Apa Singkatan dari Tol? Ini Jawaban Sebenarnya Menurut Ahli Bahasa

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta Jalan tol sudah menjadi bagian dari keseharian jutaan pengendara di Indonesia. Namun, pertanyaan sederhana seperti apa singkatan dari tol justru sering membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum menjawab.

Sebagian besar masyarakat meyakini bahwa tol adalah kependekan dari "tax on location". Padahal, para ahli bahasa memiliki penjelasan yang jauh berbeda dan lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk memahami arti dan asal-usul kata tol secara utuh, kita perlu menelusuri kamus, sejarah, hingga akar bahasanya. Jadi, jawaban atas pertanyaan singkatan dari tol tidak sesederhana yang selama ini beredar.

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tol diartikan sebagai pajak untuk memasuki jalan tertentu, misalnya jalan bebas hambatan atau jalan layang. Definisi ini menegaskan bahwa tol berkaitan erat dengan pungutan, bukan sekadar akronim yang dibuat-buat, berikut ulasan Liputan6.com.

Apa Singkatan dari Tol dan Arti yang Sebenarnya

Ketika ditanya apa singkatan dari tol, jawaban paling populer di Indonesia adalah "tax on location" atau pajak yang dibayar di lokasi. Anggapan ini bertahan karena logikanya terasa masuk akal, yaitu pengendara memang harus membayar sejumlah tarif saat memasuki jalan bebas hambatan. Faktanya, tidak ada satu pun kamus resmi yang menyatakan tol sebagai akronim, sehingga kepanjangan itu sebenarnya hanya keyakinan turun-temurun. Tidak heran jika banyak pengendara belum mengetahui arti singkatannya secara benar.

Secara hukum, definisi tol jauh lebih jelas. Merujuk laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, jalan tol adalah jalan umum yang menjadi bagian dari sistem jaringan jalan nasional dan penggunanya diwajibkan membayar. Karakteristiknya khas, yakni tidak ada persimpangan sebidang serta akses masuk dan keluar yang dibatasi agar arus lalu lintas tetap lancar.

Penting juga membedakan tiga istilah yang kerap tertukar, yaitu tol, jalan tol, dan jalan bebas hambatan. Ada perbedaan definisi yang cukup mencolok di antara ketiganya, di mana "tol" merujuk pada pungutan atau biayanya, sedangkan "jalan tol" adalah ruas jalannya. Di sisi lain, tidak semua jalan bebas hambatan di dunia berbayar seperti di Indonesia.

Dengan demikian, menjawab apa singkatan dari tol tidak bisa berhenti pada frasa "tax on location" semata. Perlu ditegaskan bahwa jalan tol merupakan aset negara, dan kepemilikan utamanya berada di tangan negara melalui badan usaha milik negara, meski pengelolaannya melibatkan pihak swasta.

Asal-Usul Kata Tol Menurut Ahli Bahasa dan Kamus Etimologi

Di sinilah letak koreksi pentingnya. Ahli bahasa Ivan Lanin melalui akun media sosial pribadinya (X @ivanlanin) menegaskan, "Kata 'tol' kita serap dari bahasa Belanda (bahasa Inggris: toll)." Ia menyebut anggapan tol sebagai singkatan "tax on location" muncul akibat gejala keratabasa, yaitu kebiasaan mengartikan sebuah kata seolah-olah merupakan singkatan.

Penjelasan itu sejalan dengan kamus etimologi berbahasa Inggris. Dilansir dari Online Etymology Dictionary, kata toll berasal dari bahasa Inggris Kuno toll yang berarti pungutan, upeti, atau uang perjalanan, dan serumpun dengan tollr (Norse Kuno), zol (Jerman Hulu Kuno), serta Zoll (Jerman modern).Artinya, kata ini sudah dipakai jauh sebelum konsep pajak jalan modern lahir.

Jejaknya bahkan bisa ditarik lebih jauh ke bahasa Latin Akhir tolonium dan bahasa Yunani teloneion yang bermakna rumah pabean, dari kata telones (pemungut pajak) dan telos (bea atau pajak). Rangkaian akar kata inilah yang menunjukkan bahwa tol adalah kata serapan lintas bangsa, bukan hasil merangkai huruf depan sebuah frasa Inggris.

