Cara Mudah Tanam Melon Bagi Pemula untuk Omzet Menggiurkan

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Cara mudah tanam melon bagi pemula kini semakin diminati seiring meningkatnya kebutuhan buah segar dan peluang usaha pertanian skala kecil. Melon dikenal sebagai komoditas hortikultura bernilai jual tinggi, dengan permintaan pasar yang relatif stabil sepanjang tahun. Kondisi ini membuat melon tidak hanya cocok ditanam oleh petani berpengalaman, tetapi juga oleh pemula yang ingin memulai budidaya dari rumah.

Mungkin banyak orang mengira menanam melon membutuhkan lahan luas dan teknik rumit. Padahal, dengan metode yang tepat, melon bisa dibudidayakan di pekarangan, kebun kecil, bahkan dengan sistem polybag atau pot. Kunci utamanya terletak pada pemahaman tahapan tanam, perawatan, serta pengendalian risiko sejak awal penanaman. Hal itu seperti yang diutarakan Rini (40), pemilik perkebunan melon Hidroponik ‘Rindu Farm’ di Klaten saat dihubungi Liputan6.com melalui daring pada Minggu, 25 Januari 2026.

“Menanam melon dalam pot juga bisa, di pekarangan rumah misalnya, nggak perlu lahan yang luas untuk bertanam melon,” ujar Rini.

Melalui penerapan cara mudah tanam melon bagi pemula yang tepat dapat meningkatkan hasil panen sekaligus membuka peluang omzet menggiurkan dari budidaya rumahan. Berikut panduan lengkap yang disusun secara bertahap dan praktis sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, termasuk pengalaman Rini sebagai petani Klaten yang sukses belajar budidaya secara otodidak sejak April 2024 hingga kini berhasil memiliki agrowisata Melon di atas tanah seluas 2.000 meter persegi.

1. Memilih Varietas Melon yang Mudah Dibudidayakan

Langkah awal yang menentukan keberhasilan budidaya melon adalah pemilihan varietas. Untuk pemula, disarankan memilih jenis melon yang adaptif terhadap iklim lokal dan memiliki ketahanan penyakit yang baik. Varietas seperti melon golden, melon sky rocket, atau melon action dikenal relatif mudah dirawat dan cepat panen.

Pemilihan varietas juga berkaitan langsung dengan target pasar. Melon dengan rasa manis stabil dan bentuk seragam lebih mudah dipasarkan, baik ke pedagang lokal maupun konsumen langsung. Dengan varietas yang tepat, risiko gagal panen bisa ditekan sejak awal.

Selain itu, pastikan benih berasal dari produsen tepercaya dan memiliki label resmi. Benih berkualitas tinggi akan meningkatkan daya tumbuh, keseragaman tanaman, serta potensi hasil panen yang maksimal.

Seperti halnya Rini, ia dan suaminya biasanya membeli bibit melon melalui sistem online untuk jenis honey globe, lavender, kirani, dan the blues. Melon-melon ini termasuk yang cukup popular dibudidayakan selain jenis Inthanon.

“Saya biasanya menyemai benih sendiri ya, jadi kami (dan suami) beli bibit melalui online. Saat ini saya menanam sekitar 2000 tanaman melon jenis honey globe, lavender, kirani, dan the blues,” Rini bercerita.

2. Menyiapkan Media Tanam yang Subur dan Gembur

Media tanam berperan besar dalam mendukung pertumbuhan akar melon. Tanah ideal untuk melon adalah tanah yang gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase baik. Tanah yang terlalu padat atau mudah tergenang air dapat menyebabkan akar busuk.

Untuk budidaya rumahan, media tanam bisa dibuat dari campuran tanah, pupuk kandang matang, dan sekam padi dengan perbandingan seimbang. Campuran ini membantu menjaga kelembapan sekaligus menyediakan nutrisi awal bagi tanaman.

Sebelum digunakan, media tanam sebaiknya diangin-anginkan selama beberapa hari untuk mengurangi patogen. Tahapan ini sering diabaikan pemula, padahal sangat penting dalam cara mudah tanam melon bagi pemula agar tanaman tumbuh sehat sejak awal.

3. Proses Penyemaian Benih yang Benar

Penyemaian benih melon bertujuan mendapatkan bibit yang kuat dan seragam. Diutarakan Rini, untuk menanam melon dibutuhkan ketelitian dalam setiap prosesnya agar hasilnya maksimal. 

“Pertama benih kita rendam di air dengan panas suam kuku selama 5-6 jam, dalam keadaan tertutup rapat. Terus kita saring, kita taruh di kanebo ato lap makan (kalau bahasa orang desa) kita bungkus,” cerita Rini.

“Setelah itu taruh di dalam panci atau  toples dan ditutup rapat.  Toples kita masukkan ke dalam plastik hitam. Kita taruh di dalam ruang agar tidak terkena sinar matahari selama 24 jam. Tujuannya biar muncul akat atao menjadi kecambah. Setelah muncul kecambah kita pindah ke media rockwool,” Rini menambahkan.

4. Teknik Penanaman di Lahan atau Polybag/Pot

Seperti Rini yang menerapkan teknik hidroponik sistem NFT untuk 2000 melon beragam varietas di perkebunannya, jadi untuk memulai budidaya buah yang satu ini diperlukan teknik penanaman amu di lahan atau pot/polybag.

Ya, menanam melon bisa dilakukan di lahan terbuka maupun polybag besar. Jarak tanam perlu diperhatikan agar tanaman tidak saling berebut nutrisi dan cahaya. Untuk lahan, jarak ideal berkisar 60–70 cm antar tanaman.

