7 Cara Membersihkan Lantai Lengket Meski Sudah Dipel, Pasti Kesat

5 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Lantai yang terasa tidak nyaman saat diinjak tentu sangat menjengkelkan, apalagi jika hal tersebut terjadi tepat setelah proses pembersihan selesai. Kondisi ini sering kali muncul akibat residu sabun yang menumpuk atau penggunaan alat pel yang kurang higienis, sehingga diperlukan langkah yang tepat sebagai cara membersihkan lantai lengket meski sudah dipel.

Memahami teknik yang benar akan membantu mengembalikan kilau alami lantai tanpa meninggalkan kesan kesat yang mengganggu di telapak kaki.

Artikel Liputan6.com ini akan mengulas secara mendalam mengenai berbagai alasan lantai tetap lengket setelah dipel yang sering kali tidak disadari dalam rutinitas harian. Selain itu, tersedia panduancara membersihkan lantai lengket meski sudah dipel yang mudah diterapkan menggunakan bahan-bahan sederhana di rumah.

1. Gunakan Takaran Cairan Pembersih yang Sesuai

Langkah pertama yang paling krusial adalah memperhatikan instruksi dosis pada kemasan produk pembersih. Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak sabun akan semakin bersih, padahal takaran berlebih justru meninggalkan sisa kimia yang membuat lantai terasa berat dan lengket. Gunakanlah tutup botol sebagai takaran pasti agar konsentrasi sabun tetap seimbang dengan volume air di dalam ember.

Jika lantai sudah terlanjur lengket akibat residu sabun yang menumpuk, sebaiknya kurangi penggunaan sabun pada sesi pembersihan berikutnya. Fokuslah pada penggunaan air yang lebih banyak untuk melarutkan sisa pembersih yang masih tertinggal di permukaan lantai. Dengan menyeimbangkan komposisi ini, lantai akan kembali kesat tanpa ada lapisan kimia yang mengganggu kenyamanan saat dipijak.

2. Manfaatkan Campuran Air Hangat dan Cuka Putih

Cuka putih dikenal sebagai bahan alami yang sangat efektif untuk memecah residu sabun dan lemak yang membandel. Campurkan setengah cangkir cuka ke dalam satu ember air hangat untuk mendapatkan larutan pembersih yang mampu mengangkat lapisan lengket secara instan. Air hangat berperan penting dalam melunakkan kotoran yang sudah mengeras, sementara asam pada cuka akan menetralisir sisa deterjen.

Penggunaan cuka putih untuk lantai juga merupakan solusi ramah lingkungan yang aman bagi keluarga. Aroma cuka yang menyengat akan hilang dengan sendirinya setelah lantai kering, meninggalkan permukaan yang benar-benar bersih dan bebas kuman. Cara ini sangat direkomendasikan jika metode pengepelan biasa tidak kunjung membuahkan hasil yang memuaskan.

3. Terapkan Metode Dua Ember untuk Kebersihan Maksimal

Metode dua ember adalah teknik sederhana namun berdampak besar pada hasil akhir pengepelan. Ember pertama diisi dengan larutan air sabun, sedangkan ember kedua hanya diisi dengan air bersih untuk membilas kain pel yang sudah kotor. Dengan cara ini, kotoran yang telah terangkat tidak akan bercampur kembali dengan air sabun yang digunakan untuk membersihkan area lantai selanjutnya.

Proses ini memastikan bahwa kain pel yang menyentuh lantai selalu dalam keadaan relatif bersih dan tidak membawa kembali polutan dari area sebelumnya. Meskipun memerlukan sedikit usaha lebih, teknik ini menjamin tidak ada perpindahan kotoran atau air keruh yang menjadi penyebab utama lantai terasa kumal dan lengket setelah proses pembersihan selesai dilakukan.

4. Ganti Air Pel Secara Berkala

Seringkali lantai tetap lengket karena air yang digunakan untuk mengepel sudah terlalu kotor dan jenuh dengan debu. Jangan memaksakan untuk membersihkan seluruh rumah dengan satu ember air jika warna air sudah terlihat keruh atau kecokelatan. Air yang kotor tidak lagi mampu mengikat sisa sabun, melainkan hanya akan meratakan kembali sisa kotoran ke seluruh permukaan ruangan.

Segeralah mengganti air di dalam ember dengan air baru yang jernih setiap kali selesai membersihkan satu atau dua area besar. Langkah ini memastikan bahwa setiap sudut ruangan mendapatkan pembersihan yang sama efektifnya. Lantai yang dipel dengan air jernih akan kering lebih cepat dan memberikan tekstur yang jauh lebih kesat dibandingkan menggunakan air yang sudah terkontaminasi kotoran.

