Liputan6.com, Jakarta - Manajemen pakan merupakan fondasi utama dalam keberhasilan usaha peternakan ayam petelur. Faktor ini tidak hanya memengaruhi produktivitas telur, tetapi juga kesehatan dan kelangsungan hidup ayam secara keseluruhan. Mengingat biaya pakan mendominasi 70-80% dari total operasional, efisiensi dan kualitas pakan menjadi sangat krusial.
Pemberian pakan yang tepat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, adalah kunci untuk memastikan ayam petelur dapat berproduksi secara optimal. Nutrisi yang seimbang pada setiap fase pertumbuhan akan mendukung perkembangan organ, pembentukan telur, serta menjaga daya tahan tubuh ayam. Tanpa manajemen pakan yang baik, potensi genetik ayam tidak akan tercapai maksimal.
Oleh karena itu, memahami pola pakan ayam petelur bagi para peternak. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif kebutuhan nutrisi, jadwal pemberian pakan, serta faktor-faktor pendukung lainnya yang harus diperhatikan untuk mencapai hasil produksi telur yang maksimal dan menjaga kesehatan ternak.
Berikut selengkapnya:
Pentingnya Manajemen Pakan yang Efektif
Manajemen pakan memegang peranan sentral dalam operasional peternakan ayam petelur. Biaya pakan yang mencapai 70-80% dari total pengeluaran menunjukkan betapa vitalnya pengelolaan ini. Kualitas serta kuantitas pakan yang sesuai akan secara langsung menentukan performa ayam dan tingkat produktivitas telur yang dihasilkan.
Pakan berkualitas harus mengandung nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan spesifik ayam pada setiap tahapan perkembangannya. Kesalahan dalam manajemen pakan tidak hanya berujung pada penurunan produksi telur, tetapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ayam. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada keuntungan peternak.
Pakan yang tepat akan memastikan ayam memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas, tumbuh, dan memproduksi telur secara konsisten. Selain itu, nutrisi yang memadai juga berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh ayam. Dengan demikian, ayam akan lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki harapan hidup yang lebih panjang.
Kebutuhan Nutrisi Ayam Petelur Sesuai Fase Pertumbuhan
Kebutuhan nutrisi ayam petelur tidaklah statis, melainkan berubah seiring dengan usianya. Fase-fase pertumbuhan ini memerlukan komposisi pakan yang berbeda untuk mendukung perkembangan optimal. Pemahaman mendalam mengenai kebutuhan nutrisi pada setiap fase sangat penting demi Pola Pakan Ayam Petelur yang efektif.
Pada fase starter (usia 0-6 minggu), protein menjadi nutrisi utama karena terjadi pertumbuhan sel yang sangat pesat. Ayam membutuhkan protein sekitar 20-23% dan energi metabolisme 2750-2970 Kkal/kg untuk pembentukan organ dan pencapaian bobot badan. Pemberian pakan secara ad libitum dengan bentuk crumble sangat dianjurkan pada periode ini.
Selanjutnya, fase grower (usia 6-18 minggu) ditandai dengan melambatnya pertumbuhan sel dan pembesaran organ tubuh. Kebutuhan protein pada fase ini menurun dibandingkan fase starter untuk mencegah penumpukan lemak yang bisa menyebabkan dewasa kelamin dini. Rasio kalsium dan fosfor yang tepat tetap esensial untuk pembentukan kerangka tubuh ayam.
Menjelang masa produksi, ada fase pre-layer (sekitar usia 16-18 minggu) yang krusial. Pemberian pakan pre-layer selama sekitar 10 hari bertujuan membantu ayam beradaptasi dengan kandungan kalsium tinggi pada pakan layer. Hal ini juga mencegah hilangnya nafsu makan saat transisi ke pakan produksi, memastikan kelancaran awal produksi telur.
