai dapat membantu tanaman berkembang lebih leluasa, sehingga potensi hasil panen menjadi lebih baik. "Kalau ingin mendapatkan buah pare yang ukurannya besar, bentuknya bagus, dan kualitasnya lebih baik, saya biasanya menyarankan agar jarak tanam dibuat agak renggang atau lebih jauh." Pengalaman ini memberikan gambaran, bahwa cara menanam sayur pare membutuhkan perhatian sejak tahap awal penanaman.
Minat masyarakat terhadap budidaya pare juga terus meningkat, seiring kebutuhan pasar terhadap sayuran ini. Selain memiliki nilai ekonomi cukup menjanjikan, pare juga bisa dibudidayakan pada lahan yang tidak terlalu luas, apabila tersedia sistem rambatan yang baik. Oleh sebab itu, memahami cara menanam sayur pare secara tepat menjadi langkah penting bagi siapa saja yang ingin memperoleh tanaman sehat, buah berkualitas, serta hasil panen yang lebih memuaskan. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum pada Selasa (9/6/2026).
1. Siapkan Lahan Tanam yang Mendapat Sinar Matahari Cukup
Langkah awal dalam budidaya pare adalah menyiapkan lahan tanam yang memperoleh paparan sinar matahari secara maksimal sepanjang hari. Pare termasuk tanaman sayuran yang membutuhkan intensitas cahaya cukup tinggi untuk mendukung proses fotosintesis, pembentukan bunga, hingga perkembangan buah. Area tanam sebaiknya berada di lokasi terbuka sehingga tanaman dapat tumbuh lebih subur dan produktif.
Sebelum penanaman dilakukan, lahan perlu dibersihkan dari rumput liar, gulma, maupun sisa tanaman sebelumnya. Kondisi tanah yang gembur dan memiliki drainase baik akan membantu perkembangan sistem perakaran sehingga tanaman mampu menyerap air serta unsur hara secara optimal.
Sebagaimana dijelaskan oleh Mariana Ety, petani desa sekaligus guru sekolah dasar ini saat dihubungi tim Liputan6, di mana keberhasilan budidaya pare memang perlu diawali dari persiapan yang baik sebelum benih ditanam.
"Sebelum mulai menanam, biasanya kita harus membuat para-para terlebih dahulu." Pernyataan ini menunjukkan bahwa tahap persiapan menjadi bagian penting dalam proses budidaya pare.
2. Buat Para-Para Sebelum Penanaman
Setelah lahan siap, langkah berikutnya adalah membuat para-para atau kerangka rambatan. Para-para dapat dibuat menggunakan bambu, kayu, atau bahan lain yang memiliki kekuatan cukup untuk menopang pertumbuhan tanaman hingga masa panen. Keberadaan para-para sangat penting karena pare termasuk tanaman merambat yang membutuhkan tempat untuk bertumbuh ke arah atas.
Tanpa adanya kerangka rambatan, sulur tanaman akan menjalar di permukaan tanah sehingga pertumbuhan menjadi kurang optimal dan kualitas buah berpotensi menurun. Hal ini juga ditegaskan oleh Mariana Ety dalam wawancaranya.
"Para-para itu semacam kerangka atau tempat rambatan yang dibuat dari bambu, kayu, atau bahan lain yang cukup kuat." Ia juga menambahkan, "fungsi utamanya adalah sebagai tempat tanaman pare merambat dan tumbuh ke atas."
3. Pastikan Para-Para Dibuat Lurus dan Rapi
Banyak orang menganggap bentuk para-para tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil panen. Padahal, menurut pengalaman petani, kerapian kerangka rambatan dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman hingga bentuk buah yang dihasilkan.
Para-para sebaiknya dipasang secara lurus, kuat, dan tersusun rapi sejak awal. Struktur rambatan yang baik akan membantu tanaman tumbuh lebih terarah sehingga proses pembentukan buah berlangsung lebih optimal.
"Para-para itu sebaiknya dibuat lurus dan rapi sejak awal, dan ini bikin banyak orang menganggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap hasil panen nantinya" ungkap Mariana saat dihubungi Liputan6.com
4. Masukkan Tiga Biji dalam Setiap Lubang Tanam
Setelah para-para selesai dibuat, proses penanaman benih dapat dimulai. Berdasarkan pengalaman praktis di lapangan, satu lubang tanam biasanya diisi sekitar tiga biji pare. Teknik ini bertujuan meningkatkan peluang keberhasilan perkecambahan sehingga petani memiliki lebih banyak pilihan tanaman yang tumbuh sehat.
