7 Cara Menanam dan Menumbuhkan Seledri di Rumah Tanpa Lahan Luas, Cocok untuk Pemula

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Seledri (Apium graveolens) merupakan tanaman bumbu serbaguna yang menjadi primadona dalam berbagai masakan Indonesia, mulai dari sup hangat hingga tumisan lezat. Memiliki kebun seledri sendiri di rumah menawarkan segudang manfaat, seperti penghematan biaya belanja, jaminan konsumsi seledri organik, serta ketersediaan pasokan seledri segar kapan pun dibutuhkan untuk memperkaya cita rasa masakan Anda. Kemudahan dalam cara menanam dan menumbuhkan seledri menjadikannya pilihan ideal bagi para pemula yang ingin memulai hobi berkebun.

Bagi Anda yang tinggal di perkotaan atau memiliki lahan terbatas, jangan khawatir. Ada beragam metode inovatif yang bisa diterapkan untuk menanam seledri di rumah tanpa memerlukan area yang luas. Praktik menanam seledri ini tidak hanya mengurangi limbah makanan, tetapi juga memastikan Anda selalu memiliki sayuran hijau yang siap digunakan kapan saja.

Berikut cara menanam dan menumbuhkan seledri di lingkungan rumah. Dari memanfaatkan sisa pangkal batang hingga sistem hidroponik sederhana, Anda bisa menikmati panen seledri segar setiap hari, Selasa (3/2/2026).

Menanam Seledri dari Pangkal Batang (Regrowing from Scraps)

Metode ini memanfaatkan sisa pangkal batang seledri yang biasa dibuang setelah digunakan, menjadikannya cara yang mudah dan hemat untuk menumbuhkan seledri baru. Cukup gunakan pangkal batang seledri yang baru dibeli, sekitar 5 cm dari bagian bawah, lalu rendam dalam air hingga muncul akar baru sebelum dipindahkan ke media tanam.

Untuk memulainya, potong pangkal batang seledri sekitar 5 cm dari bagian bawah, pastikan masih segar dan memiliki sedikit akar. Letakkan pangkal batang di dalam mangkuk atau gelas kecil berisi air, dengan bagian bawah terendam sekitar 1-2 cm. Simpan wadah di tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung atau di dekat jendela, serta ganti air setiap hari untuk mencegah pembusukan dan mendorong pertumbuhan akar baru.

Setelah sekitar 1-2 minggu, akar dan tunas baru akan mulai muncul. Pindahkan pangkal batang yang sudah berakar ke pot atau polybag berisi media tanam. Siram secara teratur dan pastikan tanaman mendapatkan cukup sinar matahari agar tumbuh subur.

Menanam Seledri di Pot

Menanam seledri di pot adalah solusi praktis untuk lahan terbatas seperti balkon atau teras. Anda bisa menggunakan pot plastik dengan diameter 25-35 cm dan kedalaman minimal 30 cm, karena seledri memiliki akar yang panjang.

Siapkan media tanam yang gembur dan subur, seperti campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Ayak media tanam untuk mendapatkan tekstur yang halus, kemudian tanam bibit seledri (bisa dari biji yang disemai atau dari pangkal batang yang sudah berakar) ke dalam pot.

Siram secara teratur untuk menjaga kelembaban tanah, tetapi hindari genangan air. Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari minimal 6 jam sehari, lakukan pemupukan berkala, dan pantau dari serangan hama agar seledri tumbuh optimal.

Menanam Seledri di Polybag

Polybag adalah alternatif ekonomis dan fleksibel untuk pot, sangat cocok untuk berkebun di lahan sempit. Pilih polybag dengan ukuran yang cukup besar agar akar seledri dapat berkembang optimal, dan pastikan ada lubang drainase di bagian bawah.

Isi polybag dengan campuran media tanam yang subur, seperti tanah, kompos, dan pupuk kandang. Buat lubang sedalam 2-3 cm di tengah media tanam, lalu tanam bibit seledri (dari biji atau anakan) dan tutup kembali akarnya dengan media tanam.

Siram secukupnya untuk menjaga kelembaban. Seledri di polybag memerlukan perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan perlindungan dari hama. Metode ini memudahkan kontrol kelembaban dan memungkinkan tanaman dipindahkan saat cuaca ekstrem.

Menanam Seledri Hidroponik Sederhana (Sistem Sumbu/Wick System)

Hidroponik memungkinkan penanaman tanpa tanah, cocok untuk ruang sangat terbatas, dan sistem sumbu adalah salah satu metode hidroponik paling sederhana. Seledri hidroponik juga cocok ditanam di lahan sempit atau perkotaan karena bisa menggunakan rak vertikal atau bak plastik.

Gunakan dua wadah, satu untuk larutan nutrisi dan satu untuk media tanam, dengan wadah atas memiliki lubang di bagian bawah. Masukkan kain flanel atau sumbu lain melalui lubang di wadah atas, biarkan sebagian menjuntai ke wadah bawah untuk menyerap larutan nutrisi ke media tanam.

