7 Cara Membuat Kolam Lele Rumahan Tanpa Menggali Tanah, Hemat Tempat dan Biaya

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Memulai budidaya lele di rumah tidak harus diawali dengan membuat kolam permanen. Bagi pemilik lahan terbatas, kolam yang diletakkan di atas permukaan tanah justru bisa menjadi pilihan yang lebih praktis karena tidak membutuhkan pekerjaan penggalian. Selain menghemat tenaga, cara ini memungkinkan kolam dibongkar, dipindahkan, atau ukurannya disesuaikan ketika kebutuhan berubah. Berbagai material sederhana seperti terpal, kayu, bata, dan rangka besi dapat dimanfaatkan untuk membuat wadah budidaya.

Meski terlihat sederhana, kolam lele rumahan tetap perlu dirancang dengan baik. Konstruksi harus mampu menahan tekanan air, permukaan dasar sebaiknya rata, dan material yang digunakan tidak mudah bocor atau roboh. Lokasinya juga perlu dipertimbangkan agar kolam mendapatkan cukup cahaya, tidak berada di tempat yang mudah terkena limpasan air hujan, serta mudah dijangkau ketika melakukan pemberian pakan, penggantian air, dan pemantauan kondisi ikan.

Ada beberapa model kolam yang dapat dibuat tanpa menggali tanah, mulai dari kolam terpal sederhana hingga kolam dengan rangka yang lebih kokoh. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan luas halaman, jumlah lele yang ingin dipelihara, anggaran, serta kemampuan melakukan perawatan. Lantas bagaimana saja cara membuat kolam lele rumahan tanpa menggali tanah yang hemat tempat dan biaya? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (8/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Buat kolam menggunakan terpal dan rangka kayu

Salah satu cara paling sederhana adalah menggunakan terpal sebagai wadah air dan kayu sebagai rangkanya. Rangka dibuat berbentuk persegi atau persegi panjang sesuai area yang tersedia, kemudian bagian dalamnya dilapisi terpal hingga membentuk bak yang mampu menampung air. Karena seluruh konstruksi berada di atas permukaan tanah, proses pembuatannya tidak membutuhkan penggalian. Model ini juga relatif mudah dibongkar apabila kolam tidak lagi digunakan atau ingin dipindahkan ke lokasi lain.

Sebelum memasang terpal, pastikan lokasi yang dipilih sudah dibersihkan dari batu, pecahan kaca, ranting, atau benda tajam lainnya yang dapat menusuk lapisan terpal. Permukaan tanah sebaiknya diratakan terlebih dahulu agar tekanan air nantinya tersebar lebih merata. Bagian sudut dan sambungan rangka kayu juga perlu dibuat cukup kuat karena air memberikan tekanan ke seluruh sisi kolam. Jika memungkinkan, gunakan kayu yang cukup kokoh dan tidak mudah lapuk agar konstruksi dapat digunakan dalam waktu lebih lama.

Terpal sebaiknya tidak dipasang terlalu longgar maupun terlalu tertarik karena keduanya dapat meningkatkan risiko kerusakan ketika kolam sudah terisi air. Setelah kolam selesai dibuat, lakukan pengujian dengan mengisinya secara bertahap untuk melihat apakah rangka tetap stabil dan tidak ada bagian yang bocor. Model ini cocok untuk pemula karena bahan relatif mudah ditemukan dan ukurannya dapat disesuaikan dengan halaman rumah. Namun, jumlah lele tetap harus disesuaikan dengan kapasitas kolam dan kemampuan menjaga kualitas air agar kolam tidak terlalu padat.

2. Gunakan rangka besi atau pipa PVC agar lebih kokoh

Jika menginginkan kolam yang lebih rapi dan konstruksinya dapat digunakan berulang kali, rangka besi ringan atau pipa PVC bisa menjadi alternatif. Rangka berfungsi sebagai penopang terpal sehingga tekanan air tidak hanya ditahan oleh material terpal. Pipa PVC dapat dirakit menggunakan sambungan yang sesuai, sedangkan rangka besi dapat dibuat lebih kokoh dan stabil. Karena rangka ditempatkan langsung di atas permukaan, metode ini tetap tidak membutuhkan penggalian tanah.