Apabila seluruh benih berhasil tumbuh, tanaman yang memiliki pertumbuhan terbaik dapat dipertahankan untuk menghasilkan produksi yang lebih optimal.
5. Atur Jarak Tanam Sesuai Kebutuhan
Jarak tanam pare sebenarnya cukup fleksibel dan dapat disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Petani dapat menanam dalam jarak yang lebih rapat maupun lebih renggang sesuai tujuan budidaya.
Meski demikian, narasumber menyarankan penggunaan jarak tanam yang lebih lebar apabila ingin memperoleh buah dengan ukuran lebih besar dan kualitas yang lebih baik. Ruang tumbuh yang cukup memungkinkan tanaman berkembang secara optimal tanpa harus bersaing terlalu ketat dengan tanaman lain.
6. Berikan Ruang Tumbuh yang Cukup
Memberikan ruang tumbuh yang cukup merupakan salah satu langkah penting dalam budidaya pare yang sering kali kurang diperhatikan oleh petani pemula. Padahal, ketersediaan ruang yang memadai akan membantu tanaman berkembang secara lebih optimal sejak fase awal pertumbuhan hingga memasuki masa produksi buah. Ketika setiap tanaman memiliki area tumbuh yang cukup luas, sistem perakaran dapat menyebar lebih leluasa ke berbagai arah untuk mencari air dan unsur hara di dalam tanah. Kondisi tersebut membuat tanaman memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan batang, daun, bunga, dan buah.
Selain berdampak pada perkembangan akar, ruang tumbuh yang memadai juga memberikan manfaat bagi bagian atas tanaman. Cabang-cabang pare dapat berkembang tanpa harus saling bertumpuk atau berebut tempat dengan tanaman lain. Daun memperoleh akses cahaya matahari yang lebih merata sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung secara maksimal. Sirkulasi udara di antara tanaman pun menjadi lebih baik, sehingga risiko kelembapan berlebihan yang dapat memicu serangan penyakit menjadi lebih rendah.
7. Arahkan Sulur Pare ke Para-Para
Setelah tanaman mulai tumbuh dan menghasilkan sulur, petani perlu melakukan pendampingan dengan cara mengarahkan sulur tersebut menuju para-para yang telah disiapkan sebelumnya. Tahap ini memiliki peran penting karena sulur merupakan bagian tanaman yang berfungsi untuk mencari pegangan dan menopang pertumbuhan tanaman ke arah atas. Apabila sulur dibiarkan tumbuh tanpa arahan, tanaman berpotensi menjalar ke permukaan tanah atau tumbuh tidak beraturan sehingga perkembangan tanaman menjadi kurang optimal.
Proses pengikatan atau pengarahan sulur sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak batang muda yang masih lunak. Ketika tanaman berhasil merambat pada para-para, pertumbuhan akan menjadi lebih teratur dan terarah. Selain membuat kebun terlihat lebih rapi, posisi tanaman yang merambat ke atas juga membantu buah menggantung dengan baik sehingga bentuknya lebih menarik saat dipanen.
"Selain itu, para-para untuk setiap tanaman bisa ditata dengan lebih rapi sehingga proses perambatan menjadi lebih baik." Pentingnya penataan rambatan ini juga disampaikan oleh Mariana Ety.
8. Lakukan Perawatan Secara Rutin
Keberhasilan budidaya pare tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga sangat bergantung pada perawatan yang dilakukan selama masa pertumbuhan. Setelah benih berhasil tumbuh, tanaman memerlukan perhatian secara berkala agar dapat berkembang dengan baik hingga menghasilkan buah berkualitas. Perawatan tersebut meliputi penyiraman sesuai kebutuhan, pembersihan gulma di sekitar tanaman, pemeriksaan kondisi para-para, hingga pengamatan terhadap kemungkinan adanya hama atau gangguan pertumbuhan lainnya.
