Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa orang kaya semakin kaya dari waktu ke waktu? Apakah karena warisan, keberuntungan, atau gaji besar? Ternyata, jawabannya jauh lebih sederhana dan bisa dipelajari oleh siapa pun.
Perbedaan terbesar antara orang kaya dan kebanyakan orang bukanlah soal gaji besar atau pendidikan elite, melainkan kebiasaan dalam mengelola uang dan membangun aset. Bahkan, empat kebiasaan utama ini sering diabaikan oleh sekitar 93 persen orang.
Kekayaan bukanlah hasil dari satu keputusan finansial besar, melainkan cerminan dari perilaku konsisten yang dilakukan dalam jangka panjang, seperti menabung secara disiplin, berpikir strategis, dan perencanaan jangka panjang. Artikel ini ditujukan bagi siapa pun yang ingin memperbaiki kondisi keuangan dan belajar dari kebiasaan orang-orang sukses.
1. Perlakukan Tabungan sebagai Pengeluaran Utama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637336/original/058328900_1699254250-PHOTO-2023-11-05-14-59-40.jpg)
Perbesar
Kebiasaan pertama yang membedakan orang kaya adalah cara mereka memperlakukan tabungan dan investasi sebagai "pengeluaran" utama, bukan sisa dari akhir bulan. Transfer ke rekening investasi dilakukan lebih dulu sebelum membayar tagihan atau membelanjakan uang untuk gaya hidup.
Sebagai contoh nyata, bayangkan dua orang dengan penghasilan yang sama, yang satu menabung dari sisa pengeluaran, yang lain menyisihkan uang untuk ditabung terlebih dahulu. Setelah 20 tahun, hasilnya sangat berbeda. Orang yang mengutamakan menabung berhasil membangun kekayaan, sementara yang lain hidup berkekurangan.
Para miliuner biasanya menyisihkan dana otomatis lewat transfer rutin ke rekening investasi, pensiun, atau tabungan pribadi, dan mereka tidak menggunakan dana tersebut untuk keperluan sehari-hari. Mulailah dengan menyisihkan minimal 20 persen dari penghasilan setiap bulan untuk diinvestasikan, dan tingkatkan seiring pendapatan bertambah.
2. Tidak Membiarkan Uang Menganggur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
Perbesar
Orang kaya memperlakukan uang sebagai alat yang harus terus bekerja. Mereka tidak menumpuk dana besar di rekening tabungan tanpa imbal hasil.
Saat kelas menengah membiarkan uang mengendap di tabungan, orang kaya menganggap uang menganggur sebagai aset yang menyusut nilainya. Kelebihan dana di luar kebutuhan harian dan dana darurat langsung dialihkan ke aset produktif, seperti indeks saham untuk pertumbuhan jangka panjang, properti sewaan yang menghasilkan arus kas, atau ekspansi bisnis.
Uang yang tidak bekerja adalah uang yang kehilangan nilai karena inflasi, sehingga prinsip ini sangat dijaga oleh para pelaku finansial sukses.
3. Mengutamakan Pembelian Aset, Bukan Gaya Hidup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
Perbesar
Setiap uang yang keluar selalu diuji dengan satu pertanyaan mendasar, "Apakah ini menghasilkan arus kas atau hilang begitu saja?"
Alih-alih membeli rumah mewah yang menyedot biaya, mereka memilih properti sewaan yang memberi penghasilan rutin, menghindari mobil baru yang langsung turun nilai, dan lebih memilih saham dividen atau kepemilikan bisnis. Orang kaya perintis lebih senang menaruh uang pada aset produktif dibanding barang konsumtif yang nilainya terus menyusut.
Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri, "Apakah ini aset atau beban?"
4. Hidup di Bawah Kemampuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6300354/original/055698800_1779174857-Prioritaskan_Barang_dengan_Value_Jangka_Panjang.jpg)
Perbesar
Fondasi kekayaan bukan terletak pada seberapa besar gaji, melainkan seberapa besar jarak antara pemasukan dan pengeluaran. Ketika banyak orang menaikkan gaya hidup setiap kali pendapatan bertambah, calon orang kaya justru menjaga pengeluaran tetap terkendali.
Banyak miliuner justru menerapkan gaya hidup sederhana, seperti membeli mobil bekas bersertifikat, mencari promo liburan, memilih kursi ekonomi plus ketimbang kelas satu, dan memakai ponsel selama masih berfungsi. Hal ini dilakukan bukan karena pelit, tetapi agar mereka punya ruang gerak saat peluang investasi muncul.
5. Berpikir Jangka Panjang dan Mempertimbangkan Peluang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
Perbesar
Orang kaya terbiasa berpikir jangka panjang dan selalu mempertimbangkan opportunity cost (biaya peluang) sebelum mengeluarkan uang.
