Tips Perencanaan Anggaran Interior Rumah, Panduan Menata Ruang Tanpa Boncos

12 hours ago 6

Liputan6.com, Yogyakarta - Perencanaan anggaran interior rumah perlu dipersiapkan sejak awal sebelum proses pembangunan dimulai. Tak jarang, seseorang terlalu fokus pada pembangunan fisik rumah, sehingga mengesampingkan alokasi anggaran untuk penataan interior yang justru berpengaruh besar pada kenyamanan hunian.

Melakukan survei harga perabotan juga penting dilakukan sebelum membeli, agar pilihan furnitur dan perlengkapan interior sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan. Dengan membandingkan harga dari beberapa toko, pemilik rumah bisa menyesuaikan kualitas, fungsi, dan harga tanpa harus mengorbankan kebutuhan utama.

Pemilihan warna cat serta barang-barang pendukung seperti karpet, gagang pintu, gorden, hingga bantal sofa turut memengaruhi tampilan visual ruangan. Perpaduan yang tepat antara elemen interior dan warna ruangan dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis.

Alexander Saifullah, seorang desainer interior lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, membagikan beberapa tips penting yang perlu diperhatikan saat merencanakan budget atau anggaran untuk interior rumah agar pengeluaran tetap terkendali.

Prioritas Utama Saat Menyusun Anggaran Interior

Saat menyusun anggaran interior, penting untuk menentukan ruangan dan perabotan mana yang menjadi prioritas. Menurut Alex, ada tiga hal penting yang menjadi prioritas utama saat menyusun anggaran interior rumah.

"Mungkin yang pertama, infrastrukturnya itu harus diperhatikan dulu. Jadi kan kalau bangunan, entah itu rumah atau contohnya rumah lah, jadi infrastrukturnya harus diperhatikan dulu. Electricity, floor, sama plumbingnya udah bener atau belum, jangan sampai ceritanya listriknya masih gak beres, lantai sama plumbing ceritanya ada kebocoran atau gimana," jelasnya.

Tiga ruangan yang harus menjadi prioritas ketika menyusun anggaran yaitu kamar tidur, ruang tamu dan dapur.

"Terus habis itu skala prioritas ruangannya sih, jadi yang ruangan mana yang perlu untuk di desain interiornya, yang paling utama sih biasanya kan living room, bedroom, sama kitchen, karena memang yang tiga itu yang utama, kebanyakan aktivitas di situ, sisanya mungkin aktivitas tambahan," tambahnya.

Dalam memilih furnitur, sebaiknya mengutamakan kualitas meski harganya lebih tinggi. Furnitur berkualitas lebih tahan lama, sehingga tidak cepat rusak dan mengurangi kebutuhan untuk mengganti barang dalam waktu singkat.

"Terus yang selanjutnya, furnitur kali ya. Furniturnya itu jangan pelit gitu memilih materialnya, jadi harus pake material yang at least udah standar quality-nya, lebih bagus lagi kalo bagus quality-nya, soalnya kayak di kitchen setnya itu mesti kena air, jadi kalo dengan build quality material yang jelek ntar cepet rusak, jadi malah ganti lagi," ungkapnya.

Alex juga menyarankan untuk menyiapkan dana darurat dalam anggaran interior, biasanya sekitar 10–15% dari total budget. Dana ini berguna untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga, seperti perubahan desain, perabot tambahan, atau biaya ekstra lainnya.

Kesalahan Umum dalam Mengatur Anggaran

Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan orang awam dalam mengatur anggaran interior rumah antara lain tidak memiliki perencanaan yang matang karena FOMO (takut ketinggalan tren), meremehkan biaya perabotan kecil, serta tergiur harga murah tanpa memperhatikan kualitas dan spesifikasinya.

"Kesalahannya sih, gak punya planning pastinya. Jadi kaya mereka itu FOMO gitu. Wah liat interior ini bagus. Ini desainnya bagus, visualnya bagus, keren gini, pengen kaya gini, udah beli gitu," jelas Alex.

"Terus ngeremehin biaya-biaya kecil, kaya aksesoris-aksesoris, biaya tukang, biaya logistik, lampu-lampu kecil yang hidden gitu. Biayanya mungkin cuman berapa ribu, tapi udah diakumulasiin jadi gede. Sama kebanyakan tergiur harga murah tanpa ngecek spesifikasinya," tambahnya.

