Liputan6.com, Jakarta - Sistem pertanian modern mendorong petani untuk memanfaatkan lahan secara lebih efisien, tanpa harus menambah area tanam. Salah satu pola budidaya yang masih banyak diterapkan hingga saat ini adalah tumpang sari kacang merah dan jagung, sebuah metode penanaman dua komoditas dalam satu hamparan lahan pada periode budidaya yang hampir bersamaan. Pola ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas kebun, sekaligus memberikan peluang panen lebih beragam dalam satu musim tanam.
Pada praktik lapangan, tumpang sari kacang merah dan jagung tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu pemanfaatan ruang tanam secara lebih optimal. Jagung tumbuh tinggi memanfaatkan area vertikal, sedangkan kacang merah berkembang pada bagian bawah lahan. Pola pertumbuhan seperti ini membuat kedua tanaman dapat hidup berdampingan tanpa saling mendominasi ruang tumbuh.
Saat diwawancarai, Mariana Ety petani yang telah lama menerapkan sistem tersebut, menjelaskan pengalamannya. "Jagung tumbuh ke atas, sedangkan kacang merah memanfaatkan ruang di bawahnya. Istilahnya itu menjalar ke Jagung jadi lahan tidak ada yang terbuang percuma, kalau jarak tanam diatur dengan baik, kedua tanaman bisa tumbuh sama-sama bagus," katanya.
Selain memberikan peluang panen ganda, tumpang sari kacang merah dan jagung juga dikenal memiliki sejumlah manfaat agronomis. Keberadaan dua jenis tanaman dalam satu hamparan dapat membantu menekan pertumbuhan gulma, meningkatkan pemanfaatan unsur hara, serta menciptakan lingkungan budidaya yang lebih beragam. Kondisi tersebut menjadikan sistem ini cukup populer di berbagai daerah sentra pertanian Indonesia.
Lantas bagaimana sebenarnya penerapan tumpang sari kacang merah dan jagung, serta tahapan budidaya agar kedua tanaman mampu tumbuh optimal dalam satu lahan? Berikut ulasan lengkap yang telah dirangkum Liputan6.com untuk membantu petani maupun pemula memahami sistem tanam produktif ini secara lebih mendalam, Senin (8/6/2026).
Mengenal Sistem Tumpang Sari Kacang Merah dan Jagung
Sistem tumpang sari kacang merah dan jagung merupakan salah satu metode budidaya pertanian yang dilakukan dengan menanam dua jenis tanaman berbeda pada lahan yang sama, dalam periode waktu yang relatif bersamaan. Pola tanam ini telah lama diterapkan oleh petani di berbagai daerah salah satunya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, karena dianggap mampu meningkatkan produktivitas lahan, tanpa harus menambah luas area pertanian. Melalui sistem tersebut, setiap bagian lahan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga petani berpeluang memperoleh hasil panen dari lebih dari satu komoditas dalam satu musim tanam.
Pada praktiknya, jagung biasanya berperan sebagai tanaman utama yang ditanam dalam barisan tertentu, sedangkan kacang merah ditempatkan di sela-sela atau di antara barisan jagung. Pengaturan ini dilakukan agar kedua tanaman dapat tumbuh berdampingan, tanpa menimbulkan persaingan yang berlebihan terhadap cahaya matahari, air, maupun unsur hara. Jagung yang memiliki pertumbuhan tinggi memanfaatkan ruang vertikal, sementara kacang merah mengisi ruang di bagian bawah lahan. Pola tersebut memungkinkan pemanfaatan ruang tanam menjadi lebih efisien dibandingkan sistem monokultur.
"Di sini kebanyakan dari dulu itu tanam jagung dan kacang merah secara bersamaan. Bisa dalam satu lubang atau tempat yang sama, atau masing-masing diberikan jarak, dan itu tidak jadi persoalan karena tetap tumbuh subur," katanya saat dihubungi tim Liputan6.com
Salah satu alasan mengapa kombinasi kacang merah dan jagung banyak digunakan, adalah karena kedua tanaman memiliki karakter pertumbuhan yang saling melengkapi. Jagung tumbuh tegak dan membutuhkan ruang ke atas, sedangkan kacang merah memiliki ukuran tanaman yang lebih rendah. Perbedaan bentuk pertumbuhan ini membantu mengurangi persaingan antartanaman dalam memperoleh sinar matahari. Selain itu, kacang merah sebagai tanaman legum memiliki kemampuan membentuk bintil akar yang bekerja sama dengan bakteri pengikat nitrogen, sehingga dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami.