Menariknya, keratabasa serupa juga terjadi pada banyak kata lain, misalnya "tumis" yang dikira singkatan "tuang minyak sedikit" atau "perkedel" yang diartikan "persatuan kentang dan telur". Jadi, saat seseorang bertanya apa singkatan dari tol, jawaban paling akurat adalah bahwa tol pada dasarnya bukan singkatan, melainkan kata serapan yang maknanya adalah biaya penggunaan jalan.

Sejarah Panjang Jalan Tol dari Zaman Kuno hingga Modern

Konsep membayar untuk melewati suatu jalur ternyata setua peradaban itu sendiri. Sebagaimana dilaporkan Ohio Turnpike Commission, jalan berbayar sudah ada setidaknya 2.700 tahun lalu, dan tol pernah dipungut dari para pelintas Jalan Susa-Babilonia pada abad ke-7 Sebelum Masehi. Mengutip RateGenius, rujukan tertulis tertua tentang tol tercatat dalam Arthashastra, risalah Sanskerta dari abad ke-3 SM yang bahkan memuat satu bab khusus mengenai pembayaran tol. 

Istilah "turnpike" yang di banyak negara menjadi sinonim jalan tol punya kisah unik. Nama itu berasal dari pike, yakni tombak atau batang panjang yang dipasang melintang di pos pungutan, lalu diputar untuk membuka jalan setelah tol dibayar. Berdasarkan catatan Federal Highway Administration, jalan tol pertama di Amerika Serikat adalah Philadelphia and Lancaster Turnpike yang dibangun pada 1792 dan menjadi jalan berpermukaan keras pertama di negeri itu.

Gagasan bahwa pengguna jalan sepatutnya menanggung biaya bukan hal baru. Dalam bukunya, The Wealth of Nations, ekonom Adam Smith menuliskan, "Mereka membayar pemeliharaan pekerjaan umum itu tepat sebanding dengan keausan yang mereka timbulkan." Pandangan itu masih relevan hingga kini; ekonom Gerry Holtham, dikutip dari Western Mail, berpendapat, "Mengapa pembayar pajak harus membiayai pembangunan jika pengguna jalan yang menikmati manfaatnya bisa melakukannya?" Mengacu pada analisis Manhattan Institute, para ekonom bahkan sejak lama meyakini tarif tol dapat menjadi instrumen untuk menekan kemacetan lalu lintas.

Di Indonesia, babak sejarahnya dimulai pada 1978 lewat Tol Jagorawi sebagai jalan tol pertama yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi sepanjang 59 kilometer. Ruas ini dioperasikan oleh Jasa Marga, dan hingga hari ini profil PT Jasa Marga tak lepas dari status pelopor industri jalan tol Tanah Air. Usianya yang sudah puluhan tahun bahkan sempat memicu wacana menggratiskan Tol Jagorawi di ruang publik.

Daftar Singkatan Nama Jalan Tol di Indonesia

Selain istilah "tol" itu sendiri, sebagian besar nama ruas jalan tol di Indonesia juga berupa singkatan. Pola penamaannya diambil dari nama daerah yang dilalui, sehingga memudahkan masyarakat mengingatnya. Sebagaimana diungkapkan Bank Dunia, jaringan jalan berperan besar sebagai penggerak perdagangan dan pembangunan ekonomi, dan penamaan ringkas ini membantu identifikasi ruas secara cepat.

Berikut daftar singkatan nama jalan tol yang paling sering dijumpai beserta kepanjangannya:

  1. Jagorawi - Jakarta, Bogor, Ciawi, jalan tol pertama di Indonesia.
  2. Cipularang - Cikampek, Purwakarta, Padalarang.
  3. Cipali - Cikopo, Palimanan, yang memangkas rute Pantura hingga puluhan kilometer.
  4. Japek - Jakarta, Cikampek.
  5. Purbaleunyi - Purwakarta, Bandung, Padaleunyi.
  6. Padaleunyi - Padalarang, Cileunyi.
  7. Palikanci - Palimanan, Kanci.
  8. Becakayu - Bekasi, Cawang, Kampung Melayu.
  9. Bocimi - Bogor, Ciawi, Sukabumi.
  10. Cisumdawu - Cileunyi, Sumedang, Dawuan.
  11. Belmera - Belawan, Medan, Tanjung Morawa.
  12. Kapalbetung - Kayu Agung, Palembang, Betung.
  13. Terpeka - Terbanggi Besar, Pematang Panggang, Kayu Agung.
  14. Bakter - Bakauheni, Terbanggi Besar.
  15. MKTT - Medan, Kualanamu, Tebing Tinggi.
  16. Balsam - Balikpapan, Samarinda, jalan tol pertama di Kalimantan.
  17. Bima - Manado, Bitung, tol terpanjang di Sulawesi.