Membagi Anggaran antara Furnitur, Dekorasi, dan Kebutuhan Fungsional

Alex memberikan tips membagi anggaran interior dengan rumus 70% untuk furnitur, 20% untuk dekorasi, dan 10% untuk kebutuhan fungsional lainnya. Pembagian ini membantu pemilik rumah memastikan furnitur utama terpenuhi, dekorasi tetap menarik, dan kebutuhan fungsional rumah.

"Kalau mau gampangnya sih, rumusnya 70%, 20%, 10%. 70% itu untuk furnitur utama, kayak sofa, meja makan, kursi, tempat tidur karena furniture-furniture itu tuh mesti barang-barang yang awet dan pakainya panjang 5-10 tahun mungkin," papar pria berusia 28 tahun itu.

"Terus yang kedua itu yang 20% itu untuk kebutuhan visual kayak cat, karpet, lampu karena itu nentuin ambience ruangannya nanti. Sedangkan yang terakhir yang 10% itu untuk dekorasi kayak bantal, lukisan, tanaman. Itu 10% aja karena memang bisa diganti kapan aja, mau diubah atau ditambahin kapan aja," tambahnya.

Tips Memilih Furnitur Awet dan Fungsional

Ada beberapa tips dalam memilih furnitur agar awet, fungsional, dan selaras dengan warna ruangannya. Pemilihan yang tepat tidak hanya membuat ruangan terlihat unik, tetapi juga menciptakan suasana yang nyaman dan harmonis bagi penghuni rumah.

"Pilih furniture itu, yang pertama mungkin pilih material yang solid. Untuk bagian-bagian yang penting, kayak struktur utama furniture contohnya kayak kaki meja, rangka sofa atau bed jangan sampai rangka itu pakai kayak particle board serbuk kayu gitu, jadi malah hancur," terang pria yang tinggal di Yogyakarta itu.

"Terus yang kedua, ngakalin pakai furniture yang multifungsi. Contohnya furniture sofa bisa dijadikan tempat tidur tamu sekalian atau meja makan bisa jadi meja kerja. Terus selanjutnya mungkin pilih design yang timeless gak luput sama waktu. Terus warnanya pakai warna yang netral, jadi mudah buat di-combine sama ruangannya." Pungkasnya.

Cara Menyiasati Budget Minim

Rumah berukuran kecil tetap bisa terlihat estetik dan minimalis meski dengan budget terbatas. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain menyiasati pemilihan warna, pencahayaan, dan tekstil, sehingga ruangan terasa lebih luas, nyaman, dan harmonis tanpa menguras anggaran.

"Cara menyiasati budget minim agar rumah tetap nyaman yang pertama mungkin pake tone yang warnanya netral jadi biar agak flow ruangannya nyatu satu sama lain. Selanjutnya pencahayaan, pencahayaan itu bisa dibagi dua jadi ada pencahayaan utama sama pencahayaan ambience. Kalau pencahayaan utama ya utama buat ngeliat semuanya sedangkan kalau yang ambience kayak drop selling terus ada hidden LEG itu yang mau di furniture atau di plafon terus kayak lampu tidur," jelas Alex.

"Terus selanjutnya milih tekstil sih, jadi kayak pilih karpet yang kalau sekalian itu gede jangan kayak kecil-kecil nanti malah berantakan kelihatannya, terus tekstur material aksesorisnya mungkin kayak dibantal itu bisa pakai bahan-bahan yang macam-macam kayak linen, bludru terus rajut terakhir mungkin bisa dikasih sentuhan alam biar kelihatan hidup tapi not too much," tambahnya.

Q & A Seputar Topik

Apa itu RAB interior rumah?

RAB (Rencana Anggaran Biaya) interior rumah adalah perhitungan perkiraan total biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek interior, mencakup material, jasa tukang/kontraktor, biaya desain, dan biaya tambahan.

Mengapa perencanaan anggaran interior rumah itu penting?

Perencanaan anggaran yang matang penting untuk menghindari pembengkakan biaya, memastikan hasil akhir sesuai ekspektasi, dan memfasilitasi komunikasi yang jelas antara pemilik rumah dan desainer interior.

Apa saja komponen utama dalam anggaran interior rumah?

Komponen utama meliputi biaya desain, biaya produksi (furnitur kustom), biaya material (cat, keramik, dll.), biaya jasa tukang/kontraktor, biaya instalasi, dan biaya tak terduga (cadangan 10-15%).

Bagaimana cara menghemat biaya desain interior rumah?

Beberapa tips menghemat biaya antara lain memanfaatkan barang yang sudah ada, belanja bijak (pasar loak, diskon), melakukan proyek DIY, memprioritaskan ruangan, memilih warna netral, memaksimalkan pencahayaan alami, dan menggunakan material lokal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|