Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon buah di pekarangan menjadi pilihan menarik bagi banyak pemilik rumah. Kehadiran tanaman produktif dapat menghadirkan suasana hijau, memberi keteduhan, sekaligus menyediakan hasil panen untuk kebutuhan keluarga. Sebelum menentukan jenis tanaman, penting memahami perbedaan karakter perakaran agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Oleh sebab itu, pembahasan mengenai pohon buah berakar dangkal vs berakar dalam, mana yang aman dekat rumah menjadi hal penting untuk diketahui.
Tidak sedikit orang memilih bibit hanya berdasarkan jenis buah favorit, tanpa mempertimbangkan perkembangan akar saat tanaman memasuki usia dewasa. Padahal, sistem perakaran memiliki peran besar terhadap kestabilan tanaman maupun kondisi lingkungan sekitar. Melalui pemahaman tentang pohon buah berakar dangkal vs berakar dalam, mana yang aman dekat rumah, pemilik hunian bisa menentukan pilihan tanaman secara lebih bijak sesuai kondisi lahan.
Ukuran halaman juga menjadi faktor penting saat merencanakan penanaman pohon buah. Pekarangan sempit tentu memerlukan jenis tanaman berbeda dibanding lahan luas. Beberapa pohon memiliki akar menyebar pada lapisan tanah bagian atas, sedangkan jenis lain mampu menembus lapisan tanah lebih dalam. Situasi tersebut membuat topik pohon buah berakar dangkal vs berakar dalam, mana yang aman dekat rumah sering dicari oleh masyarakat sebelum mulai berkebun.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (12/6/2026).
Mengenali Karakteristik Perakaran Pohon Buah
Memilih pohon buah untuk ditanam di pekarangan rumah tidak hanya mempertimbangkan jenis buah yang dihasilkan, tetapi juga perlu memperhatikan karakteristik sistem perakarannya. Banyak orang tertarik menanam pohon buah untuk memperoleh suasana hijau, keteduhan alami, serta hasil panen yang dapat dinikmati bersama keluarga. Akan tetapi, pemilihan tanaman yang kurang tepat terkadang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari, terutama apabila pohon ditanam terlalu dekat dengan bangunan.
Secara umum, pohon buah memiliki dua jenis sistem perakaran utama, yaitu akar tunggang dan akar serabut. Kedua tipe perakaran ini memiliki karakteristik pertumbuhan yang berbeda sehingga memengaruhi kemampuan tanaman dalam menyerap air, memperoleh unsur hara, serta menopang pertumbuhan pohon hingga dewasa.
Sistem akar tunggang ditandai oleh keberadaan akar utama atau akar primer yang tumbuh memanjang ke arah bawah dan menembus lapisan tanah yang lebih dalam. Akar utama tersebut berfungsi layaknya tiang penyangga yang kokoh sehingga mampu memberikan kestabilan yang baik bagi tanaman.
Selain memiliki akar utama yang dominan, akar tunggang juga biasanya dilengkapi cabang-cabang akar sekunder yang berkembang dari akar pokok untuk membantu penyerapan nutrisi dan air dari berbagai lapisan tanah. Sebaliknya, sistem akar serabut memiliki banyak akar berukuran relatif kecil yang tumbuh menyebar ke berbagai arah pada lapisan tanah bagian atas. Tidak terdapat satu akar utama yang mendominasi pertumbuhan seperti pada sistem tunggang. Jaringan akar yang rapat dan menyebar tersebut memungkinkan tanaman menyerap air serta unsur hara secara efektif dari area permukaan tanah yang lebih luas.
Jika tujuan utama adalah menjaga keamanan bangunan dan memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas, maka pohon buah berakar dangkal atau akar serabut umumnya lebih direkomendasikan untuk ditanam dekat rumah. Jenis tanaman seperti jeruk, jambu air, delima, belimbing, jambu biji, pepaya, dan pisang sering menjadi pilihan karena ukuran pohonnya relatif lebih mudah dikendalikan serta sistem perakarannya tidak terlalu agresif.
Sebaliknya, pohon buah berakar dalam atau tunggang lebih cocok ditanam pada area yang memiliki ruang lebih luas. Meskipun tidak selalu merusak pondasi, ukuran pohon yang besar dan kebutuhan ruang tumbuh yang lebih tinggi membuat tanaman seperti mangga, durian, alpukat, atau nangka sebaiknya ditempatkan agak jauh dari bangunan utama.
