7 Cara Mencuci Serbet yang Terkena Minyak dan Spons yang Licin agar Bersih Kembali

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Serbet dapur dan spons cuci piring adalah dua perlengkapan esensial yang paling sering digunakan dalam kegiatan rumah tangga sehari-hari. Namun, karena intensitas penggunaannya yang tinggi, kedua benda ini rentan sekali menjadi kotor, berminyak, bahkan licin akibat penumpukan sisa makanan dan minyak. Kondisi ini tidak hanya membuat tampilan dapur kurang menarik, tetapi juga dapat menjadi sarang bakteri yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kesehatan keluarga.

Banyak orang merasa membersihkan serbet berminyak dan spons yang licin adalah tugas yang sulit dan memakan waktu. Noda minyak yang membandel pada serbet, serta tekstur licin dan bau apek pada spons, seringkali menjadi tantangan tersendiri. Padahal, menjaga kebersihan kedua alat ini sangat penting untuk higienitas dapur, karena serbet dan spons kotor dapat mengkontaminasi permukaan yang dibersihkan dan menyebarkan kuman.

Berikut panduan untuk mengembalikan kebersihan dan kesegaran serbet dapur serta spons cuci piring Anda. Dengan mengikuti berbagai tips dan trik yang akan dibagikan, Anda dapat membersihkan serbet yang terkena minyak dan spons yang licin hingga bersih seperti baru, hanya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di dapur Anda. Berikut selengkapnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (4/2/2026). 

Rendaman Deterjen, Baking Soda, Cuka, dan Air Panas untuk Serbet

Salah satu metode efektif untuk mengatasi serbet dapur yang berminyak adalah dengan memanfaatkan kombinasi deterjen, baking soda, cuka, dan air panas. Bahan-bahan ini dikenal ampuh melarutkan lemak dan membersihkan noda membandel yang sering menempel pada serbet. Proses ini dimulai dengan membilas serbet kotor di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa noda yang belum mengering.

Setelah itu, siapkan baskom berisi air panas. Tambahkan deterjen cair, baking soda, dan beberapa tetes cuka makan ke dalam baskom, lalu aduk hingga semua bahan tercampur sempurna. Masukkan serbet ke dalam baskom dan tekan-tekan agar seluruh permukaannya terendam air rendaman. Diamkan selama kurang lebih 20 menit agar bahan-bahan tersebut bekerja melunturkan minyak dan noda.

Setelah direndam, gosok serbet secara lembut menggunakan sikat atau kain bersih untuk membantu mengangkat noda dan minyak yang masih menempel. Bilas serbet secara menyeluruh dengan air bersih untuk menghilangkan sisa deterjen dan kotoran. Metode ini sangat cocok untuk serbet yang sangat kotor atau berlemak, membuatnya bersih dan segar kembali.

Rendaman Deterjen, Sabun Cuci Piring, dan Air Panas untuk Serbet

Metode lain yang tak kalah ampuh untuk membersihkan serbet berminyak adalah dengan merendamnya dalam campuran deterjen, sabun cuci piring cair, dan air panas. Kombinasi ini sangat efektif untuk melarutkan lemak dan mengangkat kotoran membandel yang menempel pada serat kain. Siapkan bak cucian dan masukkan serbet kotor ke dalamnya.

Tambahkan sekitar setengah sendok takar deterjen dan seperempat sendok takar sabun cuci piring cair. Selanjutnya, tuangkan air panas mendidih hingga serbet terendam sepenuhnya. Aduk menggunakan alat bantu seperti kayu agar deterjen dan sabun cuci piring larut merata dengan air. Biarkan serbet terendam semalaman agar noda membandel dapat luntur sempurna.

Setelah proses perendaman semalaman, cuci kembali serbet dengan deterjen dan kucek bila masih ada noda yang tersisa. Bilas serbet dengan air bersih hingga tidak ada sisa sabun yang tertinggal. Dengan cara ini, serbet dapur Anda akan kembali bersih, bebas noda, dan terasa seperti baru.

Tepung Maizena atau Bedak Bayi sebagai Penyerap Minyak pada Serbet

Untuk noda minyak pada serbet yang masih basah atau segar, tepung maizena atau bedak bayi dapat menjadi solusi cepat dan efektif sebagai penyerap minyak. Bahan-bahan ini memiliki kemampuan menyerap lemak dengan baik, mencegah noda minyak meresap lebih dalam ke serat kain. Metode ini sangat praktis dan dapat dilakukan segera setelah serbet terkena tumpahan minyak.

Cukup taburkan bedak atau tepung maizena secara merata pada area serbet yang terkena noda minyak. Pastikan semua bagian yang berminyak tertutup sempurna oleh bubuk tersebut. Diamkan selama minimal 2 jam agar bedak atau tepung maizena memiliki waktu yang cukup untuk menyerap minyak dari serat kain.

Setelah didiamkan, bersihkan sisa bubuk dari serbet. Jika noda minyak masih terlihat, ulangi proses ini hingga noda benar-benar hilang. Metode ini berfungsi sebagai pre-treatment yang kuat untuk mengangkat noda minyak sebelum proses pencucian utama, membuat serbet lebih mudah dibersihkan secara menyeluruh.

Micin dan Deterjen dengan Air Panas untuk Serbet

Siapa sangka, micin atau MSG juga dapat dimanfaatkan untuk membersihkan serbet dapur yang kotor dan berminyak. Kombinasi micin, deterjen, dan air panas terbukti ampuh merontokkan noda lemak yang membandel. Metode ini menawarkan alternatif menarik menggunakan bahan yang umum ditemukan di dapur.

Isi baskom dengan air panas, lalu masukkan serbet kotor dan berminyak ke dalamnya hingga terendam sempurna. Tambahkan sekitar 25 gram micin dan satu tutup botol deterjen ke dalam baskom. Aduk semua bahan hingga tercampur merata agar larutan bekerja optimal.