Gunakan media tanam inert seperti rockwool, cocopeat, atau kerikil di wadah atas, lalu isi wadah bawah dengan larutan nutrisi AB Mix. Tanam bibit seledri yang sudah disemai di media tanam pada wadah atas, dan pastikan larutan nutrisi selalu tersedia serta diganti secara berkala.

Menanam Seledri dengan Sistem Vertikultur

Vertikultur adalah teknik menanam secara vertikal, memanfaatkan ruang ke atas, ideal untuk lahan yang sangat terbatas. Anda bisa membuat struktur vertikal menggunakan pipa paralon, botol bekas yang disusun, atau rak bertingkat.

Isi setiap wadah atau lubang tanam pada struktur vertikal dengan media tanam yang subur dan ringan. Tanam bibit seledri di setiap lubang atau wadah yang tersedia.

Pastikan semua tanaman mendapatkan air dan nutrisi yang cukup, karena tanaman di bagian atas mungkin lebih cepat kering. Rak susun seledri dan daun bawang merupakan salah satu cara mudah menata kebun sayur kecil yang bikin rumah lebih sejuk.

Menanam Seledri dari Biji

Menanam seledri dari biji membutuhkan kesabaran lebih karena proses penyemaian yang cukup lama, namun memberikan kontrol penuh dari awal. Anda bisa memulai dari biji, namun metode ini memerlukan proses penyemaian yang cukup lama, sekitar 45–50 hari, sebelum bibit siap ditanam.

Rendam benih seledri dalam air hangat selama 1 jam sebelum disemai, kemudian semai biji di baki semai atau bedengan persemaian menggunakan media semai yang ringan dan steril.

Jaga kelembaban media semai dan pastikan bibit mendapatkan cahaya yang cukup. Setelah bibit berumur sekitar dua minggu atau cukup kuat, pindahkan ke pot, polybag, atau sistem hidroponik yang lebih besar.

Menanam Seledri di Botol Plastik Bekas (Semi-Hidroponik)

Metode ini sangat inovatif dan ramah lingkungan, memanfaatkan botol plastik bekas sebagai wadah tanam dengan sistem semi-hidroponik. Teknik menanam seledri cara seperti ini sangat cocok di lahan yang terbatas, bahkan bisa memanfaatkan teras atau balkon rumah.

Siapkan botol minuman bekas, potong menjadi dua bagian, dan lubangi bagian sisi tutup botol namun biarkan tutup botol tetap menempel untuk menahan air. Masukkan kain flanel yang dipotong memanjang sebagai sumbu ke dalam lubang di tutup botol, yang akan mengalirkan air dari bagian bawah botol ke media tanam di bagian atas.

Susun bagian atas botol (yang sudah ada sumbu dan tutupnya) secara terbalik ke dalam bagian bawah botol, lalu isi bagian atas botol dengan campuran tanah dan sedikit humus. Pindahkan benih atau bibit seledri ke dalam media tanam di bagian atas botol, kemudian isi bagian bawah botol dengan air. Sistem ini memungkinkan tanaman mendapatkan air secara otomatis melalui sumbu, mengurangi kebutuhan penyiraman manual.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik

1. Berapa lama seledri bisa dipanen setelah ditanam di rumah?

Seledri umumnya sudah bisa mulai dipanen dalam waktu 45–60 hari setelah tanam, tergantung metode yang digunakan. Jika ditanam dari pangkal batang (regrowing), daun muda bisa dipetik lebih cepat, sekitar 3–4 minggu setelah akar dan tunas tumbuh. Sementara itu, seledri dari biji membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui fase penyemaian terlebih dahulu.

2. Apakah seledri bisa tumbuh tanpa sinar matahari langsung?

Seledri tetap bisa tumbuh tanpa sinar matahari langsung, tetapi membutuhkan cahaya terang tidak langsung minimal 4–6 jam per hari. Menempatkan tanaman di dekat jendela, teras teduh, atau area dengan cahaya pagi sangat dianjurkan. Kekurangan cahaya dapat menyebabkan batang seledri tumbuh kurus dan kurang segar.

3. Media tanam apa yang paling baik untuk menanam seledri di pot atau polybag?

Media tanam terbaik untuk seledri adalah campuran tanah gembur, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Media ini mampu menyimpan air dengan baik namun tetap memiliki drainase yang lancar. Seledri sangat menyukai media yang lembap, subur, dan kaya unsur hara.

4. Apakah seledri hidroponik bisa tumbuh sebaik seledri yang ditanam di tanah?

Ya, seledri hidroponik bisa tumbuh sama baiknya, bahkan lebih bersih dan terkontrol dibandingkan seledri yang ditanam di tanah. Dengan nutrisi yang tepat dan sistem sederhana seperti wick system, seledri dapat tumbuh subur di lahan sempit. Perawatan hidroponik juga relatif mudah karena minim gulma dan penyakit tanah.

5. Bagaimana cara merawat seledri agar daunnya lebat dan tidak pahit?

Untuk menghasilkan daun seledri yang lebat dan tidak pahit, pastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, nutrisi seimbang, dan kelembaban stabil. Hindari kekeringan karena dapat memicu rasa pahit pada daun. Lakukan pemupukan ringan secara berkala dan panen daun bagian luar terlebih dahulu agar tunas baru terus tumbuh.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|