12 Tanaman Pinggir Pagar yang Akar Tidak Merusak Pondasi Rumah

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman pinggir pagar yang akar tidak merusak pondasi tentu bisa menjadi pilihan aman bagi rumah Anda. Memiliki pagar yang asri dengan deretan tanaman hijau adalah impian banyak pemilik rumah. Namun, kekhawatiran akan dampak negatif akar tanaman yang invasif terhadap pondasi pagar dan struktur rumah seringkali menjadi penghalang.

Akar yang tumbuh tanpa kendali dapat menyelinap ke celah bangunan, mendorong struktur, hingga menyebabkan keretakan yang sulit diperbaiki, bahkan berpotensi merusak saluran air atau mengangkat jalur paving.

Untungnya, tidak semua tanaman berbahaya bagi struktur bangunan. Pilihan yang tepat ada pada tanaman dengan sistem perakaran yang dalam (akar tunggang) atau yang tidak agresif menyebar secara horizontal. Perbedaan mendasar terletak pada cara akar tumbuh; akar tunggang cenderung tumbuh lurus ke bawah, sementara akar serabut menyebar secara horizontal dan dapat lebih invasif.

Artikel Liputan6.com ini akan memberikan rekomendasi spesifik tanaman pinggir pagar yang indah dan aman, dilengkapi tips praktis untuk memastikan keamanan jangka panjang. 

Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium)

Pucuk Merah adalah tanaman pagar hidup yang populer karena daun mudanya berwarna merah cerah, memberikan sentuhan warna yang menarik pada lanskap. Tanaman ini memiliki sistem akar tunggang yang mampu menghujam ke dalam tanah secara kokoh, sehingga akarnya bersifat dangkal dan aman ditanam dekat bangunan.

Sebagai tanaman pagar, Pucuk Merah tidak hanya mempercantik tampilan tetapi juga dapat menyerap karbon, berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik. Untuk penanaman di pinggir pagar, Pucuk Merah dapat ditanam langsung di tanah atau dalam pot besar. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup dan penyiraman teratur untuk menjaga kelembapan tanah, namun hindari genangan air agar akar tetap sehat. Pemangkasan rutin juga diperlukan untuk membentuk tajuk dan mendorong pertumbuhan tunas baru.

Bougenville / Bunga Kertas (Bougainvillea)

Bougenville, atau Bunga Kertas, dikenal dengan bunganya yang mekar indah dan berwarna-warni cerah, mampu mempercantik tampilan rumah tanpa perlu dekorasi tambahan. Akar Bougenville tidak menyebar luas dan cenderung aman bagi pondasi bangunan, menjadikannya pilihan yang baik untuk tanaman pinggir pagar.

Tanaman ini sangat cocok untuk iklim tropis karena tahan terhadap cuaca panas. Untuk menanam Bougenville di pinggir pagar, disarankan memilih pot dengan diameter minimal 50 cm untuk menampung akar dengan baik. Pastikan lokasi penanaman mendapatkan sinar matahari penuh dan penyiraman dilakukan secukupnya, terutama saat musim kering. Penting juga untuk memastikan tanah cepat kering di antara penyiraman agar akar tidak membusuk. Pemangkasan dapat dilakukan untuk membentuk tanaman dan mendorong pertumbuhan bunga yang lebih baik.

Palem

Palem memberikan sentuhan tropis yang elegan dan banyak digunakan sebagai elemen taman klasik maupun modern. Pohon palem memiliki struktur akar yang berserat dan tidak akan merusak fondasi rumah, menjadikannya pilihan yang aman. Namun, perlu diperhatikan bahwa jenis Palem Raja memiliki akar yang keras dan sangat berbahaya untuk konstruksi bangunan jika ditanam di lahan terbatas.

Pohon palem cocok di daerah beriklim tropis dan memiliki daun tipis yang dapat tumbuh tinggi. Beberapa jenis palem yang umum ditemukan antara lain palem kipas, palem putri, palem merah, palem udang, dan palem Jepang. Palem tidak perlu terlalu sering disiram karena tanah yang terlalu becek justru dapat menjadi masalah. Perawatan meliputi pemupukan sesekali dan membuang daun mati serta tangkai tua yang sudah berwarna kecokelatan.

Kamboja (Plumeria)

Pohon Kamboja dikenal dengan aroma khas dan bunganya yang cantik, mampu menghadirkan suasana taman tropis nan eksotis. Akar Kamboja tumbuh ke bawah (akar tunggang), sehingga tidak merusak struktur bangunan. Hal ini menjadikan pohon Kamboja dapat ditanam di variasi lokasi yang beragam, termasuk untuk taman atap.

