Perbedaan Air Mineral dan Air Demineral: Mana Lebih Sehat?

1 hour ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Air mineral mengandung mineral alami seperti kalsium dan magnesium dengan pH sekitar 6,0–8,5 sesuai SNI 3553:2015. Air demineral diperoleh lewat distilasi, deionisasi, atau reverse osmosis sehingga hampir bebas mineral dengan pH lebih asam, 5,0–7,5 menurut SNI 6241:2015. WHO dalam Health Risks from Drinking Demineralised Water, mencatat konsumsi air demineral jangka panjang berpotensi memengaruhi keseimbangan mineral tubuh.

Di rak minimarket, kedua jenis air ini sering terlihat sama, sama-sama bening, sama-sama dalam kemasan botol atau galon. Padahal, keduanya diproduksi lewat proses berbeda dan diatur dalam standar mutu yang berbeda pula oleh pemerintah. Banyak konsumen bahkan tidak sadar sudah rutin minum air demineral karena mengira semua air kemasan otomatis "air mineral".

Kekeliruan ini bukan cuma soal istilah. Kandungan mineral yang hilang dalam proses pembuatan air demineral punya implikasi kesehatan yang sudah diteliti secara ilmiah, dari tingkat regulasi nasional hingga jurnal kedokteran internasional. Berikut Liputan6.com membedah perbedaan air mineral dan air demineral pada Senin (31/8/2026). 

Apa Itu Air Mineral dan Air Demineral?

Air mineral adalah air minum dalam kemasan (AMDK) yang berasal dari sumber mata air alami dan tetap mempertahankan kandungan mineral aslinya tanpa penambahan dari luar. Jenis ini diatur dalam SNI 3553:2015 yang mewajibkan kadar pH, kekeruhan, dan kandungan mineral tertentu agar aman dikonsumsi.

Air demineral adalah air minum yang telah melalui proses pemurnian, distilasi, deionisasi, atau reverse osmosis, sehingga kandungan mineralnya dihilangkan hampir sepenuhnya. Standarnya diatur dalam SNI 6241:2015. Karena prosesnya, air demineral kerap disebut juga "air murni" atau "air RO".

Klasifikasi dan pemberlakuan standar ini wajib diterapkan oleh produsen AMDK berdasarkan Permenperin Nomor 62 Tahun 2024 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia untuk Air Minum Dalam Kemasan Secara Wajib. Selain itu, jenis dan kategori pangan AMDK tersebut juga mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kategori Pangan.

Tabel Perbandingan Air Mineral dan Air Demineral

Kriteria Air Mineral Air Demineral
Sumber Air Baku Mata air alami bawah tanah Air baku umum yang dimurnikan (bisa dari air tanah/permukaan)
Proses Pembuatan Penyaringan standar tanpa menghilangkan mineral alami Distilasi, deionisasi, atau reverse osmosis untuk menghilangkan mineral
Kandungan Mineral Ada secara alami (kalsium, magnesium, dll.) Sangat minim hingga hampir tidak ada
Tingkat Keasaman (pH) 6,0–8,5 (SNI 3553:2015) 5,0–7,5, cenderung lebih asam (SNI 6241:2015)
Standar SNI SNI 3553:2015 SNI 6241:2015

Air Demineral Apakah Aman Dikonsumsi?

Selama sudah mengantongi izin edar BPOM dan memenuhi SNI 6241:2015, air demineral aman diminum sesuai regulasi keamanan pangan yang berlaku di Indonesia. Yang perlu diperhatikan bukan soal keamanan jangka pendeknya, melainkan dampak konsumsi dalam jangka panjang sebagai satu-satunya sumber cairan tubuh.

WHO, dalam kajian tentang risiko kesehatan air rendah mineral, menyebutkan bahwa konsumsi air demineral dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi lapisan usus halus, keseimbangan metabolisme, serta asupan kalsium dan magnesium tubuh. Dua studi internasional memperkuat temuan ini: penelitian Association of Vitamin B12 Deficiency and Use of Reverse Osmosis Processed Water for Drinking: A Cross-Sectional Study from Western India oleh Gupta dkk. (2016) di India menemukan, risiko kekurangan vitamin B12 empat kali lebih tinggi pada konsumen air hasil reverse osmosis jangka panjang, sementara penelitian Muhsin (2019) di Irak mengaitkan konsumsi air RO dengan risiko penurunan kepadatan tulang.

Artinya, air demineral bukan tidak aman, tapi sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber cairan harian tanpa diimbangi asupan mineral dari makanan atau sumber air lain. Bagi yang punya kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan ginjal, konsultasikan dulu ke dokter sebelum menjadikan air demineral sebagai konsumsi utama.

Air Mineral atau Air Demineral, Mana yang Lebih Sehat?

Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), dr. Diana Sunardi, menyatakan bahwa dari segi hidrasi, air demineral, air mineral, air beroksigen, dan air alkali punya manfaat yang sama, yaitu untuk memenuhi cairan tubuh. Tidak ada satu jenis yang secara hidrasi "lebih unggul" dari yang lain.

Namun, air mineral punya nilai tambah yang tidak dimiliki air demineral: kandungan kalsium, magnesium, dan mineral lain yang ikut menyumbang kebutuhan mikronutrien harian, meski dalam jumlah kecil dibanding sumber makanan. Untuk konsumsi harian rutin, air mineral jadi pilihan yang lebih menyeluruh secara nutrisi. Air demineral tetap punya tempatnya sendiri, misalnya untuk campuran obat, susu formula bayi, atau kebutuhan medis dan laboratorium yang menuntut kemurnian tinggi.

Apa Saja Contoh Merek Air Demineral?

Di Indonesia, air demineral dijual dengan berbagai merek yang mudah ditemukan di ritel modern, di antaranya:

  • Cleo – diproses dengan teknologi nanofilter untuk menyaring mineral anorganik.
  • Amidis – salah satu pelopor air demineral hasil distilasi di Indonesia.
  • Jatiluhur – diproduksi BUMN Perum Jasa Tirta II lewat proses reverse osmosis.
  • Rivero – diproduksi sejak 2007 oleh PT Tirta Alam Lestari.

Sebagai pembanding, merek air mineral yang umum beredar antara lain Aqua, Le Minerale, Vit, Club, dan Ades. Cara paling mudah membedakannya adalah membaca label kemasan, produsen wajib mencantumkan keterangan "Air Mineral" atau "Air Demineral" sesuai ketentuan SNI.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Air Mineral dan Air Demineral

Apakah air demineral aman diminum setiap hari?

Aman selama sudah ber-SNI dan berizin BPOM, tapi sebaiknya diimbangi asupan mineral dari makanan agar kebutuhan kalsium dan magnesium tetap terpenuhi.

Apakah air demineral sama dengan air RO isi ulang?

Prinsip prosesnya sama-sama menghilangkan mineral, namun air demineral kemasan sudah melalui pengujian SNI 6241:2015, sedangkan kualitas air RO isi ulang tergantung pada perawatan alat di masing-masing depot.

Bagaimana cara membedakan air mineral dan air demineral di rak toko?

Cek label kemasan. Produsen wajib mencantumkan jenis air sesuai SNI, jadi tinggal baca tulisan "Air Mineral" atau "Air Demineral" pada kemasan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|