Cara Mengembalikan Warna Lap Dapur yang Telah Kusam, Ini 7 Trik Mudah agar Cerah Lagi

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Lap dapur merupakan salah satu perlengkapan rumah tangga yang paling sering digunakan sehingga wajar jika warnanya lama-kelamaan menjadi kusam. Sisa minyak, noda makanan, debu, serta kotoran yang menempel berulang kali dapat membuat kain terlihat dekil dan kehilangan warna aslinya. Kondisi ini sering membuat lap dapur tampak tidak bersih meskipun sudah dicuci menggunakan deterjen.

Namun, lap dapur yang telah kusam sebenarnya tidak selalu harus langsung dibuang dan diganti dengan yang baru. Dengan cara pencucian yang tepat dan bantuan beberapa bahan sederhana, warna kain dapat dibuat tampak lebih cerah kembali sekaligus membantu mengangkat noda dan kotoran yang membandel. Meski begitu, jenis kain dan warna lap juga perlu diperhatikan agar proses pembersihan tidak justru membuatnya luntur atau rusak.

Jika Anda memiliki lap dapur yang mulai kusam dan ingin membuatnya kembali bersih tanpa mengeluarkan banyak biaya, ada beberapa cara yang bisa dicoba di rumah. Lantas bagaimana cara mengembalikan warna lap dapur yang telah kusam? Melansir dari berbagai sumber, Senin (10/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Rendam dengan Air Hangat dan Deterjen

Salah satu cara paling sederhana untuk mengembalikan tampilan lap dapur yang kusam adalah merendamnya menggunakan air hangat dan deterjen. Air hangat dapat membantu melonggarkan sebagian kotoran dan sisa minyak yang menempel pada serat kain, sementara deterjen bekerja mengangkat kotoran dari permukaan kain. Cara ini cocok digunakan sebagai tahap awal sebelum mencoba metode pembersihan lainnya, terutama jika lap hanya mengalami kusam ringan akibat penggunaan sehari-hari.

Siapkan baskom berisi air hangat dengan suhu yang masih sesuai untuk jenis kain lap, kemudian tambahkan deterjen secukupnya sesuai petunjuk produk. Masukkan lap yang sudah dibilas dari sisa kotoran kasar, lalu rendam selama sekitar 15–30 menit. Setelah itu, kucek perlahan bagian yang terlihat lebih kotor, terutama pada area yang sering digunakan untuk mengelap minyak atau makanan. Hindari mengucek terlalu keras karena dapat membuat serat kain cepat rusak.

Setelah proses perendaman selesai, bilas lap menggunakan air bersih hingga tidak ada lagi sisa deterjen. Jika kain masih terlihat kusam, proses pencucian dapat dilanjutkan dengan metode lain yang sesuai dengan warna dan jenis kainnya. Jangan membiarkan lap berwarna terendam terlalu lama tanpa alasan karena beberapa jenis pewarna kain dapat lebih mudah mengalami perubahan warna ketika terlalu lama terkena air dan deterjen.

2. Gunakan Baking Soda untuk Membantu Mengangkat Kotoran

Baking soda dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam proses pencucian untuk membantu membersihkan lap yang sudah kusam. Bahan ini sering digunakan dalam perawatan rumah tangga karena sifatnya yang sedikit abrasif dan dapat membantu menangani kotoran serta bau yang menempel pada kain. Penggunaannya juga cukup praktis, terutama ketika lap dapur mengalami masalah bukan hanya karena perubahan warna, tetapi juga karena bau kurang sedap akibat sering terkena sisa makanan dan minyak.

Caranya, larutkan baking soda secukupnya ke dalam air hangat, kemudian masukkan lap dapur yang sebelumnya sudah dibilas. Biarkan selama kurang lebih 15–30 menit, lalu kucek bagian kain yang paling kotor. Setelah itu, cuci kembali menggunakan deterjen seperti biasa. Jika ingin menggunakan baking soda langsung bersama deterjen, gunakan dalam jumlah wajar dan jangan mencampurnya sembarangan dengan bahan pembersih lain, terutama produk yang mengandung bahan kimia kuat.

Perlu diingat bahwa baking soda bukan bahan ajaib yang dapat mengembalikan semua warna kain seperti kondisi baru. Hasilnya akan lebih terlihat pada lap yang kusam akibat kotoran, residu, atau minyak yang menumpuk. Jika warna kain memang sudah memudar akibat usia, paparan matahari, atau penggunaan deterjen yang tidak sesuai, pencucian mungkin hanya dapat membuatnya terlihat lebih bersih, bukan mengembalikan warna asli sepenuhnya.

