8 Cara Membuat Kolam Lele Hemat Tempat dengan Memanfaatkan Kandang Bekas

6 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat kolam lele bisa dilakukan di halaman terbatas, hanya dengan memanfaatkan kandang bekas yang sudah tidak digunakan. Kerangka kandang dapat dimanfaatkan sebagai penyangga kolam sehingga tidak perlu membuat struktur baru, atau menggali ulang tanah.

Pemanfaatan kandang bekas juga membuat proses pembuatan kolam tidak harus dimulai dari nol. Bagian yang masih kuat bisa dipertahankan, kemudian dilapisi terpal sebagai wadah air. Model seperti ini bisa diterapkan di halaman rumah, samping bangunan, atau area kosong yang selama ini mungkin terbengkalai.

Budidaya lele di rumah bisa menjadi salah satu cara menyediakan sumber pangan protein, terutama dalam mengantisipasi masa-masa krisis yang sulit diprediksi. Berikut 8 modelnya, dihadirkan Liputan6, Selasa (8/9).

1. Periksa Kandang Bekas Sebelum Dijadikan Kolam

Kandang bekas perlu diperiksa sebelum digunakan karena bagian yang menjadi penyangga harus mampu menahan terpal dan air. Periksa tiang, bagian bawah, sambungan, serta permukaan yang berpotensi merusak terpal.

Jika ada bagian yang lepas, perbaiki terlebih dahulu. Bersihkan sisa kotoran, debu, kawat, paku, atau benda lain yang bisa membuat terpal berlubang.

Yang perlu diperhatikan:

  • Pilih kandang dengan rangka yang masih kuat.
  • Lepaskan bagian tajam.
  • Ratakan bagian yang berpotensi menusuk terpal.
  • Bersihkan seluruh bagian sebelum dipasang.

2. Manfaatkan Kerangka Kandang untuk Kolam Terpal

Kerangka kandang dapat digunakan sebagai pembatas kolam sehingga tidak perlu membuat rangka baru. Terpal dipasang mengikuti bentuk kandang, kemudian bagian atasnya diikat agar tidak bergeser ketika kolam mulai diisi air.

Ukuran kolam sebaiknya disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Jangan memenuhi seluruh halaman karena masih diperlukan tempat untuk berjalan, memberi pakan, dan mengambil air.

Cara membuat kolam lele dengan rangka bekas:

  • Ukur panjang dan lebar kandang.
  • Sesuaikan ukuran terpal.
  • Pasang terpal mengikuti sisi rangka.
  • Ikat bagian atas terpal pada kerangka.
  • Pastikan tidak ada benda tajam di dalam kolam.

3. Buat Kolam Memanjang di Sisi Rumah

Kandang bekas berbentuk memanjang bisa ditempatkan di sisi rumah yang selama ini kosong. Model ini membantu memanfaatkan ruang tanpa membuat kolam mengambil sebagian besar halaman.

Posisi kolam perlu memudahkan aktivitas sehari-hari. Tempat untuk mengambil air, memberikan pakan, dan membersihkan kolam sebaiknya berada dalam jangkauan sehingga perawatan tidak terasa merepotkan.

Kolam juga perlu ditempatkan pada area yang tidak menjadi jalur utama keluarga. Dengan begitu, kegiatan di rumah tetap berjalan dan kolam tidak mudah tersenggol.

4. Ubah Kandang Ayam Bekas Menjadi Dua Kolam

Kandang ayam bekas dengan ukuran cukup panjang bisa dibagi menjadi dua bagian. Pembagian ini memungkinkan keluarga memelihara lele dalam jumlah yang disesuaikan dengan kemampuan perawatan.

Setiap bagian perlu memiliki lapisan terpal sendiri agar air tidak bercampur. Pembagian kolam juga membantu ketika ukuran ikan berbeda atau saat salah satu kolam perlu dibersihkan.

Pembagian bisa dilakukan dengan:

  • Membuat sekat pada bagian tengah.
  • Memasang terpal pada masing-masing ruang.
  • Menyediakan akses air untuk setiap bagian.
  • Memberi tanda pada setiap kolam.
  • Mengatur jumlah ikan sesuai ukuran wadah.

5. Gunakan Kandang Bertingkat untuk Menghemat Ruang

Kandang bekas yang memiliki dua tingkat dapat dimanfaatkan dengan menempatkan kolam pada bagian bawah dan area pendukung pada bagian atas. Namun, jangan mengisi bagian atas dengan kolam sebelum memastikan rangkanya mampu menahan beban.