Sebagai contoh, membeli mobil baru senilai Rp 900 juta mungkin menggiurkan, tetapi orang kaya akan berpikir, "Jika uang ini saya investasikan, berapa nilainya dalam 10 tahun?" Pola pikir ini membuat mereka lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang dan lebih fokus pada keputusan yang memberikan nilai jangka panjang.
Setiap rupiah yang dihabiskan hari ini adalah rupiah yang tidak bisa bertumbuh untuk masa depan.
6. Memiliki Banyak Sumber Penghasilan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)
Perbesar
Orang kaya tidak bergantung pada satu sumber pendapatan saja karena mereka menyadari keamanan finansial tidak bisa hanya mengandalkan gaji bulanan.
Jenis sumber penghasilan yang dikelola meliputi dividen dari saham, pendapatan sewa dari properti, keuntungan dari bisnis sampingan, royalti, capital gain dari investasi, hingga bunga obligasi. Diversifikasi penghasilan ini menjadi jaring pengaman finansial, di mana jika salah satu sumber terhenti, sumber lain masih bisa menopang kebutuhan hidup.
Seperti pepatah populer, "Para miliuner tidak hanya bekerja demi uang; mereka membuat uang bekerja untuk mereka."
7. Mengotomatisasi Proses Menabung dan Investasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8945554/original/053502300_1782967895-720tYbDRxMXNforQnPfhQZudIOmkRouWTsb6yHTQ.jpg)
Perbesar
Orang kaya menghilangkan emosi dari proses membangun kekayaan dengan membuat sistem otomatis yang menyetor kontribusi bulanan ke akun investasi apa pun kondisi pasarnya.
Dividen otomatis dibelikan kembali menjadi saham tambahan, dan arus kas dari properti langsung diarahkan untuk membeli properti berikutnya. Berbeda dengan kelas menengah yang menunggu "uang sisa" untuk berinvestasi, orang kaya sudah menghapus titik ragu itu sejak lama lewat sistem transfer otomatis di setiap awal bulan.
8. Memanfaatkan Utang Secara Strategis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317191/original/029207300_1755314565-Ilustrasi_utang__keungan.jpg)
Perbesar
Bagi orang kaya, utang adalah alat strategis, tergantung pada tujuan penggunaannya.
Mereka berutang untuk membeli properti sewaan dengan pendapatan lebih besar dari cicilan, atau memanfaatkan pinjaman bisnis untuk ekspansi dengan margin keuntungan yang melebihi bunga. Hal ini jauh berbeda dari utang konsumtif seperti kartu kredit untuk liburan yang justru menggerus kekayaan.
Utang yang baik adalah utang yang menghasilkan lebih banyak daripada biaya bunganya.
9. Selalu Punya Dana Darurat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3103612/original/029210900_1587012256-photo-1567427017947-545c5f8d16ad.jpg)
Perbesar
Tak peduli seberapa besar aset yang dimiliki, para miliuner tetap menyiapkan dana darurat, umumnya untuk mencukupi 6 hingga 9 bulan kebutuhan hidup.
Dana darurat berfungsi untuk mencegah mereka dari keharusan menjual aset produktif saat terjadi keadaan mendesak atau meminjam uang dengan bunga tinggi. Kekayaan sejati bukan hanya tentang berapa banyak yang Anda miliki, tetapi seberapa siap Anda menghadapi ketidakpastian.
10. Keuntungan Diputar Kembali, Bukan Dihabiskan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299118/original/039532600_1784194204-IMG_1306.jpeg)
Perbesar
Saat arus kas mulai mengalir, godaan terbesar adalah menaikkan gaya hidup, namun orang kaya perintis justru memilih memutar kembali keuntungan untuk memperbesar mesin penghasil uang.
Keuntungan dari bisnis atau investasi tidak langsung dihabiskan untuk konsumsi, melainkan diinvestasikan kembali untuk menciptakan lebih banyak keuntungan. Ini adalah inti dari prinsip compounding (bunga majemuk), di mana kekayaan tumbuh secara eksponensial.
11. Disiplin dan Terorganisir dalam Keuangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299119/original/046779000_1784194204-IMG_1305.jpeg)
Perbesar
Orang kaya cenderung lebih terorganisir dalam semua bidang kehidupan, termasuk keuangan, di mana mereka selalu tahu ke mana uang mereka pergi setiap bulan.
Mereka membuat anggaran dan mematuhinya, mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dengan keinginan, serta disiplin menabung. Dengan mengetahui aliran uang masuk dan keluar, mereka bisa mengambil keputusan finansial yang lebih terarah.