3. Manfaatkan Cuka Putih untuk Membantu Menghilangkan Residu

Cuka putih dapat menjadi pilihan lain untuk membantu membersihkan lap dapur yang terasa kusam dan memiliki bau kurang sedap. Dalam pencucian, cuka dapat membantu mengurangi sebagian residu deterjen dan mineral yang tertinggal pada serat kain. Residu yang menumpuk dapat membuat kain terasa kaku dan tampak kurang segar meskipun sudah beberapa kali dicuci. Karena itu, penggunaan cuka secara tepat dapat menjadi bagian dari perawatan lap dapur.

Untuk menggunakannya, tambahkan sedikit cuka putih ke dalam air saat tahap pembilasan atau gunakan sesuai petunjuk mesin cuci jika produk dan jenis kain memungkinkan. Jangan menuangkan cuka secara berlebihan langsung ke kain. Setelah selesai, bilas dengan air bersih dan keringkan hingga benar-benar tidak lembap. Bau cuka biasanya akan berkurang atau hilang setelah kain dibilas dan dikeringkan dengan baik.

Hal yang sangat penting adalah jangan mencampurkan cuka dengan pemutih klorin atau produk pembersih yang mengandung klorin. Kombinasi tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya. Jika sebelumnya menggunakan bahan pembersih lain, pastikan kain sudah dibilas dengan baik sebelum menggunakan bahan berbeda. Untuk lap dapur berwarna, lakukan pengujian pada area kecil terlebih dahulu untuk memastikan warna kain tidak berubah.

4. Gunakan Sabun Cuci Piring untuk Lap yang Penuh Minyak

Jika penyebab utama lap dapur menjadi kusam adalah noda minyak, sabun cuci piring dapat membantu sebagai tahap pra-perawatan. Sabun cuci piring memang dirancang untuk membantu membersihkan lemak dan minyak dari permukaan peralatan makan, sehingga dapat digunakan secara hati-hati pada noda minyak di kain sebelum proses pencucian utama. Metode ini terutama berguna jika lap terlihat lebih gelap atau kotor pada bagian yang sering digunakan untuk mengelap permukaan berminyak.

Sebelum mencuci, basahi bagian lap yang terkena minyak menggunakan air. Oleskan sedikit sabun cuci piring pada noda, kemudian gosok perlahan menggunakan jari atau sikat berbulu lembut. Diamkan beberapa menit agar sabun bekerja pada noda, tetapi jangan membiarkannya mengering di kain. Setelah itu, bilas atau lanjutkan dengan mencuci lap menggunakan deterjen sesuai petunjuk perawatan kain.

Setelah pencucian, periksa apakah noda minyak sudah benar-benar berkurang sebelum mengeringkannya. Jika masih terlihat, ulangi proses pra-perawatan daripada langsung menjemur atau memasukkan kain ke pengering dengan panas tinggi. Panas dapat membuat sebagian noda tertentu semakin sulit dihilangkan. Untuk lap yang digunakan khusus di dapur, sebaiknya proses pencucian dilakukan secara teratur agar minyak tidak terus menumpuk dan membuat kain semakin kusam.

5. Gunakan Air Perasan Lemon untuk Membantu Mencerahkan Lap

Air perasan lemon dapat menjadi salah satu bahan rumah tangga yang digunakan dalam proses pembersihan kain tertentu. Kandungan asam sitrat di dalam lemon dapat membantu menangani beberapa jenis noda dan memberikan efek pembersihan tambahan. Namun, bahan ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati, terutama pada lap berwarna karena sifat asam dan paparan cahaya dapat memengaruhi sebagian jenis pewarna kain.

Untuk mencobanya, campurkan sedikit air perasan lemon dengan air, kemudian gunakan larutan tersebut untuk merendam atau menangani bagian kain yang kusam. Jangan langsung menggunakan air lemon dalam jumlah banyak pada seluruh permukaan lap tanpa melakukan uji coba terlebih dahulu. Setelah beberapa saat, cuci kain menggunakan deterjen dan bilas hingga bersih. Hindari menggabungkan lemon dengan pemutih klorin atau bahan pembersih lain yang tidak kompatibel.

Metode ini lebih tepat dianggap sebagai perawatan tambahan, bukan cara pasti untuk mengembalikan warna kain yang sudah benar-benar pudar. Jika lap berwarna gelap atau memiliki pewarna yang mudah luntur, lebih baik gunakan deterjen khusus kain berwarna dan metode pencucian yang lebih lembut. Sementara itu, untuk lap putih atau kain yang memang dirancang untuk mendapatkan perawatan pencerahan, penggunaannya tetap harus mengikuti petunjuk pada label kain.

