Liputan6.com, Jakarta - Rumah lama sering memiliki karakter bangunan yang kuat dan nyaman secara emosional, tetapi tidak sedikit yang mulai terasa pengap seiring bertambahnya usia bangunan. Ventilasi yang kurang optimal, penataan ruang yang terlalu padat, pencahayaan alami yang minim, hingga penumpukan barang menjadi beberapa penyebab rumah terasa panas dan sirkulasi udara tidak lancar. Kondisi ini dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman meskipun ukuran rumah sebenarnya cukup luas.
Kabar baiknya, membuat rumah lama terasa lebih sejuk dan lega tidak selalu harus dilakukan melalui renovasi besar yang memakan biaya tinggi. Ada berbagai cara sederhana yang dapat diterapkan mulai dari mengatur ulang furnitur, memaksimalkan aliran udara, memanfaatkan elemen alami, hingga memilih material interior yang lebih ringan secara visual. Artikel ini akan membahas berbagai cara membuat rumah lama tidak pengap tanpa renovasi sehingga suasana rumah terasa lebih segar, nyaman, dan menyenangkan untuk ditempati setiap hari.
1. Rutin Membuka Jendela dan Pintu agar Udara Bergerak
Cara paling sederhana untuk membuat rumah lama tidak lagi terasa pengap adalah dengan membuka jendela dan pintu secara rutin setiap hari. Kebiasaan ini membantu menciptakan pertukaran udara alami, di mana udara segar dari luar masuk sementara udara panas, karbon dioksida, dan udara lama di dalam rumah terdorong keluar. Rumah lama sering kali terasa sesak bukan karena ukurannya kecil, tetapi karena udara di dalam ruangan terus terjebak tanpa sirkulasi yang cukup.
Waktu terbaik untuk membuka rumah biasanya pada pagi hingga menjelang siang ketika udara luar masih relatif segar. Jika memungkinkan, buka beberapa bukaan sekaligus agar aliran udara tidak berhenti di satu titik. Cara sederhana ini sering kali memberikan perubahan yang terasa tanpa perlu mengubah struktur bangunan.
2. Maksimalkan Ventilasi Silang (Cross-Ventilation)
Ventilasi silang atau cross-ventilation merupakan teknik alami yang sangat efektif untuk mengurangi rasa pengap pada rumah lama. Prinsipnya adalah membuat udara masuk dari satu sisi rumah dan keluar melalui sisi lain yang berseberangan atau diagonal sehingga tercipta aliran udara yang terus bergerak.
Untuk menerapkannya tanpa renovasi, manfaatkan bukaan yang sudah ada dan buka jendela pada dua sisi berbeda secara bersamaan. Jika menggunakan jendela yang dapat dibuka penuh, aliran udara akan terasa lebih maksimal. Teknik ini membantu menurunkan rasa gerah tanpa bantuan pendingin ruangan dan membuat rumah terasa lebih ringan secara alami.
3. Gunakan Kipas Angin atau Exhaust Fan untuk Membantu Pertukaran Udara
Jika sirkulasi alami masih kurang, bantuan kipas angin bisa membuat perbedaan yang cukup besar. Standing fan, ceiling fan, maupun exhaust fan dapat mempercepat pergerakan udara sehingga udara lama tidak mengendap terlalu lama di dalam rumah.
Exhaust fan sangat membantu terutama di area yang cenderung tertutup seperti dapur, kamar mandi, atau kamar tanpa jendela. Sementara itu, jika ada ruangan yang tidak memiliki ventilasi langsung, membuka pintunya secara rutin juga membantu proses pergantian udara sehingga ruangan tidak terasa lembap dan sesak.
4. Atur Ulang Furnitur agar Tidak Menghambat Aliran Udara
Rumah lama sering terasa pengap karena furnitur ditempatkan terlalu rapat atau memenuhi hampir seluruh area ruangan. Padahal, perabot yang terlalu banyak dapat menghambat pergerakan udara dan membuat panas terjebak di dalam rumah.
Coba evaluasi kembali penataan ruang dan singkirkan barang yang jarang digunakan. Beri ruang kosong pada jalur udara, terutama di dekat jendela dan ventilasi. Furnitur juga sebaiknya tidak ditempel terlalu rapat ke dinding agar udara tetap dapat bergerak di bagian belakangnya dan ruangan terasa lebih lega.
5. Kendalikan Kelembapan dengan Dehumidifier atau Penyerap Alami
Kelembapan berlebih menjadi salah satu penyebab utama rumah terasa pengap dan berbau apek. Jika kondisi rumah cenderung lembap, penggunaan dehumidifier dapat membantu menyerap uap air dari udara sehingga suasana ruangan menjadi lebih nyaman.
Untuk alternatif yang lebih sederhana, gunakan bahan penyerap kelembapan seperti garam, baking soda, arang, lilin, gel silika, atau kalsium klorida pada area tertentu. Baking soda juga memiliki manfaat tambahan untuk membantu menyerap bau tidak sedap yang sering muncul pada rumah lama.
6. Hindari Sumber Kelembapan Berlebih di Dalam Rumah
Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari dapat membuat rumah semakin lembap. Salah satunya adalah menjemur pakaian basah di dalam rumah yang menyebabkan kadar uap air meningkat dan membuat udara terasa berat.
Selain itu, bersihkan jendela dan ventilasi secara rutin agar cahaya dan udara tetap masuk dengan baik. Menambahkan tanaman indoor seperti chamomile atau spatfilm juga dapat membantu menjaga suasana rumah terasa lebih segar sekaligus membantu mengurangi rasa lembap.
