7 Cara Mengatasi Serbet Dapur yang Bau Meski Sudah Dicuci, Ampuh dan Mudah

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Serbet dapur merupakan salah satu perlengkapan esensial yang hampir setiap hari digunakan dalam kegiatan memasak dan membersihkan. Namun, karena intensitas penggunaannya, serbet ini rentan menjadi kotor, berminyak, dan menimbulkan bau tidak sedap, bahkan setelah melalui proses pencucian. Kondisi ini tentu saja dapat mengurangi kenyamanan dan kebersihan di area dapur.

Bau apek pada serbet dapur seringkali disebabkan oleh penumpukan sisa minyak, makanan, dan kelembapan yang menjadi sarang ideal bagi bakteri. Minyak, yang bersifat hidrofobik, sulit larut sempurna dalam air, sehingga residu lemak sering tertinggal di serat kain, menyebabkan bau tengik dan bakteri tetap bertahan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa lap dapur bisa menjadi benda paling banyak menyimpan bakteri di rumah, bahkan lebih kotor dari kloset.

Untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan kesegaran serbet dapur Anda, ada beberapa cara ampuh dan mudah yang dapat diterapkan. Metode-metode ini memanfaatkan bahan-bahan yang umumnya tersedia di dapur, sehingga praktis dan ekonomis untuk menjaga serbet tetap bersih, wangi, dan bebas dari bakteri. Lantas bagaimana saja cara mengatasi serbet dapur yang bau meski sudah dicuci? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (3/2), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Rendaman Cuka, Garam, dan Lemon untuk Serbet Dapur yang Sangat Kotor

Kombinasi cuka, garam, dan lemon terbukti sangat efektif untuk membersihkan serbet yang sangat kotor atau berlemak, sekaligus menghilangkan bau tidak sedap yang membandel. Metode ini memanfaatkan sifat alami bahan-bahan dapur untuk membersihkan secara mendalam.

Lemon memiliki sifat astringen, pemutih, dan antibakteri yang kuat, sementara cuka dikenal dengan sifat penghilang bau dan antijamurnya, menjadikannya bahan pembersih organik yang sangat baik. Selain itu, cuka juga berperan penting dalam melarutkan residu deterjen, kotoran tubuh, dan pelembut kain yang mungkin menempel pada serat kain.

Untuk melakukannya, siapkan baskom, lalu masukkan garam, perasan lemon, dan sekitar 1 sendok makan cuka. Siram campuran ini dengan air panas, lalu aduk rata. Masukkan serbet kotor ke dalam larutan dan rendam selama kurang lebih 30 menit, atau beberapa jam untuk hasil maksimal. Setelah direndam, kucek serbet dengan lembut, bilas bersih di bawah air mengalir, dan keringkan di bawah sinar matahari.

2. Mengatasi Bau Serbet Dapur dengan Rendaman Baking Soda dan Sabun

Baking soda dikenal luas karena efektivitasnya dalam membuat kotoran rontok dan mengembalikan warna cerah pada kain. Bahan ini merupakan solusi alami yang aman untuk membersihkan serbet dapur dari noda dan bau apek.

Langkah pertama adalah membilas serbet dengan air yang cukup banyak, terutama jika terdapat noda membandel. Selanjutnya, rendam serbet dalam campuran air dengan ½ cangkir baking soda dan sabun cuci. Diamkan selama 15 hingga 20 menit, tergantung pada tingkat kekotoran serbet.

Setelah proses perendaman selesai, cuci serbet seperti biasa, baik menggunakan mesin cuci maupun secara manual dengan tangan. Kombinasi baking soda dan sabun akan membantu mengangkat kotoran dan menetralkan bau, menjadikan serbet lebih bersih dan segar.

3. Rebusan Sabun Cuci Piring dan Deterjen untuk Noda Membandel

Metode merebus serbet dengan sabun cuci piring dan deterjen sangat efektif untuk melunturkan noda minyak dan sisa makanan yang membandel, serta menghilangkan bau apek. Teknik ini memanfaatkan suhu tinggi untuk memaksimalkan kinerja bahan pembersih.

Mulailah dengan menyiapkan panci atau wadah besar, lalu isi dengan air dan panaskan hingga mendidih. Setelah air mendidih, tambahkan sabun cuci piring dan deterjen bubuk atau cair secukupnya ke dalam panci, lalu aduk hingga larut dan tercampur rata. Penggunaan air panas akan meningkatkan kinerja sabun dalam melunturkan noda.

Masukkan serbet dapur yang kotor dan berbau ke dalam larutan air mendidih tersebut dan rendam selama beberapa menit sampai airnya mulai dingin. Setelah air mulai dingin, angkat serbet dan gosok menggunakan sikat kain hingga kotoran benar-benar luntur. Bilas sampai tidak ada sabun dan kotoran yang tersisa, lalu jemur hingga kering.