Nutrisi Esensial untuk Produksi Telur Optimal di Fase Layer
Fase layer, dimulai sejak usia 18 minggu ke atas, merupakan periode puncak produksi telur. Pada fase ini, Pola Pakan Ayam Petelur harus difokuskan pada nutrisi yang mendukung pembentukan telur secara maksimal. Standar kebutuhan nutrisi minimal mencakup 16% protein dan energi metabolisme 2850 kkal/kg.
Protein pakan sangat vital sebagai bahan pembentuk telur, sementara kalsium merupakan mineral paling esensial untuk kerabang telur. Kerabang telur sendiri tersusun 40-60% dari kalsium, sehingga pakan harus mengandung 3-4% kalsium. Asupan kalsium harian tidak boleh melebihi 4,5 gram, dengan kandungan kalsium pakan ideal antara 3,5% hingga 4,0%.
Selain kalsium, fosfor juga bekerja sama dalam pembentukan tulang dan kerabang telur. Mineral lain seperti mangan, zinc, zat besi, yodium, tembaga, selenium, dan kobalt, meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetap penting untuk metabolisme tubuh ayam. Keseimbangan semua nutrisi ini akan menjaga produksi telur stabil dan kualitas kerabang yang baik.
Pemberian pakan pada fase layer dilakukan 2-3 kali sehari, dengan jumlah 100-120 gram per ekor per hari. Waktu pemberian pakan sebaiknya pagi dan sore/malam hari saat suhu lingkungan nyaman. Di iklim tropis, disarankan 1/3 pakan pagi dan sisanya sore hari, memastikan tempat pakan kosong maksimal 1 jam pada puncak suhu panas. Disiplin jadwal pakan juga mencegah stres pada ayam.
Komposisi Pakan dan Faktor Pendukung Kualitas
Untuk mencapai Pola Pakan Ayam Petelur yang efektif, komposisi bahan pakan harus diperhatikan dengan saksama. Pakan yang baik umumnya mencakup jagung (30-50%), konsentrat (35%), dan bekatul/dedak padi (15-20%). Sumber protein hewani seperti ikan tongkol atau maggot juga dapat ditambahkan sekitar 20%.
Sumber kalsium sangat penting, bisa dari CaCO3 (sekitar 30 kg per ton pakan), tepung batu, Dicalcium Phosphate (DCP), tepung tulang, atau tepung kulit kerang. Penambahan premix Omega 3 dan probiotik cair juga dapat meningkatkan kualitas pakan. Larva Black Soldier Fly (BSF) juga menawarkan potensi sebagai sumber protein alternatif yang berkelanjutan.
Selain komposisi, kualitas bahan baku pakan juga krusial. Bahan baku yang baik dan memenuhi standar akan menghasilkan ransum berkualitas, sehingga performa ayam optimal. Ketersediaan air minum bersih sepanjang hari juga tidak kalah penting, karena konsumsi air yang rendah akan menurunkan nafsu makan dan produksi telur.
Struktur pakan harus homogen agar ayam tidak memilih-milih dan mendapatkan semua nutrisi secara seimbang. Kebersihan peralatan pakan dan minum juga harus dijaga rutin, idealnya dicuci 2-3 kali sehari. Manajemen lingkungan, seperti menjaga suhu kandang tetap nyaman, turut memengaruhi nafsu makan ayam dan efektivitas pakan.
Strategi Efisiensi dan Kualitas Produksi Telur
Efisiensi dalam Pola Pakan Ayam Petelur tidak hanya berkaitan dengan nutrisi, tetapi juga manajemen praktis di lapangan. Pemberian pakan harus kurang dari tinggi tempat pakan untuk menghindari tercecernya pakan, yang dapat menyebabkan kerugian finansial. Penggunaan pakan khusus ayam petelur yang seimbang nutrisinya sangat dianjurkan untuk menunjang pembentukan telur optimal.