7. Kurangi Panas yang Masuk dari Luar
Panas berlebih membuat rumah terasa semakin sesak dan pengap meskipun ventilasi sudah cukup baik. Salah satu solusi yang dapat dilakukan tanpa renovasi adalah menggunakan gorden atau tirai penahan panas untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Gorden berbahan katun atau poliester mampu membantu mengurangi panas yang masuk, sementara tirai tebal anti cahaya dapat memberikan perlindungan lebih besar. Memanfaatkan pencahayaan alami secara tepat juga membuat rumah tetap terang tanpa menambah suhu ruangan.
8. Kurangi Panas dari Peralatan Elektronik dan Lampu
Peralatan elektronik menghasilkan panas yang sering tidak disadari menjadi penyebab rumah terasa gerah. TV, komputer, dan perangkat lain yang terus menyala dapat meningkatkan suhu ruangan secara perlahan.
Biasakan mematikan perangkat yang tidak digunakan dan pertimbangkan mengganti lampu pijar menjadi lampu LED yang lebih hemat energi serta menghasilkan panas lebih rendah. Langkah kecil ini dapat membantu menjaga suhu rumah tetap lebih nyaman.
9. Bersihkan Sumber Bau Apek Secara Menyeluruh
Karpet, sofa, dan tirai sering menjadi tempat menumpuk debu dan kelembapan yang memicu bau pengap. Membersihkan area-area ini secara rutin membantu membuat udara rumah terasa jauh lebih segar.
Untuk mengurangi bau, baking soda dapat ditaburkan pada karpet lalu didiamkan beberapa jam sebelum dibersihkan. Ampas kopi dan semprotan cuka juga dapat digunakan sebagai alternatif sederhana untuk membantu menyerap bau apek di dalam rumah.
10. Jemur Barang dan Bersihkan Saluran Air
Barang yang lembap sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari agar bakteri dan jamur berkurang secara alami. Cara ini cukup efektif untuk menghilangkan bau yang sudah menempel pada kain, bantal, atau barang rumah tangga lainnya.
Selain itu, jangan lupakan saluran pembuangan seperti wastafel dan lubang kamar mandi. Genangan air di saluran dapat memicu aroma tidak sedap. Membersihkannya menggunakan campuran soda kue dan cuka lalu membilas dengan air panas dapat membantu mengurangi bau lembap.
11. Tambahkan Tanaman dan Cermin untuk Efek Ruang Lebih Segar
Menghadirkan tanaman di dalam rumah dapat membantu menciptakan suasana yang terasa lebih hidup dan segar. Tanaman juga membantu membuat rumah terasa tidak terlalu kaku dan memberikan kesan lebih nyaman untuk ditempati.
Selain itu, pemasangan cermin dapat membantu memantulkan cahaya dari jendela maupun lampu sehingga ruangan terlihat lebih terang dan terbuka. Trik visual ini sangat berguna pada rumah lama yang cenderung memiliki pencahayaan terbatas dan terasa lebih sempit dari ukuran sebenarnya.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Kenapa rumah lama lebih mudah terasa pengap?
Rumah lama sering memiliki ventilasi yang kurang optimal, penataan furnitur yang padat, serta sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang sudah tidak maksimal.
2. Apakah rumah pengap harus direnovasi?
Tidak selalu. Banyak kasus dapat diperbaiki dengan memperbaiki aliran udara, mengurangi kelembapan, dan menata ulang isi ruangan.
3. Apakah membuka jendela setiap hari cukup membantu?
Ya, membuka jendela dan pintu secara rutin dapat membantu pertukaran udara sehingga rumah terasa lebih segar.
4. Tanaman indoor apa yang bisa membantu mengurangi rasa pengap?
Beberapa pilihan yang sering digunakan antara lain chamomile dan spatfilm karena membantu menciptakan suasana ruangan yang lebih nyaman.
5. Apakah furnitur terlalu banyak bisa membuat rumah terasa panas?
Bisa. Furnitur yang terlalu padat dapat menghambat aliran udara dan membuat panas lebih mudah terjebak di dalam ruangan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

8 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7511074/original/006328500_1780283405-Model_Rumah_Kecil_dengan_Koneksi_Indoor_dan_Outdoor_yang_Harmonis_Model_Pintu_Lipat_Menuju_Halaman_Belakang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7754409/original/041956400_1780563218-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_15.50.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256833/original/072957100_1781171763-Pakan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256807/original/071159300_1781170365-umbaran_jaring_paralon_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5321726/original/068835300_1755679487-20250816AA_Persita_Tangerang_vs_Persebaya_Surabaya-40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8030823/original/016638800_1780872304-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__05_35_24_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256790/original/069161700_1781169578-Rumah_Tradisional_dengan_Kebun_Buah_di_Sudut_Belakang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256829/original/021042800_1781171538-Gemini_Generated_Image_58o27h58o27h58o2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985719/original/080407800_1730289959-000_HKG2004072157398.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256735/original/001921000_1781166872-11140949535035799386.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256520/original/056222700_1781160592-Pohon_buah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483652/original/099806000_1769400098-unnamed-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8207954/original/054550700_1781066749-37215204105535690.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7083141/original/042110800_1779863896-sirsak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256710/original/076296600_1781165295-2231112552879179413.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554045/original/038078000_1776058203-komunal_perumahan_subsidi_6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256660/original/028513800_1781163671-Screenshot_2026-06-11_143928.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8083508/original/083238200_1780929845-4545C94F-DBA3-4E9C-920D-227B0E2A806E.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3200260/original/036462100_1596658442-claudio-guglieri-K2RH1QZdLF4-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495852/original/028727000_1770438125-1000284404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)