Cara Menetaskan Telur Tanpa Mesin Tetas, Mudah Dilakukan di Rumah

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Cara menetaskan telur tanpa mesin tetas menjadi alternatif praktis bagi peternak rumahan. Dengan memperhatikan suhu dan kelembapan secara rutin, telur tetap hangat dan aman tanpa alat modern. Teknik sederhana ini dapat meningkatkan peluang keberhasilan penetasan.

Selain itu, cara menetaskan telur tanpa mesin tetas juga menuntut perhatian pada posisi dan rotasi telur. Menggunakan kotak kayu atau kain bersih untuk menjaga kestabilan suhu bisa membantu embrio berkembang optimal.

Pemilihan telur unggul menjadi faktor penting dalam cara menetaskan telur tanpa mesin tetas. Telur segar tanpa retak serta pengamatan rutin meningkatkan kemungkinan menetas dengan sukses, sekaligus hemat biaya dan edukatif.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menetaskan telur tanpa mesin tetas, Rabu (4/2/2026).

Metode Menetaskan Telur Tanpa Mesin Tetas

Menetaskan telur ayam tanpa mesin tetas bisa dilakukan melalui beberapa pendekatan, mulai dari memanfaatkan insting alami induk ayam hingga menciptakan lingkungan penetasan buatan. Setiap metode memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing, sehingga pemilihan cara sebaiknya disesuaikan dengan skala kebutuhan dan ketersediaan sumber daya.

Salah satu cara paling alami adalah membiarkan induk ayam mengerami telurnya sendiri. Induk ayam akan menjaga telur tetap hangat selama ±21 hari hingga menetas. Setelah menetas, induk ayam juga akan merawat anak-anak ayamnya hingga sekitar 65 hari, sehingga metode ini memberikan keuntungan tambahan berupa perawatan alami bagi anak ayam.

Selain induk ayam, unggas lain seperti itik, entok, atau ayam kalkun juga dapat digunakan sebagai induk pengganti. Telur ayam tetap dapat menetas meski dierami oleh unggas ini, dengan cara pengeraman yang hampir sama. Yang penting adalah menyiapkan sarang yang nyaman agar proses pengeraman berlangsung optimal.

Membuat Inkubator Sederhana dari Kardus dan Lampu

Membuat inkubator dari kardus bekas adalah cara praktis dan inovatif untuk menetaskan telur tanpa mesin tetas. Konsep dasarnya adalah meniru kondisi pengeraman alami, terutama menjaga suhu dan kelembaban, dengan menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Persiapan yang matang akan sangat menentukan keberhasilan penetasan.

Cara Membuat dan Menyiapkan Inkubator Kardus

1. Siapkan Bahan dan Peralatan

Gunakan kardus bekas berukuran sekitar 40 x 40 x 40 cm. Siapkan lampu pijar 5 watt, kabel, saklar, stop kontak, termometer, wadah air, sekam atau koran sebagai alas telur, dan cutter atau alat potong.

2. Buat Ventilasi dan Pasang Lampu

Lubangi kardus: satu lubang atas 6 x 6 cm dan dua lubang samping diameter 1 cm untuk ventilasi. Pasang lampu dengan kabel, letakkan telur jauh dari lampu agar tidak terlalu panas.

3.  Siapkan Alas dan Sarang Telur

Pasang sekam setebal ±5 cm sebagai alas dan tambahkan koran di atasnya. Telur diletakkan di atas alas ini agar stabil dan hangat.

4. Atur Suhu dan Kelembaban

Pantau suhu menggunakan termometer, idealnya 37–38°C. Jaga kelembaban 45–55%, tambahkan air dalam wadah jika kelembaban <45%, dan hindari >55% agar embrio tidak mati.

5. Perawatan Telur

Balik telur 2–3 kali sehari mulai hari ke-2 atau ke-3 hingga hari ke-18. Tindakan ini mencegah kuning telur menempel ke cangkang dan memastikan perkembangan embrio optimal.

Faktor Penting untuk Keberhasilan Penetasan

Keberhasilan penetasan telur, baik secara alami maupun buatan, sangat bergantung pada beberapa faktor kunci. Mengabaikan salah satunya dapat menurunkan tingkat keberhasilan secara signifikan. Berikut faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan:

1. Pemilihan Telur Berkualitas

Telur yang akan ditetaskan harus fertil, yaitu berasal dari proses pembuahan antara induk betina dan pejantan. Telur non-fertil yang dijual di pasaran tidak dapat ditetaskan. Telur fertil bisa diperoleh dari ayam sendiri atau toko daring yang menyediakan telur untuk penetasan.

2. Bentuk, Ukuran, dan Usia Telur

Telur ideal memiliki bentuk oval dengan perbandingan panjang dan lebar sekitar 2:3. Berat telur ayam petelur yang cocok untuk ditetaskan berkisar 50–65 gram, karena telur lebih ringan berisiko gagal menetas. Usia telur juga penting, sebaiknya maksimal 10 hari, lebih bagus jika 5 hari agar embrio tetap sehat.

3. Kebersihan Telur

Telur harus bersih dari kotoran. Bersihkan dengan kain atau spons kering secara perlahan dan hindari penggunaan air biasa, karena air dapat masuk ke pori-pori telur dan memicu pertumbuhan bakteri. Jika menggunakan air, sebaiknya dicampur larutan formalin atau antiseptik.

4. Pemantauan Perkembangan Embrio

Setelah masuk masa pengeraman, pemantauan embrio sangat penting. Gunakan metode candling pada hari ke-4 atau ke-5 untuk memastikan telur berkembang atau mati. Telur yang tidak fertil atau embrio gagal berkembang dapat dipisahkan melalui proses ini.

Q & A Seputar Topik

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menetaskan telur ayam?

Proses penetasan telur ayam secara alami membutuhkan waktu sekitar 21 hari hingga telur menetas sempurna.

Apa saja metode menetaskan telur tanpa mesin tetas?

Ada beberapa metode, yaitu pengeraman alami oleh induk ayam, menggunakan unggas lain sebagai induk pengganti, atau membuat inkubator sederhana dari kardus dan lampu.

Bagaimana cara membuat inkubator sederhana dari kardus?

Siapkan kardus (40x40x40 cm), buat lubang ventilasi, pasang lampu pijar, siapkan alas sekam/koran, atur suhu 37-38°C, jaga kelembaban 45-55%, dan lakukan pembalikan telur.

Berapa suhu dan kelembaban ideal untuk penetasan telur ayam?

Suhu pengeraman telur ayam yang ideal adalah 37-38 derajat Celcius, dengan kelembaban berkisar 45-55% pada minggu pertama.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|