Keunggulan model rangka adalah bentuk kolam dapat dibuat lebih presisi dan disesuaikan dengan area yang tersedia. Untuk halaman sempit, misalnya, kolam dapat dibuat memanjang sehingga tidak terlalu banyak mengambil ruang. Namun, konstruksi harus diperhatikan sejak awal karena rangka yang terlalu ringan dapat bergeser atau berubah bentuk ketika kolam mulai dipenuhi air. Jika menggunakan pipa PVC, sambungan perlu dipastikan terpasang kuat. Sementara itu, rangka logam sebaiknya memiliki permukaan yang tidak memiliki bagian tajam yang berpotensi merusak terpal.

Model ini membutuhkan biaya awal yang mungkin lebih tinggi dibandingkan rangka kayu sederhana, tetapi dapat lebih awet jika material dan konstruksinya tepat. Rangka yang kokoh juga membuat proses pemasangan dan pelepasan terpal lebih mudah ketika kolam perlu dibersihkan. Sebelum memasukkan lele, isi kolam dengan air terlebih dahulu dan periksa kestabilan seluruh struktur. Jika terdapat bagian yang melengkung, bergeser, atau terlihat tidak mampu menahan tekanan air, perbaiki konstruksi terlebih dahulu daripada mengambil risiko setelah ikan dimasukkan.

3. Susun bata atau batako sebagai dinding kolam tanpa menggali tanah

Bagi yang menginginkan kolam dengan dinding lebih kokoh, bata atau batako dapat digunakan untuk membuat struktur kolam di atas permukaan tanah. Caranya adalah menyusun bata atau batako membentuk persegi panjang sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian bagian dalamnya dapat diberi lapisan kedap air seperti terpal. Karena struktur dibangun ke atas, bukan ke bawah, halaman tidak perlu dibongkar dengan proses penggalian yang dalam. Model ini juga dapat memberikan tampilan yang lebih permanen dibandingkan rangka kayu.

Dasar area tempat kolam berdiri harus diperhatikan dengan serius karena seluruh beban air akan bertumpu pada permukaan tersebut. Semakin besar kolam, semakin besar pula berat air yang harus ditopang. Oleh sebab itu, jangan sekadar menyusun bata di atas permukaan yang tidak rata tanpa memperhitungkan kestabilannya. Kolam juga sebaiknya ditempatkan di area yang tidak mengganggu jalur berjalan dan tidak berada di lokasi yang berisiko terkena benturan. Jika menggunakan konstruksi pasangan bata yang bersifat permanen, pengerjaannya sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kekuatan dan kestabilan struktur.

Lapisan terpal di bagian dalam dapat membantu membuat wadah lebih kedap air sekaligus mengurangi risiko kebocoran dari celah konstruksi. Pastikan bagian dalam tidak memiliki permukaan tajam yang dapat merusak terpal. Model ini cocok jika kolam akan digunakan dalam beberapa siklus budidaya dan pemilik rumah menginginkan struktur yang lebih stabil. Namun, dibandingkan kolam terpal dengan rangka sederhana, pembuatan dinding bata atau batako membutuhkan lebih banyak material dan tenaga sehingga perlu diperhitungkan berdasarkan anggaran yang tersedia.

4. Manfaatkan kolam terpal berbentuk bulat dengan rangka kawat

Kolam terpal berbentuk bulat dapat menjadi pilihan menarik untuk halaman yang tidak terlalu luas. Model ini biasanya menggunakan terpal berbentuk lingkaran yang ditopang rangka, sehingga kolam dapat berdiri di atas permukaan tanah tanpa perlu membuat lubang. Bentuk bulat juga memungkinkan kolam ditempatkan di sudut halaman atau area kosong tertentu. Bagi pemula, model ini relatif praktis karena konstruksinya tidak serumit kolam permanen dan dapat dibongkar setelah masa pemeliharaan selesai.

