10 Inspirasi Fasad Jepang yang Cocok untuk Perumahan Indonesia, Cocok untuk Semua Tipe Hunian

8 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Inspirasi fasad Jepang menjadi salah satu pilihan yang banyak diterapkan pada rumah di Indonesia karena mampu menghadirkan tampilan yang sederhana sekaligus mudah dipadukan dengan berbagai bentuk bangunan. Konsep ini tidak hanya digunakan pada rumah baru, tetapi juga dapat diterapkan saat melakukan renovasi tanpa harus mengubah seluruh bagian bangunan.

Pemilik rumah kini memiliki banyak pilihan desain fasad yang dapat disesuaikan dengan ukuran lahan, kebutuhan keluarga, serta anggaran pembangunan. Beragam elemen pada rumah bergaya Jepang juga mudah ditemukan di pasaran sehingga proses penerapannya dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Sebagai gambarannya, berikut Liputan6 hadirkan 10 inspirasi fasad Jepang yang cocok diterapkan pada berbagai tipe hunian di Indonesia. Simak setiap inspirasinya, kami hadirkan sebagai referensi desain eksterior hunian yang cantik, Kamis (18/6).

1. Fasad dengan Dominasi Garis Horizontal

Model pertama mengutamakan susunan garis horizontal pada bagian depan rumah melalui penggunaan bilah kayu, roster, atau panel yang disusun memanjang. Tampilan seperti ini banyak ditemukan pada rumah bergaya Jepang karena mampu membentuk komposisi yang rapi tanpa memerlukan banyak elemen tambahan.

Inspirasi fasad Jepang ini cocok diterapkan pada rumah tipe kecil maupun rumah dua lantai karena garis horizontal dapat menyesuaikan ukuran bangunan. Desain tersebut juga mudah dipadukan dengan pagar sederhana sehingga bagian depan rumah tetap terlihat menyatu.

Saat memasang elemen horizontal, gunakan ukuran yang seragam agar susunannya tidak berubah. Pastikan jarak setiap panel dibuat konsisten sehingga tampilan fasad tetap tertata dan mudah dibersihkan ketika dilakukan perawatan rutin.

2. Fasad dengan Pintu Kayu Model Geser

Pintu kayu bergaya geser menjadi salah satu ciri rumah Jepang yang masih banyak digunakan hingga sekarang. Model ini dapat diterapkan pada pintu utama maupun pintu menuju teras sehingga bagian depan rumah terlihat lebih terbuka.

Konsep ini sesuai untuk berbagai tipe hunian di Indonesia karena tidak membutuhkan ruang ayun saat membuka pintu. Hal tersebut membuat area teras tetap dapat dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari tanpa mengganggu jalur keluar masuk rumah.

Saat memasang pintu geser, pastikan rel berada pada posisi yang rata sehingga pintu dapat bergerak dengan lancar. Bersihkan rel secara berkala agar debu tidak menghambat pergerakan pintu ketika digunakan setiap hari.

3. Fasad dengan Kombinasi Kayu dan Dinding Polos

Perpaduan panel kayu dengan bidang dinding polos menjadi salah satu pilihan yang sering diterapkan pada rumah bergaya Jepang. Komposisi tersebut mampu memberikan pembagian bidang yang mudah dipahami tanpa menambahkan banyak ornamen.

Inspirasi fasad Jepang ini cocok untuk rumah subsidi, rumah tipe menengah, maupun rumah dua lantai karena penerapannya dapat disesuaikan dengan luas bidang depan bangunan. Material kayu juga dapat dipasang pada sebagian area sehingga biaya pengerjaan lebih mudah dikendalikan.

Gunakan panel kayu pada titik yang mudah terlihat dari halaman depan. Pastikan pemasangan dilakukan secara lurus agar setiap sambungan terlihat rapi dan memudahkan proses perawatan dalam jangka panjang.

4. Fasad dengan Atap Bentuk Miring

Rumah Jepang banyak menggunakan atap dengan kemiringan yang jelas sehingga bagian depan bangunan memiliki bentuk yang mudah dikenali. Model tersebut dapat diterapkan pada rumah baru maupun saat mengganti bentuk atap lama.

Konsep ini sesuai diterapkan di Indonesia karena dapat dipadukan dengan berbagai ukuran bangunan. Bentuk atap juga mampu mengikuti desain rumah minimalis yang banyak dibangun pada kawasan perumahan saat ini.

Saat memasang atap, pastikan ukuran rangka disesuaikan dengan bentuk bangunan. Perhatikan pula posisi talang agar aliran air hujan dapat berjalan menuju saluran pembuangan tanpa mengganggu area teras.

5. Fasad dengan Teras yang Menyatu

Rumah Jepang banyak menghadirkan teras sebagai bagian yang menyatu dengan area depan rumah. Teras dapat digunakan untuk menerima tamu, bersantai, maupun menjadi ruang peralihan sebelum memasuki bagian dalam bangunan.

Inspirasi fasad Jepang ini cocok diterapkan pada rumah di Indonesia karena hampir semua tipe hunian memiliki area depan yang dapat dimanfaatkan sebagai teras. Penyesuaian ukuran juga dapat dilakukan tanpa mengubah struktur utama rumah.

Pastikan lantai teras memiliki ketinggian yang sama pada seluruh permukaan agar mudah digunakan. Tambahkan bangku sederhana jika ruang masih memungkinkan sehingga fungsi teras menjadi lebih maksimal.

