Cara Budidaya Belut di Drum Bekas Tanpa Lumpur, Praktis dan Efisien

1 hour ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya belut di drum bekas tanpa lumpur menjadi pilihan menarik bagi banyak orang, terutama para pemula atau mereka yang memiliki keterbatasan lahan. Metode ini dikenal sebagai sistem air bersih atau semi-intensif, menawarkan pendekatan yang lebih modern dan efisien dibandingkan cara tradisional yang menggunakan media lumpur.

Peluang usaha budidaya belut kini semakin diminati karena kemudahannya, modal awal yang relatif rendah, dan fleksibilitas dalam penempatannya. Dengan memanfaatkan drum bekas atau wadah tidak terpakai lainnya, biaya investasi awal dapat ditekan secara signifikan.

Berikut 7 cara budidaya belut di drum bekas tanpa lumpur, mulai dari persiapan wadah hingga pemeliharaan rutin, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (4/2/2026). Panduan ini dirancang untuk membantu Anda mencapai hasil budidaya belut yang optimal dengan teknik yang sederhana dan hemat tempat.

Persiapan Drum yang Tepat untuk Budidaya Belut

Langkah awal yang krusial dalam budidaya belut adalah mempersiapkan drum atau wadah yang akan digunakan. Drum idealnya berukuran sekitar 200-300 liter dan harus dilengkapi penutup rapat untuk mencegah belut melarikan diri.

Drum bekas harus dibersihkan secara menyeluruh dari sisa zat kimia berbahaya. Proses pencucian dan perendaman selama satu hingga dua hari sangat dianjurkan untuk menghilangkan residu yang dapat mengganggu kesehatan belut.

Pemilihan ukuran wadah juga harus disesuaikan dengan rencana jumlah benih yang akan ditebar. Kepadatan belut yang terlalu tinggi dalam wadah yang sempit dapat menyebabkan stres dan menghambat pertumbuhan mereka.

Optimalisasi Saluran Air dan Sistem Aerasi

Pemasangan pipa kecil sebagai saluran pembuangan air pada bagian drum sangat penting untuk menjaga kualitas air. Saluran ini berfungsi untuk membuang kotoran dan mempertahankan kebersihan lingkungan hidup belut.

Aerasi pada air juga memegang peranan vital karena menyediakan kebutuhan oksigen bagi belut. Air yang dimasukkan ke dalam drum dianjurkan berbentuk percikan untuk membantu meningkatkan kadar oksigen terlarut.

Saluran pembuangan dapat dibuat dengan melubangi bagian drum pada ketinggian sekitar 8 cm dari permukaan air. Hal ini memungkinkan pengaturan pembuangan kotoran secara efektif tanpa menguras seluruh air dalam drum.

Inovasi Media Pengganti Lumpur untuk Belut

Sebagai pengganti lumpur, drum bekas diisi air bersih setinggi sekitar 30-40 cm. Kemudian, ditambahkan media persembunyian seperti ijuk, potongan pipa paralon kecil, atau jaring. Media ini berfungsi sebagai tempat belut bersembunyi dan merasa nyaman karena belut membutuhkan ruang gelap.

Budidaya belut juga bisa dilakukan tanpa lumpur sawah dengan menggunakan media alternatif. Campuran seperti kompos, pupuk kandang, jerami, dan bekatul dapat menjadi pengganti, asalkan media tetap gembur, tidak beracun, serta mampu menjaga kelembapan dan nutrisi.

Penggunaan media tanpa lumpur ini memberikan banyak keuntungan, termasuk kemudahan dalam pengontrolan kebersihan, mengurangi bau yang tidak sedap, dan membuat proses panen menjadi lebih praktis dan efisien.

Proses Fermentasi Media untuk Pakan Alami Belut

Fermentasi media, terutama jika menggunakan bahan organik, adalah langkah penting dalam budidaya belut tanpa lumpur. Proses ini diperlukan untuk menguraikan bahan organik, menstabilkan suhu media, dan menghilangkan racun alami yang mungkin terkandung.

Selain itu, fermentasi juga berfungsi untuk menumbuhkan berbagai mikroorganisme yang akan menjadi sumber pakan alami bagi belut. Mikroorganisme ini dapat berupa jentik nyamuk, cacing, dan zooplankton yang kaya nutrisi.

Media budidaya belut umumnya siap digunakan setelah difermentasi selama 7 hingga 14 hari. Fermentasi yang sempurna akan menghilangkan bau tidak sedap dan menciptakan lingkungan yang ideal dengan sumber pakan alami yang melimpah.

