Apakah Lele Bule Bisa Dimakan dan Aman Dikonsumsi? Intip Fakta Menariknya

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pertanyaan muncul, apakah lele bule bisa dimakan seperti lele biasa?  Ya, seperti diketahui, ikan lele, dengan tekstur dagingnya yang lembut dan kaya protein, telah lama menjadi lauk favorit di meja makan masyarakat Indonesia. Namun, kemunculan varietas lele bule atau lele albino seringkali memicu pertanyaan apakah jenisikan tersebut aman dikonsumsi? Keraguan ini wajar mengingat penampilannya yang berbeda, seringkali dikaitkan dengan ikan hias.

Persepsi dan informasi yang beredar di masyarakat mengenai lele bule memang beragam, mulai dari mitos hingga kekhawatiran akan keamanannya. Artikel ini mengulas terkait lele bule, dari identifikasi fisik hingga potensi konsumsinya, berdasarkan informasi yang akurat dan terpercaya. Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang komprehensif agar masyarakat tidak lagi ragu untuk mengonsumsi lele jenis ini.

Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi keraguan tentang apakah lele bule bisa dimakan dan bagaimana memastikan kualitasnya untuk konsumsi. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (3/2/2026).

1. Lele Bule Aman untuk Dikonsumsi?

Dilansir dari Jurnal Pasific Northwest National Laboratory Nuclear Regulatory Commission, Lele bule (ikan lele putih) bisa dimakan karena, pernyataan “Ikan lele putih sangat enak dimakan” menunjukkan bahwa secara umum daging lele bule dianggap lezat dan layak sebagai makanan, sama seperti jenis lele lainnya yang biasa dikonsumsi. Hal ini mengindikasikan bahwa warna putihnya bukanlah tanda bahwa ikan tersebut beracun atau tidak layak dimakan, melainkan hanya variasi warna yang tetap termasuk dalam kategori ikan konsumsi.

Selain itu, sumber tersebut juga menyebutkan jenis umpan dan metode memancing yang umum digunakan untuk lele bule, yang menyatakan bahwa ikan ini termasuk dalam jenis ikan tangkapan konsumsi rekreasi (bukan hanya ikan hias). Dengan demikian, selama lele bule berasal dari sumber yang aman dan diproses serta dimasak dengan benar, ikan ini aman dan layak dimakan seperti lele pada umumnya.

Hal itu selaras dengan pernyataan yang dilansir dari laman Fish and Wildlife di mana ikan lele putih, meski tidak sepopuler ikan lele warna lain, kualitas sama bagus jika dikonsumsi. Jadi jika berpatokan pada sumber referensi tadi, secara umum, lele bule dapat dimakan dan merupakan sumber protein hewani yang baik, sama seperti jenis ikan lele lainnya.

Meskipun harus diakui, di beberapa daerah termasuk Indonesia, lele bule juga memiliki sejarah dan mitos tersendiri terkait larangan dikonsumsi.  Namun apapun itu, semua kembali ke soal kepercayaan dan selera.

2. Tekstur Daging Ikan Bule

Daging lele, termasuk lele bule, dikenal memiliki rasa yang ringan dan lembut, mirip dengan ikan putih lainnya. Karakteristik rasa ini membuatnya sangat fleksibel untuk diolah menjadi berbagai masakan. Lele yang dibudidayakan secara khusus umumnya memiliki rasa yang lebih bersih dan sedikit manis, berbeda dengan lele liar yang terkadang memiliki aroma tanah karena habitatnya.

Untuk memaksimalkan citarasa dan menghilangkan potensi bau amis, pengolahan yang tepat sangat disarankan. Salah satu cara efektif adalah merendam lele dengan perasan jeruk nipis atau bahan asam lainnya sebelum dimasak. Proses perendaman ini tidak hanya membantu menghilangkan bau amis, tetapi juga dapat membuat tekstur daging menjadi lebih kenyal dan lezat saat disantap.

Setelah proses perendaman, lele bule dapat diolah menjadi beragam hidangan populer di Indonesia, seperti lele goreng yang renyah, lele bakar dengan bumbu meresap, atau bahkan sup lele yang hangat dan gurih. Memasak hingga matang sempurna adalah langkah krusial untuk memastikan keamanan konsumsi, terutama jika ada kekhawatiran mengenai parasit. Dengan teknik pengolahan yang benar, pengalaman menyantap lele bule akan menjadi nikmat dan tanpa kekhawatiran.