Pohon Buah Aman Dekat Hunian
Pohon buah berakar dangkal memiliki sebagian besar sistem perakaran yang berkembang di lapisan tanah bagian atas. Akar jenis ini cenderung menyebar ke samping untuk mencari air dan nutrisi. Karena pertumbuhannya lebih banyak berada di permukaan tanah, akar dangkal umumnya lebih mudah ditemukan ketika menggali tanah di sekitar pohon. Pada beberapa kasus, akar bahkan dapat terlihat muncul di permukaan apabila usia tanaman sudah cukup tua.
Berikut beberpa jenis pohon buah berakar dangkal yang aman dekat rumah:
1. Belimbing
Belimbing menjadi salah satu pohon buah yang cukup banyak dipilih untuk menghiasi pekarangan rumah. Tanaman ini memiliki ukuran sedang sehingga lebih mudah dikelola dibandingkan beberapa pohon buah berukuran besar. Sistem perakarannya relatif tidak terlalu agresif, sehingga risiko gangguan terhadap pondasi, jalur paving, maupun bangunan di sekitarnya cenderung lebih rendah.
Selain menghasilkan buah yang segar dan memiliki rasa khas, pohon belimbing juga mampu mempercantik halaman melalui bentuk tajuknya yang rapi. Apabila dilakukan pemangkasan secara rutin, pertumbuhan tanaman dapat tetap terkendali sehingga tidak memakan terlalu banyak ruang.
2. Pepaya
Pepaya termasuk tanaman buah yang sangat cocok ditanam di sekitar rumah, terutama bagi pemilik lahan terbatas. Berbeda dari pohon buah berkayu, pepaya memiliki batang yang lebih lunak dan sistem akar yang relatif dangkal. Karakter tersebut membuat tanaman ini jarang menimbulkan masalah pada pondasi bangunan.
Selain aman, pepaya juga dikenal sebagai tanaman yang cepat menghasilkan buah. Dalam kondisi pertumbuhan yang baik, tanaman ini dapat mulai berproduksi dalam waktu kurang dari satu tahun setelah penanaman. Kebutuhan lahannya yang tidak terlalu luas menjadi nilai tambah bagi penghuni rumah perkotaan.
3. Sawo
Sawo merupakan pohon buah berukuran sedang yang memiliki pertumbuhan relatif lambat. Keunggulan tersebut membuat perkembangan tajuk dan sistem perakarannya lebih mudah dipantau dari waktu ke waktu.
Akar sawo tidak dikenal sebagai akar yang agresif sehingga cukup aman ditanam di area pekarangan selama jarak tanam tetap diperhatikan. Selain memberikan keteduhan, pohon ini juga menghasilkan buah bercita rasa manis yang banyak disukai berbagai kalangan. Dengan perawatan yang tepat, sawo dapat menjadi tanaman produktif yang bertahan dalam jangka waktu panjang.
4. Jambu Air
Jambu air dikenal sebagai tanaman buah yang memiliki kemampuan tumbuh cukup cepat tanpa membentuk pohon yang terlalu besar. Sistem perakarannya relatif terkendali sehingga tidak banyak menimbulkan risiko terhadap bangunan di sekitarnya.
Kondisi tersebut membuat jambu air sering dijadikan pilihan untuk ditanam di halaman depan maupun samping rumah. Selain mudah beradaptasi pada berbagai jenis tanah, tanaman ini juga cukup tahan menghadapi cuaca panas. Buahnya yang renyah dan kaya kandungan air menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak keluarga.
5. Pisang
Walaupun memiliki ukuran yang tampak besar, pisang sebenarnya bukan termasuk pohon berkayu. Tanaman ini memiliki akar serabut yang menyebar pada lapisan tanah bagian atas dan tidak bersifat merusak struktur bangunan.
Oleh sebab itu, pisang sering dianggap sebagai salah satu tanaman buah yang aman ditanam dekat rumah. Selain mudah dibudidayakan, pisang juga mampu menghasilkan banyak anakan sehingga dapat menjadi sumber panen berkelanjutan. Agar pertumbuhannya optimal, kondisi drainase lahan sebaiknya tetap diperhatikan karena tanaman ini memerlukan pasokan air yang cukup.
6. Delima
Delima tidak hanya dikenal sebagai penghasil buah bernilai gizi tinggi, tetapi juga sebagai tanaman yang memiliki nilai estetika tersendiri. Sistem perakarannya relatif dangkal sehingga tidak termasuk jenis tanaman yang berpotensi merusak pondasi rumah.
Selain menghasilkan buah yang kaya antioksidan, delima juga memiliki bunga berwarna cerah yang mampu memperindah tampilan halaman. Ukuran pohonnya yang tidak terlalu besar membuat tanaman ini cocok ditempatkan pada lahan terbatas. Bahkan, banyak penghobi tanaman menanam delima dalam pot besar untuk menghemat ruang.