Seleksi dan Penebaran Bibit Belut Berkualitas

Pemilihan bibit belut yang sehat dan berkualitas adalah kunci keberhasilan budidaya. Pilihlah belut yang memiliki tubuh bulat, kulit licin, dan gerakan lincah. Pastikan juga ukuran bibit seragam untuk menghindari persaingan pakan yang tidak seimbang.

Untuk memastikan kualitas bibit yang baik dan terhindar dari penyakit, sangat disarankan untuk membeli belut dari sumber atau pemasok yang terpercaya. Hal ini meminimalkan risiko kegagalan budidaya akibat bibit yang kurang sehat.

Setelah bibit dipilih, tempatkan ke dalam drum dengan kepadatan yang tepat. Kepadatan ideal adalah sekitar 5-10 ekor per meter persegi, atau sekitar 150 hingga 200 ekor belut per drum. Kepadatan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan belut saling mengganggu, stres, dan rentan terhadap penyakit.

Strategi Pemberian Pakan Belut yang Efektif

Pemberian pakan yang cukup dan berkualitas sangat vital untuk pertumbuhan belut. Belut merupakan hewan omnivora, sehingga pakan yang bisa diberikan bervariasi, antara lain cacing, ikan kecil, serangga, dedak, dan sisa-sisa pangan organik.

Pakan harus diberikan secara teratur, namun jangan berlebihan. Pemberian pakan yang berlebihan dapat mencemari air dan memicu pertumbuhan bakteri berbahaya, yang pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan belut.

Untuk belut dewasa, pakan dapat berupa katak, belatung, bekicot, atau ikan dengan takaran sekitar 1,5-2 kg. Waktu pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara rutin tiga hari sekali, umumnya di sore hari.

Menjaga Kualitas Air dan Kebersihan Lingkungan Budidaya

Selain pemberian pakan, menjaga kebersihan lingkungan budidaya belut adalah faktor penting lainnya. Bersihkan sisa pakan yang tidak dimakan oleh belut secara rutin untuk mencegah pembusukan dan pencemaran air dalam drum.

Perhatikan juga kebersihan drum secara keseluruhan agar tidak menjadi sarang penyakit atau parasit yang dapat menyerang belut. Lingkungan yang bersih akan mendukung pertumbuhan belut yang sehat dan optimal.

Lakukan pemeliharaan rutin seperti pergantian air setiap 2-3 minggu sekali atau jika diperlukan. Pergantian air ini bertujuan untuk menjaga kualitas air dan mencegah penumpukan zat sisa. Suhu air yang baik untuk belut umumnya adalah 26 hingga 28 derajat Celcius.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apakah budidaya belut di drum tanpa lumpur bisa berhasil?

Ya, budidaya belut di drum tanpa lumpur bisa berhasil jika kualitas air, aerasi, dan media persembunyian dikelola dengan baik. Sistem air bersih justru memudahkan kontrol kebersihan, mengurangi bau, serta menekan risiko penyakit, sehingga cocok untuk pemula dan lahan terbatas.

2. Apa media terbaik pengganti lumpur untuk budidaya belut?

Media pengganti lumpur yang umum digunakan adalah air bersih yang dilengkapi ijuk, potongan pipa paralon, atau jaring sebagai tempat persembunyian belut. Alternatif lain berupa campuran kompos, jerami, pupuk kandang, dan bekatul yang telah difermentasi, selama tidak beracun dan tetap gembur.

3. Berapa jumlah ideal bibit belut dalam satu drum bekas?

Jumlah ideal bibit belut dalam satu drum bekas berukuran 200–300 liter berkisar antara 150 hingga 200 ekor. Kepadatan ini memungkinkan belut tumbuh optimal tanpa stres dan meminimalkan persaingan pakan maupun risiko kematian.

4. Seberapa sering air drum budidaya belut harus diganti?

Air drum budidaya belut sebaiknya diganti setiap 2–3 minggu sekali atau ketika kualitas air mulai menurun, seperti berbau atau terlihat keruh. Pergantian air bertujuan menjaga kadar oksigen, menekan racun sisa pakan, dan mendukung pertumbuhan belut yang sehat.

5. Pakan apa yang paling baik untuk mempercepat pertumbuhan belut?

Pakan terbaik untuk mempercepat pertumbuhan belut adalah pakan berprotein tinggi seperti cacing, belatung, ikan kecil, bekicot, dan katak. Pakan diberikan secara teratur namun tidak berlebihan agar air tetap bersih dan belut tumbuh optimal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|