4. Rendaman Semalaman Baking Soda dan Cuka Tanpa Air Panas

Bagi Anda yang ingin membersihkan serbet berminyak tanpa perlu menggunakan air panas, metode perendaman semalaman dengan baking soda dan cuka adalah pilihan yang tepat. Perendaman yang lebih lama akan memberikan hasil maksimal dalam menghilangkan noda dan bau.

Siapkan ember atau wadah, lalu isi dengan air suhu ruang. Tambahkan 2 sendok makan deterjen bubuk, 1 sendok makan sabun cuci piring, 2 sendok makan baking soda, dan cuka secukupnya. Aduk semua bahan hingga tercampur rata untuk menciptakan larutan pembersih yang ampuh.

Masukkan serbet ke dalam larutan dan rendam selama satu hari penuh, sekitar 24 jam. Durasi perendaman yang panjang ini memungkinkan campuran bahan dapur bekerja maksimal dalam menghilangkan noda dan bau. Setelah perendaman, buang airnya, sikat serbet dengan sikat kain, bilas bersih, dan jemur hingga kering.

5. Membersihkan Serbet Putih dengan Air Panas dan Pemutih

Metode ini sangat efektif untuk serbet putih yang sangat kotor dan berminyak, namun perlu kehati-hatian dalam penggunaannya. Pemutih dapat merusak warna serbet, sehingga metode ini tidak disarankan untuk serbet berwarna.

Isi bak cuci piring dengan air panas, lalu tambahkan 1 cangkir pemutih. Rendam serbet dapur yang berminyak ke dalam larutan ini selama 30 menit. Penting untuk diingat bahwa metode ini hanya cocok untuk kain yang tebal dan tahan pemutih.

Setelah direndam, bilas serbet hingga bersih dari sisa pemutih sebelum dicuci dengan deterjen. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada residu pemutih yang tertinggal dan untuk membersihkan serbet secara optimal.

6. Langkah Awal untuk Mengatasi Noda Minyak dengan Tepung Maizena atau Baking Soda

Metode ini sangat berguna sebagai langkah awal untuk noda minyak segar sebelum serbet dicuci secara menyeluruh. Tindakan cepat dapat mencegah noda minyak menempel permanen pada serat kain.

Segera setelah serbet terkena noda minyak, taburkan tepung maizena, bedak bayi, atau baking soda di atas noda tersebut. Biarkan bubuk tersebut menyerap minyak selama sekitar 30 menit. Bahan-bahan ini memiliki kemampuan menyerap minyak yang baik.

Setelah minyak terserap, sikat lembut bubuknya atau gunakan kain untuk menghilangkannya, lalu cuci serbet seperti biasa. Metode pre-treatment ini akan sangat membantu dalam mengangkat noda minyak sebelum proses pencucian utama.

7. Pentingnya Menjemur Serbet Dapur di Bawah Sinar Matahari Langsung

Setelah dicuci, menjemur serbet di bawah sinar matahari langsung menjadi langkah penting untuk memastikan bakteri dan bau benar-benar hilang. Sinar UV matahari berfungsi sebagai disinfektan alami yang efektif membunuh kuman penyebab bau. Pastikan serbet diperas dengan baik lalu dijemur hingga benar-benar kering agar tidak menyisakan kelembapan yang bisa memicu jamur atau bakteri.

Untuk menjaga serbet tetap bersih dan awet, hindari menumpuk serbet kotor terlalu lama, terutama setelah terkena minyak atau sisa makanan. Biasakan membilas atau merendam serbet segera setelah digunakan, gunakan beberapa serbet secara bergantian, dan simpan di tempat yang kering serta berventilasi baik. Mencuci serbet dapur secara rutin, minimal dua kali seminggu, juga penting untuk menjaga kebersihan dan higienitas dapur.

Pertanyaan & Jawaban

1. Mengapa serbet dapur sering bau meski sudah dicuci?

Jawaban: Serbet dapur sering bau karena penumpukan sisa minyak, makanan, dan kelembapan yang menjadi sarang bakteri, serta residu lemak yang sulit larut dalam air dan menempel di serat kain.

2. Bahan alami apa saja yang ampuh mengatasi bau serbet dapur?

Jawaban: Bahan alami yang ampuh meliputi cuka, garam, lemon, baking soda, sabun cuci piring, dan deterjen, yang dapat digunakan dalam berbagai metode perendaman atau perebusan.

3. Apakah menjemur serbet di bawah sinar matahari penting?

Jawaban: Ya, menjemur serbet di bawah sinar matahari langsung sangat penting karena sinar UV memiliki sifat antibakteri alami yang membantu membunuh kuman penyebab bau dan memastikan serbet benar-benar kering.

4. Bagaimana cara mencegah serbet dapur cepat bau?

Jawaban: Untuk mencegah serbet cepat bau, hindari menumpuk serbet kotor terlalu lama, segera bilas setelah digunakan, gunakan beberapa serbet secara bergantian, simpan di tempat kering, dan cuci rutin minimal dua kali seminggu.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|