Rangka dapat dibuat dari material yang cukup kuat untuk menahan tekanan air pada dinding kolam. Permukaan dasar harus tetap rata dan bebas dari benda tajam sebelum terpal dipasang. Jika ditempatkan langsung di atas tanah, lapisan pelindung tambahan di bawah terpal dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko terpal bergesekan dengan permukaan kasar. Pada kolam berbentuk bulat, distribusi tekanan air pada dinding dapat berbeda dibandingkan kolam persegi, tetapi kestabilan rangka tetap menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Kelebihan lain dari model ini adalah tidak membutuhkan banyak sudut yang sulit dibersihkan. Saat melakukan perawatan, bagian dasar dan dinding kolam relatif mudah diperiksa. Meski begitu, ukuran kolam tetap perlu disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan dipelihara. Jangan tergoda memenuhi kolam dengan terlalu banyak benih hanya karena kapasitas air terlihat besar. Kepadatan yang terlalu tinggi dapat membuat kualitas air lebih cepat menurun dan meningkatkan kebutuhan pengelolaan air, sehingga kolam sederhana pun tetap membutuhkan perawatan yang konsisten.

5. Gunakan wadah IBC atau bak plastik berukuran besar

Jika tidak ingin membuat rangka dan memasang terpal sendiri, wadah plastik berukuran besar dapat dimanfaatkan sebagai kolam lele. Salah satu contohnya adalah bak plastik atau wadah IBC yang sudah tidak digunakan untuk bahan berbahaya. Wadah semacam ini dapat ditempatkan langsung di atas permukaan yang rata sehingga tidak memerlukan proses menggali tanah. Ukurannya juga relatif kompak sehingga dapat menjadi alternatif bagi pemilik rumah yang hanya memiliki area terbatas.

Sebelum digunakan, pastikan wadah benar-benar aman untuk budidaya ikan dan bukan bekas menyimpan bahan kimia berbahaya. Wadah harus dibersihkan secara menyeluruh dan diperiksa apakah terdapat retakan, lubang, atau bagian yang dapat melukai ikan. Untuk wadah IBC, bagian yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan zat yang tidak aman sebaiknya tidak digunakan kembali untuk budidaya ikan. Selain itu, lokasi penempatannya perlu mampu menopang berat wadah ketika sudah terisi air karena bobotnya akan meningkat secara signifikan.

Kelebihan model ini adalah pemasangannya relatif cepat dan bentuk wadah sudah tersedia sehingga tidak perlu membuat dinding kolam dari awal. Wadah juga dapat diberi penutup atau jaring di bagian atas untuk membantu mencegah lele melompat keluar sekaligus mengurangi masuknya kotoran. Namun, kapasitas wadah harus tetap diperhitungkan sebelum menentukan jumlah ikan. Jika ingin menggunakan wadah bekas, aspek keamanan material harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar biaya murah.

6. Buat kolam dari papan atau multipleks yang dilapisi terpal

Papan kayu atau multipleks dapat digunakan untuk membuat kolam sederhana dengan konsep seperti bak besar. Beberapa lembar material disusun menjadi dinding, kemudian bagian dalamnya dilapisi terpal sebagai penahan air. Cara ini memungkinkan pemilik rumah menentukan panjang, lebar, dan tinggi kolam berdasarkan kondisi halaman. Karena seluruh konstruksi dibuat di atas permukaan tanah, metode ini juga cocok bagi orang yang tidak ingin mengubah struktur halaman secara permanen.

Kunci utama model ini adalah memastikan papan atau multipleks memiliki penyangga yang cukup. Dinding yang terlalu panjang tanpa penopang dapat melengkung ketika menerima tekanan air dalam jumlah besar. Oleh karena itu, bagian luar dinding perlu diberi rangka atau penguat pada titik-titik tertentu. Bagian dalam juga harus diperiksa agar tidak ada paku, sekrup, serpihan kayu, atau ujung material yang menonjol dan berpotensi merobek terpal. Semakin besar ukuran kolam, semakin serius pula konstruksi harus diperhitungkan.

Setelah kolam terpasang, jangan langsung memasukkan banyak ikan. Isi air terlebih dahulu untuk menguji apakah konstruksi mampu menahan tekanan dan apakah terdapat kebocoran. Periksa juga kondisi terpal setelah beberapa waktu karena tekanan air dapat membuat material bergeser. Jika semuanya aman, kolam dapat dipersiapkan untuk budidaya secara bertahap. Model ini cukup fleksibel untuk halaman rumah dan dapat dibongkar apabila sudah tidak dibutuhkan, meskipun umur pakainya akan sangat bergantung pada kualitas material serta perlindungan terhadap air dan cuaca.