5. Pilih Alat Pel Berbahan Microfiber

Jenis kain pel yang digunakan sangat mempengaruhi kemampuan dalam mengangkat residu lengket. Kain pel microfiber memiliki serat-serat halus yang mampu menangkap partikel kecil dan minyak jauh lebih baik daripada kain pel katun tradisional. Serat microfiber ini bekerja dengan cara mencengkeram kotoran di antara celah seratnya sehingga tidak meninggalkan jejak saat ditarik.

Selain daya serapnya yang tinggi, microfiber juga lebih mudah diperas hingga hampir kering, sehingga lantai tidak akan terlalu basah saat dipel. Kondisi lantai yang tidak terlalu lembap setelah dipel akan meminimalisir risiko munculnya bercak air atau tekstur lengket akibat penguapan air yang terlalu lama. Pastikan untuk selalu mencuci kain pel microfiber setelah digunakan agar performanya tetap terjaga.

6. Lakukan Pembilasan Akhir dengan Air Bersih

Pembilasan akhir adalah langkah yang paling sering dilewatkan namun sangat efektif untuk menghilangkan rasa lengket. Setelah lantai dipel menggunakan larutan pembersih, lakukanlah satu putaran pengepelan tambahan hanya dengan menggunakan air bersih tanpa campuran apapun. Tujuannya adalah untuk mengangkat seluruh sisa deterjen atau bahan kimia yang masih menempel di pori-pori lantai.

Proses bilas ini layaknya membilas tubuh setelah memakai sabun saat mandi agar tidak licin. Dengan memastikan tidak ada residu sabun yang tersisa, lantai akan terasa benar-benar murni dan kesat saat bersentuhan dengan kulit. Langkah sederhana ini secara drastis dapat mengubah hasil akhir lantai yang tadinya lengket menjadi sangat nyaman untuk dipijak.

7. Pastikan Lantai Kering Sempurna Sebelum Diinjak

Menginjak lantai yang masih dalam kondisi lembap adalah penyebab utama munculnya bekas kaki yang terasa lengket. Saat lantai masih basah, partikel debu dari telapak kaki atau udara akan lebih mudah menempel dan tercampur dengan sisa kelembapan yang menciptakan lapisan kotoran baru yang lengket. Oleh karena itu, sirkulasi udara yang baik sangat diperlukan selama proses pengeringan.

Bukalah jendela atau nyalakan kipas angin untuk mempercepat proses penguapan air di permukaan lantai secara merata. Jika diperlukan, gunakanlah lap kering atau alat pel kering (dry mop) untuk menyeka sisa air setelah proses pembilasan selesai. Lantai yang kering dengan cepat dan sempurna akan memiliki kilau yang lebih tahan lama serta bebas dari sensasi lengket yang tidak diinginkan.

Pertanyaan Umum tentang Topik

1. Mengapa lantai tetap lengket padahal sudah dipel berkali-kali?

Penyebab utamanya adalah penumpukan residu sabun akibat takaran pembersih yang berlebihan atau penggunaan kain pel yang sudah kotor. Sisa bahan kimia yang tertinggal di permukaan lantai akan mengering dan menciptakan lapisan lengket yang justru menarik debu.

2. Apakah boleh menggunakan cuka untuk semua jenis lantai?

Cuka sangat efektif mengangkat lemak, namun sebaiknya hindari penggunaan cuka pada lantai batu alam seperti marmer atau granit karena sifat asamnya dapat merusak lapisan pelindung. sedangkan untuk lantai keramik atau vinyil, campuran air dan cuka sangat aman dan disarankan.

3. Berapa takaran ideal cairan pembersih lantai yang benar?

Secara umum, gunakan hanya 1 - 2 tutup botol cairan pembersih untuk satu ember air (sekitar 5 liter). Mengikuti instruksi dosis pada kemasan sangat penting untuk mencegah munculnya residu lengket di kemudian hari.

4. Bagaimana cara menghilangkan rasa lengket karena tumpahan minyak?

Caranya dengan menaburkan bahan penyerap seperti baking soda atau tepung terigu di atas tumpahan sebelum dipel. Setelah itu, gunakan air hangat yang dicampur sabun cuci piring karena formulanya lebih kuat dalam memecah lemak dibandingkan pembersih lantai biasa.

5. Apakah air hangat lebih baik daripada air dingin untuk mengepel?

Ya, air hangat jauh lebih efektif dalam melarutkan sisa sabun yang membeku dan mengangkat noda berminyak. Suhu hangat membantu membuka pori-pori lantai sehingga kotoran yang terjebak di sela-sela lantai bisa terangkat dengan lebih maksimal

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|