Konsistensi jadwal pemberian pakan merupakan faktor penting untuk menjaga stabilitas produksi telur. Ayam membutuhkan asupan nutrisi teratur setiap hari. Pemberian pakan yang tidak teratur dapat menyebabkan stres, yang pada akhirnya memengaruhi jumlah dan kualitas telur. Pakan alternatif seperti dedak, jagung giling, atau ampas tahu bisa ditambahkan untuk menekan biaya, asalkan nutrisi tetap terpenuhi.
Kesehatan ayam secara keseluruhan sangat berdampak pada produksi telur. Kandang yang bersih dan nyaman akan membuat ayam lebih produktif. Kebersihan kandang, tempat pakan, dan minum harus rutin dijaga untuk mencegah penyakit. Program vaksinasi juga esensial untuk menjaga daya tahan tubuh ayam dari serangan bakteri dan virus berbahaya.
Pemilihan bibit ayam dari peternak terpercaya dengan riwayat produksi telur stabil juga sangat penting. Ayam dengan kualitas genetik baik akan lebih optimal mengubah nutrisi pakan menjadi telur berkualitas. Dalam skala rumahan, fokus pada kualitas perawatan dan efisiensi pakan lebih utama daripada kuantitas ayam, memungkinkan pengamatan kondisi kesehatan dan produksi telur secara rutin.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Berapa kali pakan ayam petelur harus diberikan dalam sehari?
Pakan ayam petelur idealnya diberikan 2–3 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore atau malam hari, agar asupan nutrisi stabil dan ayam tidak stres.
2. Apa nutrisi paling penting untuk meningkatkan produksi telur ayam?
Protein dan kalsium adalah nutrisi utama. Protein berperan dalam pembentukan telur, sementara kalsium dibutuhkan untuk membentuk kerabang telur yang kuat.
3. Mengapa produksi telur ayam bisa menurun meski pakan cukup?
Produksi telur dapat menurun akibat ketidakseimbangan nutrisi, stres akibat jadwal pakan tidak teratur, kualitas pakan buruk, atau kondisi lingkungan kandang yang tidak nyaman.
4. Berapa kebutuhan pakan ayam petelur per ekor per hari?
Ayam petelur umumnya membutuhkan sekitar 100–120 gram pakan per ekor per hari, tergantung umur, bobot badan, dan fase produksi.
5. Apakah pakan alternatif bisa digunakan untuk ayam petelur?
Bisa, pakan alternatif seperti dedak, jagung giling, ampas tahu, atau maggot dapat digunakan untuk menekan biaya, asalkan kebutuhan nutrisi utama tetap terpenuhi.

1 hour ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491442/original/095963800_1770095940-Jenis_Alas_Kandang_Ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491416/original/035691500_1770095531-pangkas_anggur.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460235/original/040236800_1767241080-Metode_Penanaman_dari_Benih_untuk_Stok_Utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491358/original/045745700_1770093184-Ide_Jualan_Desert_Kelapa_Muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4739149/original/012118500_1707476747-Ilustrasi_bunga_wijaya_kusuma.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466330/original/017724000_1767842394-Ember_Cat_atau_Bekas_Deterjen_untuk_menanam_seledri__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491757/original/073867100_1770105767-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__15.02.18.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491245/original/001380000_1770088820-sambal_botol2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491220/original/053916100_1770088408-18ef75bc-ea63-4ea6-a09d-ba092612fd23.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483832/original/037145700_1769404446-Fermentasi_Dasar_Kulit_Pisang_untuk_Ruminansia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491475/original/047526200_1770097030-unnamed-40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491717/original/039654900_1770104755-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__14.45.07.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490629/original/039980900_1770018544-Untitled_design__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491703/original/048458000_1770104336-hilangkan_bau_kandang_ayam6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491316/original/056981300_1770091023-c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491225/original/076544600_1770088664-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491560/original/085963700_1770099813-rumah_atap_mirip3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491395/original/009412000_1770094667-ide_jualan_takjil_jelly.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491186/original/035528600_1770087608-Model_Rambut_Pria_Jambang_Panjang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491397/original/076795700_1770094667-wajan_berkarat_1.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)