Untuk rumah dengan lahan terbatas, pemanfaatan ruang secara vertikal bisa membantu mengurangi kebutuhan tempat. Bagian atas dapat digunakan untuk menyimpan perlengkapan pakan atau menanam tanaman dalam wadah.

Kolam tetap harus mudah dijangkau. Jika posisi terlalu tinggi, pemberian pakan dan penggantian air bisa menyulitkan sehingga konsep hemat tempat justru menambah pekerjaan.

6. Tambahkan Saluran untuk Memudahkan Pergantian Air

Kolam dari kandang bekas perlu memiliki cara sederhana untuk mengeluarkan air. Bagian bawah terpal bisa dibuat memiliki jalur pembuangan sehingga air tidak perlu dikeluarkan dengan cara mengangkat terpal.

Air yang kotor dapat dibuang secara bertahap, kemudian diganti dengan air baru sesuai kebutuhan. Pengelolaan air perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi kolam dan ikan karena air menjadi bagian penting dalam pemeliharaan lele.

Sebelum ikan dimasukkan, kolam sebaiknya dicuci dan diperiksa terlebih dahulu. Kolam terpal juga perlu dipersiapkan sebelum penebaran benih agar tidak langsung digunakan dalam kondisi baru atau masih berbau bahan pembuatnya.

7. Sesuaikan Jumlah Lele dengan Ukuran Kolam

Kolam yang dibuat dari kandang bekas tidak perlu diisi ikan dalam jumlah banyak sejak awal. Jumlah benih sebaiknya disesuaikan dengan luas kolam, kemampuan perawatan, serta kemampuan keluarga menyediakan pakan.

Benih yang akan dimasukkan juga perlu dibiasakan dengan kondisi air kolam. Penebaran dilakukan secara perlahan agar ikan tidak mengalami perubahan kondisi secara mendadak. Panduan budidaya lele juga menekankan pentingnya persiapan air sebelum benih dimasukkan.

Pemberian pakan perlu disesuaikan dengan kebutuhan ikan. Sisa pakan sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk karena bisa memengaruhi kondisi air. Dengan jumlah ikan yang sesuai, keluarga lebih mudah melakukan pemantauan setiap hari.

8. Manfaatkan Kolam untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Kolam lele dari kandang bekas bisa menjadi bagian dari pemanfaatan lahan rumah untuk menyediakan bahan pangan. Keluarga bisa memulai dari satu kolam, mempelajari perawatannya, kemudian menambah jumlah kolam jika kegiatan tersebut bisa dilakukan secara rutin.

Pemanfaatan barang bekas juga membantu mengurangi kebutuhan membeli bahan untuk seluruh konstruksi. Bagian yang masih bisa digunakan cukup dipertahankan, sedangkan bahan yang rusak diganti agar tidak mengganggu pemeliharaan.

Pada akhirnya, cara membuat kolam lele dengan kandang bekas tidak harus rumit. Yang terpenting adalah memastikan wadah tidak bocor, rangka dapat digunakan, air mudah dikelola, dan jumlah ikan sesuai dengan kemampuan keluarga dalam merawatnya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Kolam Lele

1. Apakah kandang bekas bisa dijadikan kolam lele?

Bisa, selama rangkanya masih kuat, bersih, tidak memiliki bagian tajam, dan dapat menopang terpal serta air.

2. Apa bahan yang digunakan untuk membuat kolam lele dari kandang bekas?

Bahan utama yang diperlukan adalah kandang bekas sebagai rangka, terpal sebagai wadah air, serta tali atau pengikat untuk menahan posisi terpal.

3. Berapa ukuran kolam lele untuk pemula?

Ukuran kolam bisa disesuaikan dengan lahan dan kemampuan perawatan. Untuk pemula, lebih baik memulai dari ukuran yang mudah dipantau daripada langsung membuat kolam besar.

4. Apakah kolam lele harus menggunakan terpal?

Tidak selalu. Kolam lele bisa dibuat dari tanah, semen, terpal, atau wadah lain yang sesuai. Terpal banyak digunakan karena pemasangannya bisa disesuaikan dengan ruang yang tersedia.

5. Bagaimana cara merawat kolam lele di rumah?

Perawatan meliputi pemberian pakan sesuai kebutuhan, pemantauan kondisi ikan, menjaga air, serta melakukan penggantian air ketika diperlukan. Pengelolaan kolam secara rutin membantu mencegah masalah selama pemeliharaan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|