7. Buat kolam modular yang bisa dibongkar dan dipindahkan

Untuk rumah dengan lahan yang sering berubah fungsi, kolam modular bisa menjadi pilihan yang sangat praktis. Konsepnya adalah membuat kolam dari beberapa bagian yang dapat dirakit dan dilepas kembali, misalnya menggunakan rangka pipa, rangka kayu, atau panel yang disusun menjadi satu wadah. Terpal kemudian digunakan sebagai lapisan kedap air. Karena tidak ditanam ke dalam tanah, kolam dapat dipindahkan ketika area tersebut ingin digunakan untuk aktivitas lain.

Sebelum membuat kolam modular, tentukan terlebih dahulu ukuran yang benar-benar dibutuhkan. Jangan membuat kolam terlalu besar hanya karena area kosong masih tersedia. Selain membutuhkan lebih banyak material, kolam yang lebih besar juga berarti jumlah air yang harus ditampung semakin banyak dan beban konstruksi semakin tinggi. Buatlah sistem yang mudah dibongkar tetapi tetap memiliki sambungan kuat ketika digunakan. Bagian dasar juga harus stabil agar kolam tidak mudah miring atau bergeser.

Keuntungan utama model modular adalah fleksibilitasnya. Ketika ingin mengurangi jumlah kolam, memperbaiki terpal, atau mengubah posisi budidaya, konstruksi dapat dilepas tanpa harus membongkar halaman. Model ini juga dapat dikembangkan secara bertahap sesuai pengalaman dan kemampuan pemilik. Bagi pemula, memulai dari satu kolam berukuran terkontrol biasanya lebih mudah daripada langsung membuat banyak kolam sekaligus. Dengan begitu, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, dan pemantauan pertumbuhan lele dapat dipelajari terlebih dahulu sebelum kapasitas budidaya ditambah.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membuat Kolam Lele Rumahan Tanpa Menggali Tanah

1. Apakah bisa membuat kolam lele tanpa menggali tanah?

Bisa. Kolam lele dapat dibuat di atas permukaan tanah menggunakan terpal, rangka kayu, pipa, bata, batako, bak plastik, atau wadah berukuran besar. Metode ini cocok untuk rumah dengan halaman sempit atau bagi pemilik rumah yang tidak ingin merusak permukaan halaman.

2. Apa bahan yang paling mudah digunakan untuk membuat kolam lele rumahan?

Terpal dengan rangka kayu atau pipa termasuk pilihan yang relatif mudah dibuat. Ukurannya dapat disesuaikan dengan luas lahan dan konstruksinya bisa dibongkar ketika sudah tidak digunakan. Pastikan terpal tidak mudah bocor dan rangka mampu menahan tekanan air.

3. Apakah kolam lele tanpa galian membutuhkan lahan yang luas?

Tidak. Ukuran kolam dapat disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Bahkan halaman sempit dapat dimanfaatkan dengan membuat kolam berbentuk memanjang atau menggunakan wadah yang lebih kompak. Yang terpenting adalah tetap memperhatikan kapasitas air dan kepadatan ikan.

4. Apakah kolam terpal harus menggunakan rangka?

Sebaiknya menggunakan rangka atau penyangga yang sesuai, terutama jika kolam dibuat cukup besar dan tinggi. Rangka membantu mempertahankan bentuk kolam sekaligus menahan tekanan air. Material seperti kayu, pipa, atau logam dapat digunakan sesuai ukuran kolam dan anggaran.

5. Apakah kolam lele bisa dibuat di atas lantai semen?

Bisa, tetapi permukaan lantai perlu diperiksa terlebih dahulu agar rata dan tidak memiliki bagian tajam yang dapat merusak terpal. Kolam juga harus ditempatkan di area yang mampu menopang beban air dengan aman. Jangan lupa mempertimbangkan saluran pembuangan agar air bekas pemeliharaan tidak menggenang di sekitar rumah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|