Jika menggunakan polybag, pilih ukuran minimal 40 cm agar akar dapat berkembang optimal. Setiap polybag cukup ditanami satu bibit melon untuk hasil terbaik.

Penanaman yang rapi dan teratur akan memudahkan perawatan ke depannya. Teknik ini menjadi bagian penting dari cara mudah tanam melon bagi pemula yang ingin hasil panennya optimal.

5. Pola Pemupukan yang Efektif

Pemupukan dilakukan secara bertahap sesuai umur tanaman. Pupuk dasar diberikan saat tanam, lalu dilanjutkan pupuk susulan yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium sesuai fase pertumbuhan.

Di utarakan Rini, pemupukan menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya melon di pot. Namun biasanya anggaran terbesar dari budidaya melon adalah pupuk. Jadi untuk menghemat biaya tanpa mengurangi hasil, menggunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk NPK sesuai fase pertumbuhan mungkin bisa jadi solusi.

“Anggaran terbesar (menanam melon) itu ada di pupuk. Namun kalau kita bisa meracik pupuk AB Mix sendiri, pasti (biayanya) jauh lebih murah daripada kita beli di pasaran,” ungkap Rini.

“Cuma kalau untuk pemula mungkin begitu paham cara meracik pupuk AB mix sendiri. Jadi memang harus belajar sambal jalan,” tambah perempuan asal Klaten tersebut.

Perkiraan gambaran mix pupuk hemat dilansir dari beragam sumber:

  • Fase awal (0–2 minggu): fokus pupuk organik seperti kompos
  • Fase vegetatif (2–4 minggu): tambah NPK rendah nitrogen (misalnya NPK 15-15-15)
  • Fase berbunga & berbuah: dominasi pupuk tinggi fosfor dan kalium (misalnya NPK 16-16-24)

Trik hemat:

  • Campurkan pupuk organik dan NPK dengan rasio 70:30
  • Gunakan pupuk cair organik untuk mempercepat penyerapan
  • Jangan memberi pupuk berlebihan agar tanaman tidak terlalu rimbun

6. Penyiraman yang Efisien untuk Tanaman Melon

Melon membutuhkan air cukup, terutama pada fase awal pertumbuhan. Penyiraman dilakukan secara rutin, namun tidak berlebihan. Tanah yang terlalu basah justru memicu penyakit.

Pemupukan dilakukan secara bertahap sesuai umur tanaman. Pupuk dasar diberikan saat tanam, lalu dilanjutkan pupuk susulan yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium sesuai fase pertumbuhan. Manajemen air dan nutrisi yang tepat akan berdampak langsung pada ukuran, rasa, dan kualitas buah melon yang dihasilkan.

7. Pemangkasan dan Perawatan Agar Fokus Berbuah

Pemangkasan merupakan bagian penting dari cara mudah tanam melon bagi pemula yang sering diabaikan. Padahal, pemangkasan bertujuan mengarahkan nutrisi agar fokus pada pembentukan buah.

Pemula disarankan menyisakan satu hingga dua buah terbaik per tanaman. Dengan cara ini, ukuran buah bisa lebih besar dan rasa lebih manis karena nutrisi tidak terbagi ke terlalu banyak buah. Pengaturan buah yang tepat juga memudahkan perawatan dan meminimalkan risiko tanaman roboh, terutama pada budidaya di polybag atau lahan sempit.

“Biasanya pengecekan tandon nutrisi di lakukan pagi dan sore hari. Untuk perawatan juga bisa pagi sebelum bekerja dan sore setelah bekerja. Penyemprotan juga bisa dilakukan pagi dan sore hari,” jelas Rini.

8. Panen dan Peluang Untung

Tahap akhir dari cara mudah tanam melon bagi pemula adalah panen dan pemasaran. Melon siap panen biasanya ditandai dengan aroma harum, jaring kulit yang jelas, dan tangkai mulai retak. Menurut Rini, dari pembenihan hingga panen, rata-rata melon membutuhkan sekitar 60-70 hari setelah tanam namun tergantung varietas.

“Dari pembenihan - panen rata2 sekitar 60 - 70 hr. Tergantung jenis melon,” ujar Rini.

Selain itu panen yang tepat waktu sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa dan daya simpan buah. Adapun ciri melon matang antara lain aroma harum, warna kulit berubah, dan tangkai mulai mengering. Melon dengan kualitas baik memiliki nilai jual lebih tinggi dan diminati konsumen. Dengan perawatan dan pemupukan yang tepat, satu tanaman melon di pot bisa menghasilkan 2–4 buah.

Seperti Rini, biasanya 1 buah melon di perkebunannya, memiliki berat 1 sampai 2,5 kilogram, bisa didapatkan dengan petik sendiri di kebun atau beli di pasaran.

“Kalau petik sendiri di kebun saya (Rindu Farm), biasanya harganya Rp25.000 per kg beratnya 1 buah sekitar 1-2,5 kg. Sementara kalau diambil bakul harganya Rp20.000 per kg. Lebih menguntungkan buat agrowisata,” ungkap Rini dengan antusias.

Pertanyaan dan Jawaban Singkat Seputar Topik

1. Apakah melon bisa ditanam di pot atau polybag?

Bisa, asalkan wadah cukup besar dan memiliki drainase baik.

2. Media tanam apa yang paling hemat untuk melon?

Campuran tanah, kompos, dan sekam padi atau cocopeat.

3. Bagaimana strategi pemupukan yang irit?

Mix pupuk organik dan NPK sesuai fase pertumbuhan.

4. Berapa lama melon siap panen?

Sekitar 70–90 hari setelah tanam.

5. Apakah budidaya melon di rumah menguntungkan?

Ya, karena biaya rendah dan potensi hasil panen tinggi.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|