Kelebihan dan Kekurangan Atap Genteng, Benarkah Bisa Tahan 100 Tahun?

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Atap merupakan salah satu elemen krusial dalam sebuah bangunan yang berfungsi sebagai pelindung utama dari berbagai kondisi cuaca. Pemilihan material atap yang tepat sangat menentukan kenyamanan, keamanan, dan estetika rumah Anda. Setiap jenisnya, memiliki kelebihan dan kekurangan atap genteng.

Di antara berbagai pilihan material, atap genteng menjadi salah satu opsi yang populer dan banyak dipertimbangkan oleh pemilik rumah serta pengembang properti.

Atap genteng dikenal indah dan sangat tahan lama. Pilihan warna genteng pun semakin beragam, mulai dari merah, cokelat, hingga abu-abu. Variasi bahan dan warna ini membuat atap genteng cocok untuk berbagai gaya rumah, baik klasik maupun modern.

Atap genteng sangat ideal untuk daerah bercuaca panas atau lingkungan dengan udara asin seperti wilayah pesisir. Meski harganya relatif mahal dan bobotnya berat. Namun, benarkah genteng bisa tahan hingga 100 tahun? Simak ulasannya yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (4/2/2026).

Jenis-Jenis Atap Genteng

Tanah Liat (Clay): Meski lebih mahal dibanding atap aspal, genteng tanah liat memiliki usia pakai jauh lebih lama sehingga biaya pemasangan bisa terbayar seiring waktu.

Beton (Concrete): Genteng beton umumnya tidak setahan genteng tanah liat, tetapi harganya lebih terjangkau dan bobotnya lebih ringan.

Batu Sabak (Slate): Walaupun berharga tinggi, genteng sabak tersedia dalam berbagai warna dan gaya yang cocok untuk beragam desain rumah, dari klasik abad pertengahan hingga gaya Eropa modern.

Logam (Metal): Atap logam tersedia dalam berbagai jenis bahan seperti tembaga, aluminium, seng, dan baja.

Komposit (Composite): Terbuat dari polietilena, genteng komposit menyerupai genteng tanah liat atau beton, namun lebih tahan pecah.

Surya (Solar): Genteng fotovoltaik adalah panel surya mini yang tampilannya mirip genteng biasa, tetapi mampu menghasilkan listrik untuk kebutuhan rumah.

Kelebihan Atap Genteng

Melansir The Spruce, atap genteng bisa bertahan lebih dari 100 tahun, terutama jika dipasang di iklim yang sesuai. Genteng tanah liat dan beton dikenal tahan terhadap hujan es, angin kencang, bahkan api, serta umumnya dilengkapi garansi hingga 50 tahun atau lebih. Model genteng modern kini dibuat dalam bentuk lembaran, sehingga pemasangannya lebih praktis.

Selain itu, genteng termasuk material atap yang ramah lingkungan karena terbuat dari mineral alami, bukan bahan sintetis, dan dapat dihancurkan serta didaur ulang. Bobotnya yang berat juga membantu menjaga suhu dalam rumah tetap stabil karena mampu menyimpan panas dan dingin lebih lama.

Kekurangan Atap Genteng

Pemasangan atap genteng memerlukan tukang profesional berpengalaman, yang otomatis meningkatkan biaya. Proses pemasangan harus sangat presisi agar tidak terjadi kebocoran.

Struktur bangunan juga harus kuat karena bobot genteng sangat berat, bisa mencapai 2.000 pon per 100 kaki persegi untuk genteng tanah liat dan sekitar 700 pon untuk genteng beton, jauh lebih berat dibanding atap aspal.

Meski awet, genteng dari tanah liat, beton, atau sabak tetap bisa retak jika terkena benturan keras, seperti dahan pohon jatuh atau diinjak. Biaya perbaikan pun tergolong mahal, dan atap genteng hanya cocok untuk atap dengan kemiringan curam, minimal 4:12, sehingga tidak bisa digunakan pada semua jenis rumah.

Daya Tahan dan Umur Panjang Atap Genteng

Atap genteng dikenal luas karena daya tahannya yang luar biasa dan kemampuannya untuk bertahan selama beberapa dekade. Dalam beberapa kasus, genteng bahkan dapat bertahan hingga dan terkadang lebih dari 100 tahun, bahkan lebih lama dari dek di bawahnya.

Material ini tahan terhadap api, serangga, dan pembusukan, serta mampu menahan kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, hujan es, dan angin kencang. Daya tahan ini menjadikan atap genteng sebagai investasi jangka panjang yang dapat mengurangi frekuensi penggantian atap dibandingkan jenis material lain seperti sirap aspal.

Genteng beton, sebagai salah satu varian, juga menawarkan daya tahan yang signifikan, dengan perkiraan umur setidaknya 50 tahun jika dirawat dengan baik. Kemampuan genteng untuk menjaga integritas strukturalnya dalam berbagai kondisi lingkungan menjadikannya pilihan yang andal untuk perlindungan rumah Anda.

Estetika Menarik dan Perawatan Minimal

Salah satu daya tarik utama atap genteng adalah estetika yang ditawarkannya. Atap genteng tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna, sehingga mudah disesuaikan dengan gaya rumah Anda. Genteng dapat disesuaikan untuk menciptakan pola dan desain unik yang dapat meningkatkan keindahan rumah Anda, menjadikannya salah satu sistem atap yang paling indah.

Selain tampilannya yang menawan, atap genteng juga dikenal karena perawatannya yang relatif rendah. Material ini membutuhkan perawatan minimal dan dapat dengan mudah diperbaiki atau diganti jika terjadi kerusakan. Genteng juga tahan terhadap serangga dan pembusukan, serta tidak menghasilkan suara bising saat dihantam hujan atau angin.

Kompleksitas Pemasangan dan Kerapuhan Atap Genteng

Pemasangan atap genteng yang benar sangat penting untuk memastikan umur panjang dan daya tahan atap Anda. Pemasangan yang tidak tepat dapat menyebabkan kebocoran dan masalah lainnya. Perlu diingat bahwa atap genteng akan bocor, dan air akan melewati genteng; lapisan bawah (underlayment) yang melakukan tugas berat dalam kedap air pada atap.

Meskipun atap genteng tahan lama, namun material ini bisa rapuh. Berjalan di atas atap genteng atau menjatuhkan benda berat di atasnya dapat menyebabkan kerusakan. Genteng mudah pecah atau retak, terutama jika terkena benda berat seperti ranting pohon atau batu. Oleh karena itu, kehati-hatian ekstra diperlukan selama proses pemasangan dan perawatan untuk menghindari kerusakan.

FAQ

Berapa lama atap genteng bisa bertahan?

Atap genteng dikenal sangat tahan lama dan dapat bertahan selama beberapa dekade, bahkan hingga 100 tahun atau lebih dalam beberapa kasus.

Apakah atap genteng hemat energi?

Ya, atap genteng memiliki sifat insulasi alami yang membantu menjaga suhu internal rumah tetap stabil, sehingga mengurangi penggunaan energi untuk pendinginan dan pemanasan.

Mengapa atap genteng lebih mahal?

Atap genteng lebih mahal karena daya tahan dan umur panjangnya yang superior dibandingkan material atap lainnya, menjadikannya investasi awal yang signifikan.

Apa saja risiko pemasangan atap genteng?

Pemasangan yang tidak tepat dapat menyebabkan kebocoran dan masalah lainnya, serta memerlukan struktur pendukung yang kuat karena bobotnya yang berat.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|