Selain sebagai tanaman hias, Kamboja juga bisa menjadi pohon peneduh. Untuk penanaman di pinggir pagar, tanam Kamboja di lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh. Penyiraman dilakukan secukupnya, terutama saat musim kering, dan pastikan tanah cepat kering di antara penyiraman agar akar tidak membusuk. Penggunaan media tanam yang tidak mudah menyerap air juga disarankan. Pemangkasan dapat dilakukan untuk membentuk tanaman dan mendorong pertumbuhan bunga yang lebih baik.

Cemara Udang (Casuarina equisetifolia)

Cemara Udang memiliki bentuk ramping dan elegan dengan tajuk yang tumbuh ke atas, sehingga tidak memakan banyak ruang horizontal. Akar cemara udang tergolong aman dan tidak merusak pondasi.

Pohon ini sering digunakan sebagai peneduh sekaligus pembatas visual, serta membantu meredam panas dan angin. Pertumbuhannya yang teratur memudahkan perawatan, menjadikannya ideal ditanam dekat pagar atau bangunan. Cemara Udang membutuhkan sinar matahari sepanjang tahun. Untuk perawatan, pastikan media tanam bersih dan berikan insektisida jika ada penggerek akar.

Tabebuya 'Sakura Tropis' (Handroanthus chrysotrichus)

Pohon Tabebuya sering disebut sebagai "sakura tropis" karena bunganya yang mekar indah menyerupai bunga sakura. Warna bunganya yang cerah mampu mempercantik tampilan rumah. Akar Tabebuya tidak agresif dan relatif aman untuk struktur bangunan rumah.

Saat musim berbunga, halaman rumah akan terlihat lebih hidup dan menarik. Selain nilai estetika, Tabebuya juga memberikan keteduhan yang cukup tanpa membuat area menjadi lembap. Tinggi pohon ini juga dapat dikontrol, sehingga cocok ditanam di area dekat pagar atau halaman depan.

Ketapang Kencana (Terminalia mantaly)

Ketapang Kencana dikenal sebagai pohon peneduh favorit karena bentuk tajuknya yang melebar dan bertingkat secara simetris. Sistem perakaran Ketapang Kencana cenderung menyebar ke dalam tanah dan tidak merusak pondasi bangunan. Namun, perlu diingat bahwa Ketapang (Terminalia catappa) biasa memiliki akar yang menyebar mendatar dan berpotensi merusak permukaan keras, sehingga Ketapang Kencana perlu dikelola dengan baik.

Pohon ini cocok ditanam di halaman depan maupun samping rumah, serta mampu memperbaiki kualitas udara dan menyerap polusi. Ketapang Kencana juga dapat menahan erosi. Pertumbuhannya relatif terkontrol jika dilakukan pemangkasan rutin secara berkala. Untuk menghindari kerusakan, berikan cukup ruang agar akar dapat tumbuh sehat, dan jika terpaksa menanam dekat bangunan, gunakan pembatas akar (root barrier). Pemangkasan rutin cabang dan akar juga penting untuk mengontrol pertumbuhannya.

Pohon Beringin Kecil / Bonsai (Ficus benjamina)

Berbeda dengan pohon beringin besar yang terkenal dengan sistem akar yang luar biasa kuat dan dapat merusak pondasi, jenis Beringin Kecil atau yang dibonsai dapat menjadi pilihan yang aman. Akar beringin besar dapat merusak pondasi rumah, mengangkat lantai, dan merusak saluran air.

Pohon Beringin Kecil atau bonsai dapat memberikan estetika yang unik sebagai tanaman pinggir pagar. Manfaat utamanya adalah kemampuannya untuk dikontrol ukurannya, sehingga akarnya tidak menjadi invasif. Untuk memastikan keamanannya, kontrol pertumbuhan melalui pemangkasan rutin dan penanaman dalam pot besar sangat disarankan.

Sikas (Cycas revoluta)

Sikas adalah tanaman purba yang eksotis, sering disebut sebagai "palem sagu" meskipun bukan palem sejati. Tanaman ini memiliki tampilan yang unik dan kokoh. Sikas memiliki sistem perakaran yang dangkal dan kompak, sehingga tidak agresif dan aman untuk ditanam di dekat pondasi atau pagar.

Sebagai tanaman pinggir pagar, Sikas memberikan sentuhan eksotis dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan. Tanaman ini relatif mudah dirawat dan tidak memerlukan banyak perhatian. Untuk penanaman di pinggir pagar, Sikas dapat ditanam langsung di tanah dengan drainase yang baik atau dalam pot besar untuk kontrol yang lebih baik. Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhan optimal.