Tahapan Penerapan Sistem Tumpang Sari
1. Menyiapkan dan Mengolah Lahan
Tahap pertama dalam penerapan sistem tumpang sari kacang merah dan jagung adalah melakukan persiapan lahan secara menyeluruh. Lahan perlu dibersihkan terlebih dahulu dari sisa tanaman musim sebelumnya, gulma, semak, maupun berbagai benda yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah area tanam bersih, tanah diolah menggunakan cangkul atau alat pertanian lainnya hingga menjadi gembur. Kondisi tanah yang gembur akan memudahkan perkembangan akar, meningkatkan sirkulasi udara dalam tanah, serta membantu penyerapan air dan unsur hara secara lebih optimal. Pada tahap ini, petani juga dapat menambahkan pupuk kandang atau kompos matang untuk meningkatkan kesuburan tanah sebelum proses penanaman dimulai.
"Sebelum kita mulai proses tanam, lahan itu sudah harus dibersihkan agar tidak ada rumput yang tersisa. Kalau lahannya tidak dibersihkan dan digemburkan dengan baik sejak awal, pertumbuhan jagung maupun kacang merah biasanya kurang maksimal," ujar Mariana Ety
2. Membuat Barisan dan Mengatur Jarak Tanam
Setelah lahan siap digunakan, langkah berikutnya adalah membuat barisan tanam untuk jagung sebagai tanaman utama. Pengaturan jarak tanam menjadi aspek yang sangat penting dalam sistem tumpang sari karena akan menentukan keberhasilan pertumbuhan kedua komoditas. Barisan jagung harus dibuat dengan jarak yang cukup agar tanaman tidak terlalu rapat dan masih menyediakan ruang bagi kacang merah. Dengan pengaturan yang tepat, setiap tanaman memperoleh akses cahaya matahari, air, dan nutrisi secara lebih seimbang sehingga risiko persaingan antartanaman dapat diminimalkan.
3. Menanam Jagung sebagai Tanaman Utama
Penanaman jagung umumnya dilakukan lebih dahulu karena tanaman ini memiliki pertumbuhan lebih tinggi dan membutuhkan ruang vertikal yang lebih besar. Benih jagung ditanam pada lubang tanam yang telah disiapkan sebelumnya, kemudian ditutup menggunakan tanah tipis agar proses perkecambahan dapat berlangsung dengan baik. Pemilihan benih unggul sangat dianjurkan karena dapat memberikan tingkat pertumbuhan yang lebih seragam, daya tahan yang lebih baik terhadap penyakit, serta potensi hasil panen yang lebih tinggi.
"Saya biasanya memilih benih jagung yang kualitasnya bagus, itu dari lumbubng sendiri. Petani di sini biasanya selalu menyimpan sisa jagung atau dipisahkan untuk jadi bibit dan itu berlaku untuk kacang merah,"ungkap Mariana saat menceritakan pengalamannya.
4. Menanam Kacang Merah di Sela Barisan Jagung
Setelah jagung ditanam, kacang merah dapat ditanam di sela-sela barisan jagung sesuai pola tumpang sari yang telah direncanakan. Pada beberapa daerah, kacang merah ditanam bersamaan dengan jagung, sementara di daerah lain penanaman dilakukan beberapa hari setelah jagung mulai tumbuh. Tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi jagung untuk membentuk pertumbuhan awal tanpa mengurangi ruang tumbuh kacang merah. Posisi tanaman yang saling melengkapi memungkinkan pemanfaatan lahan menjadi lebih efisien dibandingkan sistem tanam tunggal.
"Kacang merah dan jagung bisa ditanam secara bersamaan, atau bisa dipisah dan berikan jarak. Setelah lahan siap, jagung dan kacang merah ditanam masing-masing 3 butir supaya panennya bisa bersamaan".
5. Melakukan Penyulaman Tanaman
Beberapa hari setelah penanaman, petani perlu melakukan pemeriksaan terhadap benih yang telah ditanam. Apabila terdapat benih yang tidak tumbuh atau tanaman muda mengalami kerusakan, penyulaman perlu segera dilakukan. Penyulaman bertujuan menjaga populasi tanaman tetap ideal sehingga produktivitas lahan tidak berkurang akibat adanya ruang kosong dalam area budidaya. Semakin cepat penyulaman dilakukan, semakin seragam pula pertumbuhan tanaman hingga masa panen.