Diamkan serbet dalam larutan tersebut selama 30 hingga 40 menit, memberikan waktu bagi bahan-bahan untuk bekerja merontokkan minyak. Setelah itu, ambil serbet lalu kucek atau gosok perlahan hingga noda terangkat semua. Bilas dengan air mengalir hingga bersih, kemudian jemur sampai kering.

Mencuci Spons dengan Sabun Cuci Piring Anti Kuman dan Air Panas

Spons cuci piring yang licin dan berbau apek seringkali menjadi sarang kuman. Untuk membersihkannya secara efektif, gunakan sabun cuci piring anti kuman dan air panas. Metode ini tidak hanya menghilangkan kotoran, tetapi juga membunuh bakteri yang mungkin bersarang di dalam spons.

Ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, cuci spons langsung menggunakan deterjen anti kuman, lalu keringkan di dalam microwave untuk membunuh bakteri lebih lanjut. Kedua, Anda bisa merendam spons dengan deterjen anti kuman dan air panas selama 5-10 menit, kemudian cuci bersih.

Alternatif lain, isi bak cucian piring dengan air hangat, tuangkan beberapa tetes sabun cuci piring, masukkan spons, lalu peras spons berkali-kali hingga menghasilkan busa. Setelah itu, bilas spons dengan air bersih hingga tidak ada sisa sabun. Pastikan spons benar-benar kering sebelum digunakan kembali untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Merendam Spons dengan Air Hangat dan Sabun

Metode perendaman dengan air hangat dan sabun adalah cara yang efektif untuk membersihkan spons, baik spons bedak maupun spons dapur, dari kotoran dan residu yang menempel. Proses ini memungkinkan kotoran melunak dan terlepas dari serat spons. Ini merupakan cara sederhana namun ampuh untuk menjaga kebersihan spons.

Rendam spons dalam mangkuk berisi air hangat, lalu tambahkan beberapa tetes sabun pembersih, seperti sabun cuci piring. Biarkan spons terendam selama beberapa jam agar seluruh kotoran di dalamnya terpisah dan melunak. Perendaman yang cukup lama akan membantu melarutkan residu minyak dan kotoran.

Setelah direndam, gosokkan spons dengan sabun batang (jika digunakan) atau pijat-pijat spons di bawah air mengalir. Bilas spons dengan air bersih hingga tidak ada sisa busa yang tertinggal. Kemudian, jemur spons hingga benar-benar kering. Metode ini sangat baik untuk membersihkan spons secara menyeluruh dan menjaga higienitasnya.

Merebus Spons dengan Air Panas untuk Sterilisasi

Merebus spons dengan air panas adalah salah satu cara paling efektif untuk membersihkan dan mensterilkan spons, terutama spons cuci piring yang sering terpapar kuman. Suhu tinggi dari air mendidih dapat membunuh bakteri dan mikroorganisme yang mungkin hidup di dalam spons, sekaligus membantu melarutkan lemak dan kotoran.

Siapkan panci berisi air dan didihkan. Setelah air mendidih, masukkan spons ke dalam panci dan biarkan merebus selama beberapa menit. Pastikan spons terendam sepenuhnya dalam air mendidih. Proses perebusan ini akan membantu menghilangkan bau apek dan membuat spons lebih bersih secara mendalam.

Setelah direbus, angkat spons dengan hati-hati menggunakan penjepit dan biarkan dingin. Peras spons untuk menghilangkan sisa air, lalu jemur hingga benar-benar kering. Metode ini sangat direkomendasikan untuk membersihkan spons secara berkala guna menjaga kehigienisan dapur dan mencegah penyebaran bakteri.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Bagaimana cara menghilangkan minyak membandel pada serbet dapur?

Minyak membandel pada serbet dapur dapat dihilangkan dengan merendam serbet dalam campuran air panas, deterjen, baking soda, dan cuka. Rendam selama 15–20 menit agar lemak terurai, lalu gosok perlahan dan bilas hingga bersih. Metode ini efektif melunturkan minyak yang sudah lama menempel pada serat kain.

2. Apakah serbet dapur berminyak bisa dibersihkan tanpa mesin cuci?

Ya, serbet dapur berminyak bisa dibersihkan tanpa mesin cuci. Anda dapat menggunakan teknik perendaman manual dengan deterjen dan air panas, atau memanfaatkan bahan dapur seperti micin, sabun cuci piring, hingga baking soda. Setelah direndam, serbet cukup dikucek dan dibilas sampai bersih.

3. Mengapa spons cuci piring cepat licin dan berbau?

Spons cuci piring cepat licin dan berbau karena penumpukan sisa makanan, minyak, dan kelembapan yang terperangkap di dalam pori-pori spons. Kondisi lembap ini menjadi lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang, sehingga menimbulkan bau apek dan tekstur licin.

4. Bagaimana cara membersihkan spons cuci piring agar bebas bakteri?

Untuk membersihkan spons agar bebas bakteri, Anda bisa merendamnya dalam air panas dan sabun cuci piring anti kuman, lalu membilasnya hingga bersih. Cara lain yang lebih efektif adalah merebus spons selama beberapa menit atau mengeringkannya di microwave setelah dicuci, guna membunuh bakteri yang tersisa.

5. Seberapa sering serbet dan spons dapur harus dibersihkan atau diganti?

Serbet dapur sebaiknya dicuci setiap hari atau setelah digunakan untuk membersihkan minyak dan kotoran berat. Sementara itu, spons cuci piring idealnya dibersihkan setiap hari dan diganti setiap 1–2 minggu sekali, tergantung tingkat pemakaian, untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran kuman.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|