Penyiraman secara teratur membantu menjaga kelembapan tanah sehingga akar dapat bekerja dengan optimal dalam menyerap nutrisi. Sementara itu, pembersihan gulma penting dilakukan agar tanaman pare tidak harus bersaing dengan tanaman liar dalam memperoleh unsur hara dan air. Pemeriksaan terhadap kondisi para-para juga tidak kalah penting mengingat struktur rambatan harus tetap kuat untuk menopang pertumbuhan tanaman yang semakin besar dan berat saat mulai berbuah.
9. Panen Buah Pare dengan Kualitas Lebih Baik
Tahap panen merupakan momen yang paling dinantikan dalam budidaya pare. Setelah melalui proses penanaman, perambatan, dan perawatan yang dilakukan secara konsisten, tanaman akan mulai menghasilkan buah yang siap dipetik. Kualitas buah yang diperoleh biasanya sangat dipengaruhi oleh kondisi pertumbuhan tanaman selama masa budidaya. Tanaman yang mendapatkan ruang tumbuh cukup, memperoleh sinar matahari yang memadai, serta memiliki sistem rambatan yang baik umumnya mampu menghasilkan buah dengan ukuran lebih besar dan bentuk yang lebih menarik.
Menurut Mariana Ety, kualitas hasil panen sangat dipengaruhi oleh cara pengelolaan tanaman sejak awal. " Meskipun jumlah tanaman lebih sedikit dibandingkan penanaman yang rapat, hasil buah yang diperoleh umumnya lebih memuaskan dan memiliki nilai jual yang lebih baik."
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Pare
Apakah pare bisa ditanam di pagar dengan sinar matahari minim?
Pare membutuhkan minimal 6 jam sinar matahari langsung per hari; jika pagar terlalu teduh, pertumbuhan dan produksi buah akan terhambat.
Berapa lama pare mulai berbuah setelah tanam?
Dari biji, pare mulai berbuah sekitar 2-3 bulan setelah tanam, dengan panen pertama sekitar 70-90 hari.
Apakah perlu menyediakan dua tanaman pare untuk penyerbukan?
Tidak, pare adalah tanaman monoecious dengan bunga jantan dan betina dalam satu tanaman, sehingga satu tanaman saja sudah bisa berbuah.
Bagaimana cara mengatasi daun pare menguning?
Daun pare menguning bisa disebabkan kekurangan nutrisi, kelebihan air, atau serangan jamur; atasi dengan mengurangi penyiraman, pupuk, atau fungisida organik.
Apa media tanam terbaik untuk pare dalam pot di pagar?
Media tanam terbaik adalah campuran tanah gembur, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, bisa ditambahkan arang sekam.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8142447/original/032529000_1780994900-Gemini_Generated_Image_f0593df0593df059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480522/original/030415100_1769058579-image_c2783999.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7071846/original/038231500_1779850761-72b2bb92-631f-488b-a208-8ae23426b064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8141483/original/059362900_1780994006-coffee-litter-waste-bags-coffee-bag-748736-pxhere.com.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7514070/original/074213500_1780286149-Model_Kebun_dan_Peternakan_Mini_yang_Bisa_Jadi_Penghasilan_Tambahan_di_Rumah_Model_Ternak_Ayam_Kampung_Skala_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8029880/original/041222600_1780871446-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__05_25_19_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8136594/original/032587300_1780988719-4133960011547598077.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8135682/original/054368000_1780987838-Gemini_Generated_Image_ry5dqxry5dqxry5d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4576444/original/089201600_1694751195-20230915BL_Latihan_Timnas_Indonesia_U-24_untuk_Asian_Games_2022_21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8134513/original/098624400_1780986431-sirsak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8133294/original/006008900_1780985143-udang2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7903868/original/002954500_1780734205-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_81.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8133835/original/000670500_1780985710-Screenshot_2026-06-09_131238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8133235/original/015782200_1780985078-Desain_Pagar_Anti_Debu_Jalan_Raya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8130002/original/039871200_1780981732-BPP_1140.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8059711/original/097057200_1780903602-sty-3.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355083/original/038870300_1758273243-Gemini_Generated_Image_c3a3pvc3a3pvc3a3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5618517/original/052341200_1778205991-pohon_jambu_air.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8142185/original/089253600_1780994657-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_13.13.30.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495852/original/028727000_1770438125-1000284404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)