7 Trik Membersihkan Bantal dan Guling Pakai Bahan Alami, Aman untuk Keluarga

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Bantal dan guling merupakan perlengkapan tidur esensial yang seringkali luput dari perhatian dalam rutinitas kebersihan rumah. Padahal, seiring waktu, benda-benda ini dapat menjadi sarang bagi debu, keringat, minyak tubuh, air liur, hingga tungau dan jamur. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan tidur, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti alergi dan iritasi kulit.

Mencuci bantal dan guling secara rutin menjadi krusial untuk menjaga kebersihan serta kualitas tidur yang optimal. Meskipun mencuci bantal mungkin terdengar merepotkan, ada banyak cara efektif, termasuk menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di rumah. Pendekatan ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga aman bagi seluruh anggota keluarga.

Artikel ini akan mengupas mengenai bagaimana cara membersihkan bantal dan guling menggunakan bahan alami. Dari menghilangkan noda kuning membandel hingga mengusir bau apek, panduan ini akan membantu Anda mengembalikan kesegaran bantal dan guling tanpa perlu khawatir akan bahan kimia keras, sehingga tidur Anda menjadi lebih nyenyak dan sehat.

Membersihkan Noda Kuning dengan Baking Soda

Noda kuning pada bantal seringkali menjadi masalah umum yang disebabkan oleh keringat, minyak tubuh, atau air liur. Baking soda, atau soda kue, adalah solusi alami yang sangat efektif untuk mengatasi noda membandel ini. Bahan ini dapat berfungsi sebagai perawatan awal yang ampuh sebelum proses pencucian utama.

Untuk menggunakannya, rendam bantal dalam air dingin selama sekitar 30 menit terlebih dahulu. Setelah itu, oleskan baking soda secara merata pada area noda kuning yang ingin dihilangkan. Pastikan untuk menutupi noda dengan lapisan baking soda yang cukup agar bekerja maksimal.

Biarkan baking soda menempel pada noda selama 30 menit, kemudian bersihkan sisa baking soda sebelum mencuci bantal. Baking soda tidak hanya membantu mengangkat noda, tetapi juga efektif menghilangkan bau tidak sedap yang mungkin menempel pada bantal.

Menggunakan Cuka untuk Noda dan Bau Apek

Cuka putih dikenal memiliki sifat pembersih serbaguna dan merupakan bahan alami yang sangat baik untuk mengatasi noda serta bau apek pada bantal. Kandungan asam asetat dalam cuka dapat membantu melarutkan kotoran dan menetralkan aroma tidak sedap.

Untuk noda jamur atau air liur, cuka dapat menjadi pilihan yang ampuh. Anda bisa menyemprotkan larutan cuka putih yang dicampur air dengan perbandingan seimbang secara tipis ke permukaan bantal. Setelah itu, diamkan sejenak agar cuka bekerja menghilangkan noda dan bau.

Selain menghilangkan noda, cuka juga berperan sebagai penghilang bau alami. Penggunaannya dapat membantu menyegarkan bantal yang berbau apek, menjadikannya terasa lebih bersih dan nyaman untuk digunakan.

Memanfaatkan Air Lemon untuk Memutihkan

Bagi bantal yang menguning atau bahkan berjamur, air lemon dapat menjadi pencerah alami yang efektif. Lemon memiliki sifat pemutih alami yang mampu mengembalikan warna putih pada bantal, serta membantu mengatasi masalah jamur.

Anda bisa mencampurkan air lemon dengan sedikit garam untuk meningkatkan daya bersihnya. Aplikasikan campuran ini pada area bantal yang bernoda atau berjamur. Sifat asam pada lemon akan bekerja memecah noda dan mencerahkan kain.

Setelah dioleskan, biarkan bantal terpapar sinar matahari selama beberapa waktu. Kombinasi air lemon dan sinar matahari akan memaksimalkan efek pemutihan dan pembasmi jamur, membuat bantal kembali tampak bersih dan segar.

Menjemur di Bawah Sinar Matahari sebagai Disinfektan Alami

Sinar matahari adalah disinfektan alami yang sangat ampuh dan mudah diakses. Menjemur bantal di bawah terik matahari secara rutin tidak hanya membantu membunuh kuman dan bakteri, tetapi juga efektif menghilangkan bau apek.

Paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat membasmi tungau debu dan mikroorganisme lain yang bersarang di dalam bantal. Selain itu, panas matahari membantu menguapkan kelembapan yang terperangkap, yang seringkali menjadi penyebab bau tidak sedap dan pertumbuhan jamur.

Pastikan untuk menjemur kedua sisi bantal secara bergantian agar kering merata dan semua bagian terpapar sinar matahari. Selama proses penjemuran, tepuk-tepuk bantal sesekali untuk membantu mengeluarkan debu dan kotoran yang terperangkap di dalamnya.