6. Mengendalikan Gulma Sejak Dini
Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam sistem budidaya tumpang sari. Kehadirannya dapat menyebabkan persaingan dalam mendapatkan air, cahaya matahari dan unsur hara. Oleh sebab itu, penyiangan perlu dilakukan secara rutin sejak tanaman masih muda. Lahan yang bersih dari gulma akan membantu tanaman tumbuh lebih optimal serta mengurangi potensi munculnya hama dan penyakit yang sering bersembunyi di area pertumbuhan gulma.
7. Melakukan Panen Sesuai Umur Tanaman
Tahap terakhir adalah panen. Kacang merah biasanya dapat dipanen lebih dahulu atau hampir bersamaan dengan jagung, tergantung varietas dan waktu tanam yang digunakan. Panen dilakukan ketika tanaman telah mencapai tingkat kematangan optimal agar kualitas hasil tetap terjaga. Setelah panen selesai, sisa tanaman dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik atau pakan ternak sehingga seluruh bagian hasil budidaya dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal.
"Kalau semua tahapan dilakukan dengan baik sejak awal, hasil panen biasanya memuaskan. Kami di sini masak kacang merah pasti dicampur jagung, makanya kalau musim tanam itu pasti selalu bersamaan," ujar petani asal Tanimbar ini.
Pertanyaan Seputar Tumpang Sari Kacang Merah dan Jagung
1. Apa yang dimaksud dengan tumpang sari kacang merah dan jagung?
Tumpang sari kacang merah dan jagung adalah sistem budidaya pertanian yang menanam kacang merah dan jagung pada lahan yang sama dalam waktu yang relatif bersamaan untuk memaksimalkan produktivitas lahan.
2. Mengapa kacang merah dan jagung sering ditanam secara tumpang sari?
Kedua tanaman memiliki karakter pertumbuhan yang saling melengkapi. Jagung tumbuh tinggi ke atas, sedangkan kacang merah memanfaatkan ruang di bagian bawah sehingga lahan dapat digunakan lebih efisien.
3. Apa keuntungan utama tumpang sari kacang merah dan jagung?
Keuntungan utamanya adalah memperoleh dua hasil panen dari satu lahan dalam satu musim tanam sehingga potensi pendapatan petani dapat meningkat.
4. Apakah tumpang sari dapat diterapkan pada lahan sempit?
Ya. Sistem ini sangat cocok diterapkan pada lahan terbatas karena membantu mengoptimalkan penggunaan ruang tanam yang tersedia.
5. Tanaman mana yang biasanya ditanam lebih dahulu?
Pada banyak praktik budidaya, jagung sering ditanam terlebih dahulu sebagai tanaman utama, kemudian kacang merah ditanam di sela-sela barisannya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

10 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8071508/original/035989900_1780916567-20260609AA_Timnas_Indonesia_vs_Mozambik-5.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7535225/original/074106900_1780309735-tumpang_sari_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539867/original/084374500_1774653145-Timnas_Indonesia_vs_Saint_Kitts_and_Nevis-33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062500/original/077816900_1780906901-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8071506/original/077274000_1780916566-20260609AA_Timnas_Indonesia_vs_Mozambik-1.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8061654/original/009565800_1780905849-spw.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8071310/original/076160100_1780916398-20260608IQ_Preskon_Pelatih_Baru_Persija-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8069597/original/039075000_1780914428-ide_ternak_ikan_cetol_di_ember_kecil.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8068550/original/060792700_1780913387-1000441032.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8067830/original/010791000_1780912569-kolam_lele.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7974520/original/066693200_1780811339-InShot_20260607_124713353.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8058537/original/074709600_1780902325-Menggunakan_Kisi-Kisi_Dekoratif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062508/original/005179000_1780906904-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1197038/original/049207600_1460114628-logo_persis_solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8061335/original/030148800_1780905470-17599020251053171362.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5752394/original/012354700_1778653527-internet-akan-gantikan-sistem-pendidikan-non-formal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8058534/original/090833400_1780902322-HL_perumnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4671933/original/083327500_1701525872-20231202BL_Final_Piala_Dunia_U-17_2023-03.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062930/original/016402700_1780907410-sty-4.jpg.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495852/original/028727000_1770438125-1000284404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)