6. Fasad dengan Jendela Berukuran Lebar

Jendela lebar menjadi bagian yang sering dijumpai pada rumah bergaya Jepang. Bukaan ini menghubungkan ruang dalam dengan halaman sehingga penghuni tetap dapat menikmati pemandangan di sekitar rumah.

Model tersebut cocok digunakan pada berbagai tipe rumah di Indonesia karena dapat diterapkan pada satu sisi bangunan maupun beberapa bagian depan rumah sesuai kebutuhan. Penempatan jendela juga membantu memanfaatkan cahaya pada siang hari.

Saat pemasangan dilakukan, pastikan posisi kusen berada dalam kondisi rata. Gunakan ukuran jendela yang menyesuaikan bidang dinding agar tampilan fasad tetap seimbang dari berbagai arah pandang.

7. Fasad dengan Pagar Kayu Sederhana

Pagar kayu menjadi bagian yang banyak digunakan pada rumah Jepang sebagai pembatas halaman depan. Bentuknya dibuat sederhana sehingga tidak menutupi tampilan utama bangunan.

Inspirasi fasad Jepang ini dapat diterapkan pada rumah tipe kecil hingga rumah dengan halaman yang lebih luas. Pagar juga dapat dipadukan dengan tanaman dalam pot tanpa mengurangi fungsi sebagai pembatas area rumah.

Pastikan tiang pagar dipasang dengan jarak yang sama agar susunannya tetap teratur. Lakukan pemeriksaan berkala pada sambungan sehingga pagar tetap berdiri dengan baik selama digunakan.

8. Fasad dengan Taman Depan Berukuran Kecil

Rumah Jepang sering memanfaatkan sisa lahan sebagai taman depan. Area tersebut tidak harus luas karena cukup digunakan untuk menempatkan tanaman dan jalur menuju pintu masuk.

Konsep ini cocok diterapkan pada kawasan perumahan Indonesia karena hampir setiap rumah masih memiliki ruang di bagian depan. Kehadiran taman juga membantu membentuk batas antara halaman dan bangunan.

Gunakan susunan tanaman yang mudah dirawat agar perawatan harian tidak memerlukan banyak waktu. Pastikan jalur menuju pintu tetap terbuka sehingga akses keluar masuk rumah berjalan tanpa hambatan.

9. Fasad dengan Warna Netral

Penggunaan warna netral menjadi bagian yang banyak diterapkan pada rumah bergaya Jepang. Warna tersebut digunakan pada dinding, kusen, pagar, hingga elemen pelengkap sehingga tampilan rumah terlihat serasi.

Inspirasi fasad Jepang ini sesuai untuk semua tipe hunian di Indonesia karena mudah dipadukan dengan berbagai bentuk atap maupun material bangunan yang sudah ada. Proses pengecatan ulang juga dapat dilakukan tanpa mengganti seluruh konsep rumah.

Saat memilih warna, gunakan satu warna utama kemudian tambahkan warna lain sebagai pelengkap pada beberapa bagian. Cara ini membantu menjaga keselarasan tampilan fasad dari depan rumah.

10. Fasad dengan Lampu Dinding Sederhana

Lampu dinding menjadi pelengkap yang sering dipasang pada rumah bergaya Jepang. Posisi lampu biasanya berada di dekat pintu utama, area teras, atau jalur menuju halaman depan.

Model ini cocok digunakan pada rumah di Indonesia karena pemasangannya dapat dilakukan tanpa mengubah bentuk bangunan. Kehadiran lampu juga membantu penghuni saat beraktivitas pada malam hari sekaligus memperjelas akses menuju pintu masuk.

Pastikan lampu dipasang pada titik yang mudah dijangkau ketika dilakukan perawatan. Gunakan posisi pemasangan yang tidak menghalangi jalur berjalan sehingga fungsi penerangan dapat dimanfaatkan setiap hari.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Inspirasi Fasad Jepang

1. Apa yang dimaksud dengan fasad rumah bergaya Jepang?

Fasad rumah bergaya Jepang merupakan desain bagian depan rumah yang mengutamakan bentuk sederhana melalui perpaduan kayu, dinding, bukaan, dan tata ruang yang mudah dipadukan dengan berbagai tipe hunian.

2. Apakah fasad Jepang cocok untuk rumah tipe kecil?

Ya. Konsep fasad Jepang dapat diterapkan pada rumah tipe kecil karena menggunakan elemen yang mudah disesuaikan dengan ukuran bangunan.

3. Material apa yang sering digunakan pada fasad Jepang?

Material yang sering digunakan antara lain kayu, batu, kaca, dinding, besi, serta atap dengan bentuk sederhana sesuai kebutuhan bangunan.

4. Bagaimana cara membuat rumah bergaya Jepang tanpa renovasi besar?

Pemilik rumah dapat mengganti tampilan depan melalui panel kayu, pagar sederhana, pintu geser, warna dinding, taman kecil, atau pencahayaan tanpa mengubah seluruh bangunan.

5. Mengapa inspirasi fasad Jepang banyak dipilih di Indonesia?

Karena konsepnya mudah diterapkan pada berbagai ukuran rumah, dapat dipadukan dengan desain yang sudah ada, serta sesuai untuk kebutuhan hunian di kawasan perumahan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|