Kiat Sukses agar Melon Tidak Rontok Sebelum Panen, Maksimalkan Keuntungan Tanam

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Kiat sukses agar melon tidak rontok sebelum panen penting diketahui pembudidaya tanaman yang satu ini untuk hasil maksimal. Ya, merawat tanaman melon sampai panen adalah tantangan yang tidak ringan bagi para petani manapun yang baik baru memulai ataupun berpengalaman. Melon yang rontok sebelum matang bukan hanya kehilangan hasil secara kuantitas, tetapi juga mengancam keberhasilan panen.

Melon rontok sebelum panen terkadang penyebabnya bukan hanya kekurangan air atau nutrisi, tetapi bisa juga karena serangan jamur atau penyakit yang membuat tanaman lemah dan buah gagal berkembang. Karena itu, penting sekali memahami cara mengendalikan faktor-faktor yang membuat melon mudah rontok sebelum panen.

Pemahaman tentang pencegahan hingga teknik budidaya yang tepat menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang kuat serta memaksimalkan hasil panen bebas penyakit. Berikut pemaparan selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, termasuk wawancara daring pada Minggu (25/1/2026) dengan Rini (40), petani agrowisata melon hidroponik ‘Rindu Farm’ di Klaten yang membagikan pengalaman usahanya.

1.   Memahami Penyebab Buah Melon Rontok Sebelum Panen

Buah melon yang rontok sebelum waktunya panen biasanya merupakan hasil dari faktor fisiologis dan lingkungan yang tidak ideal. Ketidakseimbangan antara kebutuhan air, suhu, dan cahaya dapat menyebabkan stress pada tanaman sehingga buah yang sedang berkembang mudah terlepas dari batangnya.

Stres panas, perubahan kelembapan yang ekstrem, atau kelembapan tanah yang terlalu tinggi merupakan beberapa pemicu utama gangguan ini. Selain itu, serangan jamur juga dapat menyebabkan tanaman melon menjadi lemah, daun menguning, batang mudah patah, dan akhirnya buah mudah rontok.

Saat dihubungi tim Liputan6.com pada Minggu (25/1/2026), Rini yang menanam lebih dari 2000 melon jenis honey globe, lavender, kirani, dan the blues dalam greenhouse yang dibangun di lahan seluas 2000 meter persegi tersebut berujar bahwa jamur memang menjadi salah satu tantangan terbesar petani. Terlebih saat musim hujan di mana tanaman rawan terserang hama berakibat gagal polinasi (penyerbukan).

“Tantangan terbesar menanam melon sebenarnya tidak ada kendala berarti kalau kita menanam di musim kemarau. Termasuk saya menanam di dalam green house, jadi lebih minim serangan hama. Hanya saja kalau di musim penghujan, ada saja hama seperti jamur yang disebabkan karena kelembaban di dalam green house,” ujar Rini.

“Jamur pun ada bermacam-macam seperti busuk akar dan batang karena jamur fusarium. Jamur di dalam daun seperti embung tepung yang menghalangi fotosintesis, sehingga buah tidak bisa berkembang maksimal. Belum lagi kalau tidak ada panas setelah polinasi, bisa menyebabkan polinasi gagal. Bisa juga buah melon tidak bisa ngenet karena kurang sinar matahari,”tambahnya.

2. Pemilihan Lokasi dan Persiapan Lahan yang Optimal

  • Pemilihan Lokasi Tanam yang Memadai

Melon membutuhkan lokasi yang terbuka dengan paparan sinar matahari penuh untuk tumbuh maksimal. Cahaya matahari yang cukup membantu proses fotosintesis yang optimal, memperkuat batang, dan mempercepat pembentukan kulit yang kuat pada buah. Tanaman yang kekurangan sinar matahari cenderung lunak, mudah roboh, serta lebih rentan terhadap penyakit dan gugurnya buah sebelum matang.

Selain itu, area tanam sebaiknya bukan bekas tanaman melon lain atau tanaman dari keluarga Cucurbitaceae, karena residu penyakit yang menempel di tanah bisa memicu infeksi jamur pada generasi berikutnya. Melakukan rotasi tanaman (tanam tanaman lain yang bukan cucurbit) setiap beberapa musim sangat disarankan untuk mengurangi akumulasi patogen di dalam tanah.

  • Persiapan Drainase dan Struktur Tanah

Tanaman melon sangat sensitif terhadap kelembapan tanah. Drainase yang buruk akan membuat akar kekurangan oksigen, mempercepat pembusukan akar, dan menciptakan kondisi ideal bagi patogen seperti Phytophthora untuk berkembang. Sistem lahan yang baik harus memiliki drainase kuat sehingga air tidak menggenang setelah hujan atau irigasi, serta meminimalkan penyebaran jamur melalui percikan tanah yang mengandung spora.