Mengangin-anginkan Bantal untuk Menghilangkan Bau Apek

Selain menjemur di bawah sinar matahari, mengangin-anginkan bantal secara teratur juga merupakan cara sederhana namun efektif untuk menjaga kesegaran dan menghilangkan bau apek. Proses ini memungkinkan sirkulasi udara yang baik, membantu mengurangi kelembapan yang bisa menyebabkan bau tidak sedap.

Meskipun tidak sekuat sinar matahari dalam membunuh kuman, mengangin-anginkan bantal di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik sangat penting. Hal ini membantu mencegah bau apek kembali muncul setelah bantal dicuci atau dijemur.

Proses pengeringan yang sempurna setelah pencucian adalah kunci untuk menghindari bau apek dan pertumbuhan jamur. Pastikan bantal benar-benar kering sebelum digunakan kembali, baik dengan diangin-anginkan maupun menggunakan pengering.

Menepuk-nepuk Bantal untuk Mengeluarkan Debu

Debu dan kotoran halus seringkali terperangkap di dalam serat bantal, yang dapat memicu alergi dan masalah pernapasan. Menepuk-nepuk bantal secara rutin adalah cara sederhana untuk mengeluarkan partikel-partikel ini tanpa perlu mencucinya secara menyeluruh.

Saat menjemur bantal di bawah sinar matahari, manfaatkan kesempatan tersebut untuk menepuk-nepuknya. Tindakan ini akan membantu melepaskan debu dan kotoran yang menumpuk, sekaligus mengembalikan sedikit volume pada bantal.

Untuk hasil yang lebih optimal, Anda juga bisa menggunakan vacuum cleaner dengan sikat lembut untuk menyedot debu dan partikel kecil lainnya yang mungkin menjadi sumber bau apek. Lakukan ini secara berkala untuk menjaga kebersihan bantal.

Mencuci Sarung Bantal Secara Rutin dengan Deterjen Ringan

Sarung bantal dan guling adalah lapisan pertama yang bersentuhan langsung dengan tubuh, sehingga sangat rentan menumpuk kotoran, minyak, keringat, dan sel kulit mati. Oleh karena itu, mencuci sarung bantal secara rutin setiap minggu sangat penting untuk menjaga kebersihan dan higienitas.

Gunakan deterjen cair yang ringan dan hindari penggunaan pemutih atau bahan kimia keras yang dapat merusak kualitas kain dan berpotensi menimbulkan iritasi kulit. Pilih siklus pencucian lembut (gentle cycle) dengan air hangat atau dingin jika menggunakan mesin cuci.

Pastikan proses pembilasan dilakukan hingga benar-benar bersih dari sisa deterjen. Setelah itu, keringkan sarung bantal hingga sempurna, baik dengan diangin-anginkan atau menggunakan pengering, untuk mencegah bau apek dan pertumbuhan jamur.

5 Pertanyaan dan Jawaban

1. Seberapa sering bantal dan guling sebaiknya dicuci?

Bantal dan guling idealnya dicuci setiap 3–6 bulan sekali, tergantung intensitas penggunaan dan kondisi lingkungan. Namun, sarung bantal dan guling sebaiknya dicuci minimal seminggu sekali karena bersentuhan langsung dengan kulit, keringat, dan minyak tubuh setiap hari.

2. Apa penyebab utama bantal menjadi kuning dan berbau apek?

Bantal menguning dan berbau apek umumnya disebabkan oleh keringat, minyak tubuh, air liur, serta kelembapan yang terperangkap di dalam serat bantal. Kondisi lembap ini memicu pertumbuhan bakteri, jamur, dan tungau yang menghasilkan bau tidak sedap.

3. Apakah baking soda aman digunakan untuk mencuci bantal?

Ya, baking soda aman digunakan untuk mencuci bantal karena bersifat lembut dan alami. Baking soda efektif mengangkat noda kuning, menyerap bau, serta tidak merusak serat kain, sehingga cocok digunakan untuk perawatan bantal dan guling secara rutin.

4. Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada bantal tanpa mesin cuci?

Bau apek pada bantal dapat dihilangkan dengan menyemprotkan larutan cuka dan air, lalu mengangin-anginkan atau menjemurnya di bawah sinar matahari. Kombinasi udara segar dan sinar UV membantu menetralkan bau serta membunuh kuman penyebab aroma tidak sedap.

5. Apakah menjemur bantal di bawah sinar matahari benar-benar efektif?

Menjemur bantal di bawah sinar matahari sangat efektif karena sinar ultraviolet mampu membunuh bakteri, jamur, dan tungau debu. Selain itu, panas matahari membantu menguapkan kelembapan berlebih yang menjadi penyebab bau apek dan kerusakan bantal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|