7. Kedondong
Kedondong sering dianggap sebagai tanaman liar, padahal pohon ini dapat menjadi pilihan menarik untuk pekarangan rumah. Sistem perakarannya cenderung berkembang secara terkendali dan tidak dikenal merusak bangunan. Buah kedondong dapat dimanfaatkan dalam berbagai olahan, mulai dari rujak, manisan, hingga konsumsi segar. Selain memberikan hasil panen, keberadaan pohon ini juga dapat menambah kesan hijau pada lingkungan rumah. Dengan perawatan yang baik, kedondong mampu tumbuh produktif dalam waktu yang cukup lama.
8. Jeruk
Jeruk merupakan salah satu tanaman buah yang paling sering direkomendasikan untuk ditanam dekat rumah. Tanaman ini memiliki sistem akar serabut yang umumnya berkembang pada lapisan tanah bagian atas sehingga tidak banyak memberikan tekanan pada pondasi bangunan.
Karakter akar yang lebih menyebar ke samping dibandingkan ke bawah menjadikan jeruk relatif aman untuk pekarangan berukuran kecil maupun sedang. Selain itu, jeruk dikenal mudah dirawat dan mampu menghasilkan buah secara rutin apabila kebutuhan nutrisi serta penyiramannya terpenuhi. Untuk area rumah tinggal, varietas jeruk siam maupun jeruk kerdil sering dipilih karena ukuran pohonnya lebih mudah dikendalikan.
Pertanyaan Seputar Pohon Buah Berakar Dangkal vs Berakar Dalam
Jenis pohon buah apa yang aman ditanam dekat fondasi rumah?
Pohon buah yang aman ditanam dekat fondasi rumah antara lain jeruk kerdil, jambu air, delima, srikaya, kedondong, pepaya, pisang, tin, mangga kerdil, belimbing, dan kelengkeng mini.
Bisakah pohon buah ditanam di pot agar lebih aman?
Ya, banyak pohon buah berakar aman seperti jeruk kerdil, delima, dan kelengkeng mini cocok ditanam dalam pot besar untuk membatasi pertumbuhan akar dan fleksibilitas penempatan.
Mengapa sistem perakaran penting diperhatikan sebelum menanam pohon buah?
Sistem perakaran dapat memengaruhi kestabilan pohon, kebutuhan ruang tumbuh, serta potensi dampaknya terhadap bangunan, pagar, saluran air, dan fasilitas lain di sekitar rumah.
Mana yang lebih aman dekat rumah, pohon buah berakar dangkal atau berakar dalam?
Secara umum, pohon buah berakar dangkal lebih aman ditanam dekat rumah karena sistem perakarannya cenderung tidak berkembang terlalu jauh ke dalam tanah.
Apakah pohon berakar dangkal tidak memiliki risiko sama sekali?
Tidak. Semua pohon tetap memerlukan jarak tanam yang tepat. Akar yang menyebar luas di permukaan tanah tetap dapat menimbulkan gangguan apabila ditanam terlalu dekat dengan bangunan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

6 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257765/original/001942600_1781255459-3164903219143735572.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257890/original/049338800_1781261386-Scale_Up.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4295114/original/060254000_1674043893-Persebaya_Surabaya_Bantai_Persita_Tangerang_5-0_di_Liga_1-Ichsan-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257736/original/007864900_1781254058-HL_panel_surya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6718602/original/081755600_1779534644-BL1_1011.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257709/original/014419800_1781252880-ternak_makan_labu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256217/original/005318700_1781150311-Gemini_Generated_Image_g1r3vag1r3vag1r3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482045/original/041589900_1769156674-Gemini_Generated_Image_nfgdwhnfgdwhnfgd.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257651/original/099981500_1781250429-Kandang_Ayam_Postal_Baja_Ringan_Memanjang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257642/original/060080900_1781250208-Gemini_Generated_Image_m8pw9om8pw9om8pw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512875/original/070428300_1771996878-Ide_Usaha_Jasa_Isi_Pulsa_dan_Token_Listrik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5323663/original/044194100_1755789623-1000089235.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7814202/original/064502900_1780631718-kombinasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257650/original/021540000_1781250431-52a59a65-83b7-4088-9370-e688e40bc48a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257557/original/030589300_1781247520-Gemini_Generated_Image_8dp8c98dp8c98dp8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257633/original/074509200_1781250095-hewan_di_dapur5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257594/original/076623300_1781249168-15402940858310970870.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257490/original/095798200_1781245057-Gemini_Generated_Image_acvxopacvxopacvx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257574/original/084785600_1781248152-11569607384765376307.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8232855/original/095362900_1781093208-20260609BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mozambik_FIFA_Matchday_2026-13.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502338/original/063581900_1770977596-model_kebun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502616/original/001046200_1770990653-Pohang_Steelers.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)