6. Jemur di Tempat yang Tepat setelah Dicuci

Cara mengembalikan tampilan lap dapur bukan hanya bergantung pada bahan pencuci, tetapi juga bagaimana kain dikeringkan. Setelah dicuci, jangan membiarkan lap dalam kondisi basah terlalu lama karena kelembapan dapat membuat kain berbau apek dan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme. Segera peras dengan cara yang tidak merusak serat, kemudian jemur di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.

Untuk lap putih yang membutuhkan efek pencerahan, sinar matahari dapat membantu membuat kain tampak lebih segar, meskipun hasilnya tidak sama dengan proses pemutihan kimia. Namun, pada lap berwarna, paparan sinar matahari yang terlalu lama dan terlalu terik dapat mempercepat pemudaran warna. Karena itu, lap berwarna sebaiknya dijemur di tempat terang dan memiliki sirkulasi udara baik, tetapi tidak terus-menerus terpapar matahari langsung dalam waktu lama.

Pastikan lap benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan. Jangan menumpuk beberapa lap yang masih lembap karena dapat menyebabkan bau tidak sedap dan membuat kain lebih cepat rusak. Jika memungkinkan, gunakan area jemuran yang bersih dan tidak terlalu berdebu. Setelah kering, simpan lap di tempat yang kering dan tidak bercampur dengan kain yang sangat kotor agar kondisinya tetap terjaga.

7. Cuci dan Pisahkan Lap Dapur Secara Rutin

Jika ingin warna lap dapur tetap terlihat cerah, pencegahan sebenarnya jauh lebih penting daripada menunggu kain menjadi sangat kusam. Lap dapur sebaiknya dicuci secara rutin, terutama setelah digunakan untuk menangani tumpahan minyak, makanan, atau cairan berwarna. Jangan membiarkan lap yang sangat kotor menumpuk terlalu lama karena noda akan semakin menempel pada serat dan lebih sulit dibersihkan.

Pisahkan lap dapur dari pakaian, handuk mandi, atau kain rumah tangga lainnya saat mencuci. Lap dapur dapat membawa sisa minyak, makanan, dan kotoran yang tidak ideal bercampur dengan pakaian atau kain yang digunakan untuk tubuh. Jika beberapa lap dapur dicuci bersama, pisahkan berdasarkan warna dan tingkat kekotorannya. Lap putih juga sebaiknya tidak langsung dicampur dengan lap berwarna yang berisiko luntur.

Selain memperhatikan frekuensi pencucian, gunakan jumlah deterjen yang sesuai dan jangan menganggap semakin banyak deterjen berarti semakin bersih. Residu deterjen yang tertinggal justru dapat membuat kain terasa kaku dan terlihat kurang segar. Dengan pencucian rutin, pengeringan yang benar, pemisahan berdasarkan warna, serta penggunaan bahan pembersih secara tepat, lap dapur dapat tetap bersih, tidak mudah berbau, dan terlihat lebih cerah dalam waktu lebih lama.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Mengembalikan Warna Lap Dapur yang Telah Kusam

1. Kenapa warna lap dapur cepat kusam?

Warna lap dapur dapat cepat kusam karena sering terkena minyak, sisa makanan, debu, dan noda yang menumpuk pada serat kain. Penggunaan deterjen yang tidak sesuai, pencucian yang kurang bersih, serta paparan sinar matahari berlebihan juga dapat membuat warna kain lebih cepat memudar.

2. Apakah lap dapur yang sudah kusam bisa kembali seperti baru?

Lap dapur yang kusam akibat kotoran, minyak, atau residu deterjen masih bisa terlihat lebih bersih dan cerah setelah dicuci dengan metode yang tepat. Namun, jika warna sudah benar-benar pudar akibat usia kain atau kerusakan pewarna, warnanya mungkin tidak dapat kembali persis seperti kondisi baru.

3. Apa bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan lap dapur kusam?

Beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain deterjen, baking soda, dan sabun cuci piring untuk membantu menangani noda minyak. Cuka putih atau air lemon juga dapat digunakan secara hati-hati sebagai bahan tambahan, tetapi sebaiknya tidak dicampur dengan pemutih berbahan klorin.

4. Apakah baking soda bisa mengembalikan warna lap dapur?

Baking soda dapat membantu membersihkan kotoran dan mengurangi bau yang menempel pada kain sehingga lap terlihat lebih segar. Namun, baking soda tidak dapat mengembalikan warna kain yang sudah pudar karena usia atau kerusakan pewarna.

5. Bolehkah menggunakan pemutih untuk lap dapur berwarna?

Sebaiknya jangan menggunakan pemutih berbahan klorin pada lap berwarna kecuali label perawatan kain secara jelas mengizinkannya. Pemutih klorin dapat menyebabkan warna luntur atau berubah. Untuk lap berwarna, lebih aman menggunakan deterjen yang memang ditujukan untuk kain berwarna.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|