Lantana (Lantana camara)

Lantana adalah perdu berbunga lebat yang sering disebut "Bunga Pagar" atau "Tahi Ayam" karena bau khasnya. Tanaman ini tumbuh cepat dan memiliki akar tunggang, sehingga sistem akarnya tidak invasif dan aman untuk ditanam di pinggir pagar.

Lantana merupakan tanaman hias populer yang menarik kupu-kupu dan dikenal tahan hama. Tanaman ini cocok sebagai tanaman pagar karena dapat tumbuh hingga 2 meter dan membentuk semak yang padat. Untuk perawatannya, pilih lokasi yang mendapatkan cahaya matahari penuh (minimal 6 jam sehari) dan pastikan tanah memiliki drainase yang baik untuk menghindari akar membusuk. Penyiraman secara teratur sangat penting, terutama saat musim kemarau, tetapi hindari terlalu sering menyiram agar tanah tetap kering di antara penyiraman.

Ixora (Soka)

Ixora, atau Soka, adalah perdu berbunga cluster yang populer sebagai pembatas taman. Bunga-bunganya yang cantik dan berwarna-warni menjadikannya pilihan menarik untuk tanaman pinggir pagar. Ixora memiliki sistem perakaran yang tidak dalam dan tidak agresif, sehingga aman untuk ditanam di dekat pondasi atau struktur bangunan.

Sebagai tanaman pagar, Ixora dapat menciptakan batas yang rapi dan penuh warna. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk berbunga lebat dan tanah yang lembap namun memiliki drainase yang baik. Pemangkasan rutin diperlukan untuk menjaga bentuk dan kepadatan tanaman, serta mendorong pembungaan yang terus-menerus.

Adenium (Kamboja Jepang)

Kamboja Jepang, atau Adenium, memiliki bentuk batang yang unik dan bunga yang mencolok sepanjang tahun. Akar Adenium tidak menyebar luas dan cenderung aman bagi pondasi bangunan.

Pohon ini mampu memberikan sentuhan tropis yang elegan di sekitar rumah dan dikenal tahan terhadap cuaca panas. Adenium tidak membutuhkan air berlebihan, sehingga cocok untuk lingkungan rumah dengan sistem drainase terbatas dan ideal untuk halaman sempit. Adenium dapat ditanam dalam pot besar sepanjang pagar, memaksimalkan ruang penyimpanan tersembunyi dan memastikan akarnya tetap terkontrol.

Memilih tanaman pinggir pagar yang tepat adalah keseimbangan antara keindahan dan keamanan. Dengan memilih tanaman berakar dalam atau tidak agresif dan menerapkan jarak tanam yang tepat, Anda dapat menikmati pagar yang hijau dan asri tanpa rasa khawatir. Pilihlah 2-3 favorit Anda dari daftar di atas dan mulailah merencanakan pagar impian yang aman dan indah. Halaman yang asri dimulai dari pilihan tanaman yang bijak.

FAQ

Q: Mengapa beberapa tanaman berbahaya untuk pondasi?

A: Tanaman dengan akar serabut yang kuat dan menyebar luas, seperti beringin besar, karet kebo, atau ketapang (biasa), dapat menekan tanah secara tidak merata dan mencari celah atau cairan. Hal ini berpotensi menyebabkan retakan pada pondasi dan struktur pagar, serta merusak saluran air.

Q: Apakah tanaman dalam daftar ini juga aman untuk ditanam dekat septic tank atau saluran air?

A: Sebagian besar tanaman dalam daftar ini aman karena akarnya tidak agresif. Namun, tetap dianjurkan menjaga jarak aman. Untuk pohon, jarak tanam yang ideal adalah minimal 1,5 meter dari bangunan atau septic tank. Hindari menanam pohon berakar dalam (seperti Kamboja dewasa) tepat di atas jalur pipa atau septic tank.

Q: Bagaimana jika pagar saya sudah sangat dekat dengan batas tanah/bangunan?

A: Jika ruang sangat terbatas, prioritaskan tanaman dalam pot besar (seperti Adenium, Sikas, Bougenville dalam pot) atau pilih perdu rendah seperti Lantana atau Ixora yang dapat dikontrol lebih mudah dengan pemangkasan.

Q: Apa tanda-tanda bahwa akar tanaman mulai mengganggu struktur pagar atau pondasi?

A: Waspadai munculnya retakan vertikal pada pagar (terutama dari bawah), pagar mulai miring atau melesak, atau lantai teras dekat pagar terasa tidak rata. Pergeseran tanah akibat akar juga dapat menyebabkan ketidakstabilan struktur.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|