12. Berinvestasi pada Diri Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3444537/original/085482500_1619778442-photo-1491309055486-24ae511c15c7.jpg)
Perbesar
Orang kaya tidak pernah berhenti belajar dan terus mengembangkan keterampilan serta pengetahuan mereka.
Mereka rutin membaca, mengikuti perkembangan pasar, dan belajar dari para ahli. Banyak dari mereka yang mendelegasikan pekerjaan rumah tangga dan administrasi agar bisa fokus penuh pada aktivitas bernilai tinggi, karena pengetahuan adalah aset yang tidak bisa dirampas oleh siapa pun.
Pertanyaan Seputar Kebiasaan Orang Kaya Mengelola Uang
Q: Apakah kebiasaan orang kaya mengelola uang bisa diterapkan oleh semua orang?
A: Ya, kebiasaan ini bukan rahasia eksklusif. Siapa pun dapat mempelajarinya dan mulai menerapkannya secara bertahap, terlepas dari besarnya penghasilan saat ini.
Q: Berapa persen penghasilan yang sebaiknya ditabung dan diinvestasikan?
A: Para ahli merekomendasikan minimal 20 persen dari penghasilan untuk diinvestasikan. Seiring pendapatan bertambah, persentasenya bisa ditingkatkan.
Q: Apa perbedaan utama antara orang kaya dan kelas menengah dalam mengelola uang?
A: Perbedaan terbesar terletak pada kebiasaan dan pola pikir. Orang kaya memprioritaskan investasi, hidup di bawah kemampuan, dan membeli aset produktif, sedangkan kelas menengah cenderung menaikkan gaya hidup seiring kenaikan gaji.
Q: Bagaimana cara memulai kebiasaan "membayar diri sendiri lebih dulu"?
A: Atur transfer otomatis dari rekening gaji ke rekening investasi di setiap awal bulan sebelum Anda membayar tagihan atau membelanjakan uang untuk kebutuhan konsumtif.
Q: Mengapa orang kaya tidak membiarkan uang menganggur di tabungan?
A: Karena uang yang menganggur di tabungan akan kehilangan nilainya akibat inflasi. Oleh karena itu, orang kaya mengalihkannya ke aset produktif.
Q: Apakah orang kaya tidak pernah berutang?
A: Mereka tetap berutang secara strategis, yakni untuk membeli aset produktif yang menghasilkan pendapatan lebih besar daripada biaya bunga utang.
Q: Berapa banyak sumber penghasilan yang ideal?
A: Rata-rata orang kaya memiliki beberapa aliran penghasilan sekaligus sebagai jaring pengaman finansial, mulai dari dividen saham, properti sewa, hingga bisnis.
Q: Seberapa penting dana darurat bagi orang kaya?
A: Sangat penting. Dana darurat untuk 6–9 bulan kebutuhan hidup disiapkan agar mereka tidak perlu menjual aset produktif saat menghadapi situasi tak terduga.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

1 hour ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320564/original/008881900_1786356026-Gemini_Generated_Image_dvkik7dvkik7dvki.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3529138/original/012483500_1627962520-mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320461/original/042714900_1786351014-a621e270-1816-4404-937c-7e9bcc60774c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5937005/original/017219700_1778834263-1000035216.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026712/original/006973100_1732780503-cloth-with-hole-middle-that-has-hole-it_72617-533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319734/original/026952500_1786276588-1000129381.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539832/original/019566600_1774627160-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4941382/original/063515600_1725974504-20240910AA_Timnas_Indonesia_Vs_Australia-13.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320377/original/045618600_1786347942-03e8cfbc-3e37-4007-bf70-cdaef1056912.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320326/original/032675800_1786345197-Lomba_17_Agustus_untuk_Orang_Kantoran__AI_Generated_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/812539/original/092302700_1424162111-FOTO_LIPUTAN6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308717/original/072213500_1785171234-20260727BS_Timnas_Indonesia_vs_Kamboja_03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4264196/original/013708100_1671268725-Siap-Siap_Penyesuaian_Tarif_Baru_KRL_Jabodetabek_Tahun_Depan-magang-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2514143/original/092528100_1543834653-a-l-l-e-f-v-i-n-i-c-i-u-s-145443-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320361/original/001674800_1786346859-stasiun_poncol_wikipedia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320300/original/087821600_1786344193-11d8afcd-45ab-48a3-8c24-40484aca380e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427764/original/064429900_1764415963-IMG_20251129_154121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320285/original/073138000_1786343469-Yuzu_oranges__6459456959_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320264/original/073722500_1786342136-0f855500-2cfb-4338-9362-586f268f4f34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471326/original/075133300_1768283646-John_Herdman_-5.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531939/original/016980900_1773637517-asian-child-girl-play-painting-with-happiness-joyful.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)