Ruas-ruas di atas tersebar dari Sumatra hingga Sulawesi. Tol Cipali misalnya menjadi tulang punggung logistik Jawa Barat, sementara sederet ruas baru Tol Trans Sumatera terus dikebut pembangunannya. Secara nasional, panjang ruas tol yang beroperasi pun bertambah dari tahun ke tahun seiring status Proyek Strategis Nasional.

Fungsi Jalan Tol dan Cara Pembayarannya di Indonesia

Setelah memahami apa singkatan dari tol, penting pula mengetahui alasan keberadaannya. Jalan tol tidak semata soal biaya, tetapi punya fungsi strategis bagi mobilitas dan perekonomian. Berikut fungsi utamanya:

  1. Mempercepat mobilitas. Waktu tempuh antarkota dipangkas signifikan karena minim persimpangan.
  2. Menunjang distribusi barang. Arus logistik menjadi lebih efisien dan biaya angkut bisa ditekan.
  3. Mendorong pertumbuhan ekonomi. Konektivitas antarwilayah membuka akses ke kawasan produktif.
  4. Mengurai kemacetan. Jalur khusus jarak jauh mengurangi beban jalan arteri.
  5. Pemerataan pembangunan. Daerah yang sebelumnya terisolasi menjadi lebih terhubung.

Dari sisi transaksi, sistem pembayaran tol di Indonesia telah termodernisasi. Sejak 2017, seluruh gerbang tol wajib menggunakan kartu e-Toll alias uang elektronik, menggantikan pembayaran tunai. Pemerintah bahkan mengembangkan sistem bayar tol tanpa sentuh atau MLFF agar pengendara tidak perlu berhenti di gerbang.

Besaran tarif berbeda-beda sesuai golongan kendaraan dan jarak tempuh. Sebelum bepergian, pengguna dapat memanfaatkan cara cek tarif tol online agar saldo mencukupi, misalnya saat memperkirakan biaya tol Jakarta-Bandung. Selain tarif, penting juga mematuhi batas kecepatan berkendara di jalan tol demi keselamatan.

Sebagai catatan tambahan, tol di Indonesia umumnya hanya untuk kendaraan roda empat atau lebih, dengan pengecualian Tol Bali Mandara yang menyediakan jalur sepeda motor. Pada momen tertentu, pemerintah dan operator kerap memberikan diskon tarif tol untuk mengurai kepadatan saat libur panjang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tol

Apa kepanjangan dari tol yang sebenarnya?

Secara linguistik, tol bukanlah singkatan sama sekali, melainkan kata serapan dari bahasa Belanda "tol" (bahasa Inggris "toll") yang berarti biaya penggunaan suatu jalan. Anggapan populer bahwa tol adalah kepanjangan "tax on location" hanya berkembang di Indonesia dan tidak didukung oleh kamus resmi mana pun.

Apakah tol benar-benar singkatan dari tax on location?

Tidak. Menurut ahli bahasa, gagasan itu adalah bentuk keratabasa, yaitu mengartikan sebuah kata seolah-olah singkatan. Meski terdengar logis karena pengendara membayar di lokasi, "tax on location" tidak pernah menjadi asal-usul resmi kata tol, yang sejatinya sudah berumur ratusan tahun dalam rumpun bahasa Jermanik.

Apa jalan tol pertama di Indonesia?

Jalan tol pertama di Indonesia adalah Tol Jagorawi yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi. Ruas sepanjang sekitar 59 kilometer ini mulai beroperasi pada 1978 dan menjadi tonggak awal perkembangan industri jalan tol nasional yang dikelola PT Jasa Marga.

Pada akhirnya, memahami apa singkatan dari tol membawa kita pada satu kesadaran sederhana bahwa istilah yang setiap hari kita ucapkan menyimpan sejarah panjang lintas bangsa. Alih-alih sekadar "tax on location", kata tol adalah warisan bahasa yang maknanya konsisten sejak zaman kuno, yaitu bayaran untuk hak melintas.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|