3. Pengaturan Irigasi dan Nutrisi Agar Buah Tak Mudah Rontok

  • Strategi Irigasi yang Tepat

Pengaturan air yang tepat sangat penting dalam budidaya melon. Irigasi yang berlebihan menyebabkan kelembapan tanah tinggi, sehingga akar dan pangkal batang lebih mudah diserang Phytophthora blight atau jamur akar lainnya. Selain itu, penyiraman sebaiknya dilakukan pagi hari agar daun dan permukaan tanaman segera kering sebelum malam hari, kondisi lembab di malam hari sangat mendukung pertumbuhan jamur.

  • Nutrisi Tanaman Secara Seimbang

Nutrisi yang seimbang sangat penting agar tanaman tidak mengalami gangguan pertumbuhan. Terlalu banyak nitrogen dapat membuat tanaman tumbuh vegetatif namun lemah, sementara kekurangan unsur seperti fosfor dan kalium dapat menghambat pembentukan buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Memberikan pupuk dengan komposisi tepat sesuai fase pertumbuhan akan membantu tanaman melon kuat hingga masa panen waktu panen tiba. Hal itu seperti yang diutarakan Rini, di mana nutrisi harus seimbang dan tidak boleh terlalu tinggi

“Sebenarnya kuncinya saat pembuahan atau polinasi. Tapi sekarang kan sudah ada cairan kimia untuk pembuahan. Tinggal disemprot ke bunga betinanya saja udah bisa pembuahan Dan nutrisi jangan terlalu tinggi biar buah tidak kering atau rontok,” papar Rini menjelaskan.

4. Pencegahan dan Pengendalian Jamur Penyebab Kerontokan Buah

Sanitasi kebun adalah langkah pertama dan paling penting untuk mencegah penyakit jamur menyebar. Pastikan sisa tanaman, akar, dan buah yang terinfeksi tidak dibiarkan di kebun karena dapat menjadi sumber spora yang menyebar ke tanaman sehat. Membersihkan alat pertanian dan alas kaki pekerja sebelum masuk ke area tanam juga sangat penting agar tidak membawa patogen dari satu area ke area lain.

“Kalau untuk pertama kali menanam biasanya hasilnya bagus. Yang (penanaman) berikutnya baru ada kendala, biasanya tempat kurang steril sehingga banyak hama dan penyakit menyerang. Jadi tanaman harus sering di perhatikan biar kalau ada penyakit langsung bisa teratasi. Hya mb, kuncinya telaten,” ujar Rini.

5. Strategi Rotasi dan Varietas Tahan Penyakit

Melakukan rotasi tanaman untuk setidaknya 3–4 musim tanam dapat membantu menurunkan tingkat patogen dalam tanah. Menanam melon di lahan yang sama secara terus menerus memberikan kesempatan jamur berkembang dan membuat tanaman berikutnya lebih rentan terhadap infeksi. Selain itu, memilih varietas melon yang memiliki resistensi lebih baik terhadap penyakit umum juga dapat membantu mengurangi tingkat serangan jamur sepanjang musim tanam.

Dengan tips-tips di atas, kerontokan melon sebelum panen semoga bisa diminimalisir. Rini sendiri sebagai salah satu sosok petani sukses yang belajar budidaya melon secara otodidak, memaksimalkan sistem hidroponik NFT. Sejak memulai usaha pada 2024 silam, melon yang dibudidayanya mampu mendatangkan keuntungan secara ekonomi yang semoga bisa menginspirasi. 

“Kalau petik sendiri di kebun saya (Rindu Farm), biasanya harganya Rp25.000 per kg beratnya 1 buah sekitar 1-2,5 kg. Sementara kalau diambil bakul harganya Rp20.000 per kg. Lebih menguntungkan buat agrowisata,” Rini bercerita.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Budidaya Melon

1. Apa penyebab utama melon rontok sebelum panen?

Penyebab utama termasuk stres air dan lingkungan, nutrisi yang tidak seimbang, dan serangan jamur yang melemahkan tanaman.

2. Bagaimana irigasi mempengaruhi kesehatan tanaman melon?

Irigasi yang tidak tepat dapat memicu kelembapan tinggi yang mempermudah jamur berkembang; irigasi tetes dapat membantu mencegah ini.

3. Mengapa sanitasi kebun penting dalam budidaya melon?

Sanitasi mengurangi sumber patogen jamur di lahan sehingga meningkatkan peluang tanaman tetap sehat sampai panen.

4. Apakah rotasi tanaman membantu mencegah penyakit jamur?

Ya, rotasi tanaman mengurangi akumulasi patogen di tanah dan mencegah serangan penyakit berulang.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|