3. Karakteristik Lele Bule

Secara karakteristik, lele bule mudah dikenali dari warna tubuhnya yang khas. Ikan ini memiliki pigmen warna putih atau putih kemerahan, terkadang disertai corak belang yang menjadikannya terlihat unik dibandingkan lele hitam biasa. Warna cerah ini adalah hasil dari kondisi albino, di mana produksi melanin pada tubuh ikan sangat minim atau tidak ada sama sekali.

Lele bule memiliki bentuk tubuh yang tidak jauh berbeda dengan jenis lele lainnya yang umum ditemukan. Tubuhnya memanjang, dilengkapi dengan empat pasang kumis yang menjadi ciri khas ikan lele, dan juga memiliki patil di bagian depan sirip dada sebagai mekanisme pertahanan diri. Perbedaan utama terletak pada warna kulitnya, bukan pada struktur anatomi dasar yang memengaruhi kualitas daging atau keamanannya.

Keunikan warna inilah yang seringkali membuat lele bule lebih banyak dimanfaatkan sebagai ikan hias, terutama di kalangan penggemar akuarium. Daya tarik visualnya yang mencolok menjadikannya pilihan menarik untuk memperindah tampilan akuarium, bahkan dengan nilai jual yang bisa lebih tinggi dibandingkan lele konsumsi biasa. Namun, penting untuk diingat bahwa di balik penampilannya yang menawan, lele bule tetaplah ikan lele dengan karakteristik biologis yang sama.

4. Popularitas Sebagai Ikan Hias

Warna putih lele bule yang menarik seringkali menjadikannya pilihan populer sebagai ikan hias. Di pasar ikan hias, lele albino bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan lele konsumsi biasa, menunjukkan daya tarik estetikanya yang kuat bagi para kolektor atau penghobi akuarium.

Popularitas lele bule juga didukung oleh fakta bahwa ikan ini relatif mudah didapat dan dapat dipelihara dengan perawatan sederhana, seperti pemberian pakan umum tersedia dan kondisi udara yang tidak terlalu rumit. Banyak penghobi memilih lele bule karena daya tarik visualnya yang kuat serta kemampuan bertahan hidup yang baik, meski dalam kondisi akuarium yang tidak terlalu ideal.

Keunikan warna dan karakteristiknya yang berbeda-beda membuat lele bule sering menjadi “pembicaraan” di komunitas ikan hias, sehingga permintaan terhadapnya terus meningkat, terutama di kalangan penggemar ikan eksotik dan kolektor.  

5. Fakta-Fakta Penting tentang Lele Bule

Berikut beberapa fakta penting tentang lele bule:

  • Bukan lele beracun

Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan lele bule mengandung racun alami.

  • Tidak selalu albino Tidak semua lele bule adalah albino

banyak yang hanya mengalami perubahan warna akibat lingkungan.

  • Kualitas daging dipengaruhi udara dan pakan

Bau amis atau lumpur lebih dipengaruhi kondisi kolam, bukan warna tubuh.

  • Dapat dibudidayakan secara komersial

Beberapa peternak bahkan sengaja membudidayakan lele berwarna cerah di kolam air mani.Aman setelah dikonsumsi, dimasak dengan sempurna Seperti ikan lainnya, lele bule harus dimasak hingga matang untuk memastikan keamanan pangan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lele Bule

1. Apakah lele bule aman untuk dikonsumsi manusia?

Ya, lele bule atau lele albino aman untuk dikonsumsi manusia. Secara biologis, ikan ini sama dengan lele biasa dan merupakan sumber protein yang baik. Keamanan konsumsi sangat bergantung pada sumber budidaya yang bersih dan proses memasak hingga matang sempurna.

2. Bagaimana cara memastikan lele bule layak konsumsi?

Perhatikan kesegaran, bau, kondisi fisik, dan pastikan dimasak hingga matang.

3. Bagaimana cara mengolah lele bule agar rasanya enak dan tidak amis?

Untuk mendapatkan rasa terbaik dan menghilangkan bau amis, disarankan merendam lele bule dengan perasan jeruk nipis atau bahan asam lainnya sebelum dimasak. Setelah itu, lele bisa digoreng, dibakar, atau dijadikan sup, pastikan dimasak hingga matang sempurna.

4. Apakah lele bule lebih sering dijadikan ikan hias daripada konsumsi?

Ya, karena warnanya yang putih atau putih kemerahan yang menarik, lele bule seringkali dimanfaatkan sebagai ikan hias dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar ikan hias. Namun, secara genetik dan biologis, lele bule tetap dapat dimakan.

5. Apa itu lele bule?

Lele bule adalah lele dengan warna tubuh pucat atau keputihan akibat faktor genetik atau lingkungan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|